
***Istana Kerajaan Wei***
Pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh Kaisar Wei diketahui oleh Ratu Wen dengan cepat dari laporan mata-mata kepercayaannya yang ditempatkan di sekitar Kaisar Wei.
Tujuan utama Ratu Wen adalah untuk mengetahui siapa saja yang bertemu dengan Kaisar Wei, baik itu pejabat istana, pangeran-pangeran ataupun selir Kaisar Wei.
Isi pengumuman resmi itu membuat Ratu Wen gusar. Reputasi nama Li chang Le yang dipulihkan membuat Pangeran Wei Bu Yi terbebas dari jebakan yang dipersiapkan Ratu Wen.
Ratu Wen tahu pengumuman resmi itu dibuat setelah Pangeran Wei Bu Yi bertemu dengan Kaisar Wei secara pribadi sehingga Ratu Wen ingin mencari tahu apa saja yang dibicarakan oleh Kaisar Wei dengan Pangeran Wei Bu Yi.
Kaisar Wei terkejut melihat kedatangan Ratu Wen. Ini kedua kalinya Ratu Wen tiba-tiba datang di hari yang sama.
"Ada apa Ratu Wen? Bukankah dekrit Kaisar sudah dikeluarkan sesuai keinginanmu?" tanya Kaisar Wei.
Kaisar Wei menegur Ratu Wen secara terus terang agar Ratu Wen bisa menjaga sikap dan tidak ikut campur dalam urusan kerajaan.
Ratu Wen menyadari kesalahannya dan segera menemukan alasan yang tepat untuk kedatangannya menemui Kaisar Wei.
"Maaf Kaisar Wei! Hari ini Bu Yi tidak datang ke istanaku untuk memberi salam. Aku khawatir Bu Yi marah karena ideku menjadikan Li Chang Le permaisurinya sehingga ingin mengetahui apa reaksi Bu Yi saat menerima dekrit kaisar," jawab Ratu Wen panjang lebar.
Kasim Cao yang mengirimkan dekrit Kaisar untuk Pangeran Wei Bu Yi terlebih dahulu sebelum pergi ke Kediaman Jenderal Li Jin.
Kaisar Wei percaya alasan yang diberikan oleh Ratu Wen. "Jangan khawatir. Bu Yi tidak menyalahkanmu. Kemungkinan besar Bu Yi memiliki pekerjaan yang lain sehingga tidak mampir ke istanamu untuk memberi salam," ujar Kaisar Wei.
"Baguslah! Bu Yi bersedia menerima Li Chang Le sebagai permaisuri?" tanya Ratu Wen.
"Tentu saja! Bu Yi memerintahkan Dayang Fu untuk memeriksa tubuh Li Chang Le. Sekarang reputasi Li Chang Le sudah bersih seperti semula dan tidak akan ada lagi orang yang berani menyebarkan gosip buruk," jawab Kaisar Wei.
"Bu Yi sangat perhatian terhadap calon permaisurinya," ucap Ratu Wen.
"Benar sekali! Ide Bu Yi sangat bagus. Aku sangat senang kedua putraku akan menikah bersamaan dengan kedua putri Jenderal Li Jin," ujar Kaisar Wei.
__ADS_1
"Merupakan berkah besar bagi Jenderal Li Jin atas kemurahan hati Kaisar menjadikan Li Chang Ru sebagai putri mahkota dan Li Chang Le sebagai permaisuri Pangeran Wei Bu Yi," kata Ratu Wen.
"Aku ingin bertemu dengan kedua calon menantu dalam waktu dekat," ucap Kaisar Wei.
"Bagaimana kalau diadakan jamuan makan malam di istana besok malam? Kaisar bisa mengundang anggota keluarga Jenderal Li Jin serta semua pejabat istana dan keluarga mereka datang," usul Ratu Wen.
"Baiklah. Ratu Wen bertanggung jawab untuk mengurus undangan dan jamuan makan malam," jawab Kaisar Wei.
"Terima kasih Kaisar Wei," ucap Ratu Wen.
Beberapa saat kemudian, Ratu Wen pamit dan pulang ke istananya. Wajah muram Ratu Wen menandakan suasana hati yang buruk sehingga para dayang di istana Ratu Wen bekerja dengan hati-hati.
"Sialan!" teriak Ratu Wen sambil melempar cangkir teh ke lantai untuk melepaskan rasa kekesalannya.
Para dayang istana membersihkan pecahan cangkir dengan cepat. Kasim Ma, kasim kepercayaan Ratu Wen memberi isyarat tangan ke para dayang untuk meninggalkan ruangan.
"Hamba akan memijat Ratu Wen!" ucap Kasim Ma.
Ratu Wen menganggukkan kepala pertanda setuju. Kasim Ma memijat pundak Ratu Wen dengan lembut.
Pijatan lembut selama sepuluh menit dari Kasim Ma membuat suasana hati Ratu Wen membaik.
Ratu Wen mengambil gulungan dokumen yang berisi daftar nama para pejabat istana, lalu membacanya dengan saksama.
"Persiapkan undangan jamuan makan malam besok untuk semua orang yang tercatat di daftar nama ini, semua putri dan pangeran. Selain itu undangan khusus untuk Li Chang Ru dan Li Chang Le!" perintah Ratu Wen.
"Baik, Ratu Wen!" jawab Kasim Ma.
Kasim Ma dan para dayang istana Ratu Wen mengerjakan tugas yang diberikan Ratu Wen dengan cepat. Semua undangan dikirim oleh para prajurit istana secara langsung.
***
__ADS_1
"Semua undangan sudah dikirim prajurit istana. Hamba yakin semua undangan akan tiba di kediaman tamu undangan malam ini!" lapor Kasim Ma.
Ratu Wen menjawab dengan anggukkan kepala, tetapi ekspresi wajah tidak tenang membuat Kasim Ma memberanikan diri bertanya.
"Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran Ratu Wen?" tanya Kasim Ma dengan hati-hati.
"Kaisar Wei membuat pengumuman resmi untuk membersihkan nama baik Li Chang Le!" jawab Ratu Wen.
Kasim Ma terdiam mendengar perkataan Ratu Wen. Kasim Ma tahu niat tersembunyi Ratu Wen untuk menjadikan Li Chang Le sebagai permaisuri Wei Bu Yi agar reputasi Wei Bu Yi menjadi buruk seperti Li Chang Le dan semuanya menjadi sia-sia.
"Pantas saja Ratu Wen kesal," batin Kasim Ma.
"Ratu Wen tidak perlu khawatir. Hamba yakin Li Chang Le akan mengikuti jejak ke-6 permaisuri lainnya," ucap Kasim Ma.
"Perlakuan Bu Yi terhadap Li Chang Le sangat berbeda. Aku berfirasat Li Chang Le tidak akan bernasib sama dengan ke -6 gadis itu!" kata Ratu Wen.
Semula Ratu Wen mengusulkan Li Chang Le menjadi permaisuri Wei Bu Yi untuk menjadikan gadis malang itu sebagai tumbal dan merusak nama baik Wei Bu Yi. Akan tetapi, Kaisar Wei telah membersihkan nama baik Li Chang Le melalui pengumuman resmi.
Ratu Wen menduga alasan Pangeran Wei Bu Yi melindungi Li Chang Le karena ingin menjadi sekutu dengan Jenderal Li Jin.
Pada awalnya Ratu Wen setuju usul Wei Wu Xian untuk menjadikan Li Chang Ru putri mahkota, dengan harapan kekuatan militer Jenderal Li Jin mendukung Wei Wu Xian untuk menjadi kaisar nantinya.
Apabila Li Chang Le resmi menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi dan tidak dibunuh oleh Wei Bu Yi, maka kemungkinan besar Jenderal Li Jin lebih mendukung Pangeran Wei Bu Yi dibandingkan Wei Wu Xian.
"Li Chang Le harus mati sebelum menjadi permaisuri Wei Bu Yi!" batin Ratu Wen.
***
Dear readers tercinta. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi readers muslim yang menjalankannya 🙏
TERIMA KASIH DUKUNGANNYA.
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE