
***Kediaman Jenderal Li Jin***
Ying Ying makan malam bersama Bai Lu, Chang Ru, dan Li Teng di ruang makan. Seperti biasa, Tan Xiang yang mengambilkan lauk untuk Ying Ying dan memeriksa secara diam-diam apakah makanan tersebut beracun atau tidak, sebelum memberikannya ke Ying Ying.
Chang Ru menikmati hidangan makan malam dengan suasana hati senang karena sebagian besar lauk yang disajikan adalah lauk kesukaannya.
Sementara Bai Lu menatap intens Li Teng, putra kesayangannya. Wajah cemberut Li Teng membuat Bai Lu khawatir.
"Ada apa Li Teng? Kamu sakit?" tanya Bai Lu.
Li Teng menggelengkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Bai Lu. Sebagai anak bungsu, Li Teng sangat dimanjakan oleh Bai Lu. Apapun permintaan Li Teng, pasti dikabulkan oleh Bai Lu.
Pada awalnya Li Jin ingin mendidik Li Teng dengan keahlian bertarung agar bisa menjadi jenderal seperti dirinya. Bahkan Li Jin ingin membawa Li Teng ke medan perang untuk melatih dan menambah pengalaman Li Teng, tetapi Bai Lu menolak keras.
Bai Lu beralasan Li Teng masih muda dan lebih suka belajar daripada bertarung. Padahal alasan sebenarnya Bai Lu adalah tidak ingin Li Teng mengorbankan nyawa di medan perang. Jika Li Ming meninggal di medan perang, maka Li Teng satu-satunya ahli waris Li Jin.
"Ibu! Uang jajanku sudah habis!" ucap Li Teng.
"Ibu akan memberimu uang jajan lagi. Ayo makan dulu. Kamu sudah belajar seharian," kata Bai Lu.
"Terima kasih ibu!" jawab Li Teng.
Ying Ying tahu Li Teng bukanlah belajar seharian, melainkan berkumpul bersama temannya pergi ke tempat judi.
Sewaktu Ying Ying menuju ruang makan, Ying Ying mendengar percakapan antara dua pelayan yang bertugas menjaga dan melayani Li Teng sehingga Ying Ying tahu Li Teng menghabiskan uang jajannya di tempat judi.
Kejadian ini sudah sering terjadi. Ying Ying yakin Bai Lu dan Chang Ru pun mengetahuinya, tetapi mereka berdua tidak menegur Li Teng sama sekali.
A Niu berlari tergesa-gesa ke ruang makan.
"Ada apa A Niu?" tanya Bai Lu dengan ketus.
"Nyonya muda, ada undangan dari istana!" jawab A Niu.
"Undangan dari istana!" ucap Bai Lu, Chang Ru, dan Li Teng bersamaan.
Mereka bertiga antusias mengambil kartu undangan dari tangan A Niu. Ada tiga kartu undangan berwarna merah.
Li Teng membuka undangan yang ditujukan untuk Keluarga Jenderal Li Jin, Chang Ru membuka undangan yang ditujukan untuknya, dan Bai Lu membuka undangan yang ditujukan untuk Chang Le.
"Undangan dari istana?" batin Ying Ying.
__ADS_1
Ying Ying berpura-pura tidak peduli dan menikmati makanannya seperti biasa.
"Ibu! Kaisar Wei mengundang kita ke jamuan makan malam di istana besok!" seru Li Teng.
"Aku mendapat undangan khusus dari Ratu Wen!" ujar Chang Ru dengan sombong.
"Nyonya muda! Apakah Nona Chang Le mendapatkan undangan?" tanya Tan Xiang.
"Iya!" jawab Bai Lu sambil memberikan kartu undangan di tangannya dengan enggan.
Tan Xiang membaca isi undangan sebelum memberikannya ke Ying Ying.
"Nona Chang Le! Besok malam nona diundang ke jamuan makan malam istana. Ini kartu undangannya," kata Tan Xiang.
"Kartu undangan! Kartu undangan! Sama seperti Chang Ru!" teriak Ying Ying sambil bertepuk tangan.
Ying Ying sengaja membuat Chang Ru kesal. Wajah merah padam Chang Ru membuat Ying Ying tertawa kecil di dalam hatinya.
Suasana hati Chang Ru yang memburuk disadari oleh Bai Lu dan Li Teng.
"Chang Ru! Besok pagi ikut ibu belanja pakaian dan perhiasan untuk menghadiri jamuan makan malam di istana. Kamu akan menjadi pusat perhatian besok malam!" ucap Bai Lu.
"Baik, Ibu!" jawab Chang Ru.
"Baik, nyonya muda!" jawab Tan Xiang.
***
Keesokkan harinya Bai Lu dan Chang Ru pergi untuk berbelanja dengan menggunakan kereta kuda yang besar dan membawa empat orang pelayan.
Tan Xiang melaporkan hal itu ke Ying Ying. Tan Xiang yakin pakaian dan perhiasan yang dibeli untuk Chang Ru pastinya lebih mahal dibandingkan dengan pakaian dan perhiasan untuk Chang Le.
Ying Ying tidak peduli dengan pakaian, perhiasan, ataupun jamuan makan malam di istana nanti malam.
Ying Ying lebih antusias menunggu dua hari lagi untuk pergi ke Qing Qiu agar kekuatan sihirnya bisa muncul dan memulai balas dendam terhadap Chang Ru serta Wei Wu Xian.
Saat waktu makan siang, rombongan Bai Lu tiba di Kediaman Jenderal Li Jin. Chang Ru memerintahkan Chen Chen untuk memanggil Chang Le ke ruang depan.
"Tan Xiang! Itu pakaian dan perhiasan untuk Chang Le!" kata Bai Lu saat melihat Ying Ying dan Tan Xiang tiba di ruang depan.
"Terima kasih Nyonya muda!" Tan Xiang mewakili Ying Ying mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
Tan Xiang mengambil dua buah kotak yang berisi pakaian dan perhiasan, lalu membukanya satu persatu dan memperlihatkannya ke Ying Ying.
"Cantik! Cantik!" Ying Ying bersorak kegirangan sambil bertepuk tangan.
"Dasar bodoh dan idiot!" batin Chang Ru.
Chang Ru mengambil hanfu baru dan perhiasan miliknya.
"Kak Chang Le! Ini hanfu milikku!"
"Ini satu set perhiasan yang akan aku kenakan nanti malam!"
Chang Ru memamerkan pakaian dan perhiasan baru miliknya dengan senang.
"Nyonya muda! Mengapa Nona Chang Le hanya mendapatkan sepasang anting-anting saja?" tanya Tan Xiang.
Tan Xiang sudah menduga pakaian milik Chang Ru pastilah lebih mahal dan cantik dibandingkan dengan pakaian yang dibelikan untuk Chang Le. Hanya saja perbedaan perhiasan ini membuat Tan Xiang tidak dapat menahan diri untuk bertanya.
Tan Xiang juga melihat banyak kotak belanjaan yang belum dibuka dan bisa dipastikan semua barang yang terdapat di kotak belanjaan adalah milik Chang Ru.
"Chang Ru akan menjadi putri mahkota sehingga ibu membelikan perhiasan satu set untuknya. Sebagai kakak yang baik, Chang Le harus mengalah!" jawab Bai Lu sambil menatap tajam Tan Xiang.
"Anting-anting cantik! Anting-anting cantik!" ucap Ying Ying sambil menarik tangan Tan Xiang.
Ying Ying tidak ingin Tan Xiang menyinggung Bai Lu secara terang-terangan karena Tan Xiang hanyalah pelayan dan Bai Lu bisa menghukumnya sesuka hati.
""Dasar idiot bodoh!" batin Bai Lu dan Chang Ru.
Senyuman samar mengembang di sudut bibir Ying Ying secara tiba-tiba.
"Chang Ru! Aku mau lihat apakah kamu masih bisa sombong dan pamer lagi!" batin Ying Ying.
***
Selamat malam readers. Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya 🤗.
Bai Lu dan Chang Ru terkena emotional damage nantinya 😁
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE