REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 45. Tanaman herbal


__ADS_3

***Kediaman Jenderal Li Jin***


Pagi hari Ying Ying sudah berpenampilan rapi dan menikmati makan pagi di dalam kamarnya. Roh Li Chang Le duduk di samping Ying Ying, tepatnya di tempat duduk yang kosong.


Semalam Ying Ying meminta roh Li Chang Le untuk bebas keluar dari bandul lonceng saat mereka berada di kamar. Bahkan roh Li Chang Le tidur bersama Ying Ying seperti saat Ying Ying masih dalam wujud rubah putih.


Mereka berdua mengobrol sepanjang malam. Roh Li Chang Le menceritakan tentang masa kecilnya, sedangkan Ying Ying juga menceritakan masa lalunya saat masih dalam wujud rubah putih.


Hubungan mereka berdua menjadi semakin dekat dan saling mengambil sumpah untuk menjadi kakak adik. Roh Li Chang Le sebagai kakak dan Ying Ying sebagai adik.


Hari ini Ying Ying berencana untuk pergi ke toko obat membeli beberapa jenis tanaman herbal karena Ying Ying ingin berlatih membuat obat racikan dengan ilmu sihir medis dan ramuan yang dimiliki olehnya.


Walaupun selama lima tahun terakhir Li Chang sakit dan tidak normal, Bai Lu tetap memberinya uang jajan setiap bulan dan disimpan didalam kamar.


Roh Li Chang Le meminta Ying Ying memakai uang tabungannya untuk membeli tanaman herbal. Ying Ying tidak menolak niat baik Li Chang Le.


Ying Ying dan roh Li Chang Le tertawa kecil ketika mendengarkan cerita mengenai keadaan Chang Ru sekarang dari mulut Tan Xiang.


Semalam setelah Ying Ying dan Tan Xiang masuk ke dalam rumah, Bai Lu memerintahkan A Niu dan A Lim untuk mengangkat Chang Ru dengan tandu.


Chen Chen dan A Ling membantu membersihkan tubuh Chang Ru yang kotor dan menggantinya dengan hanfu baru, sedangkan Bai Lu menunggu kedatangan Tabib Chang untuk mengobati luka tamparan di wajah Chang Ru.


Tabib Chang memberikan salep terbaik hasil racikannya, tetapi bengkak di wajah Chang Ru membutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk penyembuhan.


Oleh karena itu, Chang Ru harus memakai cadar untuk menutupi wajahnya sehingga Chang Ru mengurung diri didalam kamar.


"Baguslah Chang Ru di dalam kamar dan tidak bisa mencari masalah lagi. Jika Chang Ru masih nekat ingin mencelakaiku, hukuman dariku akan lebih berat dibandingkan semalam," ucap Ying Ying dengan santai.


"Hukuman berat?" batin Tan Xiang sambil membayangkan wajah bengkak Chang Ru semalam.


Tan Xiang akui hukuman untuk Chang Ru semalam memang tidaklah berat jika dibandingkan dengan kejahatan Chang Ru, tetapi hukuman itu sangat mempermalukan Chang Ru.


"Ada yang datang!" ucap Ying Ying dengan suara yang hanya terdengar oleh Tan Xiang saja.


Tan Xiang menganggukkan kepala pertanda mengerti.


Kekuatan sihir yang didapatkan dari Qing Qiu kemarin membuat Ying Ying tidak perlu menyembunyikan kemampuan pendengaran jarak jauh dari Tan Xiang lagi.


Tan Xiang membukakan pintu kamar setelah mendengar suara ketukan dari luar.


"Ada apa A Niu?" tanya Tan Xiang.


"Dayang Fu mengantarkan hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi," jawab A Niu.


"Hadiah dari Bu Yi!" gumam Ying Ying.


Ying Ying tersenyum lebar dan keluar dari kamar dengan cepat. Roh Li Chang Le dan Tan Xiang mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Dayang Fu dan beberapa dayang muda Kediaman Pangeran Wei Bu Yi sudah berada di luar kamar dengan membawa beberapa kotak di tangan mereka.


"Hamba memberi hormat ke Wang Fei!"


A Niu berdiri mematung dengan mulut terbuka lebar. A Niu tidak menyangka semua pelayan di Kediaman Pangeran Wei Bu Yi sangat menghormati Ying Ying dan menyapanya dengan panggilan Wang Fei.


Padahal Ying Ying masih berstatus tunangan dengan Pangeran Wei Bu Yi. A Niu tetap berada di sana karena mendapatkan perintah dari Bai Lu. A Niu menjadi mata-mata dan akan melaporkan semuanya ke Bai Lu nantinya.


"Dayang Fu! Bukankah Bu Yi sudah berangkat?" tanya Ying Ying.


"Iya, Wang Fei! Pangeran Wei Bu Yi sudah berangkat semalam, tetapi sebelum berangkat Pangeran Wei Bu Yi memberi pesan untuk mengantarkan hadiah ke Wang Fei!"


"Hadiah?"


