REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 58. Rencana Chang Ru


__ADS_3

Wei Wu Xian bergabung di dalam kereta kuda istana yang dipersiapkan untuk menjemput Chang Ru dan Ying Ying tadi pagi sehingga A Ling dan Tan Xiang duduk disamping kusir kuda.


Sesuai perkiraan Chang Ru, Wei Wu Xian membawa lima pengawal pribadi yang kuat dan hebat bertarung untuk melindunginya, sedangkan Kasim Gao masih berada di istana menunggu kepulangan Wei Wu Xian.


Walaupun Wei Wu Xian tidak mempunyai tugas penting dari Kaisar Wei, tetapi Wei Wu Xian harus kembali ke istana untuk menemui Ratu Wen.


Selain untuk memberi salam ke Ratu Wen, Wei Wu Xian ingin mendengarkan masukan dari Ratu Wen mengenai apa yang harus dilakukannya terhadap kedatangan rombongan aliansi perwakilan dari Kerajaan Han Utara.


Wei Wu Xian berjanji menemani Chang Ru dan Ying Ying selama dua jam saja. Chang Ru pun mengusulkan ke restoran baru untuk makan terlebih dahulu sebelum jalan-jalan.


Kelima pengawal Wei Wu Xian menunggangi kuda dan dibagi menjadi dua kelompok. Tiga pengawal berada di depan kereta kuda, sedangkan dua pengawal lainnya mengikuti kereta kuda dari belakang dengan kuda masing-masing.


Sementara di dalam kereta kuda, Chang Ru duduk di samping Wei Wu Xian. Mereka berdua duduk berhadapan dengan Ying Ying.


Sepanjang perjalanan, Chang Ru bagaikan perangko yang menempel erat Wei Wu Xian dan berbicara panjang lebar tanpa henti. Akan tetapi, sepasang mata Wei Wu Xian hanyalah menatap Ying Ying.


Sekitar dua puluh menit, kereta kuda berhenti di restoran yang dituju oleh rombongan Chang Ru. Kelima pengawal bergegas memeriksa keamanan di dalam restoran terlebih dahulu.


Wei Wu Xian turun dari kuda dan mengulurkan tangan untuk membantu Ying Ying turun, tetapi Tan Xiang dengan sigap membantu Ying Ying turun seperti biasa.


Sementara Chang Ru meremas keras saputangan miliknya karena Wei Wu Xian mengikuti Ying Ying dan membiarkannya turun sendiri dari kereta kuda.


"A Ling!"


"Iya, Nona Chang Ru!"


A Ling tergesa-gesa mengulurkan tangan untuk membantu Chang Ru turun. Semula A Ling mengira Wei Wu Xian akan membantu Chang Ru karena Chang Ru merupakan tunangan Wei Wu Xian, tetapi perkiraan A Ling meleset. Wei Wu Xian lebih perhatian ke Ying Ying dibandingkan ke Chang Ru.


"Kamu lamban sekali! Pelayan hina yang bodoh!" gerutu Chang Ru dengan suara yang hanya bisa terdengar oleh A Ling dan dirinya sendiri, lalu mencubit pergelangan tangan A Ling dengan kuat.


Mata A Ling berkaca-kaca menahan rasa sakit dari cubitan Chang Ru, tetapi A Ling tidak berani melawan karena takut mengalami akhir seperti Chen Chen.


A Ling menatap iri ke Tan Xiang. "Tan Xiang sangat beruntung memiliki nona muda yang baik hati dan lembut. Bahkan sekarang Nona Chang Le semakin cantik dan sudah normal seperti semula sehingga tidak mengherankan putra mahkota lebih menyukai Nona Chang Le. Pangeran Wei Bu Yi juga sangat menyayangi Nona Chang Le," batin A Ling.


***


Kelima pengawal keluar dari restoran dan memberikan laporan ke Wei Wu Xian. "Putra mahkota! Semuanya aman! Hamba sudah memesan semua kamar khusus di lantai dua!"


