REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 64. Selir Wei Wu Xian


__ADS_3

***Istana Kerajaan Wei***


Rombongan Kaisar Wei tiba di istana dan disambut oleh para pejabat tinggi beserta keluarga mereka, yang diundang untuk mengikuti acara malam ini dan menginap di istana.


Para tamu undangan menunggu di istana karena Kaisar Wei hanya membawa Ratu Wen, Selir Ming Lan, Wei Wu Xian, Chang Le, dan Chang Ru ke ibukota Luoyang untuk menyambut kedatangan aliansi perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan.


Rombongan Kaisar Wei berpencar menjadi tiga kelompok. Kaisar Wei dan Wei Wu Xian menuju aula pertemuan untuk membahas perjanjian perdamaian dengan aliansi perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan.


Mereka berdua diikuti oleh para pejabat tinggi dan jenderal besar. Wei Bu Yi, Jenderal Li Jin, Jenderal Liu Bei, Li Ming, dan Feng Xi akan bergabung di aula pertemuan, sedangkan Pangeran Tang Jin dan dua pejabat tinggi Kerajaan Tang Selatan juga bergabung di aula pertemuan. Merek bertiga mewakili Kerajaan Tang Selatan.


Sementara Ratu Wen dan Selir Ming Lan bertugas mengatur kamar untuk penginapan para tamu undangan beserta keluarga mereka. Oleh karena itu, para istri dan putri dari tamu undangan dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti Ratu Wen dan Selir Ming Lan.


Ying Ying alias Chang Le bersikap tenang saat dirinya termasuk ke dalam kelompok Ratu Wen. Selain Ying Ying, Chang Ru, Yang Zi, dan Putri Tang Yan juga berada di dalam kelompok yang sama.


Putri Tang Yan tersenyum ramah sepanjang perjalanan. Bahkan Putri Tang Yan sengaja berjalan berdampingan dengan Ying Ying, sedangkan di depan mereka Yang Zi dan Chang Ru berjalan berdampingan.


"Putri Tang Yan terlihat jelas menyukai Bu Yi dan sekarang bersikap ramah terhadapku. Pasti ada maksud tersembunyi!" batin Ying Ying.


Beberapa saat kemudian, mereka tiba di bagian istana dengan taman yang luas. Bahkan ada kursi dan meja di sekitar taman yang bisa digunakan untuk beristirahat.


"Ini kamar Yang Zi!"


"Ini kamar Chang Ru!"


"Ini kamar Chang Le!"


"Ini kamar Putri Tang Yan!"


"Terima kasih Ratu Wen!" jawab Chang Ru, Yang Zi, Ying Ying, dan Putri Tang Yan bersamaan.


"Kalian bisa beristirahat di kamar maupun taman. Dayang istana akan menjemput kalian jam enam sore ke aula jamuan makan malam!"


"Baik Ratu Wen!"


Mereka berempat menjawab bersamaan dan memberi hormat untuk mengantar kepergian Ratu Wen.


Chang Ru masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu, disusul oleh Yang Zi.


"Sampai jumpa di jamuan makan malam nanti, Nona Chang Le!"


"Sampai jumpa Putri Tang Yan!"


Ying Ying tahu sikap polos dan ramah Tang Yan semuanya palsu sehingga Ying Ying pun membalas dengan sikap yang sama.


Tan Xiang mengikuti Ying Ying dari belakang sambil mengatur beberapa dayang istana yang membantu membawa barang-barang perlengkapan Ying Ying.


***


Tiga puluh menit kemudian, Chang Ru keluar dari kamar untuk mencari Yang Zi. Sebenarnya tujuan utama Chang Ru adalah untuk memastikan kamar yang dihuni Yang Zi dan lainnya sama besar dengan kamarnya.


Ning Ning, pelayan pribadi Yang Zi membuka pintu kamar dan mempersilakan Chang Ru masuk.


Chang Ru tersenyum puas melihat semua perabot di kamar Yang Zi sama persis dengan kamarnya.


"Ada apa Chang Ru?"


Chang Ru bisa merasakan sikap Yang Zi hari ini sangat berbeda


Biasanya Yang Zi akan menyambut Chang Ru dengan riang dan senyuman.

__ADS_1


"Ayo kita minum teh bersama di taman!"


"Aku ingin beristirahat di kamar! Kamu minum teh sendiri saja!"


"Sombong sekali! Saat aku menjadi putri mahkota, aku pun tidak mau berteman denganmu lagi!" batin Chang Ru.


Suara ketukan pintu dari luar membuat Ning Ning membuka pintu kamar lagi.


A Ling berjalan masuk ke dalam kamar diikuti oleh seorang dayang istana.


"Nona Chang Ru! Dayang Ratu Wen mencarimu!"


"Ada apa?"


"Ratu Wen ingin bertemu dengan Nona Chang Ru!"


Chang Ru menganggukkan kepala, lalu menoleh ke Yang Zi. "Yang Zi! Aku pun sibuk menemui Ratu Wen sekarang. Selamat beristirahat!"


Chang Ru merasa puas berhasil membalas penolakan Yang Zi, tetapi perkataan lanjutan dari dayang istana membuat senyum di wajah Chang Ru menghilang seketika.


"Ratu Wen juga mengundang Nona Yang Zi!"


"Benarkah? Kenapa tidak bilang dari awal? Cepat antar aku ke sana! Aku tidak mau Ratu Wen menunggu terlalu lama!"


Yang Zi berdiri dari kursi dan menarik tangan dayang istana agar menunjukkan jalan untuk menemui Ratu Wen.


Tentu saja Chang Ru tidak mau kalah sehingga mereka berdua berlari kecil untuk saling mendahului satu sama lain. A Ling dan Ning Ning mengikuti mereka dari belakang.


Kejadian itu diketahui oleh Ying Ying melalui kekuatan sihir pendengaran jarak jauh sehingga Ying Ying tersenyum tipis.


"Chang Ru memang bodoh dan mengira Ratu Wen ingin menemuinya karena hal baik. Aku yakin Chang Ru akan menangis nanti!" batin Ying Ying.


Ying Ying meletakkan patung tanah liat di atas tempat tidur. Kekuatan sihir Ying Ying mengubah patung tanah liat itu menjadi Ying Ying palsu.


"Baik, Nona Chang Le!"


Yang Zi dan Chang Ru sudah keluar menemui Ratu Wen sehingga di sekitar Ying Ying hanya tinggal putri Tang Yin seorang saja yang masih berada di kamar.


Ying Ying ingin keluar sebentar untuk mencari tahu apa isi surat Kaisar Tang untuk Kaisar Wei sehingga dirinya bisa memperkirakan apa tujuan Pangeran Tang Jin dan Putri Tang Yan datang ke Kerajaan Wei.


Tabung surat itu berada di tangan Kasim Cao dan pastinya kasim kepercayaan itu berada di aula pertemuan. Ying Ying yakin roh Li Chang Le juga berada di sana.


Ying Ying menggunakan sihir penghilang wujud dan gelang bandul lonceng di pergelangan tangan untuk melacak keberadaa roh Li Chang Le.


***Istana Ratu Wen***


"Silakan Nona Yang Zi tunggu di sini. Ratu Wen ingin bertemu Nona Chang Ru terlebih dahulu!"


Yang Zi menganggukkan kepala, sedangkan Chang Ru tersenyum mengejek sebelum mengikuti dayang istana masuk ke dalam kamar Ratu Wen.


"Chang Ru memberi hormat ke Ratu Wen!"


"Li Chang Ru! Berlutut!" perintah Ratu Wen sambil menatap tajam Chang Ru.


Wajah Chang Ru pucat seketika dan segera berlutut di hadapan Ratu Wen. Chang Ru berpikir keras apa kesalahan yang telah diperbuat olehnya dan tidak menemukan apapun.


"Ratu Wen! Chang Ru minta maaf jika melakukan kesalahan? Chang Ru tidak akan mengulanginya lagi!"


Ratu Wen adalah orang kedua paling berkuasa di Kerajaan Wei sehingga Chang Ru berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kamu tahu apa kesalahanmu?"


"Aku….aku….."


"Kamu hebat sekali berani menjadikan Wu Xian sebagai kambing hitam dari perbuatan kotormu bersama pria lain!" bentak Ratu Wen.


"Siapa? Siapa yang mengadu ke Ratu Wen? Pasti Chang Le ja*ang!" batin Chang Ru.


Air mata mengalir dengan deras di pipi Chang Ru. Chang Ru pun menangis tersedu-sedu di depan Ratu Wen.


"Itu semua fitnah, Ratu Wen! Chang Ru masih suci saat putra mahkota menginginkan Chang Ru di restoran!"


"Dasar ja*ang!"


Plak!


Sebuah tamparan dari Ratu Wen mendarat di pipi Chang Ru. Tamparan yang sangat keras sehingga sudut bibir Chang Ru pun berdarah.


"Ratu Wen harus percaya pada Chang Ru! Chang Ru hanya pernah berhubungan mesra dengan putra mahkota!"


Sampai mati pun Chang Ru tidak akan mengakui hubungannya dengan kedua pengemis.


"Aku tidak memerlukan pengakuan mu! Aku sudah tahu semuanya! Pelayan pribadimu hanyalah kambing hitam dari perbuatan kotormu!"


Hasil dari penyelidikan Kasim Ma adalah Chang Ru tidak pernah keluar dari Kediaman Li Jin, tetapi ada kejadian mencurigakan yaitu pelayan pribadi Chang Ru beserta dua pria mati dibunuh dan di kirim ke pejabat pengadilan.


Selain itu A Ling, pelayan pribadi Chang Ru yang baru pergi membeli racikan obat pencegah hamil secara diam-diam.


Ratu Wen yang pintar, licik, dan berpengalaman dalam menghadapi para selir Kaisar Wei bisa menebak tepat apa yang telah terjadi.


"Chang Ru tidak bersalah! Ratu Wen harus percaya! Pasti ada yang sengaja memfitnah Chang Ru agar tidak bisa menjadi putri mahkota!"


"Dengar baik-baik perkataanku, Li Chang Ru! Kamu bagaikan semut yang bisa aku injak mati kapan pun! Kali ini nyawa hina mu terlindungi karena kamu putri dari Jenderal Li Jin! Jika kamu berani menjebak Wu Xian lagi, jangan salahkan aku kejam! Bahkan ibu dan adikmu akan mati juga!"


"Chang Ru berjanji akan menuruti semua perintah Ratu Wen! Chang Ru akan menjadi istri dan putri mahkota yang baik!"


Tubuh Chang Ru gemetaran karena ketakutan. Chang Ru tahu ancaman Ratu Wen bukanlah omong kosong belaka. Chang Ru bersyukur posisi putri mahkota tidak diambil darinya, yang mungkin dikarenakan Ratu Wen tidak ada bukti bahwa dirinya sudah menjebak Wei Wu Xian.


"Kaisar Wei sudah menyetujui permintaanku. Yang Zi akan menjadi selir utama Wu Xian. Kalian berdua akan menikah dengan Wu Xian di hari yang sama. Aku harap kamu dan Yang Zi bisa menjaga dan melayani Wu Xian dengan baik. Selain Yang Zi, aku sudah memilih beberapa putri pejabat untuk menjadi selir Wu Xian dalam waktu dekat."


"Yang Zi pasti sudah tahu! Pantas saja dia bersikap sombong tadi!" batin Chang Ru.


"Baik, Ratu Wen! Chang Ru dan Yang Zi akan melayani putra mahkota dengan baik!" ucap Chang Ru dengan suara bergetar.


Ratu Wen melihat jelas kedua tangan Chang Ru mengepal dengan erat, tetapi Ratu Wen tidak peduli.


Chang Ru masih bisa dijadikan bidak catur berguna untuk mengendalikan Jenderal Li Jin agar bersedia berada di sisi Wei Wu Xian. Akan tetapi, Ratu Wen tidak melupakan niat jahat Chang Ru untuk menjebak Wei Wu Xian.


Ratu Wen sangat mengenal sifat Wei Wu Xian. Walaupun Chang Ru menjadi putri mahkota, tetapi status itu hanyalah status sementara saja karena Wei Wu Xian tidak mungkin akan menyentuh Chang Ru lagi.


Seorang putri mahkota yang tidak menghasilkan keturunan bagi putra mahkota, pastinya akan dilengserkan dan digantikan oleh wanita lain.


***


Selamat malam readers tercinta. Terima kasih semua doa nya atas kesembuhan author. Love sekebon deh 🥰🥰🥰


Hari ini sudah ga demam lagi, tetapi masih batuk pilek dan suara seperti penyanyi rock 😂😂😂. Semoga besok lebih mendingan.


Jangan lupa baca kelanjutan cerita 🤗

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2