REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 83. Wei Bu Yi & Ying Ying


__ADS_3

***Kamar pengantin Ying Ying dan Wei Bu Yi***


Dua puluh menit kemudian, Kasim Da Duo membawa satu mangkuk sup penghilang mabuk dan meletakkannya di atas meja sebelum keluar dari kamar.


Wei Bu Yi membangunkan Ying Ying dengan suara lembut.


"Ying Ying! Ying Ying!"


Ying Ying membuka mata secara perlahan. Kepalanya masih terasa pusing. Nuansa merah di dalam ruangan membuat kesadaran Ying Ying semakin jelas.


"Bu Yi! Semalam aku mabuk?" tanya Ying Ying dengan ragu-ragu dan nada tidak pasti.


"Iya! Lain kali kamu tidak boleh minum arak lagi!" jawab Wei Bu Yi sambil mencium gemas hidung mancung Ying Ying.


Ying Ying tersipu malu karena dirinya mabuk hingga pagi dikarenakan satu cangkir arak saja. Ketika Chang Ru menjebaknya dengan arak yang diberi obat bius di restoran, Ying Ying sudah makan obat penawar racikannya sehingga obat bius dan juga alkohol di dalam arak sudah hilang semuanya.


Oleh karena itu, semalam merupakan pertama kalinya Ying Ying minum arak. Bersulang arak pernikahan adalah ritual proses pernikahan yang terakhir sehingga Ying Ying mengira dirinya akan baik-baik saja karena hanya minum satu cangkir arak.


"Ayo minum obat penghilang mabuk!"


Ying Ying melihat ke arah mangkuk obat yang berada di atas meja sehingga berdiri dari tempat tidur.


Wei Bu Yi tahu Ying Ying masih merasa pusing sehingga segera menggendong tubuh Ying Ying dan duduk di depan meja.


Wei Bu Yi masih memangku Ying Ying sehingga wajah Ying Ying merona merah.


"Aku duduk di kursi kosong saja," ucap Ying Ying sambil berusaha turun dari pangkuan Wei Bu Yi, tetapi Wei Bu Yi semakin mempererat pelukan di pinggang Ying Ying.


"Jangan turun! Aku suka kamu duduk di pangkuanku."


Wei Bu Yi tersenyum kecil melihat Ying Ying patuh mendengar perkataannya. Tangan kiri Wei Bu Yi masih memeluk pinggang Ying Ying, sedangkan tangan kanannya mengambil sendok dari mangkuk dan menyuapi Ying Ying.


Ying Ying menikmati suapan dari Wei Bu Yi dengan pipi yang semakin merona merah.


"Masih pusing?" tanya Wei Bu Yi sambil menyentuh wajah Ying Ying.

__ADS_1


"Sudah mendingan!"


"Baguslah! Kita bisa melanjutkan yang tertunda semalam!"


Wei Bu Yi mencium bibir Ying Ying dengan lembut. Ying Ying merasakan sengatan aliran listrik kecil menyebar ke seluruh tubuhnya.


Ciuman ini sangat berbeda dengan ciuman pertama mereka yang diakibatkan oleh pengaruh racun pemikat dari Putri Tang Yan.


Ciuman ini dilakukan dengan hati-hati dan lembut oleh Wei Bu Yi. Ying Ying pun merangkulkan kedua tangannya di leher Wei Bu Yi dan membalas ciuman itu.


Rasa manis yang ditimbulkan oleh ciuman itu membuat mereka berdua merasa enggan untuk menghentikannya.


Wei Bu Yi dan Ying Ying bisa mendengar dengan jelas suara detak jantung masing-masing yang berdebar sangat kencang. Bahkan perubahan nyata dari tubuh Wei Bu Yi akibat gejolak darah muda yang bergelora membuat ciuman itu berubah menjadi semakin agresif.


Wei Bu Yi berdiri dari tempat duduk sambil menggendong Ying Ying dan bermaksud membawanya ke tempat tidur.


Ying Ying berhenti membalas ciuman Wei Bu Yi sehingga Wei Bu Yi pun menghentikan langkah kakinya. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.


"Kamu ingin berhenti?"


Walaupun dalam hati kecil Wei Bu Yi sangat menginginkan Ying Ying menjadi miliknya sekarang, tetapi gejolak darah muda itu bisa ditekan oleh Wei Bu Yi.


"Bukan! Aku belum membuat sihir penghalang untuk kamar ini!"


Ying Ying masih belum tahu apakah Wei Bu Yi ingin rahasia besarnya tersebar atau tidak sehingga cara paling aman saat ini adalah menggunakan sihir penghalang di dalam kamar pengantin.


Sihir penghalang itu membuat siapa pun di luar sana tidak akan mengetahui apa yang sudah terjadi di dalam kamar.


Wei Bu Yi baru teringat dirinya belum memberitahu kejutan besar darinya untuk Ratu Wen ke Ying Ying sehingga usul Ying Ying sangatlah bagus dan mendukung rencananya.


"Baiklah! Aku akan menunggu!"


Wei Bu Yi menurunkan Ying Ying dari gendongannya sehingga Ying Ying bisa mengaktifkan sihir penghalang dengan konsentrasi penuh.


"Sudah selesai?" tanya Wei Bu Yi.

__ADS_1


"Iya!"


Wei Bu Yi menggendong Ying Ying lagi dan membawanya ke tempat tidur. Kali ini wajah mereka berdua merona merah bersamaan disertai detak jantung yang berdegup kencang.


Di atas tempat tidur, Wei Bu Yi menangkupkan kedua tangannya di wajah Ying Ying dan memberikan kecupan yang sangat dalam dan agresif.


Kecupan hangat itu berpindah ke leher jenjang Ying Ying. Pakaian sutra merah di tubuh Ying Ying pun terlepas dengan cepat, begitupun juga dengan pakaian pengantin merah menyala di tubuh Wei Bu Yi.


Tubuh polos sepasang sejoli itu membuat sensasi aliran listrik terasa lebih jelas disertai keringat yang mulai bercucuran tanpa henti.


Ying Ying memeluk erat tubuh Wei Bu Yi dan menggigit bahunya saat Wei Bu Yi membawanya menuju petualangan fantasi yang mendebarkan hati.


Petualangan fantasi itu berlangsung sangat lama hingga Ying Ying terkulai lemas di pelukan Wei Bu Yi. Wei Bu Yi menggendong Ying Ying turun dari tempat tidur dan membawanya untuk mandi bersama.


Wei Bu Yi menuangkan beberapa botol herbal racikan Tabib Chen ke dalam tong yang berukuran besar sebelum masuk ke dalam bersama Ying Ying.


Herbal racikan itu bisa mengurangi rasa sakit ditubuh Ying Ying akibat berhubungan mesra.


Selesai mandi, Wei Bu Yi menggendong Ying Ying kembali ke atas tempat tidur setelah memakaikan pakaian baru dan bersih ke tubuh Ying Ying.


"Tidurlah sebentar!" ucap Wei Bu Yi.


Ying Ying menganggukkan kepala dan memeluk pinggang Wei Bu Yi sebelum memejamkan kedua matanya.


Wei Bu Yi menepuk-nepuk lembut punggung Ying Ying agar bisa tidur dengan nyenyak.


***


Jreng jreng jreng! Akhirnya Bu Yi dan Ying Ying sah menjadi suami istri 🥳


Kejutan untuk Ratu Wen di bab besok.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2