REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 50. Tumbal


__ADS_3

***Ruang musik Kediaman Jenderal Li Jin***


Bai Lu menyadari warna sobekan hanfu yang berserakan di lantai sama persis dengan hanfu yang dikenakan oleh Chang Ru ketika dirinya memberikan obat air embun semalam.


"Kalian semua keluar!" teriak Bai Lu panik.


Ying Ying tersenyum samar mendengar teriakan Bai Lu. Ying Ying yakin Bai Lu sudah menyadari gadis yang telan*ang di sana adalah Chang Ru.


Tentu saja Ying Ying tidak akan membiarkan para pelayan pergi dan melewatkan pertunjukan menarik. Ying Ying ingin tahu bagaimana Bai Lu menutupi kejadian ini.


A Ling dan para pelayan mematuhi perintah Bai Lu. Mereka membalikkan badan dan berjalan menuju pintu, tetapi entah mengapa mereka saling bertabrakan satu sama lain dan terjatuh, seolah-olah kaki mereka tersangkut sesuatu di lantai.


Bersamaan dengan itu, Ying Ying mengarahkan jari telunjuk ke arah empat orang yang sedang tertidur pulas dalam keadaan telan*ang.


Dalam waktu singkat kedua pengemis bangun terlebih dahulu. Mereka tidak menyadari adanya rombongan Bai Lu di dalam ruangan musik.


"Ha ha ha! Wanitaku! Aku sangat puas semalaman. Kasihan wajah cantikmu harus dirusak. Lebih baik sekarang aku menikmati tubuhmu beberapa kali lagi hingga puas!" ujar salah satu pengemis sambil membelai wajah Chang Ru.


"Gantian! Aku juga mau!" teriak pengemis yang satunya lagi.


A Ling dan para pelayan yang sedang berusaha berdiri dari lantai, mendengar jelas perkataan kedua pengemis. Mereka semua penasaran siapa gadis yang sudah berhubungan mesra dengan kedua pria itu semalaman.


Wajah Bai Lu sudah semakin pucat mendengar perkataan kedua pengemis. Bai Lu melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri kedua pengemis.


"Hentikan!" teriak Bai Lu geram saat melihat tangan pengemis itu mulai meraba-raba tubuh Chang Ru. Bai Lu menepis tangan pengemis dengan keras.


"Kenapa ribut sekali?" Teriakan Bai Lu dari jarak dekat membuat Chang Ru terbangun.


"Ibu?!"


"Nona Chang Ru!" Tan Xiang sengaja berteriak memanggil nama Chang Ru sehingga wajah A Ling dan para pelayan lainnya menjadi pucat bersamaan. Mereka sadar bahwa mereka sudah melihat dan mengetahui rahasia besar yang bisa mengancam nyawa mereka nantinya.


"Ahhhh!!! Kenapa aku di sini? Di mana hanfu ku? Dasar pengemis jelek dan busuk! Berani sekali menyentuhku!" teriak Chang Ru sambil menendang perut pengemis di depannya sekuat tenaga sehingga pengemis itu terjungkal ke belakang dan jatuh dari meja.


Pengemis lainnya segera turun dari meja untuk memapah temannya. Saat ini rombongan Bai Lu melihat jelas Chen Chen juga tidur terlentang di atas meja dalam keadaan polos.


Walaupun kemarahan Bai Lu sudah memuncak, tetapi Bai Lu tahu hal penting pertama yang harus dilakukannya adalah mengbungkam mulut kedua pengemis.


"Tangkap mereka berdua!" perintah Bai Lu.


Kedua pengemis sadar nyawa mereka di ujung tanduk sehingga berusaha melarikan diri tanpa memedulikan dalam keadaan polos, tetapi beberapa pelayan pria menangkap mereka berdua dengan sigap.


Kedua pengemis masih meronta-ronta untuk melepaskan diri sehingga beberapa pelayan lain mencari tali untuk mengikat tangan, tubuh, dan menyumpal mulut kedua pengemis. Bahkan ada yang mengambil pedang untuk menakut-nakuti kedua pengemis agar tidak melawan.


Sementara A Ling dan beberapa pelayan wanita segera melepaskan jubah luar untuk menutupi tubuh telan*ang Chang Ru dan Chen Chen.


Bai Lu berusaha menenangkan Chang Ru yang masih berteriak histeris sambil berlinangan air mata, sedangkan Chen Chen juga menangis tersedu-sedu.


Bai Lu memeluk tubuh Chang Ru dan menepuk punggungnya berulang kali. "Tenanglah Chang Ru! Ibu pasti akan melindungimu!"

__ADS_1


Ying Ying sengaja berjalan mendekati Chang Ru dan Bai Lu. Ying Ying tahu Chang Ru masih belum menyadari dirinya juga berada di dalam ruangan musik sehingga ingin memprovokasi Chang Ru.


"Kenapa adik Chang Ru bisa berada di kamar bersama dua pria?" tanya Ying Ying dengan wajah tanpa dosa.


"Sialan! Kamu yang menjebakku! Seharusnya kamu yang berada di kamar ini!"


Chang Ru menatap penuh kebencian ke Ying Ying dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Bai Lu untuk menyerang Ying Ying.


"Ibu! Bunuh Chang Le! Dia yang menjebakku! Chang Le harus mati!"


Tentu saja Bai Lu ingin mengabulkan permintaan Chang Ru, tetapi logika Bai Lu masih bisa berpikir jernih. Sekarang bukan saat yang tepat untuk membunuh Chang Le.


Bai Lu memeluk erat Chang Ru dan berbisik di telinganya. "Chang Ru! Ibu janji pasti akan melenyapkan Chang Le! Kamu harus tenang dan menjadi putri mahkota!"


