Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping
Bab 103 Lega


__ADS_3

Syafi bisa bernapas lega, akhirnya dia bisa pergi tanpa diikuti oleh anak buah Sam. 4 jam berlalu, kurang lebih 4 km lagi dia akan sampai di desa neneknya.


Syafi semakin merasa lega, karena saat ini kepalanya tidak terlalu pusing, isi perutnya pun aman.


Memasuki Kecamatan Batang Alai Utara, mata Syafi di sambut warna-warni payung pelangi yang terbentang sepanjang jalan A. Yani.


"Kue Cincin." Syafi membaca spanduk yang terpasang di penjual cincin yang ada sisi kanan dan kiri jalan A. Yani.


"Berapa lama nggak pulang kampung dek" tanya Supir. Sang supir heran melihat Syafi yang takjub atas apa yang ada di depan matanya.


"3 tahun, mungkin lebih sedikit."


"Owh pantas adek nggak tau, sudah lumayan lama, warga di sini berjualan kue cincin sepanjang jalan ini."


"Sekarang desa saya tidak hanya terkenal dengan pengrajin besi, tapi banyak yang jual kue cincin juga." Syafi terus tersenyum.


"Iya, sampai orang-orang menyebutnya desa pelangi, karena banyak payung pelangi di sepanjang jalan."


"Paman, pertigaan sana belok ya." Syafi melihat jalan kecil yang ada di depannya.


Mobil taksi pun berbelok sesuai arahan Syafi. hanya masuk beberapa ratus meter, mobil taksi itu berhenti di sebuah rumah kecil.


Syafi segera turun, sedang sang supir menurunkan beberapa barang belanjaan Syafi.


"Terima kasih banyak paman."


"Sama-sama dek." Mobil taksi yang sering di sebut taksi Banjar itu pun meninggalkan Syafi di sana.


"Mama! Kak Aul datang!" Teriakkan seorang anak kecil menggema kala melihat kakak sepupunya berada di depan rumah.


"Nura ...." Syafi merentangkan tangannya menyambut adik sepupunya yang berlari kearahnya.


Hanya memeluk Nura sebentar, beberapa tetangga yang mendengar langsung berlari menyambut Syafi, mereka bergantian melepas rindu pada anak desa mereka yang kini kembali dari perantauan.


"Katanya pulang besok." Seorang perempuan mendekati Syafi dengan linangan air mata.


Syafi mengusap air mata yang membasahi pipi bibinya. "Pesawat saya mendarat lebih cepat, ya lebih cepat juga sampainya."


Syafi memandangi rumah peninggalan almarhumah neneknya, terlihat lapuk, rumah berukuran 5x7 itu hanya terbuat dari papan kayu. Rumah kecil yang sangat sederhana, tapi menciptakan banyak kebahagiaan untuknya. Mata Syafi menoleh kearah sisi rumah tersebut, rumah neneknya terasa sejuk karena dikelilingi perkebunan karet, sedang seberang rumah neneknya banyak rumah-rumah warga berderet. Hanya rumah nenek Syafi yang tunggal, kanan dan kirinya pohon karet yang setiap harinya disadap oleh bibinya.


Syafi menghembuskan napasnya, keputusannya pulang ke desa ini sangat tepat, saat ini dia benar-benar melupakan Dirga, kebahagiaan bertemu tetangga dan juga bibinya, seperti air hujan yang turun dan mengisi sungai yang kering.


Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!


Nada itu bersumber dari warga yang berprofesi sebagai 'Pandai Besi' yang tengah memproses besi, alunan nada yang selalu Syafi dengar dari dulu setiap harinya, menemani hari-hari masa kecilnya. Kini nada itu kembali menyambut telinganya. Senyuman terukir di wajah Syafi.

__ADS_1


Namun ada bunyi lain yang baru Syafi dengar.


Buggg! Buggg! Buggg!


"Itu suara apa ya bi?" tanya Syafi.


"Itu suara mesin hidrolik, beberapa pandai besi menggunakan mesin itu untuk bekerja." terang salah satu warga.


"Kita masuk dulu, ayo semuanya kita masuk, kali aja mau dengar cerita Siti Nurhalizah," ucap Syafi.


Beberapa warga ikut masuk ke rumah Syafi. Syafi pun dengan senang hati berbagi cerita. Namun saat ada yang menanyakan Dirga, Syafi berusaha menutupinya dengan cerita kesibukan Dirga.


"Berapa bulan di sini?" tanya salah satu warga.


"Belum tau, yang pasti kalau Datuknya siti minta pulang, siti terpaksa pulang lah."


Warga tertawa mendengar candaan Syafi.


****


Dua hari berlalu, Dirga mulai terlihat lebih baik, dia tidak pulang ke rumahnya, kenangan bersama Syafi seakan menyiksa dirinya jika dia kembali, Dirga memutuskan menyambung hidupnya di apartemen miliknya dulu. Menjalani kesendiriannya dengan bermacam kesibukan pekerjaan.


