REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 29. Kaki tangan Ratu Wen


__ADS_3

***Kediaman Pangeran Wei Bu Yi***


Tabib Chen berjalan menghampiri Wei Bu Yi setelah selesai memeriksa Ying Ying dengan saksama.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Wei Bu Yi.


"Saat ini Nona Li Chang Le demam tinggi sehingga tidak sadarkan diri. Hamba akan meracik pil obat untuk penurun panas. Nona Li Chang Le akan siuman besok pagi," jawab Tabib Chen.


"Tabib Chen bisa meracik pil obat di ruang obat," ucap Wei Bu Yi.


Biasanya pada saat Wei Bu Yi terluka dan diperiksa oleh Tabib Chen, Tabib Chen akan langsung meracik obat yang diperlukan di tempat yang sama, tetapi saat ini pakaian Ying Ying dalam keadaan basah sehingga Wei Bu Yi ingin Dayang Fu membantu Ying Ying mengganti pakaian secepatnya.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Tabib Chen dengan patuh.


Tabib Chen mengikuti Wei Bu Yi keluar dari kamar. Rombongan Kasim Da Duo, Dayang Fu, dan empat dayang muda yang menunggu di depan kamar segera berjalan mendekati Pangeran Wei Bu Yi dan Tabib Chen.


"Pangeran Wei Bu Yi! Hamba dan dayang lainnya akan melayani Nona Li Chang Le," kata Dayang Fu.


"Masuklah!" jawab Pangeran Wei Bu Yi.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!"


Dayang Fu masuk ke dalam kamar bersama para dayang muda yang membawa semua perlengkapan untuk mengganti pakaian Li Chang Le dengan lengkap.


Wei Bu Yi yakin Dayang Fu bisa merawat Li Chang Le dengan baik.


***


"Da Duo! Antar Tabib Chen ke ruang obat!" perintah Pangeran Wei Bu Yi.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!"


Bertepatan dengan kepergian Kasim Da Duo dan Tabib Chen, Kasim Xiao Duo dan Tabib Huo berjalan menghampiri Wei Bu Yi.


"Hamba memberi hormat ke Pangeran Wei Bu Yi! Bagaimana dengan keadaan Nona Li Chang Le sekarang?" tanya Tabib Huo dengan hati-hati.


Tabib Huo diutus oleh Kaisar Wei untuk memeriksa keadaan Li Chang Le dan memberi laporan secara menyeluruh ke Kaisar Wei nantinya sehingga Tabib Huo memberanikan diri bertanya ke Wei Bu Yi.

__ADS_1


Tabib Huo tahu Li Chang Le sudah diobati oleh Tabib Chen sehingga dirinya tidak menolak saat Kasim Da Duo memintanya untuk memeriksa luka di pundak Tan Xiang.


"Li Chang Le belum sadarkan diri. Tabib Chen akan meracik pil obat untuknya," jawab Wei Bu Yi dengan suara datar.


"Pangeran Wei Bu Yi, hamba izin pamit untuk melaporkan semuanya ke Kaisar Wei," ucap Tabib Huo.


"Pergilah!" ujar Wei Bu Yi.


Tabib Huo menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba karena teringat akan tugas penting lain yang belum dikerjakan olehnya sehingga segera berlari kecil menghampiri Wei Bu Yi lagi.


"Maaf Pangeran Wei Bu Yi! Kaisar Wei memerintahkan hamba untuk memeriksa kondisi tubuh pangeran," ucap Tabib Huo.


"Kaisar Wei atau Ratu Wen yang memerintahkanmu?" tanya Wei Bu Yi.


Suara dingin dan tatapan tajam dari Wei Bu Yi membuat tubuh Tabib Huo gemetaran.


Tabib Huo berlutut di depan Wei Bu Yi. "Maaf Pangeran Wei Bu Yi! Hamba tidak akan mengulanginya lagi! Ratu Wen mengkhawatirkan kesehatan pangeran sehingga mengutus hamba untuk memeriksa. Hamba tidak berani menolak perintah Ratu Wen!" jelas Tabib Huo panjang lebar.


Keringat dingin sudah bercucuran di kening Tabib Huo. Tabib Huo yakin Wei Bu Yi bisa mengambil nyawanya dengan mudah tanpa perlu alasan apapun sehingga berinisiatif mengakui semua kesalahannya.


