
Feng Xi menyerang Pangeran Tang Jin dengan gesit dan agresif. Feng Xi tahu Pangeran Tang Jin adalah pria yang licik dan penuh dengan siasat jahat. Hal itu dikarenakan Pangeran Tang Jin diasuh oleh Ratu Tang yang kejam sehingga Pangeran Tang Jin tidak mungkin memiliki sifat yang baik.
Feng Xi ingin secepat mungkin mengalahkan Pangeran Tang Jin dan menjadikannya sandera agar bisa membawa Chang Le pergi.
Pangeran Tang Jin berusaha keras menangkis setiap serangan Feng Xi dengan pedang. Hati kecilnya mengumpat kasar karena ilmu bela dirinya kalau jauh daripada Feng Xi.
Pertarungan selama sepuluh menit sudah terlihat jelas Feng Xi lebih unggul dibandingkan Pangeran Tang Jin.
"Feng Xi tidak boleh pulang ke Kerajaan Tang Selatan! Ayahanda pasti akan menjadikannya jenderal perang!" batin Pangeran Tang Jin.
Ying Ying melihat Pangeran Tang Jin menyelipkan tangan ke dalam kantong secara tiba-tiba, lalu melemparnya ke wajah Feng Xi.
"Hati-hati Kak Feng Xi!" teriak Ying Ying sambil melompat turun dari kuda.
"Kak Feng Xi! Kak Feng Xi!" teriak roh Li Chang Le dengan panik.
Ying Ying dan roh Li Chang Le berlari cepat menghampiri Feng Xi. Feng Xi sedang berusaha menahan rasa sakit di matanya, sedangkan Pangeran Tang Jin melipat kedua tangannya di depan dada dan tersenyum penuh kemenangan menatap ke arah Feng Xi dan Ying Ying.
"Kak Feng Xi! Aku akan memeriksa matamu!" ucap Ying Ying.
"Aku tidak apa-apa Chang Le!"
Sepasang mata Feng Xi masih tertutup rapat. Feng Xi tahu bubuk racun Pangeran Tang Jin sudah membuat matanya terluka, tetapi Feng Xi tidak ingin membuat Chang Le alias Ying Ying khawatir.
"Tang Lan Xi! Sebagai adik tiri, aku berbaik hati memperingatkanmu untuk segera mencari tabib sekarang. Jika tidak, kamu akan buta seumur hidup!"
Feng Xi mengepalkan erat kedua tangannya, sedangkan Ying Ying tidak memedulikan perkataan Pangeran Tang Jin. Ying Ying fokus memeriksa luka di mata Feng Xi.
Kekhawatiran roh Li Chang Le berkurang sedikit. Roh Li Chang Le yakin Ying Ying bisa menyembuhkan Feng Xi.
"Li Chang Le! Jadilah gadis penurut dan ikut aku pulang ke Kerajaan Tang Selatan. Jangan khawatir! Kamu tidak akan mati. Aku akan menjadikanmu selirku!"
"Sampai mati pun, aku tidak akan membiarkanmu membawa Chang Le pergi!" ujar Feng Xi.
Pangeran Tang Jin tertawa mengejek dengan keras, seolah-olah perkataan Feng Xi hanyalah lelucon besar yang didengar olehnya.
"Kak Feng Xi! Makanlah!"
Ying Ying menyodorkan sebutir pil obat ke mulut Feng Xi. Feng Xi langsung membuka mulut dan mengunyah pil obat itu tanpa ragu.
Ying Ying mengambil satu botol obat racikannya yang lain dan menuangkan cairan dari dalam botol itu ke saputangan, lalu mengusap kedua mata Feng Xi yang terpejam.
"Kak Feng Xi jangan membuka membuka mata dulu agar khasiat obatnya bekerja lebih cepat," pesan Ying Ying.
Feng Xi menganggukkan kepala pertanda mengerti. Rasa sakit dan panas di matanya berangsur menghilang. Hal itu membuat Feng Xi penasaran mengenai kapan Ying Ying belajar ilmu pengobatan.
Apakah di saat Tabib Chen mengobati penyakit Wei Bu Yi, Ying Ying juga belajar ilmu pengobatan dari Tabib Chen? Jika benar, Ying Ying sangat bertalenta dalam ilmu pengobatan.
Pangeran Tang Jin juga sepemikiran dengan Feng Xi. "Pantas saja Wei Wu Xian dan Wei Bu Yi sangat menyukai Li Chang Le. Aku pun menginginkannya, lebih daripada harta kekayaan yang melimpah!" batin Pangeran Tang Jin.
"Li Chang Le! Sia-sia kamu mengobati matanya. Kalian berdua akan mati bersama jika kamu tidak menuruti perkataanku!" ancam Pangeran Tang Jin dengan sombong.
Pangeran Tang Jin sangat percaya diri bahwa Feng Xi dan Ying Ying tidak mungkin bisa menang melawan pasukannya yang berjumlah banyak.
Ying Ying tersenyum samar mendengar perkataan Pangeran Tang Jin. Ying Ying mengeluarkan pedang Yin Yang miliknya dari dimensi saku di cincin ajaib.
"Pangeran Tang Jin! Beranikah kamu bertarung satu lawan satu denganku? Jika kamu menang, aku akan menuruti semua permintaanmu!"
Tantangan dari Ying Ying dijawab dengan suara tawa yang keras dari Pangeran Tang Jin.
"Pedang di tanganmu sangat bagus dan sepasang dengan Pangeran Wei Bu Yi. Aku pasti menang dan mendapatkanmu beserta pedang itu!"
Pangeran Tang Jin mengenali pedang di tangan Ying Ying sama persis dengan pedang Wei Bu Yi. Pangeran Tang Jin mengira Wei Bu Yi yang menghadiahkan pedang itu untuk Ying Ying.
"Chang Le!" panggil Feng Xi sambil menarik tangan Ying Ying.
Walaupun kedua matanya masih terpejam, tetapi Feng Xi bisa menarik tangan Ying Ying dengan mudah.
"Bu Yi pernah mengajariku beberapa jurus pedang untuk menghadapi baji**an licik. Aku tidak akan kalah, Kak Feng Xi!"
Feng Xi melepaskan pegangan tangannya secara spontan saat mendengar Ying Ying menyebutkan nama Bu Yi dengan suara lembut dan penuh percaya diri Sepasang matanya yang terluka membuat insting Feng Xi menjadi lebih peka. Feng Xi tahu hubungan Ying Ying dan Bu Yi semakin in*im sehingga membuat hatinya terasa sakit karena mengira Ying Ying adalah Li Chang Le, gadis muda yang dicintainya selama ini.
***
Kali ini Pangeran Tang Jin yang menyerang Ying Ying dengan agresif, tetapi Ying Ying selalu berhasil menghindar dengan mudah.
Ying Ying hanya menangkis setiap serangan Pangeran Tang Jin dengan pedang. Hal ini membuat Pangeran Tang Jin semakin yakin ilmu bela diri Ying Ying masih minim.
Pada saat Pangeran Tang Jin mengira dirinya berhasil mendesak Ying Ying dalam jarak dekat, tangan Ying Ying menampar wajah Pangeran Tang Jin dengan keras. Kemudian kakinya menendang perut Pangeran Tang Jin sehingga pria tidak tahu malu itu terjungkal ke belakang.
Pangeran Tang Jin memegang pipinya yang masih terasa kebas akibat tamparan Ying Ying. Matanya memerah menatap tajam Ying Ying.
"Kamu berani menampar dan menendangku?"
"Jurus itu paling cocok untuk baji**an sepertimu!" jawab Ying Ying dengan santai.
Pangeran Tang Jin mulai menyerang Ying Ying lagi. Serangannya lebih agresif dan mematikan. Pangeran Tang Jin ingin memberi pelajaran terhadap Ying Ying karena berani mempermalukannya di depan para pasukan Kerajaan Tang Selatan.
Beberapa tamparan dan juga pukulan mengenai kepala Pangeran Tang Jin. Terlihat jelas Ying Ying memang sengaja membalas kelicikan Pangeran Tang Jin terhadap Feng Xi dengan cara mempermainkannya di depan umum.
Teriakan kesakitan dan umpatan dari mulut Pangeran Tang Jin membuat Feng Xi tersenyum kecil.
Pangeran Tang Jin menjadi frustasi karena sama sekali tidak melihat jelas serangan dari Ying Ying, tetapi sakit di pipi dan kepalanya menandakan dirinya telah salah merendahkan kehebatan Ying Ying sejak awal.
__ADS_1
Pada akhirnya Pangeran Tang Jin menjadi trauma dan tidak berani menyerang Ying Ying lagi.
Ying Ying segera menghampiri Feng Xi. "Ayo kita pergi, Kak Feng Xi! Baji**an itu sudah kalah!"
"Tembak!"
Teriakan dari Pangeran Tang Jin secara tiba-tiba membuat pasukannya mengangkat busur di tangan dan melepaskan anak panah ke arah Ying Ying.
Semua anak panah itu melesat dengan cepat. Ying Ying mengalirkan kekuatan sihir ke pedang Yin Yang dan menangkis setiap anak panah dengan mudah.
Walaupun pasukan Kerajaan Tang Selatan tercengang dengan kehebatan Ying Ying, mereka tetap melepaskan anak panah yang baru. Kali ini semua anak panah itu menuju ke arah Feng Xi, sesuai aba-aba dari Ying Ying.
Ying Ying menangkis semua anak panah itu dengan gerakan cepat sehingga tidak ada satu pun anak panah yang mengenai Feng Xi maupun Ying Ying.
Konsentrasi penuh Ying Ying terhadap serangan anak panah membuatnya tidak menyadari Pangeran Tang Jin menghunuskan pedang dari belakang.
Insting tajam Feng Xi membuatnya menghadang serangan itu sehingga pedang Pangeran Tang Jin menembus dada Feng Xi.
"Kak Feng Xi!" teriak roh Li Chang Le.
Teriakan itu membuat Ying Ying menoleh ke belakang. Tangan Pangeran Tang Jin masih memegang pedang yang menusuk di dada Feng Xi.
Mata Ying Ying memerah menahan amarah. Pedang Pangeran Tang Jin bukan hanya menembus dada Feng Xi, melainkan juga mengenai punggung transparan roh Li Chang Le karena roh Li Chang Le memeluk erat tubuh Feng Xi.
Kilatan pedang Yin Yang membuat silau mata Pangeran Tang Jin. Hal selanjutnya yang terjadi adalah suara teriakan kesakitan yang panjang dari mulut Pangeran Tang Jin.
"Tanganku! Tanganku!"
Para pasukan Kerajaan Tang Selatan segera memapah Pangeran Tang Jin menjauhi Ying Ying. Mereka semua menatap ngeri tangan kanan Pangeran Tang Jin yang berlumuran darah di atas tanah. Tangan itu putus akibat tebasan dari pedang Yin Yang.
Ying Ying mengeluarkan beberapa obat racikan untuk mengobati Feng Xi. Ying Ying juga menggunakan kekuatan sihirnya untuk menutup luka di dada Feng Xi, tetapi tidak berhasil.
Tangan Ying Ying gemetaran karena sadar luka Feng Xi sangat dalam dan kemungkinan besar ajal akan menjemput Feng Xi dalam waktu dekat.
"Bertahanlah Kak Feng Xi!"
Feng Xi merasakan sepasang tangan menggenggam tangannya dengan erat. Padahal Feng Xi yakin tangan Ying Ying masih mengobati luka di dadanya.
Feng Xi berusaha membuka matanya untuk melihat lebih jelas siapa yang memegang tangannya. Racun di matanya sudah sembuh, tetapi pandangannya masih kabur.
"Maaf Kak Chang Le! Karena aku, Kak Feng Xi terluka!"
Perkataan Ying Ying membuat Feng Xi merasa aneh. Siapa Kak Chang Le yang dimaksud oleh Ying Ying? Bukankah Ying Ying adalah Chang Le?
"Ini bukan kesalahanmu, Ying Ying!" ucap roh Li Chang Le dengan lembut.
"Bunuh mereka berdua! Bunuh Li Chang Le dan Tang Lan Xi!"
Pangeran Tang Jin berteriak seperti orang kesurupan. Tangannya yang putus membuat Pangeran Tang Jin ingin membalas dendam terhadap Ying Ying dan Feng Xi.
Pasukan Kerajaan Tang Selatan menghunuskan pedang dan menyerang Ying Ying secara bersamaan
Tiba-tiba sekelebat bayangan muncul dan berhenti tepat di samping Ying Ying. Tiga prajurit Kerajaan Tang Selatan jatuh di atas tanah dengan luka tusukan di tubuh mereka.
"Bu Yi!"
"Ying Ying!"
Mereka berdua saling berpelukan erat tanpa memedulikan tatapan kebingungan dari pasukan Kerajaan Tang Selatan.
Wei Bu Yi melepaskan pelukan dan mengusap bekas air mata di pipi Ying Ying, lalu menoleh ke arah Feng Xi.
Feng Xi terbaring di atas tanah dengan wajah pucat dan seberkas cahaya putih berada di sisi Feng Xi.
"Mengapa kalian berhenti? Bunuh Chang Le! Bunuh Wei Bu Yi!"
Teriakan Pangeran Tang Jin membuat para pasukan Kerajaan Tang Selatan bergerak maju ke depan untuk menyerang Wei Bu Yi dan Ying Ying.
Wei Bu Yi dan Ying Ying menggunakan pedang Yin Yang melawan pasukan Kerajaan Tang Selatan. Serangan dari mereka berdua saling melengkapi satu sama lain sehingga membuat musuh kewalahan.
***
Kesadaran Feng Xi semakin memudar. Akan tetapi, sepasang tangan hangat yang memegang erat tangannya dapat dirasakan dengan jelas.
"Syukurlah Wei Bu Yi datang, tetapi kenapa dia memanggil Chang Le dengan nama Ying Ying? Ying Ying adalah nama rubah putih milik Chang Le!" batin Feng Xi.
"Kak Feng Xi! Kak Feng Xi!"
Feng Xi mendengar suara wanita memanggilnya. Suara itu sangat familiar bagi Feng Xi. Suara yang selalu didengarnya di dalam mimpi.
"Chang Le! Chang Le!"
Feng Xi mencoba membalas panggilan itu dengan suara yang lemah.
"Aku di sini, Kak Feng Xi!"
Feng Xi merasakan tubuhnya di peluk erat. Perasaan yang sama bagaikan dejavu yang nyata. Ketika Pangeran Tian Jin menusuk dadanya dengan pedang, Feng Xi mengingat jelas sesuatu memeluknya dengan erat tetapi tidak terlihat wujudnya.
Feng Xi mencoba membuka sepasang matanya. Penglihatan yang kabur secara perlahan menjadi jelas sehingga Feng Xi bisa melihat jelas seorang wanita lah yang sedang memeluk tubuhnya dengan erat.
"Chang Le?!" panggil Feng Xi dengan nada tidak yakin.
Logika nya memberitahu Feng Xi bahwa Chang Le dan Wei Bu Yi sedang bertarung melawan pasukan Kerajaan Tang Selatan, tetapi insting Feng Xi yakin wanita yang memeluknya adalah Chang Le.
__ADS_1
Roh Li Chang Le melepaskan pelukannya secara perlahan sehingga mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.
"Chang Le?"
"Iya, Kak Feng Xi. Aku Chang Le!"
Air mata mengalir dengan deras di pipi roh Li Chang Le. Dirinya tidak menyangka Feng Xi bisa melihat wujud roh nya dengan jelas.
"Jangan menangis, Chang Le!" ucap Feng Xi sambil mengusap air mata di pipi Chang Le.
Roh Li Chang Le menunduk dan mencium bibir Feng Xi. Feng Xi membalas dengan ciuman yang lembut.
Semua potongan-potongan puzzle yang membingungkan di pikiran Feng Xi menyatu menjadi satu bingkai gambar yang utuh sehingga air mata pun mengalir di pipi Feng Xi karena mengetahui semua kebenaran.
Air mata Feng Xi membuat roh Li Chang Le menghentikan ciuman. Mereka saling bertatapan lagi.
"Chang Le! Kapan kamu meninggal?" tanya Feng Xi dengan suara bergetar.
