
Yuli berbalik lalu masuk ke dalam mobil. Kali ini dia duduk di kursi kemudi untuk menyetir.
“Aku yang akan menyetir kali ini. Kita akan pergi ke NUSAKAMBANGAN untuk mengunjungi Jono.”
Christ tersenyum lebar, lalu masuk ke dalam mobilnya.
“Apa kau bisa mengoperasikan mobil ini?” tanya Christ.
“Ucapanmu terdengar seperti cacian.” Yuli mendengus. “Diam saja, dan lihat bagaimana aku mengemudi.”
BRUM!!!! Yuli langsung menggeber setelah mesin menyala. Dan mobil pun melesat dengan kencang.
Meski Yuli seorang wanita, tapi Yuli juga tak kalah dengan Christ saat mengemudikan mobil sport itu.
Meliuk-liuk dengan kecepatan tinggi, menyalip semua kendaraan yang melintas di jalan raya pagi itu. Christ cukup dibuat kagum dengan kemampuan Yuli saat berkendara.
Lima belas menit berlalu, Mereka berdua telah sampai di penjara NUSAKAMBANGAN.
Beberapa sipir menyambut mereka dan memanggilkan Jono dari dalam selnya. Mereka akan membicarakan tentang Pras yang akan mengikuti persidangan di kemudian hari.
__ADS_1
“Tunggu, apa kalian berpikir bahwa dia akan menyebut nama Miko saat persidangan? Aku yakin itu tak akan pernah terjadi,” ucap Jono.
“Maka itu, kita harus membuat dia menyebut namanya saat persidangan,” jelas Christ.
“Kalau perlu, kita harus memaksanya agar dia menyebutnya,” tambah Yuli. Dia mengeluarkan foto Pras yang sedang mengobrol bersama asisten pribadi Miko. “Aku yakin kau pasti mengenal orang ini.”
“Dia adalah Pras, gembong perdagangan manusia yang memperkenalkan Si Pembunuh bayaran itu pada Miko.”
“Astaga … Bajingan ini. Aku juga pernah mengintrogasinya dulu.” Jono terkejut melihat foto itu.
“Apa kejahatan yang diperbuat saat itu?”
“Baiklah, ceritakan semua tentang dia, mulai dari keluarga, anak buahnya, hingga ukuran ****** ******** sekalipun.” Christ melucu.
“Astaga, apa kau sedang bercanda?” sahut Yuli ketus.
“Tentu saja tidak,” Jawab Christ. “Apa dia memiliki titik lemah?” lanjutnya.
“Hidupnya sudah sangat buruk. Orang-orang seperti dia itu tidak punya titik lemah, karena tak ada yang mereka khawatirkan,” jawab Jono.
__ADS_1
“Itu tidak mungkin. Di dunia ini, semua orang pasti memiliki punya titik lemah. Suatu hal yang sangat dikhawatirkan olehnya. Kita semua pasti punya seseorang yang sangat ingin kita lindungi di dalam hati kita.”
“Contohnya saja kau, meski kau polisi korup, dan bajingan, kau masih sangat memperdulikan tentang istrimu yang sedang mendekap di rumah sakit, benar bukan?”
Suasana lengang sejenak. Jono terdiam berpikir. “Ah, kau benar. Dia punya seorang ibu, dari salah satu keluarganya yang masih tersisa.”
Petunjuk yang bagus! Christ mengangguk bersemangat mendengarnya.
***
Hari demi hari berlalu. Tepat satu minggu kemudian, sidang ke-empat kasus pembunuhan walikota Joko akan berlangsung.
Di pagi hari yang cerah itu selalu menjadi awal yang menyenangkan untuk memulai aktivitas. Dengan sinar matahari yang tertutup dengan separuh awan, angin sejuk, serta bau khas yang segar dari alam, membuat bersemangat untuk menjalani lembaran baru.
Beberapa orang di kota Bekasi memanfaatkan suasana pagi untuk berolahraga, bersepeda, berlari, jogging dan pergi ke tempat pusat kebugaran yang ada.
Konon banyak orang menganggap bahwa aktivitas fisik di pagi hari dapat membantu meningkatkan energi dan memberikan perasaan bahagia pada setiap orang yang melakukannya.
Bagi orang yang sibuk dengan pekerjaan mereka, pagi yang cerah menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan aktivitas dan tugas yang harus dilakukan hari itu.
__ADS_1