REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 84. Rencana Wei Bu Yi


__ADS_3

***Kediaman Pangeran Wei Bu Yi***


Wei Bu Yi meninggalkan Ying Ying di dalam kamar setelah memastikan Ying Ying sudah tidur pulas di sana. Walaupun sebenarnya Wei Bu Yi ingin menemani Ying Ying lebih lama, tetapi mereka berdua sudah bersama di dalam kamar selama berjam-jam sehingga lebih baik Wei Bu Yi keluar sebentar agar tidak menimbulkan kecurigaan apa yang sudah terjadi di antara dirinya dan Ying Ying.


Tan Xiang, Wan Wan, Kasim Da Duo, dan Kasim Xiao Duo setia menunggu di depan kamar. Sihir penghalang sangat manjur sehingga keempat pelayan pribadi itu sama sekali tidak mendengar suara apa pun di luar sana.


"Pangeran Wei Bu Yi!" sapa mereka berempat sambil memberi hormat.


"Wang Fei masih pusing dan beristirahat di kamar. Siapa pun tidak boleh masuk ke dalam kamar mengganggu Wang Fei!" perintah Wei Bu Yi.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Tan Xiang dan Wan Wan bersamaan.


Wei Bu Yi melarang kedua pelayan pribadi Ying Ying untuk masuk ke dalam kamar selain dikarenakan ingin Ying Ying beristirahat dengan tenang, juga dikarenakan ada noda merah di seprai tempat tidur akibat petualangan fantasi tadi.


"Da Duo! Panggil Tabib Chen untuk menemuiku di ruang kerja!"


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!"


Kasim Da Duo pergi mencari Tabib Chen, sedangkan Kasim Xiao Duo mengikuti Wei Bu Yi ke ruang kerja.


Sementara Tan Xiang dan Wan Wan berjaga di luar pintu kamar Ying Ying. Jika Ying Ying sudah bangun nantinya, mereka bisa segera masuk ke dalam kamar untuk melayani Ying Ying.


Wan Wan melihat Tan Xiang melamun dengan ekspresi wajah serius sehingga mencoba mengajak Tan Xiang bicara agar hubungan mereka berdua menjadi lebih akrab.


"Tan Xiang! Jangan mengkhawatirkan Wang Fei! Aku yakin Wang Fei sehat-sehat saja dan sedang beristirahat di dalam kamar!"


Wan Wan mengira Tan Xiang khawatir Ying Ying akan mengalami nasib sama seperti ke-6 permaisuri terdahulu.


"Iya, aku tahu!"


Tan Xiang bukannya khawatir dengan keselamatan Ying Ying karena Tan Xiang yakin Ying Ying bisa melindungi dirinya sendiri dengan kekuatan sihir, jika memang Wei Bu Yi bermaksud membunuh.


Tan Xiang melamun dikarenakan Wei Bu Yi memanggil Tabib Chen setelah berada di dalam kamar selama beberapa jam.


"Sepertinya penyakit Pangeran Wei Bu Yi masih belum sembuh sehingga memanggil Tabib Chen datang. Aku harap Tabib Chen bisa menyembuhkan penyakit Pangeran Wei Bu Yi agar Wang Fei bahagia," batin Tan Xiang.


***

__ADS_1


Satu jam kemudian, Ying Ying terbangun dari tidur pulasnya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar untuk mencari sosok Wei Bu Yi.


Ying Ying menduga Wei Bu Yi ada pekerjaan penting sehingga tidak ikut tidur bersamanya.


Ying Ying merasa haus sehingga turun dari tempat tidur dan duduk di depan meja. Ying Ying menuangkan teh ke dalam cangkir dan meminumnya dengan sekali teguk.


Pandangannya berhenti di atas tempat tidur. Wajah Ying Ying merona merah menatap bercak noda darah di atas seprai.


Bayangan petualangan fantasi yang mendebarkan hati yang dilakukan olehnya dan Wei Bu Yi muncul di atas tempat tidur sehingga Ying Ying menggelengkan kepala dengan keras agar bayangan tersebut menghilamg dari pandangannya.


Beberapa saat kemudian, Ying Ying menarik napas lega karena berhasil menenangkan hati dan pikirannya sehingga bayangan tersebut hilang.


Ying Ying mengarahkan jari telunjuknya ke tempat tidur. Noda bercak merah di atas seprai pun menghilang.


Ying Ying berjalan menuju meja rias, lalu mulai merias wajah dan mengikat rambutnya. Riasan dan tatanan rambut Ying Ying sangat simpel. Ying Ying hanya menggunakan satu tusuk rambut berukuran huruf Yi kecil dan juga kalung bandul lonceng di pergelangan tangannya.


"Tan Xiang! Wan Wan!"


Pintu kamar terbuka dari luar. Tan Xiang dan Wan Wan berjalan menghampiri Ying Ying.


"Wang Fei!"


"Apakah Wang Fei mau makan siang? Pangeran Wei Bu Yi memberi pesan akan makan siang bersama Wang Fei di kamar," ucap Tan Xiang.


"Di mana Pangeran Wei Bu Yi sekarang?"


"Pangeran Wei Bu Yi berada di ruang kerja."


"Baiklah. Kalian berdua persiapkan makan siang sekarang!"


"Baik, Wang Fei!"


***


Beraneka ragam masakan yang lezat dihidangkan oleh para pelayan di atas meja. Selain itu, ada beberapa piring kudapan kecil kesukaan Ying Ying.


Wei Bu Yi masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Ying Ying. Tangannya meraih tangan Ying Ying secara refleks.

__ADS_1


"Sudah lapar?" tanya Wei Bu Yi dengan suara lembut.


"Iya!"


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo memberi isyarat tangan ke para pelayan agar meninggalkan kamar. Kedua kasim kepercayaan itu yakin Pangeran Wei Bu Yi ingin berduaan dengan Ying Ying.


Suasana makan siang sangat tenang dan damai. Wei Bu Yi mengambilkan lauk untuk Ying Ying, begitupun juga sebaliknya.


Wei Bu Yi juga memberitahu Ying Ying mengenai rencana sempurna yang akan menjadi kejutan besar bagi Ratu Wen. Rencana itu akan membuat Ratu Wen berani mengambil risiko untuk menggunakan ekstrak kelopak teratai hitam sehingga perbuatan jahat Ratu Wen terhadap mendiang Ratu Xu akan terungkap.


Ying Ying pun memberitahukan Wei Bu Yi mengenai gelang emas phoenix hadiah dari Ratu Wen yang beracun dan sekarang gelang emas itu ada di tangan Chang Ru.


Mereka berdua sependapat bahwa Ratu Wen akan menggunakan Chang Ru dalam waktu dekat.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Masuklah!"


Kasim Da Duo berjalan menghampiri Wei Bu Yi.


"Pangeran Wei Bu Yi! Kaisar Wei mengundang Pangeran Wei Bu Yi ke istana!" lapor Kasim Da Duo.


Wei Bu Yi berdiri dari tempat duduk diikuti oleh Ying Ying. Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain karena tahu rencana sempurna Wei Bu Yi sudah mulai dijalankan.


Wei Bu Yi memeluk pinggang Ying Ying dan memberikan kecupan di kening Ying Ying.


"Tunggu aku pulang. Kita makan malam bersama lagi!"


"Iya!" jawab Ying Ying dengan patuh.


***


Selamat malam readers. Hari ini up 2 bab ya, ditunggu bab satunya lagi. Jangan lupa klik like setelah baca 😊


Sambil nunggu, tebak-tebakan yuk mengapa Kaisar Wei mencari Wei Bu Yi? 😁


See you later

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2