REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 110. Tawanan


__ADS_3

***Aula Istana***


Ratu Wen berdiri dari lantai dan menatap Kaisar Wei. Ekspresi amarah bercampur kesedihan di wajah Kaisar Wei membuat Ratu Wen tersenyum getir.


"Kaisar Wei pasti akan memberi hukuman mati karena aku telah membunuh mendiang Ratu Xu, tetapi hari ini aku tidak mungkin mati. Aku akan menjadi ibu suri Kerajaan Wei," batin Ratu Wen.


Kegagalan meracuni Kaisar Wei tidak membuat Ratu Wen putus asa. Ratu Wen berdiri tanpa ekspresi, menunggu Kaisar Wei selesai membaca semua surat rahasia tersebut.


Ratu Wen tidak mau merendahkan dirinya lagi, dengan memohon ampunan dari Kaisar Wei.


Suasana di dalam aula istana menjadi hening dan sunyi seketika. Semua orang yang berada di sana menatap ke arah Kaisar Wei.


Mereka semua percaya dengan bukti kuat mengenai adanya hubungan Ratu Wen dengan Kerajaan Wu Barat. Bahkan kematian mendiang Ratu Xu tujuh tahun yang lalu juga dikarenakan racun dari Ratu Wen.


Mereka semua penasaran dengan apa keputusan Kaisar Wei terhadap kejahatan Ratu Wen.


Wajah Wei Wu Xian pucat pasi. Wei Wu Xian tidak menyangka Ratu Wen benar-benar ingin meracuni Kaisar Wei tadi, sedangkan Yang Zi berjalan menghampiri Perdana menteri Yang Kun.


Yang Zi memegang ujung lengan pakaian Yang Kun dan memanggilnya dengan suara kecil. "Ayah!"


"Tenang, Yang Zi!" ucap Yang Kun sambil menepuk punggung tangan Yang Zi.


"Iya, ayah!" jawab Yang Zi patuh.


Sama seperti Wei Wu Xian, Yang Zi pun tidak mengetahui rencana kudeta yang akan dilakukan oleh Ratu Wen serta keterlibatan ayah dan kakak kandungnya dalam rencana tersebut.


Yang Kun memberi isyarat mata ke Yang Jian sehingga Yang Jian keluar dari aula istana secara diam-diam. Ying Ying dan Wei Bu Yi menyadari kepergian Yang Jian, tetapi mereka berdua membiarkannya.


***


Kaisar Wei melemparkan semua surat rahasia itu ke Ratu Wen. "Kamu membunuh Ratu Xu?" tanya Kaisar Wei.


Kaisar Wei ingin mendengarkan pengakuan Ratu Wen atas kejahatan yang sudah dilakukan oleh Ratu Wen.


"Iya! Aku yang membunuh Ratu Xu!"


PLAK!

__ADS_1


Kaisar Wei menampar wajah Ratu Wen. Tamparan itu cukup keras sehingga membuat wajah Ratu Wen membengkak dan juga sudut bibirnya mengalir dar*h segar.


Semula Kaisar Wei mengira Ratu Wen ingin meracuninya dikarenakan keputusannya melengserkan Wei Wu Xian dari posisi putra mahkota.


Kaisar Wei tidak menyangka kematian Ratu Xu merupakan pembunuhan berencana dari Ratu Wen tujuh tahun yang lalu.


"Pengawal! Kurung Ratu Wen di penjara ibukota!" perintah Kaisar Wei.


Dua prajurit berjalan menghampiri Ratu Wen dengan maksud menggiring Ratu Wen ke penjara ibukota dari dua sisi yang berlainan.


"Jangan sentuh aku dengan tangan hina kalian berdua! Aku bisa jalan sendiri!" ujar Ratu Wen.


Ratu Wen berjalan dengan tenang melewati karpet merah panjang yang terpasang di tengah aula istana, sedangkan Wei Wu Xian mengikuti Ratu Wen dari belakang.


Wei Wu Xian tahu posisi putra mahkota nya tidak bisa dipertahankan lagi sehingga berniat membujuk Ratu Wen untuk memohon pengampunan dari Kaisar Wei agar tidak membunuh dirinya dan Ratu Wen.