Restoran ini mempunyai dua lantai. Lantai dasar untuk melayani tamu-tamu biasa, sedangkan di lantai dua ada tiga kamar khusus yang dipersiapkan untuk tamu penting dan bayarannya lebih mahal.


"Chang Le! Ayo kita ke lantai dua!" ucap Wei Wu Xian.


Ying Ying menganggukkan kepala dan berjalan berdampingan dengan Wei Wu Xian menuju tangga. Kelima pengawal berada di belakang Wei Wu Xian, sedangkan Chang Ru dan A Ling tertinggal di barisan paling belakang.


"Awas kamu Chang Le! Aku akan membalasmu nanti!" batin Chang Ru.


Chang Ru menyalahkan Ying Ying atas sikap tidak peduli dari Wei Wu Xian terhadapnya.


***


Ketika rombongan Wei Wu Xian duduk di dalam kamar khusus restoran, pelayan menyajikan beberapa menu utama yang terkenal dan lezat dari restoran di atas meja.


Kelima pengawal pribadi Wei Wu Xian berjaga di luar kamar khusus, sedangkan A Ling dan Tan Xiang berada di dalam kamar untuk melayani nona muda masing-masing.

__ADS_1


"Chang Le! Kamu baru sembuh dari penyakitmu. Makanlah lebih banyak makanan bergizi!" kata Wei Wu Xian sambil mengambil sepotong ayam madu dengan sumpit dan meletakkannya di mangkuk Ying Ying.


Wei Wu Xian menggunakan sumpitnya sendiri dan bukanlah sumpit umum yang disediakan restoran di atas piring setiap menu masakan.


"Terima kasih putra mahkota!" jawab Ying Ying.


Ying Ying menundukkan kepala dan makan dengan tenang, tetapi daging ayam madu yang diberikan oleh Wei Wu Xian tidak disentuh oleh Ying Ying.


Wei Wu Xian mengambilkan beberapa lauk yang lain dan meletakkannya di atas mangkuk Ying Ying sehingga Ying Ying meletakkan mangkuknya di atas meja.


"Kenapa Chang Le? Makanannya tidak enak?"


"Aku masih kenyang karena makan kudapan kecil yang banyak di istana Ratu Wen tadi," jawab Ying Ying.


"Juru masak istana ibunda memang pintar membuat kue yang enak. Aku akan meminta juru masak itu membuat beberapa kudapan kecil yang baru dan mengantarnya untukmu nanti malam."


Wei Wu Xian mempercayai perkataan Ying Ying karena sewaktu di jamuan makan malam istana beberapa waktu yang lalu, Wei Wu Xian melihat jelas Ying Ying mencicipi banyak kudapan kecil.


"Terima kasih putra mahkota. Adik Chang Ru hanya makan sedikit. Semua lauk pemberian putra mahkota ini masih bersih dan enak. Adik Chang Ru pasti menyukainya."


Ying Ying memberikan mangkuk miliknya ke Chang Ru sambil tersenyum.


"Kenapa aku harus makan sisa makananmu?" batin Chang Ru.


"Chang Ru! Makanlah!"


"Terima kasih putra mahkota!" jawab Chang Ru dengan suara manja, tetapi didalam hatinya sudah mengucapkan puluhan kali sumpah serapah yang ditujukan ke Ying Ying.


"A Ling, Tan Xiang! Kalian berdua berjaga di luar!" ujar Chang Ru.


A Ling menjawab dengan patuh, sedangkan Tan Xiang memanggil Ying Ying.


"Nona Chang Le!"


"Tidak apa-apa Tan Xiang! Aku baik-baik saja di sini!" ucap Ying Ying sambil menepuk punggung tangan Tan Xiang dengan lembut.


Ying Ying tahu Chang Ru akan memulai aksinya untuk menjebak Wei Wu Xian.


***


Dalam waktu singkat, di dalam kamar hanya ada Wei Wu Xian, Chang Ru, dan Ying Ying bertiga saja setelah kedua pelayan pribadi keluar.


Chang Ru menuangkan arak ke dalam tiga cangkir hingga penuh, lalu memberikannya ke Wei Wu Xian dan Ying Ying.


