SANG MAFIA HUKUM

SANG MAFIA HUKUM
SECTION 058


__ADS_3

Dan terjadi apa yang dikatakan oleh Christ padanya. Di penjara itu belum tentu dia dapat menghindari kematian, karena lebih banyak lagi orang suruhan yang akan memburunya di tempat itu.


Di tempat jemuran baju para napi, Christ dan Gun membawa Agus. Agus terduduk lemas dan menyandarkan tubuhnya ke dinding yang ada.


“Ketua ASARON GROUP, Miko. Dia ada kaitanya dengan kematian walikota, bukan?” tanya Christ tanpa basa-basi.


Agus menoleh, menatap Christ tajam. “Siapa orang ini sebenarnya?” gumamnya dalam hati.


“Kau pikir aku datang ke tempat ini tanpa tahu hal seperti itu, dan tanpa rencana apapun?” Christ pun ikut duduk disebelah Agus. “ASARON GROUP semakin berkembang sewaktu mendiang walikota Joko menjabat, bukan?


Aset, penjualan, dan semua bisnisnya semakin menaik pesat. Itu karena mendiang walikota Joko memusatkan semua bisnis utamanya ke ASARON GROUP.


Akan tetapi, ada dua hal yang mengganjal dalam benakku saat ini. Kenapa pemilik ASARON GROUP, Miko menyingkirkan walikota Joko, dan juga kenapa Detektif Jono yang dijebak atas pembunuhan itu?”


Agus menghela nafas panjang. Sesekali dia menyeka darah yang berada di jidat dan bibirnya. “Entahlah, aku tak tahu persis itu. Aku juga tak tahu apa detektif itu bersalah atau tidak. Akan tetapi, aku tahu jawaban dari pertanyaan pertamamu,” jelasnya.

__ADS_1


“Apa itu? Apa alasan Walikota Joko terbunuh?” tanya Christ penasaran.


“Apa kau pernah mendengar tentang SKY PENTHOUSE? Itu adalah sebuah proyek terbesar pembangunan griya tawang di kota Bekasi, semenjak kota Bekasi semakin maju.


Proyek itu juga pernah diabaikan selama lebih dari 15 tahun lamanya, dan saat ini proyek besar itu akan dibangun kembali.”


“SKY PENTHOUSE?” Christ mengerutkan dahinya. “Tunggu, jadi, maksudmu mendiang walikota Joko terbunuh karena menentang proyek pembangunan besar itu?”


“Aku tidak tahu kenapa kau sangat ingin tahu dengan hal ini, tapi, aku ingin hidup dengan tenang setelah keluar dari tempat sialan ini, dan aku tak ingin bertemu denganmu lagi.”


Christ masih duduk dan termenung memikirkan sesuatu. “Apa mungkin Miko ingin menjadi walikota Bekasi?” gumamnya.


***


Di sebuah pasar tradisional, pinggiran kota Bekasi. Pagi itu banyak sekali warga yang mengunjungi pasar tradisional.

__ADS_1


Pasar itu memiliki tempat yang cukup strategis, meski lokasinya di pinggir kota. Berbentuk gang persegi dengan gang kecil, serta bangunan di setiap sudutnya.


Tenda-tenda kecil milik para pedagang lokal, terpasang dan berjajar rapi di setiap lorong gang. Pedagang lokal sering kali merupakan pemilik usaha kecil atau UMKM yang menjalankan bisnis mereka secara turun temurun.


Pasar tradisional itu juga menyediakan berbagai macam barang keperluan dapur, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, ikan dan daging segar, serta rempah-rempah lainnya.


Bahan non pangan juga terdapat di dalam pasar itu, seperti pakaian anak kecil, macam-macam ikat pinggang, topi, dan masih banyak lainnya.


Suara sekerumunan orang dari penjual dan pembeli terdengar meriah. Mereka saling tawar menawar, bergosip, dan bahkan bergunjing satu sama lainnya.


Tepat di sebelah pasar tradisional itu, terdapat sebuah gedung kosong yang memiliki 2 lantai.


Di lantai 2 gedung, Miko ditemani asistennya sedang melihat-lihat gedung itu. Disana juga berada Roy yang dipanggil Miko untuk menemaninya.


Miko membuka jendela balkon dan melihat kerumunan warga sipil yang sedang memenuhi pasar tradisional.

__ADS_1


“Gedung ini adalah lokasi kampanye dan sekaligus markas kita,” ucap Miko.


__ADS_2