Ketika Ratu Wen berjalan melewati Yang Kun, satu anggukkan kepala dari Yang Kun membuat senyum samar menghias di sudut bibir Ratu Wen.


Ratu Wen menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba, lalu menoleh ke belakang dan menatap Kaisar Wei.


"Kamu tidak memiliki hak untuk menolaknya!" ujar Kaisar Wei dengan suara tegas.


Delapan dayang istana berlari masuk ke dalam aula istana. Ekspresi wajah mereka sangat ketakutan dan menoleh ke belakang terus menerus. Sekitar puluhan pria memegang pedang panjang menyusul mereka masuk ke dalam aula istana.


Wei Bu Yi dan Ying Ying segera melindungi Kaisar Wei. Kaisar Wei berdiri dibelakang mereka berdua.


Xu Feng, Kasim Xiao Duo, dan beberapa prajurit yang berjaga di dalam aula istana bersamaan menghunuskan pedang mereka dan diarahkan ke para penyusup. Sementara Jenderal Li Jin, Li Ming, Jenderal Liu Bei juga bersiap siaga untuk turut terjun ke dalam pertarungan untuk melindungi nyawa Kaisar Wei.


Xu Feng mencekal lengan salah satu dayang istana yang baru masuk tadi. "Apa yang terjadi?" tanya Xu Feng dengan suara keras.


"Mereka menangkap Putri ke-7!"


"Pangeran ke-10 juga ditangkap!" ucap dayang istana yang lain.


"Putri ke-12 juga ditangkap!"


"Tolong selamatkan Pangeran ke-8!"

__ADS_1


Semua orang yang berada di aula istana terkejut mendengar perkataan para dayang istana, termasuk Selir Ming Lan. Putri ke-7 merupakan putri Kaisar Wei dengan Selir Ming Lan.


"Ling Er ada di mana sekarang?" tanya Selir Ming Lan panik.


"Di ruang musik," jawab dayang istana.


Ruang musik berada tidak jauh dari aula istana. Ratu Wen yang mengusulkan ke Selir Ming Lan agar ruang musik dijadikan sebagai tempat berkumpul bagi orang-orang yang akan melakukan pertunjukan nantinya.


Oleh karena itu, putri dan pangeran Kaisar Wei yang masih kecil ditemani oleh dayang istana di ruang musik karena belum tiba saatnya bagi mereka untuk mempertunjukkan keahlian masing-masing di hari besar perayaan ulang tahun Kaisar Wei.


"Ratu Wen! Mengapa kamu menangkap Ling Er, putri, dan pangeran? Mereka masih kecil dan tidak berdosa," ucap Selir Ming Lan dengan mata berkaca-kaca.


"Tenang saja! Mereka semua akan berumur panjang jika Kaisar Wei mengabulkan keinginanku!" kata Ratu Wen.


"Ratu Wen! Cepat lepaskan mereka semua! Kamu tidak mungkin bisa melarikan diri dari Kerajaan Wei!" ujar Kaisar Wei.


"Melarikan diri? Untuk apa aku melarikan diri? Aku akan menjadi Ibu Suri dan membimbing Wu Xian menjadi Kaisar yang bijaksana dan paling hebat!"


Yang Jian menerobos masuk ke dalam aula istana bersama puluhan prajurit. Pedang ditangan mereka berlumuran dar*h.


"Ratu Wen! Semua prajurit yang berpatroli di luar sudah berhasil aku kalahkan!" lapor Yang Jian.


"Bagus sekali!" puji Ratu Wen sambil tersenyum lebar.


Yang Kun dan beberapa pejabat istana yang mendukung Ratu Wen segera berkumpul di belakang Ratu Wen. Yang Zi pun mengikuti apa yang dilakukan oleh ayahnya, sedangkan Wei Wu Xian hanya terdiam seribu bahasa.


***


Selamat malam readers. Hari ini up 2 bab ya. Satu bab lagi otw, masih ketik 🙏


Ditunggu


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2