REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 7. Rahasia


__ADS_3

***Kamar tidur Li Chang Le***


Tan Xiang mengamati wajah Ying Ying dengan saksama. Tan Xiang merasa aneh nona mudanya bisa menanyakan mengenai Pangeran Wei Bu Yi dengan lancar dan dalam kalimat yang panjang.


Seolah-olah Chang Le yang sekarang bukanlah Chang Le dengan sifat anak kecil berumur lima tahun.


"No….Nona Chang Le sudah sembuh?" tanya Tan Xiang.


"Iya," jawab Ying Ying dengan singkat.


Sejak transmigrasi ke dalam tubuh Chang Le, Ying Ying memantau dan mengamati secara diam-diam para pelayan di Kediaman Jenderal Li Jin.


Ying Ying harus memastikan siapa saja yang berada di pihak Chang Le dan bukan mata-mata yang ditempatkan oleh Chang Ru di sisi Chang Le.


Tan Xiang termasuk pelayan yang setia terhadap Chang Le sehingga Ying Ying mempercayainya.


"Bagaimana caranya nona sembuh?" tanya Tan Xiang antusias.


Selama dua tahun ini, Tabib Huo yang merupakan tabib senior kerajaan Wei mengobati Chang Le dengan rutin setiap bulan, tetapi Chang Le tidak pernah sembuh dan masih bersikap seperti anak kecil.


"Tadi kepalaku sangat sakit karena luka nya terbuka lagi dan secara samar-samar ingatanku pulih kembali seperti semula," jawab Ying Ying.


"Pantas saja Nona Chang Le termenung saja saat Tabib Chang mengobatinya tadi. Pasti ingatan-ingatan yang muncul membuatnya bingung," batin Tan Xiang.


"Syukurlah! Tuan besar dan semuanya pasti gembira mendengar kabar baik ini. Aku akan memberitahukan nyonya muda sekarang!" ucap Tan Xiang.


"Tunggu sebentar Tan Xiang!" ujar Ying Ying.


"Ada apa Nona Chang Le?" tanya Tan Xiang.


"Kamu harus merahasiakannya dari siapapun. Aku yang akan memberitahu mereka semua saat waktunya tepat," jawab Ying Ying.


Tan Xiang menatap wajah serius nona mudanya. Tan Xiang merasa Ying Ying menyembunyikan sesuatu darinya, tetapi statusnya sebagai pelayan membuat Tan Xiang tidak berani bertanya lebih jauh.


Ying Ying mengerti maksud hati Tan Xiang. Ying Ying pun tidak mau menyembunyikan kebenaran dari Tan Xiang agar pelayan pribadi itu bisa bersikap waspada terhadap musuhnya.


"Ada hal penting yang harus kamu ketahui, Tan Xiang! Chang Ru menusuk tubuh Ying Ying dengan jarum beracun dan melemparnya ke kolam air," ucap Ying Ying.


"Apa? Mengapa Nona Chang Ru jahat terhadap Ying Ying? Ying Ying tidak pernah mengganggunya selama ini. Ying Ying rubah yang baik," ucap Tan Xiang.


Ying Ying menatap mata Tan Xiang yang berkaca-kaca. Selama ini Ying Ying tahu Tan Xiang sangat tulus menyayanginya sehingga pastinya Tan Xiang merasa sedih dengan kematiannya.

__ADS_1


"Tujuan Chang Ru adalah membuatku mati! Ying Ying hanyalah bidak catur untuk memancingku terjun ke kolam," ujar Ying Ying.


"Penculikan tadi siang juga ulah Chang Ru. Chang Ru sengaja menjauhkanmu dari sisiku, sama seperti kejadian di malam Festival Kue Bulan," lanjut Ying Ying.


Tan Xiang terdiam sebentar untuk memikirkan perkataan Ying Ying secara saksama. Tan Xiang mengingat jelas dirinya sakit perut di malam Chang Le jatuh ke kolam karena makan kue kecil yang diberikan oleh Chen Chen, pelayan pribadi Chang Ru.


Begitupun juga dengan kejadian tadi siang, Tan Xiang kehilangan jejak Ying Ying juga dikarenakan ulah Chen Chen.


"Rombongan Tuan Besar akan tiba di ibukota dua minggu lagi. Tan Xiang akan mengirim surat ke Tuan muda Feng Xi agar mereka.bisa mempercepat kepulangannya," ucap Tan Xiang.


Walaupun Tan Xiang tidak tahu apa tujuan utama Chang Ru membunuh Chang Le, Tan Xiang tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi.


Ilmu bela diri yang dikuasainya mungkin hanya bisa melindungi Chang Le dalam waktu singkat sehingga kepulangan rombongan Jenderal Li Jin lah yang menjadi harapan Tan Xiang untuk keselamatan nyawa Chang Le.


"Tidak perlu, Tan Xiang! Nanti kita lanjutkan pembicaraan, Bai Lu ada di luar!" ucap Ying Ying sambil menatap ke arah pintu dan berbaring di atas tempat tidur.


Ying Ying bisa mendengar jelas suara Bai Lu berbicara dengan pelayan dan sedang menuju ke kamarnya.


Tan Xiang membantu menarik selimut menutupi tubuh Ying Ying dengan sigap. Tan Xiang mengira nona mudanya berhalusinasi karena dirinya tidak mendengar suara Bai Lu sama sekali.


Suara ketukan pintu membuat kedua mata Tan Xiang membulat besar. "Insting Nona Chang Le sangat tajam," batin Tan Xiang.


Tan Xiang berlari kecil dan membukakan pintu dengan cepat. "Nyonya muda!" sapa Tan Xiang dengan sopan.


"Bagaimana keadaan Chang Le? Apakah Chang Le ada bercerita bagaimana bisa hilang tadi siang?" tanya Bai Lu dengan nada menyelidiki.


"Nona Chang Le hanya mengeluh kepalanya sangat sakit karena luka di keningnya terbuka lagi. Setelah itu, Nona Chang Le tertidur," jawab Tan Xiang dengan lancar.


"Aku membawakan obat racikan Tabib Chen yang sudah dimasak. Nanti kamu berikan ke Chang Le saat dia bangun," pesan Bai Lu.


"Baik, nyonya muda!" jawab Tan Xiang.


Tan Xiang mengambil mangkuk kecil yang berisi obat racikan dari tangan Chen Chen, pelayan pribadi Chang Ru.


"Hati-hati panas, Kak Tan Xiang!" ucap Chen Chen.


Usia Chen Chen lebih muda satu tahun dibandingkan dengan Tan Xiang. Hubungan mereka berdua sangat dekat. Tan Xiang sudah menganggap Chen Chen seperti adik kandungnya sendiri, tetapi perkataan Ying Ying tadi membuat Tan Xiang sadar bahwa Chen Chen bersikap baik kepadanya karena ada tujuan tertentu dan pastinya Chang Ru yang memerintahkan Chen Chen melakukan hal itu.


"Iya!" jawab Tan Xiang dengan singkat.


Beberapa saat kemudian, Bai Lu dan Chen Chen meninggalkan kamar tidur Chang Le.

__ADS_1


Ying Ying segera bangun dari tempat tidur setelah suara langkah kaki Bai Lu dan Chen Chen tidak kedengaran lagi.


"Tan Xiang! Apa yang kamu lakukan?" tanya Ying Ying.


Tan Xiang mengangkat jarum perak yang ujung jarumnya dicelupkan ke dalam mangkuk obat racikan, lalu memperlihatkannya ke Ying Ying.


"Nona Chang Le! Jarum perak ini akan berubah warna menjadi hitam jika beracun. Tuan muda Feng Xi yang memberikannya kepada Tan Xiang untuk melindungi nona," jawab Tan Xiang dengan jujur.


"Kamu sangat pintar, Tan Xiang!" puji Ying Ying.


"Tan Xiang berjanji akan melindungi nona Chang Le dengan baik hingga hari kepulangan Tuan Besar!" ucap Tan Xiang dengan sungguh-sungguh.


"Aku memberitahumu semua kebenaran itu agar kamu bisa lebih berhati-hati terhadap Chang Ru, Bai Lu, dan juga pelayan lainnya," kata Ying Ying.


"Tan Xiang mengerti!" jawab Tan Xiang sambil menganggukkan kepala.


Selama dua hari mengamati secara diam-diam dan menggunakan keahlian mendengar jarak jauh, Ying Ying tahu Bai Lu juga mengetahui rencana Chang Ru untuk membunuh Chang Le di Festival Kue Bulan.


Semuanya dikarenakan selama ini Chang Ru iri dengan semua hal yang dimiliki oleh Chang Le. Kecantikan Chang Le dan juga kasih sayang dari Jenderal Li Jin terhadap Chang Le melebihi kasih sayang terhadap Chang Ru.


Selain itu Chang Le yang idiot bernasib baik menjadi tunangan putra mahkota Kerajaan Wei. Chang Ru ingin merebut semuanya dari tangan Chang Le.


Gosip yang beredar di luar bahwa putri mahkota yang akan datang merupakan gadis idiot, juga disebarkan oleh Chang Ru sehingga Wei Wu Xian menjadi malu.


Wei Wu Xian tidak menolak saat Chang Ru berusaha mendekatinya dan berjanji akan membantu menyingkirkan Chang Le sehingga reputasi putra mahkota terjaga.


"Dua minggu bukanlah waktu yang singkat. Aku harus secepatnya pergi ke Qing Qiu untuk membuka segel kekuatan sihir," tekad hati Ying Ying.


Perkataan Dewi Rubah bahwa dirinya akan menjadi manusia setelah pelatihan 100 tahun dengan melewati dua percobaan, saat ini terbukti nyata. Hanya saja Ying Ying tidak menduga dirinya akan menggunakan raga Chang Le untuk menjadi manusia seutuhnya.


Kesempatan hidup untuk kedua kali dan dalam wujud manusia, akan dijaga sebaik-baiknya oleh Ying Ying. Ying Ying yakin kekuatan sihir akan melindunginya dan juga membantunya membalaskan dendam kematian Chang Le terhadap semua orang yang mencelakainya.


***


Selamat malam readers tercinta. Terima kasih semua dukungan untuk novel ini.


Love you all 🥰🥰


Author mau beri sedikit pengumuman bahwa judul novel ini berubah menjadi REVENGE OF FOX CONSORT.


Terima kasih masukan dan koreksinya dari salah satu readers 🥰. Author sudah mengajukan ke editor agar bisa dibantu penggantian judul dan juga cover baru dari Noveltoon.

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2