"Ke-4 hanfu baru sudah selesai dijahit. Selain itu Pangeran Wei Bu Yi juga membeli beberapa hanfu siap jadi dan perhiasan untuk Wang Fei," jawab Dayang Fu.


"Baiklah! Semua hadiah bisa dibawa ke kamarku!"


"Baik, Wang Fei!"


***


Beberapa saat kemudian, Dayang Fu dan para dayang muda berpamitan pulang. Mereka diantar keluar oleh A Niu.


A Niu segera mencari Bai Lu untuk melaporkan semuanya setelah memastikan rombongan Dayang Fu sudah pergi jauh.


"Nona Chang Le! Hadiah-hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi sangat cantik dan mahal!"


Ying Ying hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Tan Xiang. Sepasang mata bening Ying Ying fokus menatap empat kotak berukuran sedang.


Ukuran keempat kotak itu tidak sama dengan kotak yang berisi hanfu maupun perhiasan sehingga membuat Ying Ying penasaran.


Ying Ying membuka salah satu kotak dan tertawa kecil sehingga Tan Xiang ikut melihat apa isi kotak yang dibuka oleh Ying Ying.


"Tanaman herbal?"


"Iya!"


Ying Ying membuka ketiga kotak lainnya. Keempat kotak itu berisi tanaman herbal yang berbeda-beda, bahkan ada yang langka dan berusia ratusan tahun.


"Ying Ying! Pangeran Wei Bu Yi sangat perhatian padamu. Apapun isi hati dan pikiranmu, bisa ditebak olehnya," canda roh Li Chang Le.


Wajah Ying Ying merona merah mendengar perkataan roh Li Chang Le. Ying Ying tidak menyangka Wei Bu Yi bisa mengetahui apa yang ingin dilakukannya hari ini.


Ying Ying tidak sabar untuk menggunakan kekuatan sihir ilmu medis dan ramuan miliknya sekarang juga.


"Tan Xiang! Berjagalah di luar kamar dan larang siapapun yang ingin menemuiku!"

__ADS_1


"Baik, Nona Chang Le!"


***Kamar Li Chang Ru***


Bai Lu sedang berada di kamar Li Chang Ru ketika A Niu datang melaporkan mengenai hadiah apa saja yang dibawa oleh Dayang Fu untuk Li Chang Le.


Tentu saja A Niu tidak tahu mengenai kotak berisi tanaman herbal karena Dayang Fu tidak mengatakannya secara langsung.


Wei Bu Yi tahu para pelayan Kediaman Li Jin hanya mendengarkan perintah dari Bai Lu sehingga melarang Dayang Fu membuka keempat kotak yang berisi tanaman herbal.


Semakin sedikit orang yang mengetahui tentang kekuatan sihir Ying Ying, maka Ying Ying akan lebih aman. Oleh karena itu, Dayang Fu hanya melaporkan isi hadiah yang diketahui olehnya ketika Ying Ying menanyakannya.


"Pangeran Wei Bu Yi mengirim hadiah lagi untuk Chang Le?"


PRANG!


Chang Ru melemparkan mangkuk sup sarang burung walet yang dibawakan Bai Lu ke lantai kamar. Kemudian kedua tangannya memegang pipi bengkak yang masih terasa sakit.


"Ibu! Kenapa ibu tidak menghukum Chang Le? Wajahku luka karena dia!"


"Chang Ru, wajahmu luka karena terkena pengaruh sihir hitam."


Semalam Bai Lu tidak bisa tidur nyenyak karena teringat perkataan Ying Ying mengenai sihir hitam dan para pembunuh bayaran yang mengincar Wei Bu Yi.


Bai Lu teringat akan peperangan antara Kerajaan Wei dengan Kerajaan Wu Barat. Pada saat itu Jenderal Kerajaan Wu Barat dan beberapa prajurit terbaik menggunakan sihir hitam.


Kebetulan pada saat itu Wei Bu Yi berada dalam kondisi yang tidak prima. Wei Bu Yi terpukul dengan berita kematian Ratu Xu sehingga ingin secepatnya pulang ke Kerajaan Wei.


Walaupun Wei Bu Yi terluka parah, tetapi pasukan nya berhasil menang sehingga akhirnya Kaisar Wu bersedia menarik mundur pasukannya dan berjanji tidak akan menyerang Kerajaan Wei lagi.


Lima kota besar milik Kerajaan Wu Barat diambil alih oleh Kerajaan Wei Timur sebagai konsekuensi dari peperangan itu.


Oleh karena itu, kebencian dari Kerajaan Wu Barat terhadap Wei Bu Yi tidak diragukan lagi. Hanya saja ini kali pertama mereka berani muncul di Kerajaan Wei untuk membunuh Wei Bu Yi.


Bai Lu berfirasat peperangan antara Kerajaan Wei dan Kerajaan Wu Barat akan terulang lagi. Padahal utusan aliansi dari Kerajaan Han Utara akan tiba dalam waktu dekat bersamaan dengan kepulangan rombongan Jenderal Li Jin.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.30 wita.


Masa lalu Wei Bu Yi sudah mulai terkuak nih.


Bab besok Chang Ru akan berulah lagi 😂😂.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2