
***Ruang depan Kediaman Jenderal Li Jin***
Bai Lu dan Chang Ru tergesa-gesa tiba di ruang depan. Mereka berdua menarik napas lega karena Li Chang Le masih belum keluar dari kamarnya. Hanya ada Kasim Ma bersama para pelayan di ruang depan.
Kasim Ma duduk sambil mencicipi kudapan kecil dan teh melati yang dipersiapkan oleh pelayan Kediaman Jenderal Li Jin.
Bai Lu tersenyum puas melihat Kasim Ma sudah dilayani dengan baik layaknya tamu istimewa sehingga pastinya Kasim Ma tidak akan melapor hal-hal yang tidak baik ke Ratu Wen nantinya.
"Kasim Ma!" sapa Bai Lu dengan ramah.
"Nyonya Bai Lu! Aku membawa undangan dari Ratu Wen untuk Nona Chang Ru dan Nona Chang Le!"
"Silakan tunggu sebentar, Kasim Ma! Sepertinya Chang Le baru bangun tidur dan sedang bersiap-siap untuk ke sini!"
Walaupun Bai Lu tahu Kasim Ma sudah menunggu selama dua puluh menit lebih dikarenakan dirinya membantu Chang Ru berdandan, tetapi Bai Lu melimpahkan semua kesalahan ke Li Chang Le yang belum muncul.
Kasim Ma hanya tersenyum kecil setelah mendengar perkataan Bai Lu, lalu melirik sekilas ke arah Chang Ru yang duduk dengan tenang, tanpa bicara sepatah kata pun sejak awal.
Kasim Ma merasa heran dengan penampilan Chang Ru hari ini. Hanfu yang dikenakan Chang Ru sangat tertutup dengan jenis kerah berdiri sehingga menutup semua bagian leher.
Padahal saat ini belum memasuki musim dingin di Kerajaan Wei. Para gadis muda lebih suka mengenakan hanfu dengan jenis kerah silang.
Kasim Ma tidak merasa penasaran dengan pipi Chang Ru yang masih memerah dikarenakan Kasim Ma mengetahui kejadian Chang Ru kesurupan sihir hitam dan menampar pipinya sendiri.
Ketika Wei Bu Yi mengantar Ying Ying pulang, mereka berdua sudah menyadari ada mata-mata yang mengintai di sekitar Kediaman Jenderal Li Jin.
Wei Bu Yi memberitahu Ying Ying bahwa kemungkinan besar Ratu Wen yang menempatkan mata-mata tersebut. Wei Bu Yi mencurigai Ratu Wen memiliki hubungan dengan Kerajaan Wu Barat sehingga Wei Bu Yi juga memberitahukan hal itu ke Ying Ying.
Wei Bu Yi ingin Ying Ying lebih bersikap hati-hati dan waspada terhadap Ratu Wen selama kepergiannya menjemput rombongan perwakilan aliansi dari Kerajaan Han Utara.
Oleh karena itu, Ying Ying sengaja meminta Run Yu untuk menyebarkan gosip bahwa ada pembunuh bayaran yang masih hidup dan ditahan oleh Pangeran Wei Bu Yi untuk interogasi siapa saja dalang para pembunuh bayaran itu.
Ying Ying ingin membuktikan kecurigaan Wei Bu Yi. Jika memang Ratu Wen memiliki hubungan dengan orang-orang dari Kerajaan Wu Barat, Ying Ying yakin Ratu Wen akan mengundangnya ke istana untuk mencari tahu sejauh mana Wei Bu Yi mengetahui identitas dari para pembunuh bayaran.
Kedatangan Kasim Ma membuktikan semua dugaan Ying Ying benar dan rencananya berjalan dengan lancar.
Sementara bengkak di wajah Chang Ru dihilangkan oleh Ying Ying saat berada di ruangan musik tadi, tetapi Bai Lu mengira bengkak itu hilang karena Chang Ru menggunakan obat air embun.
Bai Lu dan Chang Ru sama sekali tidak menyadari mereka berdua terjebak ke dalam rencana yang dibuat oleh Ying Ying.
__ADS_1
***
Ying Ying, Tan Xiang, dan roh Li Chang Le tiba di ruang depan. Ying Ying duduk di tempat duduk kosong, sedangkan Tan Xiang dan roh Li Chang Le berdiri di belakang Ying Ying.
Ying Ying sengaja menatap intens Chang Ru dari atas kepala hingga ujung kaki.
"Adik Chang Ru tidak kepanasan memakai hanfu ini?" tanya Ying Ying dengan wajah tanpa dosa.
"Aku memakai hanfu ini karena cuaca sangat dingin!" jawab Chang Ru sambil menggertakkan giginya.