Wei Bu Yi tahu kedatangan Tabib Huo memang untuk memeriksa kondisi Li Chang Le, tetapi Ratu Wen juga memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meminta Tabib Huo memeriksa kesehatan Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi tahu Tabib Huo termasuk salah satu kaki tangan Ratu Wen di dalam istana. Entah sudah berapa bayi dari para gundik Kaisar Wei yang meninggal dalam kandungan akibat pemeriksaan Tabib Huo dan tentunya karena perintah dari Ratu Wen.


"Ke ruang depan!" ujar Wei Bu Yi singkat.


Wei Bu Yi melangkahkan kakinya penuh wibawa menuju ruang depan, meninggalkan Tabib Huo yang masih berlutut di sana.


"Tabib Huo ingin Pangeran Wei Bu Yi menunggu lama di ruang depan?" tanya Kasim Xiao Duo dengan suara nyaring.


"Tidak…tidak! Tentu saja tidak! Hamba akan memeriksa pangeran sekarang," ucap Tabib Huo dan segera berdiri,mengambil tas obat miliknya dan berlari cepat menuju ruang depan Kediaman Pangeran Wei Bu Yi.


***


Tabib Huo meletakkan tas obat di atas meja, lalu duduk di samping Wei Bu Yi dan mulai memeriksa dengan saksama.


Wajah tanpa ekspresi dan aura dingin dari tubuh Wei Bu Yi membuat Tabib Huo merasa semakin tertekan sehingga ingin menyelesaikan pemeriksaan dengan cepat.

__ADS_1


"Luka lama Pangeran Wei Bu Yi masih belum sembuh," batin Tabib Huo.


Hasil pemeriksaan kali ini masih sama dengan hasil pemeriksaan tujuh tahun yang lalu. Ini merupakan kabar baik bagi Ratu Wen. Posisi Wei Wu Xian sebagai putra mahkota tidak akan terancam oleh Wei Bu Yi.


"Pangeran Wei Bu Yi sangat sehat. Ratu Wen pasti gembira mendengar kabar baik ini," ucap Tabib Huo.


Wei Bu Yi tidak memberikan reaksi apapun terhadap Tabib Huo, melainkan meninggalkan ruang depan menuju kamar tempat Ying Ying berada.


Dua pengawal yang berjaga di ruang depan, menggiring Tabib Huo keluar dari Kediaman Pangeran Wei Bu Yi.


Tentu saja Tabib Huo pergi dengan senang hati karena masih dalam keadaan utuh dan hidup.


***


Rombongan Dayang Fu masih belum keluar dari kamar sehingga Wei Bu Yi menunggu di luar.


Kasim Xiao Duo melaporkan hasil interogasi terhadap Tan Xiang ke Wei Bu Yi.


"Pangeran Wei Bu Yi! Tan Xiang sudah siuman dan menceritakan semuanya. Luka di pundaknya disebabkan oleh serangan seorang pria berpakaian serba hitam dan tidak kelihatan jelas wajahnya.Nona Li Chang Le di dorong ke kolam sehingga Tan Xiang ikut melompat. Di dalam kolam, pria itu masih berusaha membunuh Nona Li Chang Le, tetapi melarikan diri dengan cepat saat menyadari kedatangan kita," ucap Kasim Xiao Duo.


Luka Tan Xiang sudah diobati oleh Tabib Huo. Kasim Xiao Duo meminta Tan Xiang untuk beristirahat di dalam kamar semalam.


Tan Xiang tahu Pangeran Wei Bu Yi yang menyelamatkan Ying Ying sehingga yakin nyawa Ying Ying tidak akan terancam. Tan Xiang mendengarkan perkataan Kasim Xiao Duo dan berencana menemui nona mudanya besok pagi.


"Xiao Duo! Selidiki apa saja yang terjadi pada Li Chang Le selama dua tahun ini!" perintah Wei Bu Yi.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Kasim Xiao Duo dengan patuh.


Wei Bu Yi ingin mengetahui apa saja yang terjadi pada Li Chang Le saat Jenderal Li Jin pergi ke medan perang.


***


Selamat malam readers. Terima kasih dukungan vote, like, tips iklan, dan komentar positifnya 🄰🄰


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2