"Ayo kita bersulang!" ucap Chang Ru.


"Bersulang!"


Ying Ying tersenyum samar melihat arak di cangkirnya yang sudah tercampur dengan obat bius.


"Aku akan mengikuti permainanmu, Chang Ru!"


Chang Ru tersenyum lebar melihat Ying Ying meneguk habis anggur pemberiannya tanpa ragu sehingga Chang Ru menuangkan anggur yang baru di cangkir Wei Wu Xian lagi, tanpa menyadari Ying Ying mengambil obat penawar racikannya secara diam-diam dan memakannya.

__ADS_1


Chang Ru fokus menuangkan berulang kali ke cangkir Wei Wu Xian. Semakin mabuk Wei Wu Xian, maka Wei Wu Xian tidak akan menyadari perbuatan yang mereka lakukan nanti dikarenakan obat spesial.


"Kak Chang Le masih mau minum arak?"


"Satu cangkir sudah cukup. Kepalaku sangat pusing sekarang!"


Ying Ying melipat kedua tangannya di atas meja dan menyandarkan kepalanya di sana.


Chang Ru mengira Ying Ying sudah tertidur karena obat bius. "Ha ha ha! Obat bius dari ibu sangat cepat bereaksi!" batin Chang Ru.


"Chang Le mabuk? Aku akan menggendongnya ke kereta kuda!"


Wei Wu Xian mencoba berdiri, tetapi Chang Ru merangkul erat lengannya.


"Kak Chang Le hanya minum satu cangkir saja dan istirahat sebentar. Kita akan pulang setelah arak di teko ini habis."


Chang Ru sengaja membuka tutup teko arak dan memperlihatkan arak di dalamnya yang hanya tertinggal sepertiga dari teko arak ke Wei Wu Xian.


Wei Wu Xian menduga arak itu akan habis setelah dua atau tiga cangkir arak terisi penuh sehingga tidak menolak permintaan Chang Ru.


Chang Ru menuang arak ke cangkir Wei Wu Xian sambil memegang saputangan yang baru dikeluarkan olehnya.


Chang Ru mengangkat cangkir itu dan mengulurkannya ke depan mulut Wei Wu Xian. Wei Wu Xian membuka mulutnya dan meneguk isi cangkir arak.


Wei Wu Xian tidak menyadari penciumannya menghirup obat khusus yang menempel di saputangan.


Dalam waktu singkat, wajah Wei Wu Xian semakin memerah. Tubuhnya terasa panas dan gejolak darah mudanya bangkit.


"Wajah putra mahkota sangat merah!" ujar Chang Ru.


Chang Ru sengaja menggunakan saputangan yang sama untuk mengelap pipi Wei Wu Xian.


Mata roh Li Chang Le membulat besar melihat gerak gerik Chang Ru dan ekspresi aneh dari Wei Wu Xian. Roh Li Chang Le menghampiri Ying Ying, yang masih berpura-pura tertidur.


"Ying Ying! Chang Ru sudah gila! Dia mau berhubungan mesra dengan Wei Wu Xian di depanmu!" ujar roh Li Chang Le.


Sebuah patung tanah liat yang sudah dipersiapkan Ying Ying sejak awal berubah wujud menjadi Ying Ying palsu, sedangkan Ying Ying asli menggunakan sihir ilusi sehingga Chang Ru dan Wei Wu Xian tidak menyadari Ying Ying sudah berdiri dari tempat duduknya.


Sementara Ying Ying palsu jelmaan dari patung tanah liat menggantikan posisinya Ying Ying tertidur di tempat semula.


"Ying Ying! Kamu harus mencegah perbuatan gila nya!" kata roh Li Chang Le.


"Tenang saja Kak Chang Le! Aku ada kejutan besar untuk Chang Ru!" jawab Ying Ying sambil tersenyum samar.


***


Selamat malam readers tercinta.Bab ini sudah panjang hampir 1500 kata. Lanjutannya besok ya 🤗🙏


Tebak-tebakan yuk. Apa kejutan besar dari Ying Ying untuk Chang Ru?


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2