REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 90. Pembalasan dari Ying Ying


__ADS_3

***Istana Timur***


Dalam perjalanan menemui Chang Ru, Ying Ying sengaja berjalan dengan lambat. Kadang disertai pijakan kaki yang tidak seimbang.


Wajah Wei Wu Xian dan Putri Tang Yan semakin berseri-seri melihat keadaan Ying Ying. Ying Ying semakin yakin ada jebakan besar yang sedang menantinya di dalam kamar Chang Ru.


Istana Timur sangat besar dan luas dibandingkan Kediaman Wei Bu Yi sehingga sekitar sepuluh menit kemudian, mereka bertiga baru tiba di depan kamar Chang Ru.


Wei Wu Xian membuka pintu kamar, lalu melangkah masuk ke dalam dengan santai. Ying Ying dan Putri Tang Yan mengikutinya dari belakang.


A Ling, A Mei, dan satu lagi dayang istana memberi hormat dan menyapa mereka bertiga.


"Putra mahkota!"


"Bu Yi Wang Fei!"


"Nyonya muda Tang Yan!"


Senyum lebar di wajah Putri Tang Yan menghilang seketika saat mendengar panggilan untuknya. Panggilan itu membuat Putri Tang Yan terpaksa harus mengingat jelas kenyataan pahit bahwa saat ini statusnya adalah selir dari Panglima Wen Zuo.


Putri Tang Yan spontan memberikan tatapan penuh kebencian ke Ying Ying.


"Seharusnya kamu yang menjadi selir tua bangka itu! Wei Bu Yi milikku!" batin Putri Tang Yan.


Tatapan kebencian dari Putri Tang Yan tidak diketahui oleh Wei Wu Xian dikarenakan cahaya penerangan di dalam kamar sangat minim.


Walaupun begitu, Ying Ying bisa melihat tatapan kebencian dan kemarahan Putri Tang Yan dengan jelas, tetapi Ying Ying pura-pura tidak menyadarinya.


Perhatian dan fokus utama Ying Ying sekarang adalah suasana di dalam kamar Chang Ru yang terkesan remang-remang menandakan ada sesuatu yang ingin disembunyikan dari pandangan Ying Ying.


Selain itu dayang istana satunya lagi yang juga berada di dalam kamar adalah dayang pribadi Ratu Wen. Ying Ying mengingat jelas pernah melihat dayang itu di istana Ratu Wen.


"Bagaimana keadaan putri mahkota?" tanya Wei Wu Xian.


"Putri mahkota sedang beristirahat di tempat tidur," jawab A Ling.


Senyum samar menghias di sudut bibir Ying Ying. Jawaban A Ling membuat Ying Ying mendapatkan satu rencana bagus untuk membuktikan kecurigaan di dalam hatinya.


"Kalau begitu aku tidak mau mengganggu waktu istirahat putri mahkota. Lagipula sudah malam dan waktunya pulang. Aku akan mengunjungi putri mahkota besok pagi."


Perkataan Ying Ying membuat ekspresi wajah Wei Wu Xian dan Putri Tang Yan menjadi tegang. Jika Ying Ying pulang sekarang, maka semua rencana sempurna mereka akan hancur berantakan.


"Chang Ru tidak mungkin merasa terganggu dengan kedatanganmu."


"Benar kata putra mahkota! Kamu harus memberi dukungan ke putri mahkota agar penyakit putri mahkota bisa cepat sembuh," ucap Putri Tang Yan.


"Chang Le! Sebelum pulang kamu bisa mengobrol sebentar dengan Chang Ru. Saat ini Chang Ru sangat lemah dan tidak bisa turun dari tempat tidur," kata Wei Wu Xian.


"Baiklah!"


Ying Ying berjalan mendekati tempat tidur. Sepasang mata tajamnya mengamati setiap sudut ruangan dengan cepat.


A Ling dan A Mei tidak mengikuti Ying Ying ke arah tempat tidur. Sebagai pelayan pribadi Chang Ru, seharusnya mereka berdua membantu memapah Chang Ru duduk agar bisa berbincang dengan Ying Ying, tetapi mereka berdua membiarkan Ying Ying berjalan sendirian menghampiri Chang Ru.


"Sejak aku masuk ke dalam kamar ini, mereka bertiga menjaga jarak dengan tempat tidur. Pasti ada sesuatu di sana," batin Ying Ying.


Ying Ying mengeluarkan satu patung tanah liat yang sudah dililit dengan rambutnya, lalu menggunakan sihir penghilang wujud.


Bersamaan dengan itu patung tanah liat sudah berubah wujud menjadi Ying Ying, sedangkan Ying Ying asli dalam bentuk transparan dikarenakan sihir penghilang wujud sehingga tidak ada satu orang pun yang menyadarinya.


Ying Ying palsu dari tanah liat semakin mendekati tempat tidur. Ying Ying asli mengikuti dari belakang dan menjaga jarak dengan tempat tidur.


Ying Ying terkejut melihat keadaan Chang Ru yang menyedihkan dan berantakan. Wajah Chang Ru sangat pucat disertai sepasang mata yang sembab. Tubuhnya kurus kering dan gemetaran menahan rasa sakit.


Kepintaran Ying Ying membuatnya langsung mengetahui pasti bahwa penampilan Chang Ru sekarang karena ulah Ratu Wen.

__ADS_1


Ratu Wen ingin mendapatkan rasa iba Ying Ying terhadap Chang Ru agar Ying Ying bersedia mendengarkan perintah dari Ratu Wen.


Oleh karena itu, Chang Ru tidak diperbolehkan makan pil pereda nyeri dari Tabib Huo sebelum berhasil mendapatkan belas kasihan dari Ying Ying.


Sementara Wei Wu Xian dan Putri Tang Yan berjalan menuju meja yang berada di dekat tempat tidur. Mereka berdua duduk di depan meja sambil sesekali mengawasi keadaan Chang Ru dan Ying Ying.


***


Ying Ying menggerakkan bibirnya agar Ying Ying patung tanah liat bisa berbicara sesuai dengan keinginan hatinya.


"Putri mahkota!"


"Kak Chang Le! Duduklah di sampingku!" pinta Chang Ru dengan suara lemah dan bergetar.


"Baiklah!"


Ying Ying asli tersenyum kecil mendengar permintaan Chang Ru. Dugaan Ying Ying sebelumnya bahwa ada sesuatu di tempat tidur sangat tepat dan benar.


Walaupun suasana kamar Chang Ru remang-remang, tetapi mata jeli Ying Ying melihat bubuk putih halus bertebaran di atas tempat tidur.


Jika Ying Ying tidak menggunakan patung tanah liat sebagai pengganti, maka bisa dipastikan bubuk putih halus itu akan menyerap di pakaian Ying Ying, lalu menuju kulit tubuhnya.


"Bubuk putih itu pasti racun pemikat. Putri Tang Yan ingin menggunakan jebakan yang sama terhadap Bu Yi, tetapi kali ini atas permintaan Wei Wu Xian!" batin Ying Ying.


Wei Wu Xian lah yang mengajak Ying Ying untuk menjenguk Chang Ru di kamar dan Putri Tang Yan mengajukan diri untuk ikut. Mereka berdua pasti terlibat dalam jebakan ini dan tentunya dalang utama adalah Ratu Wen.


Sementara di atas tempat tidur, Chang Ru mulai bersandiwara untuk mendapatkan belas kasihan dari Ying Ying.


"Kak Chang Le! Aku sangat kesakitan! Tolong aku, Kak Chang Le!"


"Bukankah ada Tabib Huo yang mengobatimu?"


"Tabib Huo tidak bisa mengobatiku, tetapi Ratu Wen tahu satu jenis obat langka yang bisa menyembuhkan penyakitku!"


Ying Ying asli melirik sekilas ke pergelangan tangan Chang Ru. Kedua gelang emas phoenix masih dipakai oleh Chang Ru saat ini.


Ying Ying menggerakkan bibirnya agar Ying Ying palsu mengikuti perkataannya.


"Aku akan menemui Ratu Wen sekarang untuk menanyakan tentang obat langka itu."


"Ratu Wen akan menginap di Istana Timur malam ini. Kak Chang Le bisa menginap dan menemui Ratu Wen besok pagi. Saat ini masih banyak tamu undangan di luar sana."


"Baiklah!"


Wei Wu Xian tersenyum lebar mendengar jawaban Ying Ying palsu sehingga memerintahkan A Ling untuk mengantar Ying Ying palsu ke kamar tamu.


Ying Ying asli sengaja membiarkan Ying Ying palsu mengikuti A Ling keluar dari kamar, sedangkan dirinya sendiri masih berada di kamar Chang Ru karena Wei Wu Xian dan Putri Tang Yan masih di sana.


"Berikan pil pereda nyeri! Cepat!" ujar Chang Ru sambil mengulurkan tangannya ke dayang istana Ratu Wen.


Dayang istana itu melemparkan botol pil, lalu berpamitan dengan Wei Wu Xian untuk melaporkan semuanya ke Ratu Wen. Chang Ru segera mengunyah empat butir pil pereda nyeri.


Tempat tidur Chang Ru penuh dengan racun pemikat sehingga tidak ada yang berani mendekatinya, sedangkan Chang Ru sendiri sudah diberi obat penawar racun pemikat oleh Putri Tang Yan terlebih dahulu.


Bubuk racun pemikat itu akan hilang khasiatnya besok pagi sehingga tempat tidur Chang Ru tidak berbahaya lagi.


Sepuluh menit kemudian, Putri Chang Ru memberikan satu botol kecil ke Wei Wu Xian. Wei Wu Xian segera berlari kecil keluar dari kamar Chang Ru. Ying Ying mengikuti Wei Wu Xian.


Chang Ru yang masih berbaring lemas di atas tempat tidur mengepalkan erat kedua tangannya melihat Wei Wu Xian terburu-buru keluar.


Chang Ru tahu pasti tempat yang dituju oleh Wei Wu Xian yaitu kamar tamu tempat Ying Ying menginap.


"Li Chang Le! Kamu memang wanita ja*ang yang selalu merusak kebahagiaanku! Aku akan membunuhmu!"


