SANG MAFIA HUKUM

SANG MAFIA HUKUM
SECTION 066


__ADS_3

“Kenapa kau bertemu dengan asisten pemilik ASARON GROUP?”


“Siapa itu? Aku tak tahu.” Pras tak ingin mengaku.


plass Asep menamparnya.


“Pria dengan setelan jas yang kau temui di tempat ini, sebelum kami datang kemari.”


“Apa dia sungguh asisten pemilik ASARON GROUP? Sungguh aku tak tahu itu. Sungguh aku tak tahu apapun. Tolong jangan sakiti aku.”


“Minggir kau, Sep.” Christ mengambil alih mengintrogasi. Dia mengeluarkan pisau lipat kecil dari saku jasnya.


“Baik, Bos.”


“Aku hanya bertanya sekali padamu, setelah tiga detik aku bertanya dan kau tak menjawab, aku akan memotong jarimu satu persatu.”


“Kenapa kau bertemu dengannya?” Christ menginjak tangan Pras di lantai, menempelkan pisau lipat ke jari-jari tangannya. “Satu. Dua…..”


“TUNGGU!!!! Baiklah, aku akan memberitahumu. Kumohon jangan lakukan itu.” Pras merengek ketakutan. “Aku akan memberitahumu, jadi, tolong lepaskan aku dulu.”

__ADS_1


“Dasar Bodoh, kenapa tak berkata sedari tadi?” Christ menyingkirkan kakinya dari tangan Pras.


“Dia mengatakan bahwa ingin menyingkirkan seseorang ke Cina maupun Jepang, dan dia juga ingin melakukannya di hari ini,” jelas Pras.


“Siapa yang ingin dia singkirkan?”


“Entahlah, aku tak tahu namanya. Aku hanya memiliki foto orang itu.” Pras mengeluarkan ponsel, lalu menunjukkan wajah orang yang ingin disingkirkan oleh asisten Miko.


“Sebenarnya, aku akan bertemu dengannya disini sekarang ini.” Pras menunduk lesu kesakitan dengan tangan kirinya.


“Jadi, maksudmu dia ingin bertemu denganmu sekarang ini?” tanya Christ masih melihat foto dari ponsel Pras.


Christ mendapat kesimpulan, bahwa orang yang ada di foto itu adalah pembunuh asli dari walikota Joko, dan pastinya Miko lah yang telah menyuruhnya.


Karena takut aibnya akan terbongkar, maka Miko menyuruh asistennya untuk menyingkirkan pembunuh bayaran itu dengan jasa Pras.


dok dok dok


Tiba-tiba, seseorang menggedor ruko Pras.

__ADS_1


“Bos, sepertinya itu adalah dia,” ucap Gun lirih. Perlahan Christ melangkah ke jendela, lalu mengintipnya. Dan orang itu sama persis dengan foto yang ditunjukkan Pras di ponselnya. Dia menggunakan jaket jumper dan topi hitam di kepalanya.


Akan tetapi, orang itu menyadari bahwa Christ sedang mengintipnya di baling jendela. Dia segera berlari dan menuruni tangga. Pergi dari ruko itu.


“Hei, jangan berlari. Berhenti disitu!” seru Gun. Di dan Asep langsung pergi meninggalkan Pras, lalu mengejar pria yang kabur itu.


Christ pun segera melempar ponsel Pras. Ikut mengejar.


Di lantai 2 depan ruko milik Pras, Christ melihat pria itu sudah berada di lantai 1, sementara Asep dan Gun masih berlari menuruni tangga.


Tanpa banyak berpikir, Christ melompat melewati pagar pembatas dari lantai 2. Dia mengambil ancang-ancang, lalu whusss Christ mendarat tepat di lantai satu, dan terus mengejar pembunuh bayaran itu.


BUKKK!


Si Pembunuh Bayaran tiba-tiba terjatuh, saat melewati mobil milik Christ, karena Yuli membuka pintu, tepat saat pembunuh bayaran itu berlari kendang.


Dia kembali berdiri, lalu terus berlari karena Christ masih terus mengejarnya.


“Wah, kau hebat paralegal Yuli.” Christ mengacungkan jempolnya dan terus berlari mengejar pembunuh bayaran itu.

__ADS_1


“Christianto!!!” seru Yuli. Dia pun tak mau kalah. Yuli mengambil alih kemudi, lalu mengikuti Christ yang terus mengejar Si Pembunuh Bayaran itu.


Jalan raya, gang sempit, taman-taman kecil, telah dilewati Chris hanya untuk mengejar Si Pembunuh Bayaran.


__ADS_2