REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 68. Kejutan balasan dari Ying Ying


__ADS_3

***Aula istana tempat jamuan makan malam Kerajaan Wei***


Ying Ying mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari kandidat tepat yang mendukung pertunjukkan dari Ratu Wen dan Putri Tang Yan malam ini.


"Ratu Wen, Putri Tang Yan! Aku tidak sabar melihat ekspresi wajah kalian berdua nanti!" batin Ying Ying sambil tersenyum samar.


Sementara di aula istana bagian kanan, Wei Bu Yi mengacuhkan tatapan intens dari Putri Tang Yan. Wajah tanpa ekspresi dan dingin Wei Bu Yi semakin membuat Putri Tang Yan tergila-gila.


"Wei Bu Yi! Kamu akan menjadi milikku malam ini!" batin Putri Tang Yan.


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo sengaja menghalangi arah pandangan dari Putri Tang Yan ke Wei Bu Yi. Mereka berdua tahu Ratu Wen sengaja mengatur tempat duduk Putri Tang Yan tepat dihadapan Wei Bu Yi, sedangkan tempat duduk Ying Ying jauh di ujung sana.


Dalam hati kecil Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo, mereka berdua hanya mengakui Ying Ying sebagai permaisuri Wei Bu Yi selamanya. Tidak ada seorang gadis pun yang bisa menang dari Ying Ying.


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo bergantian menghidangkan kudapan kecil maupun menuangkan arak di cangkir Wei Bu Yi sehingga tubuh mereka menghalangi pandangan Putri Tang Yan beberapa kali.


Walaupun begitu, Putri Tang Yan tidak merasa kesal dan tetap setia menatap intens Wei Bu Yi saat kedua tubuh kasim itu tidak menghalangi pandangannya.


Wei Bu Yi menatap beberapa kudapan kecil cantik di atas meja. Pikirannya terbayang akan perilaku Ying Ying menikmati setiap kue kecil dengan riang dan semangat sehingga tanpa sadar sudut bibir Wei Bu Yi terangkat sedikit dalam hitungan detik saja.


Sepasang mata Putri Tang Yan semakin berbinar-binar. "Tadi Pangeran Wei Bu Yi tersenyum? Aku rela melakukan apa saja demi melihat Pangeran Wei Bu Yi tersenyum padaku!" batin Putri Tang Yan.


Putri Tang Yan mengedipkan mata dan juga menyentuh bibir merahnya dengan gerakan menggoda.


Pangeran Tang Jin menoleh ke arah Putri Tang Yan sambil mengernyitkan alis. Pangeran Tang Jin tidak tahan dengan sikap genit Putri Tang Yan.


"Adik Tang Yan. Jangan lupa ibunda menginginkanmu menjadi selir Kaisar Wei!"


"Kaisar Wei sudah tua! Aku lebih suka menjadi selir Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Putri Tang Yan.


"Kamu berani melawan perintah ibunda?"


"Pangeran Wei Bu Yi merupakan dewa perang Kerajaan Wei. Jika aku berhasil menjadi selirnya, jauh lebih berguna dibandingkan menjadi selir Kaisar Wei. Ratu Wen tidak mungkin membiarkanku naik ke posisi selir tingkat tinggi. Ibunda akan memuji keputusan terbaikku!" jelas Putri Tang Yan panjang lebar.


Pangeran Tang Jin termenung sebentar untuk memikirkan dengan saksama perkataan Putri Tang Yan.


"Wei Bu Yi itu impo*en. Kamu yakin berhasil malam ini?"


Pangeran Tang Jin tahu penampilan Putri Tang Yan malam ini mirip dengan Li Chang Le dan pastinya Ratu Wen juga mendukung Putri Tang Yan menjadi selir Wei Bu Yi.


Pangeran Tang Jin khawatir Wei Bu Yi bukanlah seseorang yang mudah terjebak oleh kecantikan dan rayuan Putri Tang Yan.


"Bukankah kamu sudah melihat kehebatanku selama ini? Aku pasti berhasil!" jawab Putri Tang Yan dengan yakin.


Jawaban Putri Tang Yan membuat Pangeran Tang Jin mengingat beberapa pria yang berhasil ditundukkan oleh Putri Tang Yan merupakan pria tua dan sudah tidak mempunyai gejolak darah muda yang menggelora.


"Fisik beberapa pria tua itu hampir sama dengan Wei Bu Yi. Kemungkinan besar Tang Yan akan berhasil!" batin Pangeran Tang Jin.


"Aku tidak sabar melihat pertunjukkan malam ini!"


Putri Tang Yan tertawa kecil mendengar perkataan Pangeran Tang Jin. Dirinya juga tidak sabar memeluk dan merasakan kehangatan tubuh Wei Bu Yi.


"Kaisar Wei tiba!"


"Ratu Wen tiba!"


"Selir Ming Lan tiba!"


Suara melengking Kasim Cao menggema di dalam aula istana. Para tamu undangan berdiri menyambut kedatangan Kaisar Wei.


Acara jamuan makan malam resmi di mulai. Alunan musik merdu dan pertunjukkan tarian membuat suasana menjadi meriah.


Ratu Wen tersenyum puas melihat Ying Ying dan Wei Bu Yi tidak memiliki kesempatan untuk bertatap mata satu kali pun. Sedangkan Putri Tang Yan masih setia menatap wajah Wei Bu Yi sambil menikmati makanan di piringnya.


"Kaisar Wei! Sepertinya Putri Tang Yan menyukai Bu Yi!" ucap Ratu Wen.


Tentu saja Kaisar Wei sudah menyadari sejak awal, tetapi Kaisar Wei masih mengingat jelas janjinya terhadap Wei Bu Yi. Janji yang tidak akan diingkari olehnya sehingga Kaisar Wei hanya membalas perkataan Ratu Wen dengan senyuman tipis.


"Putri Tang Yan harus berhasil malam ini. Jika tidak, Kaisar Wei tidak akan menambah selir untuk Wei Bu Yi!" batin Ratu Wen.


Kasim Cao memanggil satu persatu nama Jenderal tinggi yang ikut dalam peperangan selama dua tahun. Kaisar Wei memberikan hadiah atas jasa mereka berperang selama dua tahun melindungi kota Chang An.


Ying Ying melihat jelas mata Li Teng berbinar-binar saat mendengar hadiah uang yang diterima oleh Jenderal Li Jin, sedangkan ekspresi wajah Bai Lu datar karena Bai Lu tahu uang tersebut tidak mungkin jatuh ke tangannya.


"Li Teng! Uang tuan besar Li Jin untuk Kak Li Ming dan Kak Feng Xi. Jangan harap kamu bisa menguasai semuanya!" batin Ying Ying.


Kaisar Wei juga mengumumkan tanggal resmi pernikahan Wei Wu Xian dengan Chang Ru dan Yang Zi serta pernikahan Wei Bu Yi dengan Ying Ying. Tujuh hari mendatang merupakan hari bahagia tersebut.


Jenderal Li Jin sudah menduga sejak awal bahwa putra mahkota pasti akan memiliki banyak selir nantinya. Hanya saja Jenderal Li Jin tidak mengira Yang Zi akan menikah di hari yang sama dengan Chang Ru.


"Selamat adik Chang Ru! Sejak kecil kamu dan Yang Zi seperti kakak beradik. Sekarang kalian berdua akan menjadi kakak beradik yang melayani putra mahkota!" ucap Ying Ying sambil bersulang dan meneguk habis teh di cangkirnya.


Chang Ru mengepalkan erat kedua tangannya, tetapi senyuman palsu masih menghias di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Li Chang Le! Sebentar lagi kamu yang akan menangis karena dimadu!" batin Chang Ru.


Chang Ru mengambil cangkir Ying Ying dan menuangkan teh baru beserta obat bius yang sudah dipersiapkan olehnya.


Ratu Wen memang memberikan Chang Ru obat bius, tetapi Chang Ru lebih percaya dengan obat bius milik Bai Lu.


"Pertunjukkan sudah dimulai!" batin Ying Ying.


Dalam waktu singkat, Ying Ying pun pura-pura tertidur dan Chang Ru menahan tubuh Ying Ying dengan cepat.


"Tan Xiang! KakChang Le mabuk! Ayo bantu aku antar Kak Chang Le ke kamar!"


Jenderal Li Jin, Li Ming, dan Feng Xi menoleh ke arah Chang Ru bersamaan.


"Aku akan memapah Chang Le!" ucap Feng Xi.


"Ini di istana, bukan rumah! Aku dan Tan Xiang bisa mengantar Kak Chang Le!"


Feng Xi menatap Jenderal Li Jin untuk menunggu perintahnya. Feng Xi tahu dirinya telah bertindah gegabah karena mengkhawatirkan keadaan Chang Le.


"Chang Ru dan Tan Xiang yang mengantar Chang Le!"


"Baik, ayah angkat!"


Chang Ru menarik napas lega karena berhasil mencegah Feng Xi. Jika Feng Xi ikut, rencana selanjutnya tidak bisa berjalan lancar.


Sepuluh menit kemudian, Putri Tang Yan pun berpamitan untuk beristirahat dan meninggalkan aula istana.


Salah satu dayang istana yang menghidangkan arak ke Wei Wu Xian, secara tidak sengaja menumpahkan arak itu mengenai pakaian Wei Bu Yi sehingga Wei Bu Yi meninggalkan aula istana untuk mengganti pakaian yang baru.


Tiba-tiba Chang Ru muncul di hadapan Wei Bu Yi. "Pangeran Wei Bu Yi! Kak Chang Le mabuk berat dan memanggil namamu terus menerus. Bisakah Pangeran Wei Bu Yi melihatnya sebentar?"


"Ying Ying mabuk?" batin Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi mengingat jelas perkataan Ying Ying bahwa Ying Ying tidak pernah minum arak sehingga yakin Chang Ru berbohong, tetapi Wei Bu Yi mengkhawatirkan Ying Ying dan memutuskan untuk memeriksa keadaan Ying Ying sekarang.


"Tunjukkan jalan!"


Chang Ru tersenyum lebar dan berjalan cepat menuju kamar tamu yang dipersiapkan Ratu Wen.


"Pangeran Wei Bu Yi!"


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo berusaha mencegah Wei Bu Yi.


"Aku bisa menjaga diri sendiri!"


***


"Kak Chang Le di dalam kamar ini!" ucap Chang Ru sambil menunjuk kamar ketiga.


Wei Bu Yi pun langsung masuk ke dalam kamar itu. Chang Ru tersenyum puas dan berjalan pelan masuk ke dalam kamar keempat.


Chang Ru menghampiri tempat tidur dan menatap sosok yang tertidur pulas di sana, sedangkan Tan Xiang tidur telungkup di atas meja sambil memegang cangkir teh.


"Li Chang Le! Saat kamu terbangun nanti, kamu akan menangis histeris!" ucap Chang Ru.


Chang Ru meninggalkan kamar Ying Ying dengan cepat. Chang Ru tidak akan menyangka Li Chang Le di atas tempat tidur merupakan jelmaan dari patung tanah liat, sedangkan Ying Ying asli sudah menuju ke kamar Putri Tang Yan.


Sementara Tan Xiang memang tertidur benaran karena minum teh yang mengandung obat bius. Tan Xiang tidak menolak permintaan Chang Ru untuk minum teh karena menuruti perkataan Ying Ying sebelumnya.


***Kamar Putri Tang Yan***


Wei Bu Yi berhenti dalam jarak lima langkah kaki dari tempat tidur. Seorang gadis muda berbaring di atas tempat tidur dalam posisi membelakangi Wei Bu Yi sehingga tidak terlihat jelas wajahnya.


"Chang Le!"


"Bu Yi! Bu Yi!"


Wei Bu Yi sengaja memanggil nama yang salah sehingga bisa memastikan gadis muda itu bukanlah Ying Ying. Akan tetapi, suara panggilan dari mulut gadis muda itu mirip suara Ying Ying.


Putri Tang Yan tersenyum lebar saat mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke tempat tidur.


"Kamu akan menjadi milikku segera!" batin Putri Tang Yan.


Kegembiraan Putri Tang Yan hanya sesaat saja karena dirinya merasakan pukulan keras di punggung sehingga memuntahkan darah segar dan pingsan seketika.


Sekelebat bayangan masuk dari jendela sehingga Wei Bu Yi menoleh ke arah sana.


"Bu Yi!"


"Ying Ying!"


Ying Ying tertawa kecil melihat keadaan menyedihkan Putri Tang Yan. Ying Ying sangat senang Wei Bu Yi tidak masuk dalam jebakan, melainkan memberikan bonus pukulan untuk Putri Tang Yan.

__ADS_1


"Ayo kita pergi sekarang!" ajak Ying Ying.


Mereka berdua terbang keluar dari jendela menuju jendela kamar Ying Ying.


"Bu Yi! Kamu istirahat di sini dulu! Sihir ilusi membuat orang lain tidak bisa melihatmu berada di kamar ini. Aku keluar sebentar!"


Ying Ying meninggalkan Wei Bu Yi dengan cepat untuk melaksanakan rencana balasan terhadap Ratu Wen dan Putri Tang Yan.


***Aula istana***


Seorang dayang istana berlari tergesa-gesa masuk ke dalam aula istana dan berlutut di hadapan Kaisar Wei sehingga menjadi pusat perhatian.


"Ada apa?" tanya Kaisar Wei dengan suara datar.


"Maaf Kaisar Wei. Hamba melihat Pangeran Wei Bu Yi masuk ke dalam kamar Nona Li Chang Le, lalu mendengar suara yang aneh keluar dari dalam kamar."


"Tidak mungkin!" ujar Kaisar Wei secara spontan.


"Kaisar Wei! Lebih baik kita ke sana sekarang. Aku pun tidak percaya Bu Yi akan melakukan hal tidak sopan terhadap tunangannya sendiri!" kata Ratu Wen.


Kaisar Wei menatap wajah khawatir Jenderal Li Jin sehingga memutuskan untuk memeriksa kebenaran secara langsung.


Dalam waktu singkat, beberapa pejabat tinggi dan juga Pangeran Tang Jin ikut serta dalam rombongan Kaisar Wei.


***


Rombongan Kaisar Wei berhenti menatap dua gadis muda yang terlihat panik dan berjalan mondar mandir di depan kamar.


"Yang Zi! Chang Ru! Apa yang terjadi?" tanya Ratu Wen.


"Lapor Ratu Wen! Kami mendengar suara aneh dari dalam kamar Putri Tang Yan!" ucap Chang Ru.


"Kamar adik Tang Yan? Bukannya suara aneh berasal dari kamar Nona Li Chang Le?"


Pangeran Tang Jin berpura-pura bertanya dengan wajah kebingungan.


"Chang Ru! Di mana Chang Le?" tanya Jenderal Li Jin dengan tidak sabaran.


"Kak Chang Le masih tidur di dalam kamar," jawab Chang Ru sambil menunjuk kamar keempat.


Ratu Wen dan beberapa istri pejabat tinggi masuk ke dalam kamar keempat untuk memeriksa apakah memang benar Li Chang Le tertidur di dalam. Kaisar Wei dan para pejabat pria tidak etis memasuki kamar anak gadis.


"Li Chang Le masih tidur di dalam kamar!" ucap Ratu Wen ke semua orang yang berada di sana.


"Berarti Pangeran Wei Bu Yi masuk ke kamar adik Tang Yan?" tanya Pangeran Tang Jin dengan penuh amarah.


Padahal didalam hati kecil Pangeran Tang Jin bersorak gembira karena rencana Putri Tang Yan berhasil.


"Chang Ru! Yang Zi! Mengapa kamar Putri Tang Yan dan kamar Li Chang Le tertukar?" tanya Ratu Wen.


"Putri Tang Yan ingin dekat denganku sehingga meminta Kak Chang Le untuk bertukar kamar," jawab Chang Ru.


Rombongan Kaisar Wei yang menyimak sejak awal akhirnya sadar bahwa kemungkinan besar Pangeran Wei Bu Yi salah masuk ke dalam kamar Putri Tang Yan disebabkan mengira kamar itu adalah kamar Li Chang Le.


Dari dalam kamar Putri Tang Yan masih terdengar suara aneh dari sepasang sejoli yang sedang berhubungan mesra. Jika didengarkan secara saksama, suara pria terdengar kurang bertenaga dibandingkan suara wanita.


Bisa dikatakan sesuai dengan kabar yang beredar bahwa Pangeran Wei Bu Yi impo*en sehingga tidak bisa mengeluarkan tenaga yang maksimal saat berhubungan mesra.


Kaisar Wei mengurut keningnya secara spontan, sedangkan rombongan yang mengikutinya menunggu perintah Kaisar Wei untuk langkah selanjutnya.


Ratu Wen tahu Kaisar Wei tidak mau merusak reputasi nama baik Wei Bu Yi, tetapi Ratu Wen tidaklah mungkin membiarkan kejadian ini ditutup rapat.


Ratu Wen membuka pintu dari luar dengan keras, lalu melangkahkan kaki dengan cepat. Kaisar Wei dan lainnya segera mengikuti Ratu Wen dari belakang. Chang Ru dan Pangeran Tang Jin paling antusias melihat keadaan di dalam kamar.


Senyuman lebar semakin menghias di sudut bibir Ratu Wen saat melihat rambut berwarna abu-abu. Akan tetapi, semakin mendekat wajah Ratu Wen berubah menjadi wajah kebingungan karena warna rambut itu bukanlah abu-abu melainkan putih.


Pria dengan rambut putih sedang memeluk tubuh gadis muda do atas tempat tidur. Keduanya dalam keadaan polos.


"Kamu siapa?" tanya Ratu Wen sambil menarik tangan pria itu agar bisa melihat jelas wajahnya.


Wajah Ratu Wen menjadi pucat seperti warna kertas. "Ayah?!"


"Panglima Wen Zuo?!"


***


Selamat malam readers tercinta. Jreng jreng jreng. Ayo kita tertawa sepuas-puasnya 😂😂


Bab ini panjang banget 2200 kata lebih, setara dua bab. Bisa dikatakan hari ini up 3 bab 😁


Semoga lancar dan readers terhibur ya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2