
***Kediaman Pangeran Wei Bu Yi***
Malam ini suasana hati Ying Ying sangat gembira karena mendapatkan tiga kabar baik. Kabar baik pertama dari roh Li Chang Le mengenai kekalahan pasukan Kerajaan Wu Barat untuk ketiga kalinya. Kekalahan yang berturut-turut itu membuat semangat pasukan musuh melemah. Bahkan banyak pasukan yang melarikan diri menghindari serangan dari pasukan Wei Bu Yi dan pasukan Jenderal Li Jin.
Kabar baik kedua adalah surat merpati dari Wei Bu Yi. Wei Bu Yi memberitahukan Ying Ying bahwa peperangan dengan Kerajaan Wu Barat diprediksi akan berakhir paling lama seminggu lagi sehingga Wei Bu Yi bisa pulang ke sisi Ying Ying.
Sementara kabar ketiga merupakan kabar yang paling ditunggu oleh Ying Ying. Mata-mata Wei Bu Yi di Istana Ratu Wen melaporkan Ratu Wen mengundang Chang Ru dan Wei Wu Xian ke istananya.
Ying Ying yakin dirinya akan segera mendapatkan undangan untuk menemui Chang Ru. Dengan demikian, rencana sempurna Wei Bu Yi sudah menuju ke arah penyelesaian tahap terakhir.
Semakin cepat kejahatan Ratu Wen terbongkar, maka semakin cepat pula Ying Ying dan Wei Bu Yi bisa menjalani kehidupan yang tenang dan bahagia. Ying Ying sudah tidak sabar berpetualangan bersama Wei Bu Yi ke setiap kota dan menikmati kudapan kecil terkenal di sana.
***
Pagi hari pengawal Kediaman Pangeran Wei Bu Yi membawakan surat undangan yang diantar oleh salah satu pelayan dari Istana Timur.
Ying Ying tersenyum kecil membaca isi surat undangan tersebut, sedangkan Tan Xiang dan Wan Wan yang berada di sisi Ying Ying penasaran mengenai isi surat undangan.
Mereka berdua menduga surat undangan itu berasal dari Li Chang Ru dikarenakan Chang Ru merupakan satu-satunya orang dari Istana Timur yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan Ying Ying.
"Tan Xiang. Siang ini temani aku ke Istana Timur menghadiri perayaan ulang tahun Selir Utama Yang Zi. Persiapkan satu gelang giok sebagai hadiah!"
"Baik, Wang Fei!"
Ying Ying akui Ratu Wen sangat cerdik menggunakan Istana Timur dan bukannya istana Ratu Wen sendiri.
Sejak Kaisar Wei memindahkan semua kekuasaan istana belakang dari tangan Ratu Wen ke Selir Ming Lan, istana Ratu Wen mendapatkan pengawasan ketat dari para pengawal istana atas perintah Kaisar Wei.
Sementara di Istana Timur, Ratu Wen bisa bebas menjalankan rencananya karena Istana Timur milik Wei Wu Xian.
"Aku harus membawa semua pil hasil racikanku ke Istana Timur untuk berjaga-jaga!" batin Ying Ying.
Dua minggu berdiskusi dengan Tabib Chen mengenai teknik-teknik pengobatan membuat Ying Ying berhasil meracik beberapa jenis pil racun maupun pil penawar yang baru.
Istana Timur bagaikan kandang harimau sehingga Ying Ying harus mempersiapkan semuanya dengan baik agar tidak menjadi mangsa.
__ADS_1
***
Siang hari kereta kuda dikirim dari Istana Timur khusus untuk menjemput Ying Ying. Bahkan Ying Ying tidak diperbolehkan membawa satu orang pelayan pun. Hal ini membuat Tan Xiang semakin khawatir.
Tan Xiang berbisik di telinga Ying Ying agar tidak terdengar oleh kusir kuda.
"Lebih baik Wang Fei beralasan tidak enak badan dan menolak ke Istana Timur. Tan Xiang khawatir putri mahkota akan mencelakai Wang Fei. Lagipula Pangeran Wei Bu Yi tidak ada di kediaman saat ini."
"Tidak apa-apa, Tan Xiang! Chang Ru tidak bisa menyakitiku!" ucap Ying Ying dengan yakin.
Tan Xiang masih merasa khawatir setelah kepergian Ying Ying dengan kereta kuda dari Istana Timur. Tan Xiang memutuskan mengirim surat merpati ke Kasim Da Duo agar Wei Bu Yi mengetahui kepergian Ying Ying ke Istana Timur.