Teriakan Chang Ru cukup keras karena efek obat pereda nyeri sudah mulai bekerja. A Ling dan A Mei hanya menundukkan kepala, berpura-pura tidak mendengar perkataan Chang Ru.

__ADS_1


Putri Tang Yan berdiri dari tempat duduknya dan memberikan tatapan penuh penghinaan ke Chang Ru.


"Kamu sangat menyedihkan!"


Putri Tang Yan keluar dari kamar Chang Ru menuju kamar tamu yang dipersiapkan untuknya. Ekspresi wajahnya tetap tenang saat melihat dua pria berpakaian kasim Kerajaan Wei menunggunya di sana.


Kedua pria itu berlutut dengan satu kaki dan memberi hormat ke Putri Tang Yan.


"Dua puluh menit lagi, kalian bisa beraksi!"


"Baik, Putri Tang Yan!"


Putri Tang Yan duduk santai dan menikmati teh sambil menunggu waktu yang ditentukan olehnya.


Kedua pria itu merupakan prajurit kepercayaan Pangeran Tang Jin. Tugas utama mereka adalah menculik Li Chang Le alias Ying Ying.


Selama menetap di Kerajaan Wei, Putri Tang Yan dan Pangeran Tang Jin mencari kelemahan Wei Bu Yi. Hasil yang didapatkan adalah Ying Ying.


Jika Ying Ying diculik dan ditawan di Kerajaan Tang Selatan, maka mereka bisa mengendalikan Wei Bu Yi beserta seluruh pasukannya.


Oleh karena itu, Putri Tang Yan sengaja mendukung rencana Ratu Wen dan Wei Wu Xian. Bahkan Putri Tang Yan rela memberikan racun pemikat dan racun cinta yang sangat langka agar bisa menjalankan rencananya.


Saat Wei Wu Xian menggunakan racun cinta, maka siapa pun wanita yang berhubungan mesra dengannya akan terlihat seperti wanita yang diinginkannya.


Putri Tang Yan sengaja membiarkan Wei Wu Xian berhubungan mesra selama dua puluh menit, lalu menggantikan Ying Ying dengan pelayan dari Istana Timur. Pada saat itu Ying Ying diculik dan dibawa pergi dengan mudah.


"Sekarang saatnya!" ucap Putri Tang Yan.


Putri Tang Yan membawa kedua kasim palsu itu menuju kamar tamu yang dipersiapkan untuk Ying Ying.


Tidak ada satu pun pengawal yang berjaga di depan kamar karena sudah diperintahkan pergi oleh Wei Wu Xian.


Putri Tang Yan tersenyum lebar mendengar suara dari dalam kamar. Suara itu sangat familiar bagi Putri Tang Yan karena dirinya sudah berpengalaman mengeluarkan suara yang sama.


"Terima balas dendam dariku, Wei Bu Yi! Wang Fei yang kamu cintai sudah menjadi mainan Wei Wu Xian!" batin Putri Tang Yan.


Putri Tang Yan memberikan isyarat tangan kepada kedua kasim palsu. Mereka maju ke depan dan membuka pintu kamar dengan mudah, lalu menutupnya rapat.


Dalam waktu singkat Putri Tang Yan dan kedua kasim palsu sudah berada di dalam kamar.


"Cepat culik Li Chang Le!" ucap Putri Tang Yan dengan suara kecil, tetapi terdengar jelas oleh kedua kasim palsu.


Tiba-tiba serbuk kuning bertebaran di udara dan mengenai mereka bertiga sehingga terjatuh tidak sadarkan diri di lantai.


Ying Ying menghampiri Putri Tang Yan sambil melipat kedua tangan di depan dada. Ying Ying akui kecantikan Putri Tang Yan diatas rata-rata. Selain itu kulit tubuh yang putih dan mulus membuat banyak pria tidak bisa menolak godaan Putri Tang Yan, kecuali Wei Bu Yi.


"Putri Tang Yan! Kamu hanyalah siluman rubah palsu dan tidak mungkin bisa menang dariku!"


Ying Ying menoleh ke arah Wei Wu Xian. Saat ini seluruh tubuh Wei Wu Xian terikat sehingga tidak bisa bergerak. Suara yang didengar oleh Putri Tang Yan tadi merupakan hasil dari sihir ilusi.


Ying Ying memeriksa tubuh Putri Tang Yan dan mendapatkan satu botol kecil berisi racun pemikat, sedangkan botol racun cinta juga sudah diambil oleh Ying Ying dari tangan Wei Wu Xian tadi.


Ying Ying tersenyum nakal sambil menatap kedua botol racun di tangannya.


"Ratu Wen! Aku akan memberimu kejutan besar! Wei Wu Xian, Putri Tang Yan! Kalian berdua akan mengingat malam ini seumur hidup!" ucap Ying Ying dengan yakin.


***


Selamat malam readers tercinta. Bab ini up pukul 22.15 wita dan sudah panjang (2000 kata).


Jangan lupa kelanjutannya besok ya 🤗. Apakah Ratu Wen akan stroke? 😅


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2