
Arnaff masih terdiam, terus berpikir, mengapa Sam yang marah atas keputusannya membatalkan pernikahan dengan keponakan Ardhin.
Sam memberikan senyuman masamnya. “Kau meminta belas kasihanku untuk perusahaanmu. Yah … memang aku akui, nasib tragis akan menghampiri perusahaan mana saja yang aku campakkan. Ingatkah kamu … bagaimana
hancurnya perasaan paman Ardhin saat kau meninggalkan keponakannya?”
“Kenapa kau semarah ini Sam? Urusanku dengan Ardhin bahkan ku anggap selesai!”
Sam geram dengan jawaban Arnaff, dia langsung berdiri dari posisi duduknya. Berjalan cepat menghampiri Arnaff. Arnaff tidak bisa menghindar saat Sam menarik dasi-nya.
“Kau bilang selesai?” Kemarahan itu kian menyala, tidak melepaskan cengkramannya pada dasi Arnaff, membuat laki-laki itu susah bernapas. “Kau ingat peraturan yang berlaku pada keluargaku, mereka yang bekerja sepenuh hati untuk keluargaku, siapapun mereka, mereka adalah keluargaku! Kau sudah membunuh dua anggota keluargaku, bukan Cuma dua tapi tiga! Gadis itu juga seakan mati saat Paman Ardhin dan bibi Kamal meninggal!” Melihat wajah Arnaff nampak seperti kehabisan napas, Sam melepaskan cengkramannya dan mendorong Arnaff, sehingga laki-laki itu tersungkur di lantai.
“Pergi dari sini! Muak aku melihat pembunuh sepertimu!”
Arnaff masih terbatuk, mengatur napasnya. Tidak mampu berkata apa-apa lagi, dia segera pergi meninggalkan ruangan Sam.
Sam kembali ketempat duduknya, menyandarkan punggung di sandaran kursi kerjanya. Teringat akan kedua orang tua Arnaff, Sam harus melindungi nama kedua orang tua Arnaff. Sam langsung meraih telepon, menekan nomer Sekretarisnya. “Roman! Segera keruanganku!” titahnya.
“Baik Tuan,” sahut di ujung telepon sana.
Tidak berselang lama, suara ketukan pintu terdengar, pintu itupun perlahan terbuka, terlihat sosok Roman berjalan kearahnya. Mempercepat langkah kakinya agar sampai lebih cepat ke hadapan Tuan-nya. “Ada apa Tuan?”
“Rencanaku untuk mengganti nama perusahaan ini, sudah berproses sejak satu tahun yang lalu. Apakah sudah selesai?”
“Tinggal sedikit lagi Tuan. Karena banyak yang di perbaharui apabila perusahaan ini berubah nama.”
“Tolong kamu percepat, aku ingin nama perusahaan ini menjadi nama Puteraku.”
“Baik Tuan. Hanya menunggu beberapa pengesahan, maka Ozage Crypton Group akan berubah menjadi The Alvaro Group.”
“Semoga urusannya cepat selesai, aku tidak sabar untuk mengumumkannya pada publik, sekalian peresmian untuk nama baru nanti.”
Tok tok tok
Suara ketukkan pintu menyita perhatian Sam dan Roman. Terlihat sosok Dirga ada diantara pintu, dia berjalan dengan semangat membawa beberapa berkas. Hanya berdiri di samping meja kerja Sam. Meletakkan berkas yang dia bawa. “Tuan. Ini ada beberapa laporan tentang izin pergantian nama perusahaan, Tuan serius mengganti nama perusahaan ini?”
“Sangat serius, bahkan sudah aku urus sejak satu tahun terakhir ini.”
“Memangnya ada masalah dengan nama perusahaan yang sekarang?” Dirga tidak mengerti kenapa Tuannya ini malah ingin mengganti nama perusahaan.
“Tidak ada, hanya saja aku ingin nama perusahaan ini menjadi nama kedua puteraku,” jawab Sam.
__ADS_1
Dirga menggeleng, Sam selalu melakukan apa yang dia mau. Dia hanya memberikan berkas penting pada Sam. Sekaligus memberikan berkas lamaran Syafi untuk jadi pengajar di Sekolahan Gavin dan Gilang.
“Dirga, aku butuh rekaman video yang kamu perlihatkan waktu itu, bisakah kau kirim video itu?”
“Baik, Tuan.” Dirga langsung meraih handphone-nya. Mengirimkan video yang Sam minta, video yang merekam detik-detik terakhir kehidupan Kamal. Selesai dengan urusannya, Dirga segera pergi dari ruan kerja Sam.
Melihat rekaman sudah Tersimpan, Sam tersenyum. Dia yakin kalau Arnaff akan meminta bantuan kepada kedua orang tuanyauntuk merayu Sam, atas dalih kekeluargaan. Sam meneruskan urusannya dengan Roman.
***
Setelah pergi dari Gedung Ozage Crypton Group, Arnaff langsung pulang ke rumahnya. Pikirannya sungguh kalut. Jika perusahaannnya tidak menjalin kerja sama dengan perusaah Sam lagi, akan susah bertahan. Karena perusahaan lain di bawah kendali Perusahaan Sam. “Papa ….” Arnaff berharap bisa meminta bantuan papanya, untuk merayu Sam. Arnaff melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya.
Sesampai di teras rumah kedua orang tuanya, terlihat si cantik putri semata wayangnya bermain dengan pengasuhnya. “Hallo sayang ….” Arnaff langsung mendaratkan ciuman di pucuk kepala putrinya.
“Hai papa ….” Masih asyik dengan mainannya. Arnaff langsung masuk kedalam rumah, untuk menemui papa dan mamanya.
Di ruang tamu, terlihat Rinto dan Leti tengah bersantai. “Arnaff ….” Leti terkejut melihat Arnaff pulang lebih cepat.
“Papa ….” Arnaff langsung menghempaskan tubuhnya di sofa empuk di dekat Rinto.
“Jangan bilang ada masalah perusahaan, dan papa harus turun tangan,” tebak Rinto.
Arnaff mematung, bingung harus memulai dari mana. “Sam memutus kontrak kerja sama yang baru pah,” ucapnya.
Suasana yang tadi santai tiba-tiba menegang. Masa depan perusahaan dalam masalah jika Sam tetap memutus kerja sama.
“Aku sudah menemui Sam, tapi aku tidak mendapatkan jawaban. Papa … tolong ….” Arnaff sungguh putus asa.
“Aku menyerahkan Perusahaan, agar bisa menikmati waktu santai bersama cucu. Hedeh … aku lagi yang harus turun tangan,” keluh Rinto. Rinto langsung mengubungi Sam. Keduanya sepakat akan secepatnya bertemu.
Arnaff sedikit lega, mendengar Sam dan papanya akan bertemu. Karena papanya orang kritis, tidak mudah percaya kalau hanya kata-kata, tanpa bukti. Arnaff yakin, Sam tidak punya bukti untuk memojokkannya.
***
Di tempat lain ….
Jam hampir jam lima sore, tapi cuaca masih terasa panas. Berulang kali Mayfa menoleh kearah kanan dan kirinya. Tugasnya di sekolahan ini baru selesai. Tukan ojek online yang dia order belum juga datang. Tiba-tiba sebuah motor berhenti di depannya, membuat Mayfa mundur sedikit dari posisinya saat ini. Orang itu membuka kaca helm-nya. “Ya salam … bumi ini selebar daun kelor kayaknya beneran! Aku merantau sejauh ini malah 4L. Lo lagi … lo lagi!” Athan melepas helm-nya.
“Athan?” Mayfa tidak kalah terkejut, bertemu vokalis band yang biasa mengisi acara di Restoran tempat dia bekerja dulu.
“Beberapa hari ini, aku lewat sini, aku selalu mengira kau hanya halusinasiku, sekarang aku ingin memastikan kalau ini nyata atau hanya khayalan.” Athan tersenyum, bisa bertemu lagi rekan somplak yang lain.
__ADS_1
“Aku baru tinggal di sini, sejak lamaran kerja aku di terima. Aku ngajar di sini, yah … walau hanya sebagai guru kontrak,” ucap Mayfa.
Athan menoleh ke bangunan yang ada di belakang Mayfa. “Sekolah ini, dari dulu aku sangat ingin mengajar musik di sini.” Tatapan mata Athan masih mengarah pada bangunan sekolah itu.
“Jadi pengajar di sini ketat, ini aku baru selesai dari kelas bimbingan para guru. Aku juga baru di terima, Kak. Aku melamar di sekolahan ini enam bulan loh, baru dapat jawaban.”
“Selamat May,” ucap Athan.
Sebuah motor berhenti di dekat Mayfa, pengendaranya mengenakan jaket dengan warna khas ojek online. “Mbak Mayfa ….” Matanya memandang layar handphone-nya. Memastikan kalau itu penumpangnya.
“Kak, aku mau pulang dulu ya … ojek aku sudah datang,” ucap Mayfa.
“May … minta nomer kamu dong ….” Masih banyak yang ingin Athan tanya dan juga ingin cerita pada Mayfa.
“Nanti aku hubungi kakak, nomer kakak masih yang lama ‘kan?”
“Iya, masih yang lama.”
“Ya sudah, sampai ketemu nanti, aku capek banget ini,” ucap Mayfa.
Athan hanya mengangguk, dia juga ada urusan. Andai tidak sibuk saat ini juga dia membuntuti Mayfa, agar tau di mana temannya tinggal.
****
Bersambung.
Kalau teman belum tau dukungan terbaru, tolong baca ya ....
Oh ya kalau teman-teman masih menggunakan noveltoon/mangatoon lama, vote poin kalian tidak akan di hitung, jadi untuk vote kalian harus upgrade ke versi terbaru dulu.
Aku kasih tau, karena aku lihat masih ada yg vote dengan aplikasi lama. Vote yang di hitung itu vote yang baru, kali aja ada yang belum tau, ini aku kasih tau ya...
Nah, ini kalau mau dukung pakai poin, jadi dukungan itu berupa hadiah/gift berupa bunga atau kopi. Itu ada keterangan jumlah poinnya.
Nah, kalau ini vote dengan tiket. 1 akun akan di kasih pihak aplikasi 1 tiket. Tiket Vote akan hangus jika dalam 1 minggu tidak kalian gunakan. Kita akan dapat 1 tiket setiap 1 minggu. Kecuali penguna Vip. Vip akan dapat 2 tiket dalam.1 minggu.
Tapi sekarang, like kalian itu sudah termasuk dukungan, aku kalian kasih like dan komen, itu sudah lebih dari apapun. Jangan memaksakan diri untuk vote pakai gift, cukup like dan komen aja, aku sudah bahagia banget,
__ADS_1
yang sudah dukung like, komen, Vote gift, atau vote tiket, TERIMA KASIH banyak, 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