***Istana Timur***
Dayang di Istana Timur menunggu kedatangan Ying Ying di gerbang utama dan segera mengantar Ying Ying ke ruangan, tempat diadakannya perayaan ulang tahun Yang Zi. Ying Ying menyerahkan kotak yang berisi gelang giok darinya ke dayang istana sehingga dayang istana itu menyerahkan kotak hadiah ke Yang Zi.
Ruangan tersebut sangat ramai dan penuh dengan tamu undangan. Hampir semua tamu undangan adalah wanita. Mereka semua menyapa Ying Ying sambil tersenyum lebar.
"Bu Yi Wang Fei!"
Ying Ying menjawab dengan anggukkan kepala, tetapi rasa penasaran di dalam hatinya sangat besar dikarenakan para wanita yang diundang oleh Yang Zi rata-rata semuanya memiliki penampilan yang tidak menarik.
Putri Tang Yan bersikap ramah terhadap Ying Ying seolah-olah mereka berdua merupakan teman akrab yang sudah saling mengenal selama puluhan tahun. Putri Tang Yan duduk tepat disamping Ying Ying.
Ying Ying pun mengikuti sandiwara yang sedang diperankan oleh Putri Tang Yan. Ying Ying berfirasat ada rencana tersembunyi dari Putri Tang Yan terhadapnya.
Bukan hanya Putri Tang Yan seorang saja yang bersikap ramah terhadap Ying Ying. Melainkan Yang Zi juga melakukan hal yang sama.
Yang Zi memperkenalkan satu persatu tamu undangannya ke Ying Ying. Ternyata mereka semua merupakan putri dari para selir pejabat istana. Ini pertama kalinya mereka mendapatkan undangan istimewa dari Istana Timur sehingga rasa antusias dan kegembiraan mereka sangatlah besar.
Setiap kali Kaisar Wei mengadakan jamuan makan malam di istana, para pejabat akan membawa istri resmi dan juga putra-putri yang berpenampilan cantik, tampan, dan menarik sehingga mereka semua sangat terkejut mendapatkan undangan dadakan dari Yang Zi.
Tentu saja mereka tidak menolak undangan tersebut. Mereka mengenakan hanfu terbaik untuk menghadiri perayaan ulang tahun Yang Zi.
"Mengapa Yang Zi mengundang mereka?" batin Ying Ying.
__ADS_1
Pertanyaan Ying Ying segera mendapatkan jawaban setelah Ratu Wen dan Wei Wu Xian datang. Para wanita tersebut menatap Wei Wu Xian dengan mata yang berbinar-binar, tetapi tidak ada satu pun dari mereka mendapatkan perhatian secara langsung dari Wei Wu Xian.
"Yang Zi takut Wei Wu Xian memilih selir lagi sehingga sengaja mengundang para wanita yang tidak mungkin bisa menarik perhatian Wei Wu Xian!" batin Ying Ying.
Ying Ying dan semua wanita yang berada di ruangan memberi hormat ke Ratu Wen dan Wei Wu Xian. Para dayang Istana Timur segera menghidangkan makanan yang lezat di atas meja.
Wei Wu Xian tidak pernah melepaskan tatapannya dari Ying Ying sehingga membuat Ying Ying merasa sangat terganggu, tetapi Ying Ying pura-pura tidak menyadarinya dan bersikap tenang.
Putri Tang Yan menuangkan arak berulang kali ke cangkir Ying Ying dan mengajaknya bersulang. Ying Ying sudah makan pil penawar mabuk terlebih dahulu sehingga arak apa pun yang diminumnya sudah berubah menjadi air putih biasa.
"Selir utama Yang Zi! Mengapa tidak terlihat putri mahkota?" tanya Ying Ying secara tiba-tiba.
Pertanyaan Ying Ying membuat wajah Ratu Wen dan Wei Wu Xian berseri-seri. Rencana semula mereka adalah meminta Ying Ying untuk menemui Chang Ru. Tidak disangka, Ying Ying sendiri menanyakan keberadaan Chang Ru.
Hal ini membuat rencana Ratu Wen semakin mudah dijalankan. Wei Wu Xian menjadi tidak sabar untuk memiliki Li Chang Le alias Ying Ying secepat mungkin.
"Putri mahkota sedang sakit dan beristirahat di kamar," jawab Yang Zi.
Wei Wu Xian berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Ying Ying.
"Chang Ru pasti senang jika kamu menjenguknya. Aku akan mengantarmu."
"Terima kasih putra mahkota!"
"Aku juga ingin menjenguk putri mahkota!" ucap Putri Tang Yan.
Mereka bertiga pun meninggalkan ruangan untuk menemui Chang Ru.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.30 wita. Karena libur jadinya semua waktu dimonopoli sama anak 😅.
Ceritanya dilanjutkan besok ya 🙏
TERIMA KASIH PENGERTIANNYA
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE