REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 55. Burung merak dan burung phoenix


__ADS_3

***Kediaman Jenderal Li Jin***


Jam lima pagi, suasana Kediaman Jenderal Li Jin sudah meriah, khususnya di kamar tidur Li Chang Le. Beberapa pelayan wanita keluar masuk kamar tersebut untuk membantu Chang Ru persiapan ke istana menemui Ratu Wen.


Kereta kuda dari istana akan tiba pukul 9 pagi untuk menjemput Chang Le dan Ying Ying sehingga Chang Ru menggunakan waktu empat jam agar penampilannya sempurna.


Chang Ru mandi berendam air hangat dengan berbagai macam kelopak bunga yang harum agar tubuhnya segar dan wangi sepanjang hari.


Riasan wajah Chang Ru sangat tebal dipadukan dengan lipstik warna merah menyala. Selain itu Chang Ru mengenakan perhiasan yang lengkap dan sangat berkilau.


"Aku pasti lebih cantik dibandingkan Chang Le!" batin Chang Ru sambil tersenyum puas menatap pantulan wajahnya dari cermin.


Ketiga botol obat pemberian Bai Lu sudah disimpan dengan baik oleh Chang Ru. Chang Ru sudah memikirkan semalaman bagaimana cara memberikan obat khusus itu ke Wei Wu Xian.


Chang Ru berharap bisa bertemu dengan Wei Wu Xian hari ini. Saat ini Chang Ru berusaha menggunakan bedak untuk menutupi jejak gigitan cinta peninggalan kedua pengemis karena khawatir Wei Wu Xian menyadarinya nanti, sedangkan para pelayan wanita sudah berada di luar kamar karena Chang Ru tidak ingin mereka melihat jejak yang memalukan itu.


Suara ketukan pintu dari luar membuat Chang Ru kesal.


"Ada apa?" tanya Chang Ru dengan nada ketus.


"Maaf mengganggu, Nona Chang Ru. Kereta kuda dari istana sudah tiba. Nona Chang Le sudah menunggu di dalam kamar!" ucap A Ling dari luar kamar.


"Apa? Sialan! Kenapa dia lebih cepat selesai berdandan? Aku tidak boleh kalah darinya."


Chang Ru mengancing kerah hanfu dengan cepat, lalu mematut wajahnya di depan cermin lagi untuk memastikan penampilannya sempurna, sebelum meninggalkan kamar.


Bai Lu sudah menunggu Chang Ru di ruang depan.


"Chang Ru sangat cantik sekali! Ratu Wen pasti menyukaimu!" puji Bai Lu.


"Tentu saja! Ibu, Chang Ru berangkat ke istana sekarang!"


Bai Lu menggandeng tangan Chang Ru dan mengantarnya hingga di depan kereta kuda.


Chang Ru dengan penuh percaya diri masuk ke dalam kereta kuda. A Ling mengikuti dari belakang.


Prajurit istana yang menjadi kusir, segera menjalankan kereta kuda dengan kecepatan tinggi karena takut terlambat sehingga Chang Ru dan A Ling hampir saja terjatuh karena belum duduk dengan benar.


"Hati-hati adik Chang Ru!"


Chang Ru mendengus kasar dan duduk tepat di seberang Ying Ying. Chang Ru terkejut saat melihat penampilan Ying Ying.

__ADS_1


Ying Ying hanya mengenakan hanfu lama milik Chang Le. Riasan wajah Ying Ying pun sangat natural, seperti riasan yang biasa dipakai sehari-hari di dalam rumah. Selain itu, Ying Ying hanya menggunakan satu perhiasan tusuk rambut berwarna emas, yang merupakan salah satu mahar nikah milik Ling Qi.


Roh Li Chang Le memberitahukan Ying Ying bahwa Ling Qi sangat menyukai tusuk rambut itu ketika masih hidup sehingga Ying Ying sengaja memakainya agar roh Li Chang Le bisa merasakan keberadaan Ling Qi saat melihat tusuk rambut itu.


"Mengapa kamu berpenampilan seperti ini?" tanya Chang Ru.


"Hanya bertemu Ratu Wen saja. Penampilanku sudah lebih dari cukup!" jawab Ying Ying dengan santai.


"Jangan menangis saat Ratu Wen lebih menyukaiku nanti!"


Ying Ying hanya tersenyum lebar sebagai balasan atas perkataan Chang Ru. Setelah itu, mereka berdua tidak saling bicara maupun bertatapan sepanjang perjalanan.


Tan Xiang dan A Ling pun mengacuhkan satu sama lain, seperti kedua nona muda mereka.


Sebenarnya Ying Ying memang sengaja berpenampilan biasa-biasa saja untuk menemui Ratu Wen. Selain dikarenakan Ratu Wen pernah mencoba membunuhnya, juga dikarenakan Ying Ying tahu tujuan utama Ratu Wen mengundangnya yaitu untuk mendapatkan informasi mengenai para pembunuh bayaran dan Wei Bu Yi.


Oleh karena itu, Ying Ying merasa dirinya tidak perlu berdandan cantik dan berpenampilan mewah untuk menemui Ratu Wen yang licik dan kejam.


***Istana Ratu Wen***


Dayang istana mengantar Ying Ying dan Chang Ru ke taman istana untuk menemui Ratu Wen. Kasim Ma berdiri di samping Ratu Wen untuk melayani segala keperluan Ratu Wen.


"Chang Ru memberi hormat ke Ratu Wen!"


"Duduklah!" perintah Ratu Wen sambil menunjuk dua kursi kosong.


"Terima kasih Ratu Wen!"


Chang Ru mempercepat langkah kakinya dan duduk di kursi yang berada paling dekat dengan Ratu Wen.


Sikap Chang Ru malahan membantu Ying Ying karena Ying Ying memang tidak mau duduk terlalu dekat dengan Ratu Wen. Roh Li Chang Le berdiri di samping Ying Ying, sedangkan Tan Xiang dan A Ling menunggu di luar.


Ratu Wen menatap penampilan Chang Ru dan Ying Ying bergantian. Di dalam pikiran Ratu Wen, penampilan Chang Ru bagaikan seekor burung merak yang memamerkan bulu indah di ekornya, sedangkan penampilan Ying Ying bagaikan seekor burung phoenix, anggun dan berkharisma.


"Chang Le bisa menjadi calon ratu yang hebat. Sangat disayangkan penyakitnya baru sembuh sekarang!" batin Ratu Wen.


"Chang Ru sangat senang mendapatkan undangan untuk minum teh bersama Ratu Wen!"


"Setelah kamu menikah dengan Wu Xian, kamu bisa sering datang mengunjungiku!"


"Terima kasih Ratu Wen!" ucap Chang Ru dengan antusias.

__ADS_1


Chang Ru tidak tahu bahwa Ratu Wen hanya berbasa-basi dengannya agar Chang Ru tidak mengganggu dengan perkataan-perkataan yang menyia-nyiakan waktu berharganya.


Ratu Wen segera menyampaikan tujuan utama mengundang Ying Ying dan Chang Ru.


"Chang Le! Aku dengar kamu dan Bu Yi diserang pembunuh bayaran. Kamu pasti sangat ketakutan!"


"Iya, Ratu Wen! Para pembunuh bayaran itu sangat kejam dan menggunakan sihir hitam. Pangeran Wei Bu Yi hanya fokus melawan mereka dan tidak melindungiku! Pakaianku penuh dengan darah! Aku sangat ketakutan!"


Ying Ying berakting seolah-olah dirinya berada dalam situasi berbahaya, sesuai dengan cerita palsu yang dibuat olehnya. Roh Li Chang Le tertawa kecil melihat akting Ying Ying.


Wajah pucat dan tubuh gemetaran Ying Ying membuat Ratu Wen dan Kasim Ma percaya dengan semua ucapan Ying Ying. Bahkan Chang Ru juga mempercayainya.


"Apakah Bu Yi berhasil membunuh semua pembunuh bayaran itu?"


"Ada satu pembunuh yang ditangkap hidup-hidup oleh Pangeran Wei Bu Yi!"


"Apa yang dikatakan pembunuh itu?" tanya Ratu Wen spontan.


"Aku hanya mendengar ada kata Kerajaan Wu Barat!"


"Pembunuh itu masih hidup?"


"Aku tidak tahu! Prajurit rahasia Pangeran Wei Bu Yi membawa pembunuh itu pergi!"


"Memang benar dugaan ibu! Pangeran Wei Bu Yi pasti memerintahkan prajurit rahasia untuk melindungi Chang Le di rumah!" batin Chang Ru.


Mengenai prajurit rahasia Wei Bu Yi, Ying Ying tidak menyembunyikannya karena Chang Ru dan Ratu Wen sudah mengetahui hal itu sehingga Ying Ying sengaja menambahkan dalam cerita palsu yang dibuat olehnya.


Ratu Wen dan Kasim Ma saling memberi isyarat mata. Mereka berdua yakin tidak akan mendapatkan informasi yang berharga dari mulut Ying Ying.


Jika memang benar pembunuh yang masih hidup itu dibawa pergi oleh prajurit rahasia Wei Bu Yi, maka kemungkinan besar pembunuh itu sudah mati saat ini.


Ratu Wen menduga Wei Bu Yi masih belum mengetahui hubungannya dengan Kerajaan Wu Barat. Jika pembunuh itu ada menyebutkan namanya, Ratu Wen yakin Wei Bu Yi pasti sudah melaporkan semuanya ke Kaisar Wei.


***


Selamat malam readers. Lanjutannya besok ya 🙏. Bab ini sudah 1100 kata lebih 😁


Ayo jangan lupa vote di hari senin besok. Cerita besok semakin seru nih 🥰🥰🥰


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR: LYTIE


__ADS_2