SANG MAFIA HUKUM

SANG MAFIA HUKUM
SECTION 105


__ADS_3

Replika itu berbentuk seperti hologram. Dari tampilannya saja itu sudah terlihat sangat mewah, apalagi jika benar proyek itu akan terbangun di kota Bekasi.


Pastinya itu akan membuat semua orang kaya ingin tinggal di tempat elite seperti itu.


“Astaga, apa dia gila? Apa dia psikopat? Berani-beraninya dia melukai tanganmu denganmu, Pak Ketua,” seru Roy. “Perintahkan aku untuk melakukan sesuatu, Pak. Apa kau hanya akan diam saja?”


PLAK!!!! Miko menimpuk kepala Roy. “Ah, sial! Kenapa kau ribut sekali? Sepertinya otakmu memang kosong.”


“Maafkan aku, Pak Ketua.” Roy membungkuk.


“Sudahlah, bahkan kau dan anak buahmu pun tak bisa menandingi Christ, apalagi jika dia dibantu oleh pamannya itu. Tamat riwayat kita semua.”


“Sepertinya aku harus menyewa bodyguard berpengalaman yang lebih banyak lagi  untuk menjagaku, hingga pemilihan walikota berlangsung. Kita tak boleh gegabah sebelum aku menjadi walikota.”


“Kita harus mengesampingkan masalah Christ, dan berfokus agar aku menjadi dulu. Setelah aku menjadi walikota, kita akan lebih mudah lagi untuk menyingkirkan Christ dari muka bumi ini.”


“Baik, Pak Ketua. Aku mengerti.”


Miko duduk sofa kursi mengambil sebatang rokok. Roy dengan sigap mengeluarkan korek dan menyulut rokok milik Miko. “Apa kau tahu, bagaimana aku mendirikan ASARON GROUP?”

__ADS_1


“Aku tidak tahu persisnya, Pak Ketua. Yang kutahu hanya, anda memulainya dengan usaha anda ini dengan ASARON CONSTRUCTION, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.”


“Ah, kau benar. Rupanya kau sedikit tahu.” Miko menghisap rokok dalam-dalam, lalu menghempaskannya. Keluk asap rokok yang indah pun terbentuk di ruangan itu.


“Aku membeli semua lokasi pabrik dan tempat pembuangan sampah yang sudah tak diurus, dan membangun beberapa apartemen kecil-kecilan.”


“Bahkan, aku mendirikan apartemen itu di tanah yang sepertinya tak akan dijarah atau dikunjungi siapapun, lalu aku mengubahnya menjadi tanah yang layak dibayar menggunakan emas, bahkan dolar sekalipun.”


Roy berdiri di samping dan mendengarkannya dengan seksama. “Jadi, itulah sebabnya anda ingin mendirikan SKY PENTHOUSE?”


“Ya, itu sudah pasti. Maka itu aku harus memenangkan pemilihan walikota kali ini.”


“Baiklah, kita akan membahas topik selanjutnya.” Miko mengambil sebotol whiskey lalu menuangkannya ke dalam gelas sloki. “Umumkan kalau ASARON GROUP akan berpindah tangan ke siapa saja.”


“Maafkan aku, Pak Ketua. Akan tetapi, apa maksudnya berpindah tangan?” Roy tak mengerti.


“Dasar Bodoh!!!”


Lagi-lagi Roy langsung terdiam saat Miko memakinya.

__ADS_1


“Maksudnya, aku akan menyerahkan perusahaanku ini pada siapapun yang pantas menjabat sebagai orang yang kupercaya.”


“Sungguh? Apa kau sungguh akan melakukan itu, Pak Ketua?”


PLAKK!!! Miko kembali menimpuk kepala Roy. “Astaga, seharusnya kau banyak membaca buku, agar kebodohanmu berkurang.”


Roy hanya diam menunduk.


***


Di penjara NUSAKAMBANGAN, terlihat Yuli yang mendatangi Jono sebagai kuasa hukumnya. Dia datang sendirian tanpa Christ yang menemaninya.


Kedatangannya saat itu karena dia ingin berbicara dengan Jono setelah mendengar cerita dari Christ, bahwa saat Christ diculik, dia bersama ibunya saat itu.


“Astaga, aku mau menemuimu karena kata sipir, kau datang sendirian. Omong-omong, terimakasih kau telah membujuk Pras untuk mengakui kejahatannya.”


“Atas pengakuannya, mungkin aku akan segera keluar dari tempat ini, dan juga, mulai detik ini, aku akan mengurus diriku sendiri. Kau dan Christ tak perlu lagi menjadi wali hukum ku,” ucap Jono menunduk.


Yuli hanya diam menatap Jono dengan tajam. “20 tahun yang lalu kau telah menculiknya. Christianto, bukan begitu?”

__ADS_1


“Apa maksudmu?” tanya Jono.


__ADS_2