"Putri mahkota? Apakah aku masih bisa menjadi putri mahkota?"


"Tentu bisa! Percayalah! Ibu ada siasat bagus! Kamu harus tenang dan patuh! Kamu tidak pernah berada di kamar ini!"


Percakapan dengan suara kecil antara Bai Lu dan Chang Ru, terdengar jelas oleh Ying Ying melalui kekuatan sihir pendengaran jarak jauh.


"Bai Lu memang lebih licik dan pintar. Dia ingin menggunakan tumbal untuk menutupi kejadian ini!" batin Ying Ying.


"Tutup pintu!" perintah Bai Lu.


Dua pelayan yang berada di dekat pintu, segera menutup pintu kamar. Kemudian A Ling dan para pelayan berdiri berdampingan menghadap Bai Lu sambil menundukkan kepala. Bahkan ada beberapa pelayan yang tubuhnya gemetaran karena ketakutan.


"Apakah kalian melihat Nona Chang Ru?" tanya Bai Lu dengan suara tegas dan tatapan mata mengancam.


"Bagus! Jika ada yang berani menyebarkan gosip buruk, semua anggota keluarga kalian akan ikut mati!"


"Hamba mengerti!" jawab serentak A Ling dan para pelayan.


Bai Lu memerintahkan A Ling dan pelayan wanita untuk memapah dan mengantar Chang Ru pulang ke kamarnya terlebih dahulu.


Chang Ru melotot dan mendengus kasar saat berjalan melewati Ying Ying, sedangkan Ying Ying melipat kedua tangan di depan dada dan tersenyum lebar menatap Chang Ru.


Ying Ying tahu Bai Lu akan mengeksekusi kedua pengemis sehingga tidak ingin Tan Xiang berada di sana.


"Tan Xiang! Kamu tunggu aku di kamar dan jangan keluar sebelum aku pulang!"


"Baik, Nona Chang Le!" jawab Tan Xiang patuh.


Sihir ilusi di kamar Chang Le masih ada sehingga Tan Xiang bisa aman berada di sana. Ying Ying tidak mau Chang Ru menjadikan Tan Xiang sebagai tempat pelampiasan dendam saat Ying Ying tidak berada di sisi Tan Xiang.


Sementara roh Li Chang Le tetap berada di dalam ruangan musik dan berdiri di samping Ying Ying.


***


Chen Chen berhasil turun dari meja dengan susah payah. Tidak ada satu pun pelayan yang membantu memapah Chen Chen karena tidak mendapatkan perintah dari Bai Lu.

__ADS_1


"Nyonya muda! Chen Chen izin keluar dari ruangan ini," ucap Chen Chen dengan suara dan tubuh bergetar.


Chen Chen tahu masa depannya sudah hancur, tetapi dirinya lebih takut hukuman yang akan diberikan oleh Bai Lu.


"Berlutut!" perintah Bai Lu.


"Maafkan Chen Chen, Nyonya muda! Chen Chen bersalah!" ucap Chen Chen sambil berlutut di hadapan Bai Lu.


"Kesalahanmu sangat fatal! Kamu berani melakukan perbuatan tidak terpuji dengan dua pria! Kamu merusak nama baik Kediaman Jenderal Li Jin!"


Wajah Chen Chen semakin pucat setelah mendengar perkataan Bai Lu. Chen Chen termasuk salah satu pelayan yang cerdik sehingga dijadikan sebagai pelayan pribadi Chang Ru. Oleh karena itu, Chen Chen tahu dirinya akan dijadikan tumbal oleh Bai Lu.


"Chen Chen bersedia bertanggung jawab! Chen Chen harap Nyonya muda berbaik hati tidak melibatkan keluarga Chen Chen dalam masalah ini!" pinta Chen Chen.


"Buktikan ketulusan ucapanmu!" ujar Bai Lu.


Bruk!


Chen Chen membenturkan kepalanya ke dinding secara tiba-tiba. Tubuh Chen Chen tergeletak di lantai dan darah mengalir keluar dari lukanya.


Para pelayan yang masih berada di dalam ruangan musik hanya bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani maju untuk menolong Chen Chen.


"Umm…ummmm…."


"Umm…..ummmm…."


Kedua pengemis berusaha berbicara dalam keadaan mulut tersumpal kain. Wajah mereka berdua pucat seperti warna kertas karena melihat kematian tragis Chen Chen.


"Bunuh mereka berdua!" perintah Bai Lu.


Tusukan pedang menembus tubuh kedua pengemis itu secara bergantian.


Dalam waktu singkat, tiga nyawa melayang akibat rencana jahat Chang Ru yang tidak terealisasi.


Roh Li Chang Le memalingkan muka karena tidak tega melihat kematian tragis Chen Chen dan kedua pengemis, sedangkan Ying Ying juga menarik napas dalam-dalam.


Ying Ying bisa membayangkan jika saja dirinya masih belum mendapatkan kekuatan sihir dan terkena jebakan Chang Ru, maka kematian tragis Chen Chen akan menjadi jalan kematian baginya dan juga Tan Xiang.


***


Selamat malam readers. Mohon maaf jika ada adegan yang terlalu sa*is. Author sudah berusaha memperhalus kata-katanya.


Cerita ini hanya fiksi dan khayalan semata. Jadi dianggap sebagai hiburan saja ya readers 🤗


Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok. Masih ada kejutan yang dipersiapkan Ying Ying untuk Bai Lu dan Chang Ru.


TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA BAIK BERUPA VOTE, HADIAH, TIPS IKLAN, LIKE, DAN KOMENTAR POSITIF.


LOVE YOU ALL

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2