"Oh ternyata begitu! Aku yakin adik Chang Ru akan merasa kedinginan selama beberapa hari ke depan!"
Ying Ying tahu Chang Ru berusaha menutupi jejak gigitan cinta peninggalan dari kedua pengemis itu di leher dan tubuh Chang Ru.
Chang Ru hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan melotot ke arah Ying Ying, sedangkan Kasim Ma menatap Chang Ru dan Ying Ying bergantian.
"Nona Chang Ru, Nona Chang Le! Ratu Wen mengundang kalian untuk minum teh bersama besok pagi. Kereta kuda dari istana akan datang menjemput!" ucap Kasim Ma.
Saat ini Ying Ying baru mengalihkan perhatiannya dari Chang Ru ke Kasim Ma. Identitas Kasim Ma sebagai kasim kepercayaan Ratu Wen sudah diketahui oleh Ying Ying.
"Kasim Ma masih muda, tetapi sudah menjadi kasim kepercayaan Ratu Wen!" batin Ying Ying.
Oleh karena itu, Ying Ying merasa heran kasim yang melayani Ratu Wen ini sangat muda. Selain itu, Ying Ying berfirasat dirinya pernah bertemu dengan Kasim Ma.
Pertemuan pertama itu bukanlah di dalam ruangan istana tempat jamuan makan malam diadakan. Ying Ying sangat yakin akan hal itu sehingga menatap saksama wajah Kasim Ma.
Kasim Ma menunduk untuk menghindari tatapan mata Ying Ying, lalu mengambil dua undangan dari atas meja dan memberikan salah satu undangan itu ke Chang Ru terlebih dahulu.
"Terima kasih Kasim Ma!" kata Chang Ru.
Suasana hati Chang Ru sangat senang karena Kasim Ma mengutamakan dirinya dibandingkan Chang Le. Tentu saja dikarenakan statusnya sebagai calon putri mahkota.
Chang Ru bertekad kuat dalam hati untuk menjebak Wei Bu Xian dengan obat khusus dari Bai Lu agar posisinya sebagai putri mahkota tidak tergantikan oleh siapa pun.
"Nona Chang Le!" ucap Kasim Ma sambil memberikan undangan yang satunya lagi.
"Terima kasih Kasim Ma!"
Sepasang mata bening Ying Ying berhenti satu detik di punggung tangan Kasim Ma, lalu bersikap wajar seperti biasa.
__ADS_1
Kasim Ma berdiri dari tempat duduk dan berpamitan pulang karena tugas yang diberikan oleh Ratu Wen sudah selesai dikerjakan olehnya.
Ying Ying memberikan kartu undangan itu ke Tan Xiang untuk disimpan. Kartu undangan itu harus ditunjukkan ke pengawal istana agar mendapatkan izin masuk.
Ying Ying memutuskan untuk membawa Tan Xiang besok pagi. Ying Ying tidak mau meninggalkan Tan Xiang sendirian bersama Bai Lu dan para pelayan lainnya. Ying Ying khawatir Bai Lu akan mempersulit Tan Xiang.
Ying Ying memberi isyarat mata ke Tan Xiang untuk meninggalkan ruang depan bersama. Ying Ying ingin berbicara berdua dengan roh Li Chang Le di dalam kamar.
Mereka berdua pun pergi tanpa perlu berpamitan dengan Bai Lu. Akan tetapi, Ying Ying menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba karena mendengar rengekan Chang Ru ke Bai Lu.
"Ibu! Aku harus memakai hanfu baru untuk menemui Ratu Wen besok!"
Walaupun beberapa hari yang lalu, Bai Lu baru saja membelikan banyak hanfu baru untuk Chang Ru, tetapi semua hanfu itu dengan jenis kerah silang sehingga Chang Ru tidak mungkin memakainya besok.
"Baiklah. Nanti kita pergi berbelanja," jawab Bai Lu.
Bai Lu memutuskan menjual beberapa perhiasan miliknya untuk membeli hanfu baru Chang Ru dan juga membayar sisa utang Li Teng.
Ying Ying tersenyum lebar, lalu berjalan mendekati Bai Lu dan Chang Ru sehingga mereka berdua terkejut.
"Ka…kamu mau apa?" tanya Chang Ru terbata-bata.
Senyuman yang masih menghias di sudut bibir Ying Ying membuat Chang Ru terintimidasi.
"Bai Lu! Jangan lupa tepati janjimu nanti malam! Jika tidak, ada banyak hal yang bisa ku katakan ke Ratu Wen besok!"
Wajah Bai Lu dan Chang Ru menjadi pucat seketika, sedangkan Ying Ying bersenandung riang meninggalkan ruang depan bersama Tan Xiang.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.30 wita. Semoga lancar.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1