REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 31. Hadiah dari sekutu


__ADS_3

***Istana Kaisar Wei***


Hari sudah larut malam, tetapi Kaisar Wei masih belum istirahat. Kaisar Wei duduk di atas singgasana dan sedang menerima laporan dari Xu Feng, kepala pengawal istana.


Sementara para tamu undangan yang hadir di jamuan makan malam diperbolehkan pulang setelah diperiksa dan diinterogasi dengan saksama oleh para pengawal.


Saat ini Kaisar Wei marah besar karena para pengawal belum menemukan dayang istana yang sengaja menumpahkan arak ke hanfu Ying Ying dan juga pembunuh misterius.


Peraturan di Istana Kaisar Wei sangatlah ketat. Tidak sembarang orang bisa datang dan bertemu langsung dengan Kaisar Wei ataupun para anggota Kerajaan Wei yang tinggal di dalam istana.


Mereka harus mengirim undangan untuk meminta izin bertemu terlebih dahulu. Apabila sudah mendapat izin, maka mereka diperbolehkan masuk ke dalam istana.


Kapan kedatangan mereka dan menemui siapa, akan dicatat oleh para kasim yang bertugas untuk dijadikan dokumentasi sehingga Kaisar Wei bisa memeriksanya setiap waktu dan mengetahui pasti siapa saja yang menemui anggota Kerajaan Wei.


Sementara Ratu Wen memiliki hak untuk mengirimkan undangan pribadi untuk memanggil seseorang menemuinya di istana. Tentu saja kasim pribadi Ratu Wen akan memberitahukan perihal undangan dari Ratu Wen ke pengawal istana.


Selain hak mengirimkan undangan pribadi, Ratu Wen mempunyai hak untuk mengeluarkan Dekrit Ratu. Isi Dekrit Ratu tidak boleh berhubungan dengan politik ataupun pemerintahan Kaisar Wei. Kaisar Wei satu-satunya orang yang bisa membatalkan Dekrit Ratu.


"Bagaimana mungkin pembunuh itu bisa bebas berkeliaran di istana? Bukankah kalian selalu berpatroli menjaga keamanan istana?" tanya Kaisar Wei.


"Ampun, Kaisar Wei! Kami sudah memeriksa setiap bagian istana yang bisa diperiksa dengan teliti, tetapi tidak bisa menemukan pria itu, sedangkan dayang istana itu juga menghilang. Hamba curiga pembunuh itu bersembunyi di dalam istana belakang dan dayang istana sudah dibunuh," jawab Xu Feng.


#Istana belakang adalah bagian istana yang diperuntukkan bagi permaisuri kaisar China, selir, hamba perempuan, dan orang-orang kasim#


#Istilah "hougong" yang berarti harem, "Hougong" berasal dari "hou-kung" yang secara harfiah berarti "istana belakang"#


Kaisar Wei juga memiliki kecurigaan yang sama seperti Xu Feng. Para pengawal hanya diperbolehkan berpatroli menjaga keamanan dalam jarak tertentu dari istana belakang.


Kaisar Wei merupakan salah satu pria normal yang berhak memasuki istana belakang. Hal itu untuk menghindari para selir Kaisar Wei yang tinggal di istana belakang, melakukan hubungan yang tidak pantas dengan pria lain, sedangkan para kasim boleh keluar masuk istana belakang karena mereka bukanlah pria normal lagi.


"Temukan mayat dayang istana itu dan awasi secara diam-diam dayang ataupun kasim yang bersikap mencurigakan!" perintah Kaisar Wei.


"Baik, Kaisar Wei!" jawab Xu Feng.


Ketika Xu Feng keluar dari ruangan, Kasim Cao membawa Tabib Huo menemui Kaisar Wei.


"Hamba memberi hormat ke Kaisar Wei!" ucap Tabib Huo sambil berlutut.


"Berdirilah!"


"Bagaimana keadaan Li Chang Le?" tanya Kaisar Wei.

__ADS_1


"Saat hamba tiba di Kediaman Pangeran Wei Bu Yi, Tabib Chen sedang mengobati Nona Li Chang Le sehingga hamba mengobati luka di pundak pelayan Nona Li Chang Le," jawab Tabib Huo.


"Apa hasil pemeriksaan Tabib Chen?" tanya Kaisar Wei.


"Nona Li Chang Le demam tinggi dan masih tidak sadarkan diri. Tabib Chen meracik pil obat untuknya," jawab Tabib Huo.


"Baguslah. Pil obat Tabib Chen sangat mujarab. Li Chang Le pasti bisa sembuh dan pulih dalam waktu cepat," ujar Kaisar Wei.


"Kamu boleh pulang beristirahat!"


"Terima kasih Kaisar Wei!" jawab Tabib Huo.


Saat Tabib Huo keluar dari ruangan tempat Kaisar Wei berada, Tabib Huo berpapasan dengan Kasim Ma. Tabib Huo tahu Kasim Ma mendapatkan perintah dari Ratu Wen untuk menunggunya.


"Kasim Ma!"


"Tabib Huo!"


Mereka berdua saling menyapa satu sama lain, lalu melanjutkan perjalanan masing-masing. Akan tetapi, secarik kertas kecil dari tangan Tabib Huo berpindah ke tangan Kasim Ma dengan gerakan cepat tanpa disadari oleh orang-orang yang berada di sekitar mereka.


Tabib Huo tidak bisa menemui Ratu Wen tanpa sebab, lagipula sekarang sudah larut malam sehingga Tabib Huo menuliskan apa yang ingin diketahui oleh Ratu Wen dalam secarik kertas itu.


Senyuman tipis menghias di sudut bibir Ratu Wen sekilas setelah membaca secarik kertas dari Tabib Huo.


"Bakar!" perintah Ratu Wen.


Kasim Ma mengambil secarik kertas itu dan membakarnya dengan api dari lilin yang menyala. Setelah secarik kertas itu terbakar habis tanpa sisa, Kasim Ma meniup lilin agar padam.


Plak!


Suara tamparan yang keras menggema di dalam kamar Ratu Wen. Saat ini di dalam kamar hanya ada Ratu Wen dan Kasim Ma saja.


Kasim Ma berlutut di hadapan Ratu Wen. "Maaf Ratu Wen! Hamba gagal menjalankan tugas!" ucap Kasim Ma sambil menundukkan kepala.


Ratu Wen berusaha menahan amarahnya agar tidak melayangkan tamparan kedua di wajah Kasim Ma, kasim yang sangat disayanginya.


"Bagaimana dengan dayang istana itu?" tanya Ratu Wen.


"Jangan khawatir, Ratu Wen. Hamba sudah membunuhnya," jawab Kasim Ma.


Satu-satunya saksi yang bisa memberatkan Ratu Wen sudah mati, sedangkan Tan Xiang dan Li Chang Le sama sekali tidak melihat jelas wajah Kasim Ma sehingga tidak ada bukti yang akan menunjukkan Ratu Wen lah dalang di balik upaya pembunuhan terhadap Li Chang Le.

__ADS_1


"Aku tidak mau kesalahan ini terulang lagi! Berdirilah!" ujar Ratu Wen.


"Terima kasih Ratu Wen!" jawab Kasim Ma.


Ratu Wen merasa iba melihat pipi Kasim Ma memerah karena tamparannya. Bahkan ada goresan dari kuku Ratu Wen di sana.


"Cepat ambilkan obat salep!" perintah Ratu Wen.


Kasim Ma mengambil obat salep dan memberikannya ke Ratu Wen. Ratu Wen mengobati luka di pipi Kasim Ma.


"Wajah tampanmu tidak boleh meninggalkan bekas luka. Aku tidak suka!" ujar Ratu Wen.


Kedua tangan Ratu Wen memegang wajah Kasim Ma dan menyentuhnya dengan lembut.


"Luka hamba pasti cepat sembuh karena Ratu Wen yang mengobatinya," ucap Kasim Ma.


Kasim Ma menggendong Ratu Wen dan membaringkannya di atas tempat tidur.


"Hamba akan melayani Ratu Wen dengan sepenuh hati," ucap Kasim Ma.


Ratu Wen merasakan hatinya berdebar kencang dan tubuh terasa panas saat Kasim Ma membuka pakaiannya satu persatu.


Kasim Ma mencium Ratu Wen dengan agresif. Ratu Wen membalasnya dengan memeluk erat tubuh Kasim Ma. Ciuman dan sentuhan Kasim Ma membuat Ratu Wen ketagihan.


Ratu Wen sudah lama tidak berhubungan mesra dengan Kaisar Wei sehingga pelayanan dari Kasim Ma membuat Ratu Wen seolah-olah kembali ke masa dirinya masih muda.


Kasim Ma bukanlah kasim asli, melainkan pria normal dan merupakan hadiah dari sekutu Ratu Wen untuk membantu Ratu Wen menjadi ibu suri Kerajaan Wei.


***


Selamat malam readers tercinta. Bab ini up pukul 20.20 wita. Semoga lancar ya karena banyak teman yang mengeluh hari ini lama prosesnya 😅


Ying Ying dan Bu Yi pasti akan muncul di bab besok 🙏🙏 Maaf agak meleset dari perkiraan semalam karena kehaluan author bertambah seiring waktu 😂😂😂


Ayo main tebak-tebakan. Siapa sekutu Ratu Wen?


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2