Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping
Bab 101 Syafi!


__ADS_3

Syafi menatap tajam dua orang yang dia ingat selalu mematai-matai dirinya sejak dia menginjakkan kakinya di bumi Kalimantan ini.


"Dind, Jan, aku mau ambil handphone dulu, aku mau live igeh, kan aku sekarang seleb, sekalian aku mau mojok sama imam akoh," pamit Syafi pada dua temannya.


"Jadi kamu mau nyanyi buat kita-kita Fiy?" Dinda memastikan.


"Apa yang enggak buat kamu thayank." Syafi mengedipkan sebelah matanya pada dua temannya.


"Yeayyy!" Satu ruangan itu heboh dengan teriakkan kebahagiaan mereka.


Sedang Syafi izin menepi sebentar. Syafi langsung menghubungi Dirga via video call. Dia ingin melihat wajah laki-laki itu untuk terakhir kalinya.


Di seberang lautan sana ….


Sepasang mata Dirga sibuk memandangi layar handphone. Anak buah Sam selalu mengirim foto-foto aktivitas Syafi selama berada di Kalimantan. Senyuman selalu menghiasi wajah Dirga jika matanya memandangi wanita penghuni hatinya walau hanya dari layar handphone.


Pagi ini mata Dirga disuguhi dengan melihat betapa cantiknya wanita itu, walau rasa bersalah semakin meledak dalam dirinya, wanita itu pasti semakin marah padanya, karena dirinya menyembunyikan berita reuni dan mengeluarkan nomor telepon Syafi yang asli dari group dan memasukkan nomor pribadinya di sana.


Kesalahan Dirga bagai bola salju, awalnya hanya gumpalan kecil, tapi semakin ke sini gumpalan itu semakin besar, dan telah menghancurkan apa saja yang dia kenai.


"Kamu selalu cantik Fiy …." Dirga membelai wajah Syafi dari layar handphone-nya.


Drettttttt!


Sebuah panggilan video masuk. Sekujur tubuh Dirga bagai tersengat aliran listrik saat melihat siapa yang menghubunginya via video call.


"Syafi …." Secepat kilat Dirga menerima panggilan Video yang masuk.


"Sa--"


Dirga tidak mampu meneruskan kata-katanya, ketika kedua matanya melihat wajah cantik yang dipenuhi dengan raut kemarahan.


Sepasang mata yang dulu selalu memandangnya dengan penuh cinta, sekarang pasang mata itu hanya ada sinar kebencian dan memendam perasaan sakit.


Hati Dirga seketika hancur melihat Syafi memandanginya dengan tatapan killer.


"Aku sudah mundur baik-baik dari hidup kakak! Aku berusaha bahagia tanpa kakak! Kenapa kakak malah mengutus orang kakak untuk mengikutiku!"


Dia marah padaku, dia sama sekali tidak iba melihat wajahku yang seperti ini.


Dirga hanya diam, rasa sakit Syafi membungkam mulutnya.


"Aku juga kecewa sama kakak, kakak mengganggu privasi aku, selama ini, apa aku pernah berontak kalau kakak larang? Andai reuni ini kakak tidak memberiku izin untuk datang, aku tidak akan datang, dan aku tidak akan marah!"


"Fiy--"


"Stop memantau kehidupanku! Kalau aku melihat ada utusan kakak di sekitar aku, aku pastikan kakak melihat langsung detik terakhir aku menghirup napas di bumi ini!"


Dirga sangat tidak percaya dengan apa yang dia dengar. "Fiy, kamu melalukan dosa besar kalau bunuh diri, neraka Fiy!"


"Daripada aku melanjutkan hidup tapi tersiksa dengan bayangan kakak, apa bedanya?" Tantang Syafi.


"A-aku berjanji aku akan menarik mereka," ucap Dirga lemah.


"Kakak juga janji, kalau kakak akan meneruskan hidup kakak dengan baik?"


Dirga sedikit bahagia, Syafi masih mengkhawatirkan dirinya.


"Jangan ge'er! Aku hanya tidak mau menjadi penyebab hancurnya hidup kakak, makanya sebelum aku pergi, aku memastikan kakak bahagia."


Kebahagiaan yang baru muncul dari hati Dirga seketika lenyap, kala mendengar ucapan Syafi.

__ADS_1


"Hidupku mana bisa baik dan bahagia tanpa kamu Fiy …."


"Dasar Kadal buntung!"


Dirga menunduk, kebencian dan kekecewaan sudah merubah istrinya.


"Kakak pikir, aku akan iba melihat wajah kakak dipenuhi pelangi? Tidak kak!" 


Berulang kali Dirga menghela napasnya. "Aku janji, akan meneruskan hidupku, dan aku janji tidak akan mengusik hidupmu."


"Bagus, aku pegang janji kakak, kalau mereka belum pergi juga setelah aku selesai bernyanyi, surat keterangan kematianku akan sampai pada kakak."


"Fiy!"


Percuma, Syafi tetap memutuskan sambungan video call mereka.


Di bumi Kalimantan.


Syafi memukul dadanya berulang kali, dia tidak bermaksud sekasar itu, namun dia tidak mau jadi bayang-bayang Dirga, laki-laki itu sudah punya anak dan istri. Apalagi melihat wajah Dirga yang membiru, hatinya sangat sakit, ingin sekali mengusap wajah itu.


"Fiy, kamu di sini, kapan menyanyi?" 


"Owh, aku lagi cari inspirasi Dind."


"Ayuk, teman-teman sudah tidak sabar."


Dinda dan Syafi kembali masuk ke dalam cafe.


"Dinda, kamu rekamin aku ya, aku mau live igeh pas nyanyi nanti, biar suami aku, dan dua sahabat aku yang ada di seberang lautan sana bisa lihat," pinta Syafi.


"Okey …." 


Syafi segera melangkah menuju panggung musik, sedang Dinda berkumpul bersama yang lain sambil memegang handphone Syafi merekam wanita itu bernyanyi.


Semua teman-teman yang ada sangat menikmati lagu yang Syafi bawakan.


..."Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya, yang mampu membuatku … tersadar~ dan sedikit menepi …."...


Sehabis Syafi menyanyikan lirik lagu itu, tiba-tiba musik yang tadi slow tiba-tiba berubah. Syafi yang tadinya bernyanyi hanya duduk, tiba-tiba aktif menggerakkan kedua tangan dan kepalanya mengiringi irama musik.


..."Buang saja masa lalu janganlah ragu-ragu ikut bersamaku."...


Syafi berjalan mendekati teman-temannya.


..."Bukalah mata, lihat dunia dan sadarilah!"...


..."Tiada guna hidup selalu bersukacita, mari bergembira, gembira bersama, mari bergembira bersama."...


Keadaan di cafe seketika riuh, beberapa teman Syafi ikut bergoyang bersama Syafi.


..."Kawanku biarkan pilu yang di hatimu menjauh...


...Jangan kau biarkan risau buat hidupmu jadi kacau...


...Bebaskan rasa keluh dan kesah di dalam jiwa …."...


****


Dirga mematung melihat Syafi begitu bahagia di sana. Dirga terus memandangi layar handphonenya yang menampilkan tayangan live igeh pribadi Syafi.


"Mungkin kamu bisa membuang masa lalu yang ada aku Fiy, tapi aku tidak bisa." Dirga memejamkan kedua matanya, ingin memperjuangkan Syafi, tapi takut jika ancaman Syafi bukan bualan.

__ADS_1


...Biar saja orang berkata apa...


...Yang penting kita bisa tertawa...


...Walau hidup ini susah namun jangan kau menyerah...


...Meraih masa depan cita bahagia...


Dirga merasa bahagia melihat Syafi bernyanyi seceria itu, namun mengingat lagu-lagu yang Syafi nyanyikan selalu menggambarkan perasaannya, Dirga hanya bisa diam.


"Bahagia selalu Fiy, aku berjanji, aku tidak akan mengusik hidupmu."


Dirga terus menonton live igeh Syafi, mungkin ini sebagai hadiah terakhir dari Syafi untuknya, juga kabar untuk Mayfa dan Athan kalau dia baik-baik saja di sana.


Di sekolah The Alvaro, ada dua orang yang bersembunyi di toilet, hanya demi menonton live igeh sahabat mereka. Athan bersembunyi di toilet pria, sedang Mayfa bersembunyi di toilet  wanita.


Mayfa tersenyum melihat Syafi sangat bahagia, senyuman itu bukan senyuman palsu yang selama itu terus dia usahakan menampakkannya.


...Let's have fun together, let's have fun together...


...Let's have fun together, let's have fun together...


...Let's have fun together, let's have fun together...


Syafi dan temannya bernyanyi dan menari bersama.


...Let's have fun together, let's have fun together …....


Lagu berakhir, namun bukan membuat mereka yang menonton di igeh maupun menonton langsung di sana jadi bahagia, tapi mereka semua panik, tiba-tiba Syafi jatuh pingsan.


"Syafi!" 


Teriakkan yang sama terucap dari mereka yang ada di sekitar Syafi maupun mereka yang menonton Syafi dari layar handphone mereka.


Hanya Mayfa dan Athan yang berusaha menahan suara mereka.


Mayfa panik, dia segera menyimpan handphonenya, menyembunyikan earphonenya, dan bergegas menuju wastafel mencuci kedua tangannya. 


Saat keluar dari toilet, dia hampir bertabrakan dengan Athan.


"Lu lihat igeh Syafi?"


"Lihat, makanya gue panik! Tapi saat ini kembali ke kelas dulu, semoga aja ada yang balasin pesan gue!"


Athan setuju dengan ide Mayfa, nanti mereka kena sindir kepala sekolah lagi


"Mentang-mentang di-istimewakan pemilik T.A School, kalian bertingkah."


Kata-kata kepala sekolah yang itu seakan jadi cambuk bagi Athan agar selalu berhati-hati.


****


khayal aja othornya yang nyanyi.


(?) kenapa sih karya author pemerannya suka nyanyi.


(\=) karena othor suka nyanyi, tapi terbentur sama suara yang kagak memenuhi syarat sebagai penyanyi. 😂


Jadi ada adegan nyanyi, imajinasiku aku yang nyanyi 🤭🤭🤭


Ada pertanyaan selain nanya kapan lanjut? Silakan tulis di kolom komentar, Insya Allah di jawab kalau tidak terlalu ahem😂

__ADS_1


Sampai jumpa besok kalau ada kesempatan mojok ma keayped hp


__ADS_2