
Kembali ke penjara, di ruangan kunjungan, tempat Christ dan Yuli menemui Jono.
Hati Christ kembali berkobar saat mengingat kejadian itu. Akan tetapi, dia harus tetap profesional dan menjalankan rencananya.
“Baiklah, Detektif Jono. Aku mungkin bisa membantumu untuk keluar dari tempat ini.” Christ menyeringai lebar.
Yuli tercengang menatap Christ. “Apa yang dilakukan pria ini? Kenapa dia yakin sekali? Dia terkesan seperti mengemis,” gumamnya dalam hati.
Jono mendengus kesal. “Apa kau tahu siapa pengacaraku?”
“Tentu saja aku tahu. Pengacara Budi. Dia adalah pengacara terbaik di Bekasi. Dia juga pernah menjabat sebagai Hakim dan sangat dihormati oleh para juniornya.
Dan kini, dia menjadi penasehat hukum di ASARON GROUP, perusahaan terbesar di kota Bekasi.”
“Wah, rupanya kau tahu persis tentang dia.” Jono menyandarkan punggungnya ke kursi. “Dia menjamin seratus persen akan menang saat membelaku di pengadilan.”
“Oh, seratus persen rupanya,” ucap Christ menggenggam tangannya. “Tapi sidang itu bukanlah seperti perjudian, tak ada yang bisa menjamin kemenangan dengan seratus persen.”
“Entahlah. Aku mana tahu soal begituan,” sahut Jono.
__ADS_1
“Pengacara yang suka menjamin kemenangan biasanya akan kalah di persidangan. Tak seharusnya kau percaya pada janji manis seperti itu.”
“Cukup, hentikan. Ayo berdiri dan pergi dari sini,” ucap Yuli berdiri dari tempat duduknya. Dia sudah muak dengan Christ yang masih saja membujuk Jono.
“Astaga, apa-apaan ini? Apa kalian sedang berpacaran? Hahahaha. Tapi tak apa, kalian cukup serasi.” Jono terkekeh.
“Kubilang, ayo pergi dari sini,” tegas Yuli menatap Christ yang masih duduk.
“Ah, benar juga. Dia adalah pembembantu pengacaraku. Dia sangat hebat. Kau bisa mengandalkan kami berdua.” Christ menatap Yuli, memperkenalkannya pada Jono.
“Apa-apaan kau ini? Apa kau tak punya harga diri? Kenapa kau terus membujuknya?” Yuli semakin kesal.
“Astaga, sebenarnya apa profesimu?”
“Lebih tepatnya, aku adalah seorang pemecah masalah. Aku telah membantu banyak orang dan berhasil memecahkan masalah mereka. Pemecah masalah terbaik yang punya lencana pengacara.”
Christ tetap saja tengil. Dia menunjukkan lencana pengacara yang ada di jas nya.
“Ah, sial! Aku sudah muak!” Yuli mengambil tasnya, lalu pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
“Hei, tunggu!”
“Baiklah, Detektif Jono. Jika kau berubah pikiran, kau bisa menghubungi nomor yang ada di kartu nama itu.” Christ beranjak pergi menyusul Yuli.
***
Di sebuah perusahaan terbesar di kota itu, ASARON GROUP tepatnya. Perusahaan itu memiliki bangunan yang cukup megah dan luas mencapai hektaran lahan.
Terdapat dua menara menjulang tinggi, yang mengapit gedung perusahaan itu. Perusahaan itu sendiri memiliki 10 lantai, dengan tiap lantai setinggi 20 meter.
Setiap lantainya memiliki ruangan yang luas, dan terbuka dengan pemandangan yang spektakuler, termasuk pemandangan kota Bekasi yang cukup padat.
Lantai satu hingga lantai empat gedung, dibangun untuk bisnis hotel penginapan, pusat perbelanjaan di lantai lima hingga tujuh, pusat kebugaran di lantai 8.
Lantai 9 untuk para karyawan yang bekerja di perusahaan raksasa itu sendiri, sementara lantai 10 tempat dan rumah pemilik perusahaan.
Bangunan itu memiliki desain yang unik dan mengesankan. Menggunakan bahan bangunan berkualitas tinggi seperti kaca, beton, marmer, dan bahkan logam.
Di dalam gedung itu sendiri terdapat berbagai banyak fasilitas yang ada, seperti lift, pintu darurat, dan jalur evakuasi lainnya.
__ADS_1