
Dua titik cahaya putih sudah menghilang dari pandangan Wei Bu Yi beberapa waktu yang lalu, tetapi air mata Ying Ying masih mengalir deras tanpa henti.
Wei Bu Yi terdiam dan membiarkan Ying Ying melepaskan semua kesedihan di dalam hati.
Wei Bu Yi tahu Ying Ying sudah menganggap Li Chang Le sebagai kakak kandung dan juga satu-satu keluarga Ying Ying di dunia manusia ini, selain Wei Bu Yi.
Kasih sayang Li Chang Le yang tanpa pamrih terhadap Ying Ying membuat Ying Ying menjalani hari-hari yang bahagia selama dua tahun dalam wujud rubah putih kecil.
Apa yang dirasakan oleh Ying Ying sekarang pernah dirasakan oleh Wei Bu Yi tujuh tahun yang lalu yaitu pada saat mendiang Ratu Xu meninggal.
Wei Bu Yi yakin Ying Ying bisa menerima kepergian roh Li Chang Le dengan baik. Lagipula roh Li Chang Le pergi bersama roh Feng Xi, pria yang dicintainya selama ini.
"Bu Yi! Kak Chang Le dan Kak Feng Xi sudah pergi! Mereka akan bersama selamanya dan tidak terpisahkan lagi,"
"Iya! Sama seperti Li Chang Le dan Feng Xi, kita berdua tidak akan terpisahkan selamanya!" ucap Wei Bu Yi dengan yakin.
Ying Ying menganggukkan kepala. Mereka berdua saling berpelukan dengan erat. Hubungan antara Li Chang Le dan Feng Xi menjadi pelajaran berharga bagi Ying Ying dan Wei Bu Yi.
Mereka berdua tidak mau terpisahkan lagi. Jika memungkinkan, setiap detik dan waktu yang berlalu, akan dilalui oleh Ying Ying dan Wei Bu Yi secara bersama.
Ying Ying melepaskan pelukan dan menoleh ke belakang. Terlihat Pangeran Tang Jin terkapar di atas tanah, sedangkan semua pasukannya sudah mati.
"Aku hanya melumpuhkan semua ilmu bela diri yang dimiliki olehnya! Ayahanda yang akan memutuskan hukuman untuknya, tetapi kamu bisa melukainya sesuka hati."
Walaupun Pangeran Tang Jin sudah kehilangan satu tangan, tetapi kejahatannya menculik Ying Ying dan membunuh Feng Xi tidak bisa dimaafkan.
Wei Bu Yi tidak akan melarang Ying Ying melepaskan kebencian di dalam hati terhadap Pangeran Tang Jin.
Tentu saja Ying Ying mengerti maksud perkataan Wei Bu Yi. Pangeran Tang Jin merupakan perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan sehingga hanya Kaisar Wei yang mempunyai hak untuk menghukum Pangeran Tang Jin atas semua kejahatan yang dilakukan olehnya.
"Dia membuat Kak Feng Xi menjadi buta. Aku ingin dia merasakan racun miliknya sendiri."
Mereka berdua berjalan menghampiri Pangeran Tang Jin. Wei Bu Yi membungkukkan badan dan mengambil racun buta dari kantong pakaian Pangeran Tang Jin, lalu memberikannya ke Ying Ying.
Ying Ying menaburkan semua isi racun itu di kedua mata Pangeran Tang Jin. Kemudian membuang botol kosong di atas tanah.
"Bu Yi! Bagaimana kamu bisa muncul di sini?"
"Karena Feng Xi!" jawab Wei Bu Yi jujur.
Wei Bu Yi pun menceritakan semua yang terjadi di Kota Chang An ke Ying Ying.
Di pertarungan ketiga dengan Pasukan Kerajaan Tang Selatan, Feng Xi terluka sehingga Jenderal Li Jin meminta Feng Xi untuk beristirahat di tenda dan tidak ikut dalam peperangan.
Salah satu prajurit rahasia Wei Bu Yi melihat Feng Xi meninggalkan tenda secara diam-diam sehingga melaporkan hal tersebut ke Wei Bu Yi.
Wei Bu Yi tahu Feng Xi berpurq-pura terluka. Walaupun Wei Bu Yi penasaran dengan kepergian Feng Xi, tetapi Wei Bu Yi yakin Feng Xi pasti memiliki alasan kuat untuk pergi sehingga membiarkannya.
Pada saat Kasim Da Duo melaporkan surat merpati dari Tan Xiang mengenai kepergian Ying Ying ke Istana Timur, Wei Bu Yi berfirasat kepergian Feng Xi berhubungan dengan Ying Ying sehingga Wei Bu Yi pun meninggalkan Kota Chang An.
__ADS_1
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menggantikan Wei Bu Yi memimpin pasukan rahasia dan pasukan Kerajaan Wei melawan pasukan Kerajaan Tang Selatan di Kota Chang An.
Ying Ying pun menceritakan identitas asli Feng Xi sebagai putra dari Kaisar Tang dengan Selir Xi Lan. Selain itu jebakan Ratu Wen dan Putri Tang Yan di Istana timur serta pembalasan yang dilakukan oleh Ying Ying, semuanya juga diceritakan ke Wei Bu Yi.
"Ying Ying! Sekarang kita pergi menemui Jenderal Liu Bei dan memintanya mengusut Paviliun Persik."
"Baiklah!"
Paviliun Persik merupakan tempat tinggal Pangeran Tang Jin selama di Kerajaan Wei Utara. Wei Bu Yi khawatir masih ada sisa pasukan Kerajaan Tang Selatan yang bersembunyi di sana.
***
Jenderal Liu Bei terkejut dengan kedatangan Wei Bu Yi dan Ying Ying. Terlebih saat mendengar tentang penculikan yang dilakukan oleh Pangeran Tang Jin dan juga kematian Feng Xi membuat Jenderal Li Jin membawa pasukannya untuk menggeledah Paviliun Persik dengan cepat, sedangkan Pangeran Tang Jin dimasukkan ke dalam penjara ibukota.
Wei Bu Yi dan Ying Ying ikut serta dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Jenderal Liu Bei.
Ternyata Pangeran Tang Jin dan lima puluh pasukannya melarikan diri dari Paviliun Persik melalui ruangan bawah tanah yang digali oleh para pasukan tersebut.
Jenderal Li Jin, Wei Bu Yi, dan Ying Ying membawa semua bukti kejahatan Pangeran Tang Jin ke istana untuk menemui Kaisar Wei.
Kaisar Wei sangat murka saat mengetahui semua kebenaran. Kaisar Wei tahu aliansi kerjasama yang diajukan oleh Kerajaan Tang Selatan hanyalah kebohongan agar Pangeran Tang Jin bisa menetap di Kerajaan Wei Utara dan mencari tahu kelemahan Wei Bu Yi.
Jika saja Li Chang Le alias Ying Ying berhasil diculik ke Kerajaan Selatan, maka bisa dipastikan Jenderal Li Jin dan Wei Bu Yi tidak bisa menolak permintaan dari Kaisar Tang nantinya.
Kaisar Wei bersyukur bahwa Wei Bu Yi berhasil menyelamatkan Ying Ying, tetapi sangat disayangkan Feng Xi mati terbunuh.
"Baik, Kaisar Wei!"
***Istana Timur***
Ratu Wen tercengang dan tidak bisa mengucapkan satu kata pun saat mendengar hasil pemeriksaan Tabib Huo.
Racun cinta yang berlebihan di tubuh Wei Wu Xian membuat Wei Wu Xian mengalami gejala impot*n dan besar kemungkinan tidak bisa memberikan keturunan.
"Tabib Huo! Jika rahasia besar ini tersebar, kamu dan seluruh keluargamu akan mati!" ancam Ratu Wen.
"Hamba mengerti, Ratu Wen!" jawab Tabib Huo dengan tubuh gemetaran.
"Apakah kamu bisa melakukan teknik pengobatan langka seperti Tabib Chen ke Wei Bu Yi?"
Ratu Wen masih mengingat jelas Tabib Huo pernah mengatakan bahwa dirinya membaca resep pengobatan langka yang ditemukan oleh Tabib Chen.
Oleh karena itu, Ratu Wen mengancam Tabib Huo terlebih dahulu agar penyakit Wei Wu Xian tidak tersebar disaat penyakit Wei Bu Yi sedang menuju ke arah sembuh total.
Ratu Wen takut dan khawatir posisi putra mahkota Wei Wu Xian akan berpindah ke tangan Wei Bu Yi lagi.
Selama pengobatan teknik langka itu berkhasiat, maka penyakit impo*en Wei Wu Xian bisa disembuhkan dengan mudah.
"Hamba….teknik akupuntur hamba di bawah Tabib Chen. Hamba harus berlatih teknik akupuntur selama dua bulan agar pengobatan terhadap putra mahkota berjalan lancar."
__ADS_1
"Dua bulan? Jika aku meminta bantuan Tabib Chen, maka penyakit Wu Xian akan ketahuan oleh Kaisar Wei. Lebih baik aku menunggu Tabib Huo untuk mengobati Wu Xian," batin Ratu Wen.
"Tabib Huo, aku memberimu waktu dua bulan. Aku harap kamu tidak akan mengecewakanku!"
"Terima kasih Ratu Wen! Hamba akan berusaha semaksimal mungkin!" jawab Tabib Huo.
"Pergilah dan rawat Wu Xian dengan baik!"
Ketika Tabib Huo pergi, dirinya berpapasan dengan Kasim Ma sehingga Kasim Ma memanggilnya.
"Tabib Huo! Bagaimana keadaan putra mahkota?"
Pertanyaan Kasim Ma membuat raut wajah Tabib Huo menjadi tegang.
"Ke… kesehatan putra mahkota akan semakin membaik setelah minum obat racikanku. Aku harus merawat putra mahkota sekarang," jawab Tabib Huo sambil berlari kecil meninggalkan Kasim Ma.
Kasim Ma menatap punggung Tabib Huo yang mulai menghilang dari pandangannya dalam waktu yang lama.
"Tabib Huo menyembunyikan sesuatu!" batin Kasim Ma.
Kasim Ma yakin Ratu Wen akan memberitahukan dirinya mengenai apa yang sedang disembunyikan oleh Tabib Huo.
Kasim Ma bergegas masuk ke dalam ruangan untuk menemui Ratu Wen.
"Ratu Wen!" sapa Kasim Ma sambil memberi hormat.
"Bagaimana hasilnya?"
Kasim Ma diutus oleh Ratu Wen untuk menginterogasi kedua pria yang menyamar sebagai kasim.
"Mereka berdua orang kepercayaan dari Pangeran Tang Jin. Tujuan semula mereka adalah menculik Li Chang Le agar Jenderal Li Jin dan Pangeran Wei Bu Yi bisa dikendalikan oleh Kaisar Tang!" lapor Kasim Ma.
"Kurang ajar! Putri Tang Yan berani memperdayaiku! Bunuh kedua pria itu sekarang juga!"
Saat ini Ratu Wen baru menyadari dirinya telah masuk ke dalam jebakan yang dibuat oleh Putri Tang Yan. Racun cinta dari Putri Tang Yan juga lah yang membuat Wei Wu Xian menjadi impo*en.
Selain itu aib Wei Wu Xian bersama Putri Tang Yan dan kedua pria itu membuat Ratu Wen merasa jijik. Kebencian Ratu Wen terhadap Putri Tang Yan semakin dalam.
"Tang Yan! Aku akan memberi hukuman yang berat untukmu!" batin Ratu Wen.
***
Selamat malam readers. Bab ini 1500 kata. Semoga lancar dan ga ketahan seperti semalam 😪
TERIMA KASIH PENGERTIANNYA
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1