
***Ibukota Luoyang***
Peperangan antara Kerajaan Wei Timur dan Kerajaan Tang Selatan selama dua tahun dikarenakan Kaisar Tang ingin menguasai kota Chang An, yang termasuk ke dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Wei Timur.
Kota Chang An merupakan jalur perdagangan yang strategis serta memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Kaisar Wei tidak menginginkan kota Chang An menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Tang Selatan sehingga mengutus rombongan Jenderal Li Jin untuk melindungi kota Chang An.
Peperangan itu berlanjut hingga dua tahun lamanya disebabkan pasukan Kerajaan Tang Selatan selalu mundur secara tiba-tiba sehingga Jenderal Li Jin mengira mereka sudah menyerah.
Berselang tiga hingga empat hari kemudian, pasukan Kerajaan Tang Selatan menyerang kota Chang An lagi dan hal itu terjadi berulang kali.
Oleh karena itu, rombongan Jenderal Li Jin tidak bisa pulang ke ibukota Luoyang dan terpaksa menatap di kota Chang An sementara waktu.
Pada akhirnya Kaisar Tang menginginkan gencatan senjata dan menjalin kerjasama perdagangan dengan Kerajaan Wei Timur.
Untuk membuktikan ketulusan hatinya, Kaisar Tang mengutus pangeran Tang Jin dan putri Tang Yan untuk turut serta di dalam rombongan aliansi perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan.
Selama dua tahun ini, Kaisar Wei sudah mendapatkan banyak informasi mengenai Kaisar Tang dan keturunannya. Begitupun juga sebaliknya.
Kehidupan istana harem Kaisar Tang sangatlah rumit disebabkan Ratu Tang merupakan wanita yang kejam. Banyak selir kesayangan Kaisar Tang dibunuh oleh Ratu Tang, termasuk selir Xi Lan. Bahkan ada selir yang dikurung di dalam penjara.
Hanya selir yang patuh kepada Ratu Tang memiliki kesempatan untuk hidup. Tentu saja mereka semua dibawah tekanan dan kekuasaan Ratu Tang.
Kematian Selir Xi Lan membuat Kaisar Tang dan Ratu Tang tidak akur selama puluhan tahun. Kaisar Tang sangat membenci Ratu Tang, tetapi tidak bisa melengserkan Ratu Tang karena memerlukan dukungan dari keluarga besar Ratu Tang untuk mendukung dan memperkuat posisinya sebagai kaisar.
Pangeran Tang Jin dan Putri Tang Yan diasuh oleh Ratu Tang sejak kecil. Kaisar Wei mencurigai ada maksud tertentu dari Kaisar Tang mengutus mereka berdua.
***
"Kaisar Wei! Ada surat dari ayahanda untuk Kaisar Wei!" ucap Pangeran Tang Jin.
Wei Bu Yi mengambil satu tabung kecil yang berisi gulungan surat dari tangan Tang Jin dan memeriksanya dengan saksama sebelum memberikan surat itu ke Kaisar Wei.
Kaisar Wei tersenyum senang akan sikap waspada dan tenang Wei Bu Yi dalam menghadapi sesuatu. Jika bukan dikarenakan ketidakmampuan Wei Bu Yi untuk memberikan keturunan, Wei Bu Yi paling pantas sebagai penerus takhta Kaisar Wei.
Ekspresi wajah senang sesaat serta kecewa Kaisar Wei terlihat jelas oleh Ratu Wen. Ratu Wen bisa membaca dengan mudah isi hati Kaisar Wei sehingga kebenciannya terhadap Wei Bu Yi semakin bertambah.
Selama Wei Bu Yi ada, maka Wei Wu Xian tidak mungkin bisa menjadi Kaisar Wei selanjutnya dengan mudah.
"Wei Bu Yi harus disingkirkan!" batin Ratu Wen.
***
Kaisar Wei membaca isi surat dari Kaisar Tang.
"Ternyata Pangeran Tang Jin akan tinggal di Kerajaan Wei selama dua bulan, sedangkan Putri Tang Yan bersedia menjalin pernikahan antar kerajaan," batin Kaisar Wei setelah selesai membaca isi surat dari Kaisar Tang.
Kaisar Wei langsung mengerti tujuan Kaisar Tang. Kaisar Tang menjadikan Pangeran Tang Jin sebagai tahanan di Kerajaan Wei agar Kaisar Wei percaya dengan ketulusan hati Kerajaan Tang Selatan terhadap perdamaian antara kedua kerajaan.
Kaisar Wei bersedia menerima Pangeran Tang Jin, dengan pengawasan ketat dari prajurit agar Pangeran Tang Jin tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan Kerajaan Wei.
Sementara mengenai Putri Tang Yan, Kaisar Wei memerlukan waktu untuk berpikir dengan cermat mengenai siapa yang akan memperistri Putri Tang Yan.
__ADS_1
Kaisar Wei tidak mungkin memilih Wei Bu Yi. Selain dikarenakan Wei Bu Yi tidak bisa memberikan keturunan, juga dikarenakan Kaisar Wei sudah berjanji ke Wei Bu Yi untuk tidak menjodohkan gadis lain sebagai selir.
Wei Wu Xian juga bukanlah pilihan tepat. Kaisar Wei tidak ingin menyinggung perasaan Jenderal Li Jin dikarenakan semalam Kaisar Wei sudah menyetujui satu permintaan dari Ratu Wen.
Permintaan itu akan membuat Jenderal Li Jin merasa kecewa sehingga Kaisar Wei tidak mau menambah kekecewaaan Jenderal Li Jin lagi.
***
Kaisar Wei menggulung surat itu dan menyimpannya ke dalam tabung kecil, lalu memberikan tabung itu ke Kasim Cao disertai isyarat mata.
"Berangkat ke Istana!" teriak Kasim Cao dengan suara nyaring.
Kasim Cao membantu Kaisar Wei naik ke atas kereta kuda. Ratu Wen dan Selir Ming Lan mengikuti dari belakang.
Lima ratus prajurit yang melindungi rombongan Kaisar Wei sejak awal, mengikuti kereta kuda Kaisar Wei, sedangkan Jenderal Li Jin dan Jenderal Liu Bei bergabung dengan pasukan mereka untuk mengatur perjalanan menuju istana.
"Pangeran Tang Jin, Putri Tang Yan! Kalian berdua bisa kembali ke rombongan untuk meneruskan perjalanan!" ujar Wei Bu Yi.
"Terima kasih Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Putri Tang Yan dengan suara manja yang dibuat selembut mungkin, tetapi tidak mendapatkan reaksi yang diharapkan dari Wei Bu Yi.
Wajah tanpa ekspresi dan dingin Wei Bu Yi membuat Putri Tang Yan tercengang. Putri Tang Yan menatap Wei Bu Yi tanpa berkedip sedikit pun.
"Wei Bu Yi sangat tampan dan dingin, sesuai dengan seleraku!" batin Putri Tang Yan.
Ying Ying sudah menatap gerak-gerik Wei Bu Yi sejak awal sehingga mendengar jelas suara manja Putri Tang Yan.
Ying Ying pun mengernyitkan alis sambil menatap Putri Tang Yan. Tiba-tiba Pangeran Tang Jin berdiri di depan Putri Tang Yan sehingga pandangan Ying Ying terhalang.
Pangeran Tang Jin tersenyum lebar ke arah Ying Ying sambil mengedipkan mata. Dengan gerakan cepat, Wei Bu Yi berdiri di depan Pangeran Tang Jin dan menghalangi pandangannya ke Ying Ying.
"Gosip yang beredar itu benar! Perlakuan Pangeran Wei Bu Yi terhadap Li Chang Le sangat berbeda!" batin Pangeran Tang Jin dan Putri Tang Yan bersamaan.
"Pangeran Tang Jin, Putri Tang Yan! Kereta Kaisar Wei sudah berangkat jauh!" ujar Kasim Da Duo sambil tersenyum lebar.
"Terima kasih peringatannya Kasim Da Duo!" ujar Pangeran Tang Jin.
Wei Bu Yi tidak memedulikan mereka berdua dan berjalan menghampiri Ying Ying.
Wei Bu Yi mengantar Ying Ying ke kereta kuda kecil. Tan Xiang mengikuti mereka dari belakang, sedangkan Chang Ru dan A Ling sudah berada di dalam kereta kuda.
Wei Bu Yi berbicara dengan suara kecil yang hanya bisa terdengar oleh mereka berdua. "Ying Ying! Kamu harus hati-hati terhadap mereka berdua, terutama Putri Tang Yan! Dia memiliki keahlian bertarung!"
"Baiklah! Kamu juga harus hati-hati!"
Wei Bu Yi menganggukkan kepala, lalu mengelus kepala Ying Ying dengan lembut sebelum pergi bergabung dengan pasukannya.
Ying Ying tersenyum kecil sambil memegang bagian kepala yang dielus oleh Wei Bu Yi tadi.
***
Di dalam kereta kuda, wajah Ying Ying ceria sepanjang perjalanan, berbanding terbalik dengan wajah Chang Ru yang cemberut sejak duduk di dalam kereta kuda.
Tiba-tiba Ying Ying teringat akan sesuatu. " Di mana Kak Chang Le?" batin Ying Ying.
__ADS_1
Ying Ying memegang kalung bandul lonceng di pergelangan tangannya untuk mencari jejak roh Li Chang Le.
"Kak Chang Le bergabung dengan rombongan pasukan di belakang. Pasti karena Kak Chang Le ingin berada di dekat Jenderal Li Jin," batin Ying Ying.
Ying Ying merasa tenang karena roh Li Chang Le tidak berada dalam bahaya.
***
Roh Li Chang Le sangat bahagia bertemu dengan Jenderal Li Jin, Feng Xi, dan Li Ming sehingga mengikuti mereka bertiga secara bergantian. Bahkan roh Li Chang Le mengungkapkan isi hatinya, walaupun tahu mereka bertiga tidak bisa mendengarnya.
"Ayah! Chang Le sangat tidak berbakti meninggalkan ayah. Ayah harus sehat dan panjang umur."
"Kak Li Ming harus menjaga ayah dengan baik. Umur Kak Li Ming sudah tidak muda lagi. Sudah saatnya Kak Li Ming menikah!"
"Chang Le tahu Kak Feng Xi sangat menyayangi dan menjaga Chang Le selama ini."
Roh Li Chang Le melihat Feng Xi menatap tajam Pangeran Tang Jin. Kejadian Pangeran Tang Jin bersikap genit terhadap Ying Ying tadi juga dilihat oleh roh Li Chang Le.
Roh Li Chang Le tahu Feng Xi berusaha melindunginya karena menganggap Ying Ying adalah dirinya.
Oleh karena itu, roh Li Chang Le mengikuti Feng Xi dengan dekat saat Feng Xi menghampiri Pangeran Tang Jin secara tiba-tiba.
"Ada apa?" tanya Pangeran Tang Jin sambil membalas tatapan tajam Feng Xi.
"Aku akan membunuhmu jika kamu berniat jahat terhadap adikku!" ancam Feng Xi.
"Kamu hanyalah abang angkat Li Chang Le! Wei Bu Yi yang berhak melarangku!"
Feng Xi tidak membalas perkataan Pangeran Tang Jin dan pergi ke barisannya semula.
"Beraninya mengancamku!" gerutu Pangeran Tang Jin.
Roh Li Chang Le merasa geram dengan Pangeran Tang Jin sehingga memukul kepala Pangeran Tang Jin dari belakang dengan kuat.
"Sakit! Siapa yang memukulku?"
Pangeran Tang Jin berteriak dan menoleh ke belakang, tetapi tidak menemukan siapa pun di sana. Para prajurit Kerajaan Tang Selatan berbaris rapi di belakang Pangeran Tang Jin dengan jarak sepuluh langkah kaki sehingga tidak mungkin mereka yang memukul kepala Pangeran Tang Jin.
"Rasakan!" ujar roh Li Chang Le sambil tersenyum puas.
Kekuatan sihir Ying Ying membantu roh Li Chang Le agar bisa menggunakan kekuatan tangan dan kakinya.
Senyuman di sudut bibir roh Li Chang Le menghilang seketika karena melihat sebuah giok yang menggantung di ikat pinggang Pangeran Tang Jin.
"Aku pernah melihat giok yang sama!" batin roh Li Chang Le.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 23.00 wita dan setara dengan dua bab. Semoga lancar ya.
TERIMA KASIH DUKUNGAN VOTE, LIKE, HADIAH, TIPS IKLAN, DAN KOMENTAR POSITIFNYA.
Cerita semakin seru nih 🔥 Jangan lupa baca kelanjutannya.
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE