
Lantai 10. Lantai paling atas dari gedung perusahaan itu sendiri. Lantai sepuluh gedung itu dikhususkan untuk ruangan pemilik perusahaan dan para petinggi lainnya.
Terlihat seorang pria paruh baya, pemilik ASARON GROUP. Miko., itulah namanya Dia mengenakan setelan jas, kemeja, sepatu dan aksesoris mahal lainnya. Duduk di sofa tunggal dan mengangkat satu kakinya.
Dia ditemani oleh seorang penasihat hukumnya bernama Budi, mantan hakim yang menjadi seorang pengacara saat ini menjadi penasehat hukum di perusahaan itu dan juga sebagai pengacara Jono.
Hari itu Miko kedatangan seseorang tamu dari Jakarta.
Masih ingat dengan Roy?
Seorang pengusaha dan ketua preman yang pernah terlibat pertikaian dengan salah satu klien Christ, di awal kisah. Dan dia adalah tamu itu.
Kedatangan Roy ke tempat itu untuk mencari Christ, yang baru saja pindah ke Kota Bekasi.
Konon, Miko adalah orang yang paling tersohor dan terkenal di Kota Bekasi karena bisnis dan perusahaan besar yang dimilikinya.
__ADS_1
Beberapa pengusaha kecil-kecilan dan bahkan preman sekalipun pasti mendatangi Miko, jika ada yang ingin mereka butuhkan.
“Kedatanganku kemari, hanya untuk mencari seorang pengacara, Pak,” ucap Roy dengan sopan. Sangat menghargai Miko, sebagai orang tersohor di kota itu.
Roy memberikan sebuah kartu nama pada Miko, dan kartu nama itu milik Christ.
“Christianto?” Miko mengambil kartu nama pengacara itu dan membaca nama yang tertera. “Sepertinya dia pengacara yang cukup hebat. Kartu namanya saja memiliki banyak lisensi.”
Roy celingukan melihat ruangan Miko. Takjub. Terkesima dengan barang-barang mewah, pajangan yang antik, dan alat-alat mahal lainnya.
“Sebenarnya, aku ada masalah dengan pengacara itu, Pak. Aku telah berpikir berulang kali, kenapa seorang pengacara yang sangat sukses di Jakarta tiba-tiba pindah ke Bekasi, bukankah itu mencurigakan?”
Roy berdiri dan mengambil kartu nama yang ia berikan, saat Miko menyodorkannya kembali.
“Bekasi adalah kota yang dipenuhi dengan uang,” sahut Budi sebagai penasehat hukum. “Tak hanya itu. Bekasi adalah surga bagi para pengacara yang memiliki kompeten tinggi.”
__ADS_1
“Dan bagi orang seperti kau dan aku, Bekasi adalah taman bermain yang menyenangkan, jadi, bukankah kau sudah bisa menyimpulkan sendiri, apa artinya kota Bekasi bagi seorang pengacara?” tambah Miko.
“Ah, kau benar, Pak Miko.” Budi tersenyum lebar.
“Astaga, sepertinya aku harus berpindah ke kota ini juga.” Roy menyeringai lebar.
“Hahahahaha. Sekarang ini, kau dan aku sangatlah berbeda. Kau tahu itu, bukan?” Miko terkekeh.
“Omong-omong, Pak Miko. Apa kau bisa merekrut ku menjadi anak buahmu? Aku memiliki banyak preman yang tetap akan setia padaku.” Roy memohon.
Dia masih menyimpan dendam kepada Christ dan meminta bantuan ke Miko sebagai orang tersohor di Bekasi.
“Asal kau tahu, Pak Roy. Pemilik ASARON GROUP ini bukan lagi seorang preman sepertimu. Dia bukan sembarangan orang. Dia adalah Businessman,” tambah Budi
Roy menunduk, merasa direndahkan dengan ucapan Si Penasehat Hukum. “Akan tetapi, kita tak akan pernah tahu bagaimana hidup kita nantinya, jadi, kau bisa menghubungiku, jika suatu saat kau membutuhkan bantuanku.”
__ADS_1
“Sudahlah, terserah kau saja. Aku sudah muak denganmu. Lekas pergi dari sini!” Miko melambaikan tangan, menyuruh Roy untuk pergi.