SANG MAFIA HUKUM

SANG MAFIA HUKUM
SECTION 046


__ADS_3

“Wah, kukira kalian sudah mulai kuat, tapi ternyata tidak.” Christ tersenyum membenarkan dasinya.


Tersisa sembilan lagi anak buah Roy. Mereka semua berdiri mengelilingi Christ. Mereka semua membawa senjata di tangannya masing-masing, pisau lipat, celurit, golok, dan bahkan tongkat bisbol.


Christ pun mengeluarkan sebuah tongkat double stick dan memainkan beberapa atraksi sebelum menyerangnya.


Saat tiga orang melangkah mendekat.


TAK TUK TAK TUK TAK TUK


Suara besi mengenai tengkorak kepala terdengar sangat nyaring. Kepala tiga orang yang menyerang Christ mulai benjol dan mengeluarkan banyak darah.


Tersisa lagi enam orang. Mereka masih berdiri dan menelan ludah melihat 4 orang temannya yang sudah terkapar tak berdaya.


Christ berlari menghindari keenam orang itu. Dia berlari mengitari ruangan dan memecahkan semua rak kaca beserta semua botol alkohol yang ada.


Sesekali dia melempar beberapa botol itu kepada beberapa orang yang mengejarnya.


Dengan lincahnya Christ berlari dan melompat menghindari semua sabetan celurit dan pukulan tongkat bisbol, lalu berputar dan menendang kepala anak buah Roy dengan teknik taekwondo.

__ADS_1


Christ terus berlari mengitari ruangan dan berdiri di tempat paling tinggi. Tempat alat musik DJ berada.


Dari sanalah Christ melompat dan mendarat di salah satu dada kacung dan memukul kepalanya menggunakan sikut, dengan teknik Muay Thai. Christ bak terlihat seperti aktor utama di film Ong bak.


Christ terus berlari dan sampailah dia di panggung tempat Yuli diikat. Saat Christ akan melepaskan ikatan Yuli, tiga orang berdatangan kembali menyerang Christ dengan pisau.


WUSH


“Awas!!!” teriak Yuli. Yuli sama sekali tak ketakutan dengan itu. Dia malah terkesima dengan kemampuan beladiri dan menyerang Christ.


Salah satu orang mendekat dan mengayunkan pisaunya ke arah Christ.


Dengan pisau di tangannya, Christ kembali turun dari panggung tempat Yuli dan menusuk punggung kedua anak buah Roy dan menggores kaki bagian belakang dengan pisau di tangannya itu.


Darah segar mulai membanjiri lantai setempat. Christ kembali naik ke panggung dan menyelamatkan Yuli.


“Apa kau tak apa?” tanya Christ melepas ikatan Yuli.


“Apa kau benar Christianto?” tanya Yuli tak percaya Christ mampu melakukan itu semua.

__ADS_1


“Tentu. Aku masih Pengacara Christianto.”


Yuli pun berhasil melepaskan dirinya, tapi tiba-tiba, PYAAR!!!


Roy datang membawa botol alkohol, lalu memukulkannya ke kepala belakang Christ.


“CHRIS!!” Yuli berseru ketakutan melihat Christ yang terpukul.


Christ sempat sedikit oleng dan akan tumbang saat itu, akan tetapi, dia tetap bankit dan melawan Roy.


“Matilah kau!” Christ berdiri dan memberikan pukulan telak di rahang Roy. Tak hanya itu. Beberapa kali Christ melayangkan pukulan bertubi-tubi ke tulang rusuk Roy.


Roy pun akhirnya tumbang kesakitan bersama semua sepuluh anak buahnya.


“Ayo, mari kita pergi.” Christ menarik tangan Yuli dan segera mengajaknya pergi dari tempat itu.


Beberapa anak buah Roy yang masih kuat pun berdiri dan mengejarnya, tapi, Christ dan Yuli lebih dulu menaiki mobil, lalu pergi dari tempat hiburan malam itu.


Jalanan saat itu cukup padat. Waktu-waktu itu adalah waktu bagi para pekerja kantor dan buruh pabrik pergi bekerja.

__ADS_1


Kendaraan bermobil dan bermotor mulai memenuhi jalan raya, akan tetapi, Christ tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2