"Saat jatuh ke kolam pertama kali. Aku bisa berada di dunia manusia karena bantuan Ying Ying, si rubah putih kecil."
"Kamu…..kamu yang muncul di mimpiku setiap malam?"
"Iya!" jawab roh Li Chang Le sambil menganggukkan kepala.
Mereka berdua tersenyum bersamaan. Kebahagiaan karena kebersamaan di alam mimpi, sekarang bisa terwujud di depan mata.
"Aku sangat mencintaimu Chang Le!"
"Aku juga sangat mencintaimu, Feng Xi!"
***
Ying Ying berlari kecil menghampiri Feng Xi dan roh Li Chang Le, sedangkan Wei Bu Yi menghadapi sisa pasukan dan juga melumpuhkan Pangeran Tian Jin.
Sepasang mata Ying Ying berkaca-kaca melihat roh Li Chang Le dan Feng Xi sedang berbicara satu sama lain. Mereka berdua terlihat sangat bahagia.
"Kak Chang Le! Kak Feng Xi!"
Ying Ying memeriksa nadi di pergelangan tangan Feng Xi. Denyut nadi itu semakin melemah.
"Terima kasih Ying Ying! Karena kamu, aku bisa bertemu dengan Chang Le lagi!" ucap Feng Xi sambil tersenyum tulus.
Roh Li Chang Le memeluk tubuh Ying Ying. "Ying Ying! Semua yang terjadi adalah takdirku dan takdir Kak Feng Xi. Kamu harus hidup bahagia bersama Wei Bu Yi!"
Ying Ying menganggukkan kepala. "Kak Feng Xi dan Kak Chang Le juga harus hidup bahagia bersama!"
Roh Li Chang Le dan Feng Xi tersenyum mendengar perkataan Ying Ying. Mereka berdua saling berpegangan tangan lagi.
"Chang Le! Aku akan segera menyusulmu!"
"Iya!"
Feng Xi memejamkan rapat kedua matanya. Senyuman masih menghias di sudut bibirnya.
Beberapa waktu kemudian, roh Feng Xi keluar dari tubuhnya dan segera menghampiri roh Li Chang Le.
"Chang Le! Kita akan bersama selamanya!"
Mereka berdua saling berpelukan lagi dalam waktu yang lama. Ying Ying berlinangan air mata menatap kebahagiaan sepasang sejoli di depannya.
Tangan Wei Bu Yi merangkul pundak Ying Ying, sedangkan sepasang matanya menatap dua cahaya putih di depan sana.
Wei Bu Yi tahu Feng Xi sudah meninggal dan berkumpul bersama Li Chang Le.
Ying Ying menyandarkan kepalanya di dada Wei Bu Yi. Sepasang tangannya memeluk pinggang Wei Bu Yi dengan erat.
"Kak Feng Xi dan Kak Chang Le!" ucap Ying Ying sambil menunjuk sepasang sejoli itu.
"Feng Xi dan Li Chang Le bisa bersatu di alam baka. Mereka berdua sangat bahagia sekarang!"
"Iya!" jawab Ying Ying.
Roh Li Chang Le dan roh Feng Xi menoleh ke belakang setelah melepaskan pelukan mereka.
"Ying Ying! Aku pergi sekarang!" ucap roh Li Chang Le.
"Selamat tinggal Kak Chang Le!" balas Ying Ying sambil berusaha tersenyum, tetapi air matanya mengalir deras tanpa bisa berhenti.
Roh Li Chang Le melepaskan kalung bandul lonceng pemberian Ying Ying dan meletakkannya di atas tanah.
Secara ajaib, muncul sebuah gua spiritual transparan yang bercahaya terang dan terasa hangat. Roh Li Chang Le dan roh Feng Xi bergandengan tangan masuk ke dalam gua spiritual tanpa ragu.
Ying Ying yakin Li Chang Le dan Feng Xi akan hidup bahagia di alam mana pun.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 23.20 wita sebanyak 2.500 kata.
Bab ini sangat lama prosesnya dan tulis hapus beberapa kali untuk mendapatkan hasil maksimal.
Semoga readers menyukai ending Chang Le dan Feng Xi. Author ikut nangis waktu ketik 😅
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE