REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
Bab 69. Racun pemikat


__ADS_3

***Kamar Putri Tang Yan***


Seketika Ratu Wen merasakan isi pikirannya kosong dan hampa setelah melihat jelas wajah Panglima Wen Zuo, yang merupakan ayah kandung Ratu Wen.


Panglima Wen Zuo berumur tujuh puluh tahun dan sudah pensiun puluhan tahun yang lalu. Ratu Wen sendiri yang berinisiatif mengundang Panglima Wen Zuo karena jamuan makan malam ini dihadiri oleh banyak jenderal-jenderal besar.


Walaupun Panglima Wen Zuo sudah pensiun dalam waktu yang lama, tetapi Ratu Wen ingin mengingatkan Kaisar Wei bahwa ayahnya pernah berjasa terhadap Kerajaan Wei.


Sementara rombongan tamu undangan yang berdiri di belakang Kaisar Wei memberikan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang tercengang, ada yang lega, dan ada juga yang merasa dipermalukan.


Mereka semua berinisiatif meninggalkan kamar untuk menghindari amarah Kaisar Wei maupun Ratu Wen di kemudian hari karena melihat kejadian memalukan di sana.


Pangeran Tang Jin dan Wei Wu Xian termasuk dalam kelompok orang yang merasa sangat dipermalukan. Mereka berdua membuang muka ke arah lain karena tidak tahan melihat pemandangan di atas tempat tidur yang sangat menyakiti mata mereka.


Mereka berdua tidak bisa keluar dari kamar dikarenakan sepasang sejoli di atas tempat tidur merupakan orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan mereka.


Ying Ying juga berada di dalam kamar tersebut dan menggunakan sihir penghilang wujud sehingga tidak ada yang menyadarinya. Ying Ying berdiri di samping roh Li Chang Le.


Ying Ying tidak mungkin melewatkan pertunjukkan menarik yang dipersiapkan olehnya untuk Ratu Wen dan Putri Tang Yan.


Ketika Ying Ying meninggalkan Wei Bu Yi di kamarnya, Ying Ying membawa Panglima Wen Zuo ke kamar Putri Tang Yan dan membaringkannya di samping tubuh Putri Tang Yan.


Ying Ying memeriksa terlebih dahulu keadaan Putri Tang Yan, yang pingsan akibat pukulan Wei Bu Yi. Pukulan Wei Bu Yi tidaklah terlalu keras sehingga Ying Ying menebak Putri Tang Yan akan siuman dalam waktu dekat.


Ying Ying khawatir Putri Tang Yan bisa melawan Panglima Wen Zuo yang tua disebabkan Putri Tang Yan menguasai ilmu bela diri. Jika terjadi demikian, maka bisa dipastikan rencana Ying Ying akan gagal.


Oleh karena itu Ying Ying melumpuhkan semua ilmu bela diri yang dikuasai oleh Putri Tang Yan. Sekarang Putri Tang Yan sudah menjadi gadis biasa yang lemah.


Ying Ying segera meninggalkan kamar saat Panglima Wen Zuo sadar dalam pengaruh obat khusus dari Ying Ying. Ying Ying menunggu kedatangan rombongan Kaisar Wei di luar kamar.


Sementara sihir ilusi dikamar Ying Ying membuat semua orang tidak bisa melihat keberadaan Wei Bu Yi.


Oleh karena itu, ketika Ratu Wen dan beberapa istri pejabat masuk ke dalam kamar, mereka hanya melihat Ying Ying palsu jelmaan dari patung tanah liat sedang berbaring di atas tempat tidur, sedangkan Tan Xiang sudah dipindahkan oleh Ying Ying ke kamar khusus pelayan yang dipersiapkan oleh istana.


***


"Jangan ganggu kesenanganku!" teriak Panglima Wen Zuo.


Panglima Wen Zuo mendorong tubuh Ratu Wen dengan keras dan melanjutkan kegiatannya mencium tubuh Putri Tang Yan disertai gerakan pacuan kuda.

__ADS_1


Kaisar Wei membalikkan tubuh untuk menghindari pemandangan di atas tempat tidur, sedangkan Roh Li Chang Le dan Ying Ying saling berpandangan satu sama lain.


Ying Ying terkejut dengan reaksi Panglima Wen Zuo saat ini. Ying Ying sangat percaya diri dengan obat khusus hasil racikannya hanyalah bisa membuat gejolak darah muda Panglima Wen Zuo berkobar satu kali supaya rencananya berjalan lancar.


Ying Ying tidak mau membahayakan nyawa Panglima Wen Zuo yang sudah tua. Hasil dari kejadian hari ini, Kaisar Wei pasti akan menjadikan Putri Tang Yan sebagai selir Panglima Wen Zuo.


Hasil itu sudah cukup memberikan pelajaran berharga bagi Ratu Wen dan Putri Tang Yan.


"Panglima Wen Zuo masih dalam pengaruh obat, tetapi bukan obatku! Siapa yang meracuninya?" batin Ying Ying.


"Pengawal! Pisahkan mereka!" perintah Kaisar Wei.


Kaisar Wei yakin Panglima Wen Zuo dalam pengaruh obat sehingga sepasang sejoli itu harus dipisahkan segera agar tidak membahayakan nyawa Panglima Wen Zuo.


