
***Ruang kerja Pangeran Wei Bu Yi***
Kasim Da Duo mendapatkan tugas untuk mengantar Tabib Chen pulang dan menunggu Tabib Chen selesai meracik pil obat untuk Li Chang Le. Apabila ada bahan tanaman langka yang kurang, Kasim Da Duo akan mencarinya.
Sementara Kasim Xiao Duo ditugaskan pergi ke istana Kaisar Wei. Wei Bu Yi memerintahkan Kasim Xiao Duo untuk melaporkan kabar baik mengenai kesembuhan Li Chang Le ke Kaisar Wei.
Wei Bu Yi sendiri tetap berada di ruang kerja untuk membaca dokumen. Wei Bu Yi memutuskan akan menemui Li Chang Le di malam hari. Wei Bu Yi ingin Li Chang Le beristirahat total di kamar sepanjang hari ini.
Suara ketukan pintu dari luar membuat Wei Bu Yi mengernyitkan alisnya.
"Siapa yang mencariku?" batin Wei Bu Yi.
"Masuklah!" perintah Wei Bu Yi.
Ying Ying membuka pintu ruang kerja dan berjalan menghampiri Wei Bu Yi.
"Pangeran Wei Bu Yi!" sapa Ying Ying.
"Duduklah!" jawab Wei Bu Yi sambil menunjuk tempat duduk di depannya.
Ying Ying menganggukkan kepala dan duduk. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.
"Ada apa?" tanya Wei Bu Yi.
"Apakah pria yang mencoba membunuhku sudah tertangkap?" tanya Ying Ying.
"Belum!" jawab Wei Bu Yi singkat.
"Apakah Pangeran Wei Bu Yi tahu siapa dalangnya?"
Pertanyaan yang diajukan dengan tenang oleh Ying Ying membuat Wei Bu Yi berfirasat Ying Ying ingin menyampaikan sesuatu.
"Kamu tahu?" tanya Wei Bu Yi.
"Tentu saja! Aku yakin dalangnya adalah Ratu Wen. Kematianku membuat Pangeran Wei Bu Yi tidak bisa menjalin hubungan dekat dengan ayah. Ratu Wen pasti akan berusaha menyingkirkanku lagi," jawab Ying Ying.
Saat Ying Ying memutuskan untuk tidak berpura-pura seperti anak kecil lagi, Ying Ying sudah membuat rencana untuk menjadikan Wei Bu Yi sekutu secepatnya.
"Jika dugaanmu benar, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Wei Bu Yi.
__ADS_1
Wei Bu Yi ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Li Chang Le terhadap orang yang ingin membunuhnya.
"Aku ingin bekerjasama dengan Pangeran Wei Bu Yi!"
Ying Ying mengungkapkan secara langsung maksud kedatangannya menemui Wei Bu Yi.
"Coba jelaskan kerjasama apa yang kamu mau!"
"Sekarang aku sudah sembuh, tetapi aku hanya bisa mengingat jelas kejadian dua tahun belakangan ini."
"Tabib Chen sudah memberitahukanku mengenai hal ini!" ujar Wei Bu Yi.
"Kejadian di istana kemarin merupakan pembunuhan kedua kali yang aku alami. Yang pertama kali di rumahku. Karena penyakitku, Wei Wu Xian ingin membunuhku dan Chang Ru menjadi kaki tangannya. Aku beruntung tidak mati tenggelam waktu itu!"
Kejadian Li Chang Le melompat ke dalam kolam untuk menyelamatkan rubah putih, sudah dilaporkan oleh Kasim Xiao Duo tadi pagi sehingga Wei Bu Yi percaya perkataan Ying Ying.
"Dekrit Kaisar mengenai pertunangan kita pasti usul dari Ratu Wen karena ingin membuat reputasi Pangeran Wei Bu Yi menjadi buruk, tetapi pemeriksaan oleh Dayang Fu membuat rencana Ratu Wen gagal. Jika pernikahan kita dilaksanakan, Ratu Wen khawatir ayah lebih mendukungmu dibandingkan Wei Wu Xian. Oleh karena itu, Ratu Wen mengirim orang untuk membunuhku kemarin," lanjut Ying Ying panjang lebar.
Wei Bu Yi tidak menyangka Li Chang Le bisa menebak semuanya dengan tepat.
"Kamu ingin perlindungan dariku?" tanya Wei Bu Yi.
Sebenarnya Ying Ying tahu Wei Bu Yi bisa menghadapi Ratu Wen tanpa bantuan darinya, bahkan Wei Bu Yi bisa merebut status putra mahkota dari tangan Wei Wu Xian dengan mudah, tetapi tidak ada hal lain yang bisa ditawarkan oleh Ying Ying agar Wei Bu Yi setuju menjadi sekutunya.
Seketika aura dingin memancar dari tubuh Wei Bu Yi. "Aku tidak mau menjadi putra mahkota," ujar Wei Bu Yi.
Ying Ying mengira ucapan Wei Bu Yi barusan merupakan penolakan. "Pangeran Wei Bu Yi tidak mau menjadi sekutu ku?"
"Kamu sangat pintar! Aku setuju menjadi sekutu mu!" jawab Wei Bu Yi.
"Terima kasih Pangeran Wei Bu Yi. Tenang saja, kita hanya berpura-pura sebagai suami istri di depan umum nantinya."
"Beristirahatlah di kamar. Tubuhmu masih lemah," ucap Wei Bu Yi.
"Tidak perlu. Aku ingin pulang ke rumah sekarang," kata Ying Ying.
"Pulang?" tanya Wei Bu Yi.
"Iya. Aku harus pulang hari ini karena besok akan berangkat ke Qing Qiu," jawab Ying Ying.
__ADS_1
Rencananya untuk mengajak Wei Bu Yi menjadi sekutu sudah berhasil sehingga tinggal satu rencana terakhir yang harus Ying Ying jalankan yaitu ke Qing Qiu untuk mendapatkan kekuatan sihir.
"Kenapa ke Qing Qiu?"
"Un...untuk sembahyang hari ke-7 kematian Ying Ying. Ying Ying adalah rubah putih ku yang mati karena dibunuh oleh Chang Ru," jawab Ying Ying jujur.
Tidak adanya bantahan dari Wei Bu Yi membuat Ying Ying yakin Wei Bu Yi tidak melarangnya untuk pulang.
"Kalau begitu, aku pamit dulu. Kita akan bertemu lagi saat aku pulang dari Qing Qiu!"
"Tunggu sebentar!"
Ying Ying menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu yang sudah terbuka lebar. Ying Ying menoleh ke belakang Dan menatap Wei Bu Yi.
"Aku akan ikut ke Qing Qiu!"
"Kenapa Pangeran Wei Bu Yi mau ikut ke Qing Qiu?"
"Dua tahun belakangan ini banyak hewan buas berkeliaran di Qing Qiu. Perjalananmu ke sana sangat berbahaya. Untuk keamananmu, aku akan pergi bersamamu," jawab Wei Bu Yi.
"Benarkah? Tetapi sewaktu aku keluar dari gua, semuanya aman dan baik-baik saja," batin Ying Ying.
Wajah serius tanpa ekspresi Wei Bu Yi membuat Ying Ying yakin Wei Bu Yi tidak mungkin membohonginya.
"Baiklah! Aku akan meminta Tan Xiang pulang mengambil guci tempat abu Ying Ying dan perlengkapan sembahyang," kata Ying Ying.
Guci kecil yang berisi abu jasad Ying Ying masih tersimpan di dalam kamar Li Chang Le. Selain itu perlengkapan sembahyang juga sudah dipersiapkan oleh Tan Xiang.
"Kamu beristirahat dulu di kamar. Da Duo akan mengantar Tan Xiang ke Kediaman Jenderal Li Jin setelah pulang dari tempat Tabib Chen," kata Wei Bu Yi.
"Baiklah. Terima kasih Pangeran Wei Bu Yi," ucap Ying Ying sebelum meninggalkan ruang kerja Wei Bu Yi.
***
Selamat malam. Bab ini up pukul 22.30 wita. Maaf agak malam karena sibuk real life🙏
TERIMA KASIH PENGERTIANNYA READERS TERCINTA
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE