
Ying Ying dalam perjalanan kembali ke kamar tamu di istana setelah berhasil membaca isi surat dari Kaisar Tang. Sesuai dugaan Ying Ying, roh Li Chang Le juga berada di aula pertemuan sehingga Ying Ying tidak mengajak roh Li Chang Le untuk mengikutinya pulang ke kamar.
Ying Ying tahu roh Li Chang Le ingin menghabiskan waktu yang tersisa sedikit saja bersama anggota keluarga yang menyayanginya.
Sihir penghilang wujud membuat Ying Ying bebas kemana saja tanpa diketahui oleh siapa pun. Walaupun begitu, Ying Ying memutuskan untuk secepatnya kembali ke kamar karena khawatir Ratu Wen akan mencarinya.
Ying Ying mengernyitkan alis saat melihat tiga gadis muda berjalan beriringan dari arah berlawanan. Ketiga gadis muda itu adalah Chang Ru, Yang Zi, dan Putri Tang Yan. Bahkan di belakang mereka ada beberapa dayang istana. Ying Ying mengenali para dayang itu adalah dayang Ratu Wen.
"Mereka bertiga pasti sudah menjadi kaki tangan Ratu Wen. Aku berfirasat mereka mengincarku!" batin Ying Ying.
Ying Ying mempercepat langkah kakinya menuju kamar, lalu mengubah Ying Ying palsu, yang sedang berbaring di atas tempat tidur menjadi patung tanah liat lagi dan menyimpannya.
"Tan Xiang! Jika Chang Ru mencariku, persilakan dia masuk!" pesan Ying Ying.
"Baik Nona Chang Le!"
Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar sehingga Tan Xiang membukakan pintu.
"Nona Chang Ru, Nona Yang Zi, Putri Tang Yan!" sapa Tan Xiang dengan sopan.
Chang Ru menerobos masuk ke dalam kamar dan menghampiri Ying Ying. Yang Zi dan Putri Tang Yan mengikuti dari belakang.
"Kak Chang Le!"
"Ada apa Chang Ru?"
"Putri Tang Yan ingin bertukar kamar denganmu supaya lebih dekat dengan kamarku. Ratu Wen mengirim dayang istana untuk membantu memindahkan perlengkapan kalian berdua.
Kak Chang Le tidak keberatan bukan?"
"Aku tidur di kamar yang mana saja boleh!" jawab Ying Ying.
Ekspresi tenang dan santai Ying Ying membuat Chang Ru kesal. Chang Ru tidak menduga Ying Ying bersedia bertukar kamar dengan mudah sehingga dirinya tidak bisa mencari masalah dengan Ying Ying,
Bersedia atau tidak, Ying Ying tetap harus bertukar kamar karena ini merupakan keinginan Ratu Wen.
"Ayo kita berempat mengobrol di taman sambil menunggu kamar kalian berdua selesai dirapikan!"
Chang Ru merangkul lengan Ying Ying dan menariknya keluar. Ying Ying tidak menolak karena ingin tahu apa tipu muslihat yang sedang dimainkan oleh Chang Ru, Yang Zi, dan Putri Tang Yan saat ini.
__ADS_1
"Tan Xiang! Kamu awasi semua perlengkapanku agar tidak ketinggalan di kamar ini!"
"Baik, Nona Chang Le!"
***
Mereka berempat duduk di taman. Beberapa dayang istana menghidangkan kudapan kecil dan teh melati.
Ying Ying menikmati kudapan kecil itu setelah memastikan tidak ada racun di dalamnya. Ying Ying tahu mereka bertiga ingin menyampaikan sesuatu, tetapi Ying Ying pura-pura tidak menanyakannya.
Chang Ru dan Yang Zi saling memberi isyarat mata satu sama lain.
"Perjalanan dari Kerajaan Tang Selatan ke Kerajaan Wei sangat jauh. Apakah semuanya berjalan lancar di perjalanan, Putri Tang Yan?" tanya Yang Zi.
"Jenderal Li Jin memilih rute perjalanan yang aman. Hanya saja kuda yang ditunggangi olehku tiba-tiba berlari kencang. Aku beruntung diselamatkan oleh Bu Yi!"
"Hubungan Putri Tang Yan dengan Pangeran Wei Bu Yi pasti sangat akrab sehingga bisa memanggil namanya secara langsung!"
"Iya, benar! Bu Yi sangat baik dan menjagaku sepanjang perjalanan!"
Chang Ru, Yang Zi, dan Putri Tang Yan membuat cerita omong kosong panjang lebar mengenai hubungan dekat Putri Tang Yan dan Wei Bu Yi. Sikap diam Ying Ying membuat mereka yakin Ying Ying mempercayai perkataan mereka.
Padahal Ying Ying sedang fokus dengan pikirannya sendiri.
Mengenai Putri Tang Yan memanggil nama Bu Yi secara langsung, Ying Ying tidak peduli sama sekali karena Wei Bu Yi tidak mungkin akan menyahut saat Putri Tan Xiang memanggil namanya secara langsung.
Ying Ying berfirasat Ratu Wen ingin menjadikan Putri Tang Yan sebagai selir Wei Bu Yi dan juga mata-mata dari Ratu Wen.
Wei Bu Yi pernah memberitahu Ying Ying bahwa Kaisar Wei sudah berjanji tidak akan memilih selir untuk Wei Bu Yi sehingga Ying Ying menjadi satu-satunya permaisuri Wei Bu Yi.
Oleh karena itu, Ying Ying yakin Ratu Wen sudah menyusun rencana untuk menjebak Wei Bu Yi. Rencana yang diperhitungkan secara baik-baik agar berjalan lancar.
Ying Ying dan Putri Tang Yan bertukar kamar merupakan faktor pendukung untuk rencana Ratu Wen berjalan mulus.
Tan Xiang berjalan menghampiri Ying Ying. "Nona Chang Le! Semua perlengkapan Nona sudah dipindah ke kamar baru."
Ying Ying menganggukkan kepala sebagai jawaban, lalu berdiri dari kursi.
"Chang Ru, Yang Zi, Putri Tang Yan! Aku ingin beristirahat di kamar. Sampai jumpa di jamuan makan malam nanti!" ucap Ying Ying dan berjalan meninggalkan mereka bertiga.
__ADS_1
"Chang Le bodoh! Malam ini kamu pasti akan menangis! Aku puas kamu merasakan penderitaan yang sama denganku!" batin Chang Ru.
Chang Ru menjalankan perintah Ratu Wen dengan senang hati. Chang Ru sangat senang Putri Tang Yan akan menjadi selir Wei Bu Yi dan menikah di hari yang sama dengan Ying Ying.
***
Satu jam sebelum jamuan makan malam dimulai, dayang istana datang mengantar satu set hanfu baru untuk Ying Ying dan menyampaikan pesan dari Ratu Wen bahwa hanfu baru itu harus dikenakan oleh Ying Ying di jamuan makan malam istana.
Ying Ying memeriksa dengan saksama apakah hanfu tersebut diberi racun yang sama seperti gelang emas ukiran phoenix.
Selain itu Ying Ying juga menggunakan kekuatan sihir mendengar jarak jauh untuk mendengar apa yang terjadi di kamar Chang Ru, Yang Zi, dan Putri Tang Yan.
Senyum samar menghias di sudut bibir Ying Ying karena mengetahui hanfu baru ini termasuk ke dalam faktor pendukung rencana Ratu Wen untuk menjebak Wei Bu Yi.
"Nona Chang Le! Tan Xiang berfirasat tidak baik mengenai hanfu hadiah dari Ratu Wen!"
"Firasatmu memang benar, Tan Xiang! Jangan khawatir! Aku sudah mengetahui apa rencana Ratu Wen secara keseluruhan. Nanti malam kamu harus mendengarkan apa pun perkataan Chang Ru. Mengerti?"
"Baik, Nona Chang Le!"
Walaupun Tan Xiang masih ragu dan rasa khawatir belum hilang sepenuhnya, tetapi Tan Xiang percaya nona muda nya bisa menggagalkan rencana jahat Ratu Wen.
"Nona Chang Le juga harus berhati-hati terhadap Putri Tang Yan. Putri Tang Yan ingin menggoda Pangeran Wei Bu Yi," ucap Tan Xiang dengan hati-hati sambil mengamati ekspresi wajah Ying Ying.
"Tan Xiang! Menurutmu Pangeran Wei Bu Yi akan tergoda oleh Putri Tan Xiang?"
"Tidak! Hanya saja Putri Tan Xiang bagaikan siluman rubah yang memiliki banyak tipu muslihat untuk membuat pria jatuh dalam pelukannya. Maksudku pria lain, bukan Pangeran Wei Bu Yi!" jelas Tan Xiang panjang lebar.
Ying Ying tertawa kecil mendengar perkataan Tan Xiang. Di daratan Zhong Yuan ada perumpamaan yang terkenal yaitu seorang gadis muda yang menggunakan kecantikan wajah dan kemolekan tubuh untuk menggoda pria dijuluki sebagai siluman rubah.
"Aku akan buktikan siluman rubah palsu tidak mungkin bisa menang dari siluman rubah umur 100 tahun!" batin Ying Ying.
***
Selamat malam readers tercinta. Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya.
Pastinya semakin seru dan ketahuan siapa yang berhubungan mesra dengan Putri Tang Yan ðŸ¤ðŸ¤. Pastinya bukan Bu Yi.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE