
***Kediaman Jenderal Li Jin***
Kasim Da Duo menyambut kedatangan Ying Ying, Tan Xiang, dan rombongan Dayang Fu dengan antusias. Wajah berseri-seri Dayang Fu membuat Kasim Da Duo semakin yakin hasil pemeriksaaan sesuai dengan keinginan Pangeran Wei Bu Yi.
"Bagaimana hasilnya Dayang Fu?" tanya Kasim Da Duo.
Bai Lu dan Chang Ru menatap intens ekspresi Tan Xiang. Senyuman lebar di wajah pelayan pribadi Chang Le itu membuat firasat buruk menghantui pikiran Bai Lu dan Chang Ru.
"Nona Li Chang Le masih suci," jawab Dayang Fu.
"Selamat Nona Li Chang Le!" ucap Kasim Da Duo.
"Nyonya Bai Lu! Hamba dan Dayang Fu izin pamit. Kita akan melaporkan kabar baik ini ke Kaisar Wei. Pangeran Wei Bu Yi juga menunggu hasil pemeriksaan di istana," kata Kasim Da Duo.
"Syukurlah hasil pemeriksaan bisa membersihkan reputasi Chang Le," ucap Bai Lu.
"Chang Ru senang bisa menikah di hari yang sama dengan Kak Chang Le," kata Chang Ru.
Kasim Da Duo hanya tersenyum tipis melihat akting Bai Lu dan Chang Ru di hadapannya. Tanpa menunggu waktu lama, rombongan Kasim Da Duo meninggalkan Kediaman Jenderal Li Jin.
"Tang Xiang! Antarlah Chang Le ke kamar untuk istirahat. Chang Le pasti kelelahan karena pemeriksaan tadi!" perintah Bai Lu.
"Baik, nyonya muda!" jawab Tan Xiang dengan patuh.
Bai Lu memberi isyarat tangan ke para pelayan untuk meninggalkan ruang depan setelah Ying Ying pergi jauh karena ingin berbicara pribadi dengan Chang Ru. Bai Lu tidak tahu Ying Ying menggunakan kekuatan pendengaran jarak jauh untuk menguping pembicaraan mereka.
"Ibu! Sia-sia uang yang aku habiskan untuk membayar orang yang menyebar gosip di ibukota," keluh Chang Ru.
Chang Ru yakin Kaisar Wei pasti akan mengumumkan hasil pemeriksaan Dayang Fu untuk membersihkan nama baik Chang Le. Chang Ru berfirasat sikap Pangeran Wei Bu Yi terhadap Chang Le sangatlah berbeda.
"Tidak apa-apa Chang Ru. Karena gosip itulah, kamu berhasil menjadi putri mahkota," bujuk Bai Lu.
"Tetapi Chang Le juga akan menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi! Aku tidak yakin Chang Le akan mati seperti pernaisuri yang lainnya," ujar Chang Ru.
"Jangan khawatir, Chang Ru! Perlakuan berbeda dari Pangeran Wei Bu Yi terhadap Chang Le akan membuatnya memiliki musuh yang banyak. Chang Le bisa mati di tangan mereka sebelum menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi," kata Bai Lu dengan yakin.
"Apa yang dikatakan ibu sangat benar," batin Chang Ru.
"Menurut ibu, siapa yang paling menginginkan kematian Chang Le?" tanya Chang Ru.
__ADS_1
Bai Lu berbisik di telinga Chang Ru, lalu senyuman sinis menghias di sudut bibir Bai Lu dan Chang Ru bersamaan. Mereka berdua tidak sabar untuk melihat kematian Chang Le.
Sementara Ying Ying mengernyitkan alisnya saat mendengar jelas bisikan Bai Lu melalui kekuatan pendengaran jarak jauh miliknya.
"Ratu Wen!" batin Ying Ying.
"Tan Xiang! Ceritakan semua yang kamu ketahui mengenai Ratu Wen!" ujar Ying Ying.
"Baik, Nona Chang Le!" jawab Tan Xiang dengan patuh.
***Istana Kaisar Wei***
Kaisar Wei mengundang Pangeran Wei Bu Yi untuk membahas tentang pertunangan Pangeran Wei Bu Yi dengan Li Chang Le.
Selama tujuh tahun ini Kaisar Wei memiliki pemikiran yang sama dengan orang lain bahwa para permaisuri Pangeran Wei Bu Yi dibunuh oleh Wei Bu Yi sendiri karena ketidakmampuannya menjalankan kewajiban sebagai suami, tetapi Kaisar Wei tidak mempermasalahkannya.
