REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 102. Surat merpati


__ADS_3

***Istana Timur***


Wei Wu Xian pulang ke Istana Timur dengan suasana hati muram. Kemenangan Wei Bu Yi dan juga kegembiraan Kaisar Wei saat menjemput rombongan Wei Bu Yi membuat Wei Wu Xian yakin posisinya sebagai putra mahkota tidak bisa bertahan lama.


Selain itu ketidakmampuan Wei Wu Xian dalam berhubungan mesra akibat racun cinta membuat harga diri dan ego Wei Wu Xian terluka sehingga dirinya merasa minder dan tidak berani menatap Chang Le alias Ying Ying.


Wei Wu Xian tahu penyakitnya bisa disembuhkan dua bulan mendatang setelah Tabib Huo berhasil menguasai teknik akupuntur tingkat tinggi, tetapi penantian selama dua bulan ini pastinya membuat Wei Wu Xian sengsara.


Wei Wu Xian tidak mengerti mengapa Wei Bu Yi masih bisa bertahan hidup selama tujuh tahun lamanya setelah dinyatakan impo*en oleh tabib istana.


Selama beberapa hari ini, Wei Wu Xian sudah mencoba berhubungan mesra dengan Yang Zi dan selalu berakhir dengan sia-sia.


Hal itu membuat Wei Wu Xian sangat malu dan tidak berani menyentuh Yang Zi lagi. Akan tetapi, hati kecil Wei Wu Xian masih ingin membuktikan diri dan mengingkari penyakit yang diderita olehnya.


Wei Wu Xian menuju kamar Selir Rou Rou, salah satu dari kelima selir yang baru tinggal di Istana Timur. Seorang kasim mengikuti Wei Wu Xian dari belakang sambil membawa nampan yang berisi satu teko arak dan dua cangkir kosong.


"Putra mahkota!" sambut Selir Rou Rou dengan wajah berseri-seri.


Wei Wu Xian menjawab dengan anggukkan kepala, lalu duduk di depan meja tanpa menatap wajah Selir Rou Rou.


Kasim pribadi menuangkan arak ke dalam dua cangkir kosong dan tersenyum menatap Selir Rou Rou.


"Selr Rou Rou! Putra mahkota ingin bersulang arak denganmu!" ucap kasim pribadi.


"Terima kasih putra mahkota!"


Selir Rou Rou menjawab dengan riang dan meneguk habis arak di cangkirnya. Selir Rou Rou tahu malam ini akan menjadi malam pertamanya bersama Wei Wu Xian.


Kasim pribadi Wei Wu Xian memberi isyarat tangan ke dayang pribadi Selir Rou Rou agar keluar dari kamar.


Wei Wu Xian berdiri dan berjalan menuju tempat tidur. Selir Rou Rou pun ikut berdiri dan ingin menyusul Wei Wu Xian, tetapi kepalanya terasa berat dan pandangannya kabur secara tiba-tiba sehingga tubuhnya hampir jatuh dan ditangkap dengan sigap oleh kasim pribadi.


Kasim pribadi membaringkan tubuh Selir Rou Rou di atas tempat tidur, sebelum keluar dari kamar. Wei Wu Xian berusaha menahan rasa mual dan jijik di dalam hatinya dengan tidak melihat wajah Selir Rou Rou.


Pakaian Selir Rou Rou dibuka satu persatu hingga akhirnya terdengar suara teko arak yang pecah di lantai, lalu Wei Wu Xian keluar dari kamar dengan wajah memerah dan frustasi.


Mata-mata yang ditempatkan oleh Wei Bu Yi di Istana Timur sejak Wei Bu Yi pergi bersama Ying Ying ke Kota Chang An, segera mengirim surat merpati ke Wei Bu Yi untuk mengabarkan keanehan sikap Wei Wu Xian selama beberapa hari ini.


***Ruang kerja Pangeran Wei Bu Yi***


Wei Bu Yi sedang fokus membawa beberapa surat merpati dari mata-mata yang tersebar di beberapa tempat. Semua surat itu tiba hari ini sesuai dengan permintaan Wei Bu Yi.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. "Masuklah!" perintah Wei Bu Yi tanpa mengalihkan perhatian dari surat merpati yang sedang dibaca olehnya.


"Bu Yi!"


Suara panggilan yang lembut dari Ying Ying membuat senyuman kecil menghias di sudut bibir Wei Bu Yi.

__ADS_1


Wei Bu Yi meletakkan surat merpati di atas meja, lalu menatap Ying Ying sambil menepuk pahanya sendiri.


Ying Ying tertawa kecil dan duduk di atas pangkuan Wei Bu Yi. Kedua tangannya merangkul mesra leher Wei Bu Yi. Mereka bertatapan satu sama lain.


Wei Bu Yi memberikan satu kecupan singkat di bibir Ying Ying.


"Sudah makan malam?"


"Sudah! Aku makan malam bersama ayah dan Kak Li Ming," jawab Ying Ying.


Walaupun Jenderal Li Jin dan Li Ming tidak memiliki hubungan darah dengan Ying Ying, tetapi kasih sayang dari mereka berdua sangat tulus terhadap Chang Le sehingga Ying Ying pun memperlakukan mereka sebagai ayah dan kakak kandung.


Tadi Ying Ying pergi ke tempat kuburan Feng Xi bersama Jenderal Li Jin dan Li Ming, sedangkan Wei Bu Yi pulang ke kediamannya.


Sementara Kasim Ma masih dalam keadaan kritis dan belum siuman. Selama di Kota Chang An, Tabib Chen berhasil menyelamatkan nyawa Kasim Ma dari gerbang kematian sebanyak dua kali.


Saat ini Kasim Ma sudah menjadi pasien prioritas Tabib Chen. Tabib Chen sangat antusias menerima tantangan besar untuk menyembuhkan Kasim Ma.