Xu Feng, kepala pengawal istana turun tangan secara langsung untuk memisahkan Panglima Wen Zuo dan Putri Tang Yan. Akan tetapi, Panglima Wen Zuo terlanjur memuntahkan segumpal darah segar dan pingsan seketika di atas tubuh Putri Tang Yan.


"Panggil Tabib Huo! Panggil Tabib Huo!" teriak Ratu Wen histeris.


Beberapa pengawal bergegas keluar untuk mencari Tabib Hup, sedangkan pelayan pribadi Putri Tang Yan mengambil pakaian baru untuk Putri Tang Yan.


"Xu Feng! Selidiki sampai tuntas apa yang terjadi di kamar ini!" perintah Kaisar Wei.


"Baik, Kaisar Wei!"


***


Ying Ying mendekati tempat tidur dan memeriksa setiap sudut tempat tidur. Ying Ying mencurigai Panglima Wen Zuo terkena obat khusus yang lain saat berada di atas tempat tidur.


"Tidak ada apa pun di sini!" batin Ying Ying.


Perhatian Ying Ying terpaku pada hanfu Putri Tang Yan, yang berserakan di lantai. Hanfu itu dalam keadaan robek. Ying Ying menggunakan kekuatan sihir untuk memeriksa hanfu tersebut.


"Putri Tang Yan memang gila! Dia mengoleskan racun pemikat di tubuhnya sendiri sehingga siapa pun yang menyentuhnya di kamar ini, pasti akan tergila-gila untuk berhubungan mesra dengannya!" batin Ying Ying.


Ying Ying yakin Putri Tang Yan sudah sering menggunakan cara yang sama di Kerajaan Tang Selatan. Racun pemikat akan bereaksi terhadap lawan jenis sehingga Ying Ying tidak terpengaruh saat memeriksa keadaan Putri Tang Yan tadi.


Ying Ying menduga Putri Tang Yan mengoleskan racun pemikat di tubuh saat berada di dalam kamar dan menunggu Wei Bu Yi masuk ke dalam jebakan.


***

__ADS_1


Para tamu undangan sudah kembali ke kamar masing-masing, meskipun acara jamuan makan malam belum selesai.


Kaisar Wei menuju aula istana, diikuti oleh Pangeran Tang Jin dan beberapa utusan aliansi perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan.


Ratu Wen bersama Wei Wu Xian menunggu hasil pemeriksaan dari Tabib Huo mengenai keadaan Panglima Wen Zuo.


"Ratu Wen! Panglima Wen Zuo akan pulih setelah beristirahat selama beberapa hari di atas tempat tidur!" lapor Tabib Huo dengan hati-hati.


Ratu Wen menarik napas lega karena nyawa Panglima Wen Zuo tidak terancam. Hanya saja ibu Ratu Wen sedang menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang akan dimadu dalam waktu dekat.


Ratu Wen memerintahkan pengawal untuk membawa tandu dan mengantar Panglima Wen Zuo kembali ke kamarnya semula,yang sudah dipersiapkan oleh Ratu Wen.


Ratu Wen tidak mungkin membiarkan Panglima Wen Zuo tidur di kamar Putri Tang Yan. Sebenarnya Ratu Wen merasa kesal dan marah terhadap Putei Tang Yan karena yakin Putri Tang Yan menggunakan obat spesial yang kuat dan mengakibatkan Panglima Wen Zuo muntah darah.


"Pasti Wei Bu Yi yang menjebak ayah! Dia harus dihukum! Aku tidak akan membiarkannya lolos!" batin Ratu Wen.


Ratu Wen berjalan tergesa-gesa untuk menemui Kaisar Wei. Ratu Wen ingin Kaisar Wei memberi keadilan kepada Panglima Wen Zuo.


Putri Tang Yan menghentikan tangisan palsunya setelah rombongan Ratu Wen pergi.


"Wei Bu Yi! Kamu kejam sekali terhadapku! Aku membencimu!"


Ying Ying menggelengkan kepala melihat perilaku Putri Tang Yan dan Ratu Wen. Kedua wanita gila itu menyalahkan Wei Bu Yi atas kejadian hari ini. Padahal mereka berdua lah yang berniat menjebak Wei Bu Yi terlebih dahulu.


Ying Ying meninggalkan kamar Putri Tang Yan diikuti oleh roh Li Chang Le. Mereka berdua berada di kamar tamu untuk Ying Ying sekarang.


Roh Li Chang Le tahu Ying Ying menggunakan sihir ilusi untuk menutupi keberadaan Wei Bu Yi di dalam kamar. Roh Li Chang Le yakin Ying Ying ingin mengobrol dengan Wei Bu Yi mengenai kejadian malam ini sehingga dirinya berinisiatif pergi.


"Ying Ying! Malam ini aku ingin mengawasi Bai Lu. Aku pergi dulu!"


"Baiklah, Kak Chang Le!"


***


Selamat malam readers. Jangan lupa besok senin waktunya vote 😘. Ditunggu vote dukungannya 🤗🤗


Bab besok spesial Bu Yi dan Ying Ying serta karma Ratu Wen mulai muncul nih. Akhirnya Kaisar Wei bersikap tegas 🤭


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2