SANG MAFIA HUKUM

SANG MAFIA HUKUM
SECTION 025


__ADS_3

“Ya, tentu saja aku tahu. Yang paling menakutkan adalah, saat kau menipu seseorang, mengambil uangnya, lalu kau menghilang begitu saja,” jawab Yuli ketus.


“Tidak juga. Seorang kreditur yang tiba-tiba menjadi antusias sepertimu, adalah hal yang paling menakutkan.”


Yuli mendengus. “Benarkah?” Yuli meletakkan alat pelnya sejenak dan membaca kartu nama firma hukum yang baru tercetak. “Law? King Lawyers. Apa-apaan ini?”


Yuli tak paham dengan maksud dari nama yang diberikan Christ untuk firma hukumnya.


“Ah, aku tahu apa artinya itu. Tulisan law dengan tanda tanya, menandakan bahwa kau menganggap hukum di negara ini lemah, dan kau bisa mengatur hukum sesuai kehendakmu.


Hahahahaha. Kenapa aku baru menyadarinya. Itu nama yang bagus untuk orang jahat sepertimu.” Yuli kembali meraih gagang pel, kembali mengepel lantai.


“Kau tidak boleh mengatakan hal itu kepada orang telah menaklukkan hukum.”


Christ merebut gagang pel di tangan Yuli. “Sep, tangkap ini.” Christ melempar alat pel itu pada Asep.


“Baik, Bos!” Asep menangkapnya dengan cepat.


Christ mengambil jas slimfit milik Yuli dan melemparkannya ke Yuli “Pakai kembali jasmu, dan bawa tasmu.”

__ADS_1


“Wah, sial! Apa-apaan pria ini,” ucap Yuli kesal.


“Kali ini, kau akan ikut denganku. Aku akan memberitahumu kasus pertama yang akan kita taklukan.”


Christ mengambil tas kerjan nya, lalu pergi dari lantai 3.


“Tentu, Pengacara Jahat!” Yuli berjalan menyusul Christ.


Hati-hati Bos!


Selamat bekerja Nona Yuli


Hari itu Christ akan menyelidiki kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang detektif kepada Wali Kota Bekasi. Dia akan pergi ke sel tahanan, tempat mantan detektif itu ditahan.


Alih-alih menjadi seorang wali hukum dari Detektif itu, Christ mempunyai tujuan lain. Mencari tahu lebih dalam tentang pembunuhan yang terjadi pada ibunya 20 tahun lalu.


Dan mantan detektif yang akan didatanginya kali ini merupakan salah satu orang yang berkaitan tentang insiden itu.


Menaiki mobil Porsche nya, Christ dan Yuli berangkat bersama. Christ mengemudi mobil, sedangkan Yuli duduk manis di sebelahnya.

__ADS_1


Mata Yuli memandangi desain interior mobil yang sangat mewah dan elegan. Rambut pendeknya bergoyang-goyang menatap bahu, saat pendingin mobil memancarkan angin segar ke dalam mobil.


Sejenak, Yuli dibuat terkesima oleh mobil mewah yang dimiliki Christ, tapi, dia tetap bersikap biasa dan tetap judes di depan Christ.


30 menit berlalu, Christ sampai di tempat sel tahanan untuk para napi. Seorang sipir penjara membukakan gerbang, memberi hormat dan menanyakan keperluan.


Christ menunjukkan kartu namanya, lalu sipir pun segera membukakan pintu gerbang. Mobil Christ pun memasuki halaman penjara itu.


“Baiklah, sudah sampai. Mari kita turun.” Christ mematikan mesin mobil, mengambil barangnya, lalu keluar dari mobilnya


Sebelum Christ keluar, Yuli telah berjalan lebih dulu. Christ segera mengunci mobil dan berjalan cepat menyusul Yuli.


“Apa kau sudah punya pacar?” tanya Christ menggoda Yuli.


“Astaga, apakah itu tujuanmu menjadikanku pembantu pengacara?” tanya Yuli ketus.


“Wah, dari jawaban ketus itu, menandakan kau tak mempunyai pacar.” Christ terus mencoba menggoda sembari mereka berjalan menuju sel tahanan.


“Kurasa menyelidiki kasus hanyalah akal-akalan mu saja. Mendekatiku adalah tujuanmu dan sifat aslimu akan muncul saat kita berdua.” Yuli masih saja ketus dan sewot dengan Christ.

__ADS_1


“Tidak, kau salah!” Christ menatap Yuli dari sebelah. “Kita disini untuk bekerja, dan kau menjadi paralegal-ku.”


__ADS_2