Luka bakar di tubuh Kasim Ma menjadi tantangan terbesar kedua bagi Tabib Chen. Tentu saja tantangan pertama Tabib Chen adalah menyembuhkan penyakit impo*en Wei Bu Yi dan berhasil dengan sempurna.


Ying Ying menatap sekilas beberapa surat yang sudah terbuka dan dibaca oleh Wei Bu Yi sebelum Ying Ying masuk ke dalam ruang kerja.


"Ada kabar baik?"


"Ada! Kerajaan Tang Selatan mengalami kekacauan besar dan terpecah menjadi dua kelompok," jawab Wei Bu Yi.


Sebelumnya Ying Ying meminta Wei Bu Yi menyebarkan kabar kematian Feng Xi di tangan Pangeran Tang Jin, yang merupakan perintah dari Ratu Tang. Kaisar Tang yang mengetahui hal itu menjadi marah besar dan menginginkan kematian Ratu Tang.


Kaisar Tang berhasil meracuni makanan Ratu Tang, tetapi keberuntungan masih berpihak ke Ratu Tang. Ratu Tang diselamatkan oleh ayahnya. Nyawa Ratu Tang bisa dipertahankan, tetapi tubuh Ratu Tang lumpuh dan harus menghabiskan sepanjang hidupnya di atas tempat tidur.


Keluarga besar Ratu Tang pun melakukan pemberontakan untuk melengserkan Kaisar Tang.


Saat ini peperangan di dalam Kerajaan Tang Selatan masih berlangsung. Kematian di kedua belah pihak semakin bertambah setiap harinya.


Oleh karena itu, surat dari Kaisar Wei untuk meminta perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan datang mengambil mayat Putri Tang Yan diabaikan. Tentu saja hidup matinya Pangeran Tang Jin di penjara juga diabaikan oleh Kaisar Tang maupun Ratu Tang.


Pada akhirnya jasad Putri Tang Yan dimakamkan di kuburan massal, di antara jasad-jasad pelaku kejahatan dan juga pelayan tingkat rendah yang mati karena penyakit menular.


Ying Ying yakin Pangeran Tang Jin juga akan berakhir seperti Putri Tang Yan saat meninggal nanti.


"Ada kabar mengenai Ratu Wen?"


"Sekarang Ratu Wen sangat dekat dengan Selir Ming Lan. Bahkan Selir Ming Lan mengizinkan Ratu Wen membantu persiapan perayaan ulang tahun ayahanda," jawab Wei Bu Yi.


"Bu Yi! Aku berfirasat Ratu Wen sedang merencanakan sesuatu yang jahat lagi. Ratu Wen tidak mungkin tiba-tiba bersikap baik terhadap Selir Ming Lan."


"Aku juga sepemikiran denganmu, Ying Ying. Jangan khawatir. Mata-mata di Istana Ratu Wen akan melaporkan semua kegiatan Ratu Wen setiap hari."

__ADS_1


"Nyawa Chang Ru masih di tangannya. Aku yakin Ratu Wen akan memanggilku untuk menemuinya lagi," ucap Ying Ying.


"Benar! Ratu Wen akan memanggilmu sebelum pengobatan spesial dari Tabib Chen terhadapku selesai."


Ekstrak kelopak teratai hitam akan menjadi racun jika tercampur dengan bubuk mutiara sehingga sisa waktu Ratu Wen untuk meracuni Wei Bu Yi tinggal sedikit.


Ying Ying mengambil satu gulungan surat merpati yang belum terbuka dari atas meja.


"Ini surat merpati dari mana?"


"Dari Istana Timur," jawab Wei Bu Yi.


Ying Ying membuka gulungan surat dan membaca isi surat bersama Wei Bu Yi.


Beberapa saat kemudian, Ying Ying tertawa tanpa henti karena mengerti alasan perubahan sikap Wei Wu Xian tadi saat ikut menjemput kepulangan rombongan Wei Bu Yi dan rombongan Wei Wu Xian.


Tentu saja Wei Bu Yi juga mengerti isi surat dan mengetahui kondisi fisik Wei Wu Xian sekarang.


Wei Bu Yi mencubit gemas hidung mancung Ying Ying sehingga Ying Ying menghentikan tawanya.


"Wang Fei ku sangat nakal! Tertawa diatas penderitaan orang lain. Aku yakin penyakit itu membuat harga diri dan ego Wei Wu Xian terluka berat."


"Wei Wu Xian berpikiran sempit sehingga tidak mau menghadapi kenyataan. Penderitaannya hanyalah seujung kuku jika dibandingkan denganmu. Bu Yi paling hebat!" ucap Ying Ying.


Maksud perkataan Ying Ying adalah Wei Bu Yi bisa menghadapi penyakit impo*en selama bertahun-tahun, sedangkan Wei Wu Xian sudah frustasi dan kehilangan kendali menghadapi penyakit impo*en yang baru muncul beberapa hari.


"Karena kehebatanku diakui oleh Wang Fei, aku harus menunjukkannya lagi!" ucap Wei Bu Yi sambil tersenyum samar.


Wei Bu Yi menggendong Ying Ying keluar dari ruang kerja menuju kamar tidur. Seketika wajah Ying Ying merona merah karena mengerti maksud perkataan Wei Bu Yi.


"Bu Yi! Aku mau mandi dulu!"


"Kita mandi bersama!"


Dalam waktu singkat, terdengar suara percikan air yang bisa membuat orang yang mendengarnya seketika merona merah pipi dan telinga.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.30 wita. Semoga lancar.


Apakah readers yang membaca juga ikut merona pipi dan telinga? 😁😁


TERIMA KASIH DUKUNGANNYA


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2