Bagaimanapun juga Wei Bu Yi adalah putra pertamanya dan juga satu-satunya harta karun yang ditinggalkan oleh mendiang Ratu Xu.
Selain itu kecakapan dan ketangkasan Wei Bu Yi dalam bertarung dan memimpin pasukan sangatlah luar biasa.
Kaisar Wei membutuhkan Pangeran Wei Bu Yi untuk mendukung dan membantu Wei Wu Xian saat naik tahta menjadi kaisar nantinya.
"Bu Yi menerima Dekrit Kaisar!" jawab Wei Bu Yi singkat dan wajah tanpa ekspresi.
Kaisar Wei menghela napas panjang dengan sikap dingin Wei Bu Yi. Sikap yang menjadi ciri khas Wei Bu Yi sejak tujuh tahun yang lalu dan kematian Ratu Xu.
"Li Chang Le putri pertama dari Jenderal Li Jin. Aku harap kamu bisa menerimanya menjadi permaisuri," ujar Kaisar Wei.
Wei Bu Yi mengerti maksud tersirat dari perkataan Kaisar Wei. Kaisar Wei ingin Li Chang Le tetap hidup sewaktu menjadi permaisuri Wei Bu Yi.
Kaisar Wei menunggu jawaban Wei Bu Yi, tetapi Wei Bu Yi diam seribu bahasa.
"Bagaimana jika kamu menerima Li Chang Le sebagai permaisuri, maka tidak akan ada lagi putri pejabat lain yang dijadikan selirmu," ucap Kaisar Wei.
"Baiklah!" jawab Wei Bu Yi.
Kaisar Wei tersenyum lebar mendengar jawaban yang diinginkannya dari mulut Wei Bu Yi. Kaisar Wei berinisiatif menjanjikan hal itu karena tidak ingin putri pejabat lain menjadi korban lagi.
"Bu Yi membawa Dayang Fu untuk melaporkan sesuatu ke ayahanda!" ucap Wei Bu Yi.
__ADS_1
"Kasim Cao!" panggil Kaisar Wei.
"Dayang Fu dipersilakan masuk menghadap Kaisar Wei!" ujar Kasim Cao dengan suara nyaring.
Beberapa saat kemudian, satu pengawal membawa Dayang Fu masuk ke dalam ruangan. Dayang Fu bersujud di hadapan Kaisar Wei.
"Hamba memberi hormat kepada Kaisar Wei!" ucap Dayang Fu.
"Berdirilah! Apa yang ingin kamu laporkan?" tanya Kaisar Wei.
"Hamba menjalankan perintah Pangeran Wei Bu Yi untuk memeriksa tubuh Nona Li Chang Le di Kediaman Jenderal Li Jin. Nona Li Chang Le masih suci!" lapor Dayang Fu.
"Bagus! Sejak awal aku tidak mempercayai gosip yang beredar di ibukota," ucap Kaisar Wei.
Kaisar Wei mempercayai sepenuhnya perkataan Dayang Fu karena loyalitas dayang senior itu terhadap Kerajaan Wei tidak diragukan lagi.
Dayang Fu adalah dayang kepercayaan Ratu Xu. Sama seperti Kasim Cao yang merupakan kasim kepercayaan Kaisar Wei.
Ketika Ratu Xu meninggal dan Pangeran Wei Bu Yi terluka parah, Dayang Fu meminta izin kepada Kaisar Wei untuk diperbolehkan keluar dari istana dan menjadi pelayan pribadi Pangeran Wei Bu Yi.
Padahal sebagai dayang senior di istana, kedudukan Dayang Fu sangat tinggi dan dihormati oleh dayang-dayang istana lainnya.
"Bu Yi yakin ayahanda akan membersihkan nama baik Li Chang Le!" kata Wei Bu Yi.
"Tentu saja!" jawab Kaisar Wei.
Kaisar Wei membuat pengumuman resmi untuk membersihkan nama baik Li Chang Le. Para pengawal menempelkan pengumuman resmi itu di ibukota dan setiap kota-kota yang menjadi bagian dari Kerajaan Wei.
Kaisar Wei bahkan memberikan sanksi hukuman mati bagi orang yang masih berani menyebarkan gosip untuk menjelekkan nama Li Chang Le setelah pengumuman resmi dikeluarkan.
***
Selamat malam readers. Author minjam wifi ke tetangga nih untuk up🤣🤣. Semoga lancar ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1