Untuk masalah Lala, kedua orang tua Lala pasrah ketika Lala dan Dirga sepakat untuk bercerai.


Dretttt!


Dirga, siang nanti kita akan menjebak dalang yang telah mencelakai Romi, semoga kamu bisa datang.


Dirga hanya membaca pesan dari tante Karla. Dirga yang penuh semangat dan murah senyum, semua itu tidak ada lagi, yang ada hanya Dirga yang pendiam, dan yang dia perdulikan hanyalah pekerjaan semata.


Dirga yang ramah pada semua orang pun tidak ada lagi, dia hanya mau berbicara dengan sesama lelaki atau perempuan yang lebih berumur. Perempuan muda jangan coba-coba menarik perhatiannya, kalau tidak ingin melihat kemarahannya.


Di belahan lain.


Getra berjalan santai memasuki sebuah pabrik tua yang kosong.


"Sudah hampir 7 bulan! Kalian belum menemukan di mana wanita yang memiliki benih Romi?" Teriakkan itu menggema, sampai burung-burung yang ada di sana terbang karena terkejut.


"Maaf bos, kami benar-benar tidak tau, malam itu Romi menyadari kalau dirinya diikuti."


"Aku akan memberitahu di mana benih Romi berada, tapi dengan satu syarat."


Suara laki-laki itu mengejutkan 6 orang yang berada di pabrik kosong tersebut.


"Getra? Kamu sahabat Romi, mana mungkin kamu memberi tau kami di mana benih Romi!"

__ADS_1


"Tuan Fablo, saya menderita, selama 2 bulan perusahaan saya diambang kebangkrutan!" Getra terlihat putus asa.


"Maaf Getra, pernjanjian kamu dengan Romi hanya 5 bulan, Romi tidak ada maka, kerjasama tidak diperpanjang."


Laki-laki yang bernama Fablo itu terlihat berpikir. "Bukankah kamu punya adik ipar orang kuat TAG?"


Getra menghempas kasar bobot tubuhnya diatas bok kayu yang ada di dekatnya. "Istri tua kabur, istri muda tersingkir!"


"Owh, Dirga tidak pandai menyembunyikan istri keduanya rupanya."


"Adikku sekarang janda, dia diceraikan Dirga--" Getra terdiam, dia menoleh kearah Fablo. "Darimana Anda tau, kalau adik saya istri kedua Dirga?"


"Di Rumah Sakit, beberap bulan lalu, Dirga datang bersama seorang wanita bernama Lala, dan kata mata-mataku wanita itu istri kedua Dirga."


"Begitulah, makanya sekarang aku butuh dana, sebagai penggantinya aku beri informasi di mana kekasih Romi," tawar Getra.


"kamu hanya ingin kontrak kerjasama perusahaan saja, bukan?" Fablo memastikan.


"Itu saja."


"Baik, setelah dari sini kita akan bahas kerjasama kita, tapi sekarang di mana kekasih Romi yang 7 bulan yang lalu masih hamil?"


Getra memberikan potongan koran yang memuat berita wanita hamil bunuh diri 7 bulan yang lalu.


"Wanita itu bunuh diri karena Romi tidak datang menjemputnya malam itu, dia malu dan sakit hati, lalu meng-akhiri hidupnya."


"Bagaimana aku bisa percaya itu kekasih Romi?"


Getra memberikan beberapa foto editannya yang memperlihatkan kemesraan Romi dengan wanita yang ada dalam surat kabar.


Tidak mudah meyakinkan musuh Romi, kalau bayi Romi dan kekasih Romi sudah tiada, dengan taktik liciknya, Getra berhasil membuat Fablo percaya. Getra pun pergi dari sana, setelah mendapatkan jaminan kalau Fablo akan menanam sahan di perusahaannya.


Fablo meraih handphonenya. Dia menelepon anak buahnya yang bekerja sebagai perawat Romi. Sambunga teleponnya pun langsung terhubung.


"Iya Tuan."


"Habisi pemuda itu, dengan merusak moralnya tidak membuatku berhasil jadi pemilik utama saham Sabir Group, maka akan aku tempuh dengan jalan melenyapkannya, lagian bayi Romi juga sudah meninggal!"


"Untuk menghabisi langsung, kami tidak berani Tuan, kalau Tuan mau, Tuan yang eksekusi kami yang memantau keadaan."


"Baiklah, sebentar lagi aku ke sana, aku akan akhiri segala penderitaan Romi."


Fablo meminta anak buah yang ada di depannya bubar, sedang dirinya langsung menuju Rumah Sakit, untuk melancarkan aksinya, demi cita-citanya menguasai harta Sabir Group. Jika Romi mati, dan bukti kalau putra Romi juga tiada, maka tidak ada lagi yang menghambat jalannya untuk menjadi penguasa tertinggi di Sabir Group.


***

__ADS_1


Kalau besok aku tidak update, aku izin nabung bab dulu ya, rasanya kurang nampol aku up cuma 1 bab, mau ku lebih dari 2, apa daya waktuku tidak cukup, habis nginem dan kegiatan lain😁


__ADS_2