REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 46. Gelang perak


__ADS_3

***Kamar Li Chang Ru***


Bai Lu menghela napas panjang saat melihat wajah penuh amarah Chang Ru. Bai Lu tahu Chang Ru pasti akan mencelakai Chang Le untuk membalas dendam.


"Chang Ru! Ibu harap kamu bisa sabar dan tidak bertindak gegabah. Ayahmu akan pulang dalam waktu dekat dan pernikahanmu dengan putra mahkota akan dilaksanakan. Kamu bisa membalas Chang Le saat menjadi putri mahkota."


Ekspresi wajah Chang Ru masih seperti semula, penuh amarah dan kekesalan sehingga Bai Lu berusaha membujuknya lagi.


"Selain itu sebagai permaisuri Pangeran Wei Bu Yi, Chang Le memiliki musuh utama yaitu Ratu Wen dan orang dari Kerajaan Wu Barat. Chang Le hanya beruntung sesaat dan terhindar dari kematian semalam, tetapi tidak ada yang bisa menjamin dia akan selamat dari penyerangan lainnya."


"Jika aku membantah, ibu pasti akan memerintahkan pengawal untuk mengawasiku," batin Chang Ru.


"Baiklah, ibu! Chang Ru mengerti!"


"Kamu memang anak yang baik dan penurut!" puji Bai Lu.


Bai Lu menatap ke arah Chen Chen yang sudah selesai membersihkan pecahan mangkuk di lantai.


"Chen Chen! Ambilkan sup sarang burung walet yang baru untuk Chang Ru!"


"Baik, Nyonya muda!"


Ada hal lain yang mengganggu pikiran Bai Lu setelah mengira dirinya berhasil membujuk Chang Ru untuk sabar dan tidak bertindak gegabah.


Hal itu adalah mengenai jamuan makan malam di istana untuk menyambut kepulangan rombongan Jenderal Li Jin dan juga kedatangan perwakilan aliansi dari Kerajaan Han Utara.


Semalam Bai Lu sudah mendapatkan undangan dari istana untuk menghadiri acara tersebut, tetapi bengkak di wajah Chang Ru membuatnya harus mengenakan cadar dan pastinya menjadi pergunjingan di sana.


Kejadian Chang Ru terkena sihir hitam dan menampar wajahnya sendiri disembunyikan oleh Bai Lu karena takut merusak nama baik Chang Ru.


"Chang Ru! Sebentar lagi ibu akan pergi ke klenteng untuk mencari Pendeta Tao yang menjual air embun."


Air embun merupakan obat penyembuh luka luar yang paling ampuh sehingga luka tamparan di wajah Chang Ru pasti bisa disembuhkan.


Harga satu botol air embun sangatlah mahal, tetapi Bai Lu rela membelinya demi Chang Ru bisa berpenampilan cantik saat menghadiri jamuan makan malam istana.


Walaupun obat racikan Tabib Chang bisa menyembuhkan wajah Chang Ru, tetapi membutuhkan waktu yang lama sehingga Bai Lu berinisiatif pergi untuk membeli air embun.


"Terima kasih, ibu! Chang Ru akan menunggu ibu pulang!"


"Beristirahatlah di kamar setelah makan sup sarang burung walet. Ibu pergi sekarang!"

__ADS_1


"Hati-hati di jalan, Ibu!"


Sebenarnya Chang Ru merasa heran mengapa Bai Lu pergi sendiri ke klenteng dan tidak memerintahkan pelayan untuk membeli air embun tersebut, tetapi kepergian Bai Lu membuat Chang Ru senang karena bisa menjalankan rencana jahatnya.


Chang Ru tidak tahu kepergian Bai Lu selain untuk membeli air embun, Bai Lu juga mencari Li Teng yang belum pulang sejak semalam.


Kemarin Li Teng pergi bersama Yang Jian, kakak laki-laki Yang Zi dan merupakan putra kesayangan Perdana menteri Yang.


Selama ini Yang Jian terkenal sebagai pemabuk, pejudi, dan hidung belang. Jenderal Li Jin pernah melarang Li Teng bergaul dengan Yang Jian dan Li Teng mematuhi larangan ayahnya, tetapi sejak dua tahun yang lalu Jenderal Li Jin ke medan perang, Li Teng bergaul lagi dengan Yang Jian.


Beberapa saat kemudian, Chen Chen ke kamar Chang Ru untuk mengantar sup sarang burung walet.


"Chen Chen! Dekati Tan Xiang dan cari tahu sejauh mana hubungan Chang Le dan Pangeran Wei Bu Yi saat Chang Le tinggal di sana!"


"Baik, Nona Chang Ru!"


Tugas seperti ini sudah sering diberikan oleh Chang Ru sehingga Chen Chen yakin bisa mendapatkan banyak informasi yang diinginkan Chang Ru dari mulut Tan Xiang.


***


Tan Xiang berjaga di depan pintu kamar Li Chang Le. Suasana hati Tan Xiang sangat senang karena nona muda nya memiliki kekuatan sihir yang hebat.


Tan Xiang yakin tanaman herbal hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi akan menjadi pil obat yang berkhasiat tinggi.


Ketika Tan Xiang menunggangi kuda bersama rombongan Wei Bu Yi menuju Kediaman Jenderal Li Jin kemarin, Tan Xiang kebingungan untuk menyimpan pedang sabit panjang miliknya.


Secara ajaib, pedang sabit itu berubah bentuk menjadi gelang perak dan melingkari pergelangan tangan Tan Xiang.


Di dalam hati Tan Xiang muncul satu dugaan. Untuk membuktikan dugaannya, Tan Xiang mencoba berkonsentrasi penuh ingin menggunakan pedang sabit.


Dugaan Tan Xiang sangat tepat karena gelang perak berubah bentuk menjadi pedang sabit panjang. Pada saat Tan Xiang ingin menyimpan pedang sabit, maka akan berubah bentuk menjadi gelang perak.


"Kak Tan Xiang!" sapa Chen Chen sambil berjalan mendekati Tan Xiang.


Sepasang mata Chen Chen menatap ke gelang perak di pergelangan tangan Tan Xiang. Chen Chen yakin gelang itu adalah gelang baru.


"Ada apa Chen Chen?"


"Apakah Nona Chang Le masih tidur?"


"Nona Chang Le sedang beristirahat di kamar."

__ADS_1


"Oh iya. Tadi aku lihat Dayang Fu datang mengantar hadiah untuk Nona Chang Le. Kelihatannya Pangeran Wei Bu Yi sangat perhatian dan mencintai Nona Chang Le."


"Pangeran Wei Bu Yi bersikap baik karena Nona Chang Le adalah calon permaisurinya."


"Sewaktu tinggal di Kediaman Pangeran Wei Bu Yi, Nona Chang Le tidur di mana?"


"Nona Chang Le tidur di kamar tamu."


Chen Chen mengajukan beberapa pertanyaan lagi mengenai Qing Qiu dan sihir hitam. Tan Xiang menjawab dengan singkat dan menyesuaikannya dengan cerita Ying Ying semalam sehingga Chen Chen tidak mendapatkan banyak informasi lain mengenai kejadian kemarin.


Chen Chen merasa semua informasi mengenai hubungan Wei Bu Yi dan Li Chang Le sudah cukup untuk memberi laporan kepada Chang Ru sehingga berniat mencari alasan untuk meninggalkan Tan Xiang.


Gelang perak milik Tan Xiang sangat menarik perhatian Chen Chen sehingga Chen Chen mengurungkan niatnya untuk pergi dan mengajukan pertanyaan ke Tan Xiang lagi.


"Kak Tan Xiang! Gelangnya sangat bagus! Kak Tan Xiang beli di mana?" tanya Chen Chen.


Chen Chen mengulurkan tangannya untuk menyentuh gelang perak milik Tan Xiang, tetapi tidak berhasil karena Tan Xiang menghindar.


Wajah Chen Chen memerah seketika. Chen Chen merasa tersinggung karena Tan Xiang tidak memperbolehkannya menyentuh gelang perak.


"Ini hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi karena aku menyelamatkan Nona Chang Le di kolam istana."


Tan Xiang sengaja berbohong karena tahu Chen Chen berniat meminta gelangnya. Selama ini Tan Xiang sangat murah hati dan tidak pernah menolak permintaan Chen Chen karena menganggap Chen Chen sebagai adiknya.


Maksud hatinya tidak terpenuhi membuat Chen Chen kesal.


"Sialan! Tan Xiang semakin sombong dan pelit sejak Nona Chang Le bertunangan dengan Pangeran Wei Bu Yi," batin Chen Chen.


"Aku pergi dulu, Kak Tan Xiang!"


Chen Chen melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Tan Xiang dan tidak menyadari sebuah sinar cahaya putih kecil terbang keluar dari jendela kamar Li Chang Le dan berhenti di atas kepala Chen Chen.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.45 wita. Semoga lancar.


Maaf agak malam karena sibuk ngurus anak 😅🙏


TERIMA KASIH SUDAH SABAR MENUNGGU🤗


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2