Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping
Bab 88


__ADS_3

Syafi, Mayfa, dan Athan hanya mengajar sampai jam istrahat pertama. Karena ada kegiatan yang harus mereka lakukan di luar sekolah. Ketiganya sudah mengatur janji bertemu di depan gerbang sekolah.


Athan lebih dulu sampai di luar, dia duduk diatas motornya, menunggu 2 sahabatnya.


"Kita ke mana ini Than?" tanya Mayfa.


"Kata Nona Resa, kita bertemu pelatih koreografer di kantor Tuan Sam."


"Berlatih?" Syafi


"Iya, latih vokal dan Koreo, biar pas acara kita tampil profesional--" Athan menjeda ucapannya. "Kita? Maksudnya kamu, kan kamu tau, akan tampil, sedang diacara nanti, hanya orang terdekat Dirga yang hadir."


"Idih, emang kalian berdua kalii, kan kalian yang mengisi acara nanti, kalau gue terima setoran dari Bos TAG."


"Beda ya tampil diacara orang-orang berkelas, selama ini kan aku kalau mau nyanyi, ya nyanyi aja."


"Makanya, biar penampilan kamu makin sempurna, kita diminta Tuan dan Nona, untuk berlatih."


"Ya salam, tapi kenapa kita harus berlatih ke sana? Kan jadinya kemungkinan melihat wajah si mr. Nyebelin!" maki Mayfa.


"Berdo'a saja, semoga tu orang sibuk," sela Syafi.


"Padahal gue malas, tapi sahabat gue kasian kalau gue nggak ikut."


"Yuk berangkat, seperti biasa … kalian naik taksi, aku naik motor duluan." Athan langsung mengenakan helm-nya dan mulai melajukan motornya menuju gedung The Alvaro Group.


Sedang Syafi dan Mayfa menuju gedung TAG menaiki taksi, yang mereka stop di depan gerbang sekolah.


Sesampai di gedung TAG, Syafi disambut ramah oleh petugas keamanan yang berjaga.


"Lama sekali istri Tuan Dirga tidak mampir kemari," sapa Security itu ramah.


"Lagi sibuk Pak," sahut Syafi.


Syafi dan Mayfa memberikan senyuman mereka untuk petugas keamanan yang menyambut mereka.


Keduanya sudah tau kemana tujuan mereka, yaitu ruangan Sam. Mayfa dan Syafi terus memasuki area gedung TAG, hingga mereka sampai di ruang kerja Sam.


Tok! Tok! Tok!


Syafi mengetukkan punggung telapak tangannya di pintu yang tertutup itu.


"Masuk!" 

__ADS_1


Mendengar izin boleh masuk, perlahan Syafi membuka pintu ruangan yang tertutup. Di dalam ruangan itu, ada beberapa orang asing, Athan, Sam, dan Resa.


"Masuk May, Fiy …." ucap Resa.


Syafi dan Mayfa segera memasuki ruangan itu, dan bergabung dengan mereka yang berkumpul di sana.


"Padahal rencananya mau latihan di hotel tempat acara bday nanti, tapi tadi pagi aku berselisihan dengan Dirga di depan kantor, katanya mau menjenguk dan menemani temannya yang sakit dan masih dirawat di Rumah Sakit, jadi lebih baik kita rapat di sini saja, toh Dirga tidak ada di sini." Oceh Resa.


"Owh …." Senyuman terukir di wajah Syafi. Tapi hatinya seketika kacau, mengetahui kalau Dirga tidak bekerja.


"Nah ini mbak Alin, pelatih vokal, kalau ini mbak Rian pelatih koreo, untuk penampilanmu nanti di acara bday Dirga." Sela Sam.


"Wah, bakal dilatih sama profesional nih kita semua," sela Athan.


"Kalian itu sangat bagus, dipoles sedikit, kalian pasti semakin memukau," sela Resa.


"Lagu apa yang akan Anda bawakan di acara bday nanti?" tanya Alin pada Syafi.


"Lagu pertama nanti, rencananya lagunya Seventeen 'Sumpah ku mencintaimu' tapi belum pasti, seketika saya tidak terlalu menjiwai lagu itu lagi."


"Latihan beberapa lagu Fiy, jangan cuma bernyanyi di zona nyaman kamu, mumpung ada yang ajarin, saatnya mengasah bakat kamu," ucap Mayfa.


"Teman kamu benar, saat acara semakin dekat nanti, tinggal kamu matengin, kamu mau yang mana," sahut Alin.


"Kalau untuk koreo, kita mulainya di hotel saja, kalau untuk vocal, Nona yang satu ini bisa latihan dulu sedikit di sini, biar saya bisa menerawang koreo seperti apa nanti yang sesuai," sela Rian.


"Kok aku deg-deg-an ya …." Gerutu Syafi.


"Semangat yank …." Mayfa berusaha menyemangati sahabatnya.


Berulang kali Syafi menarik begitu dalam napasnya, dan membuangnya perlahan, berusaha menenangkan dirinya.


"Sesungguhnya … dan akulah pemilik hatimu, kau kan rasa cinta yang terdalam … bersamaku … kita bisa bahagia …."


Alin langsung memberi nasehat dan masukkan pada Syafi bagaimana dan bagian mana yang harus Syafi perbaiki.


Yang lainnya begitu serius memerhatikan Syafi dan guru vocalnya.Sedang Rian tampak mencatat sesuatu, dia menyusun tema apa untuk koreo saat tampil nanti.


Untuk kelancaran pesta ulang tahun Dirga, Syafi, Mayfa, dan Athan, di bebas tugaskan untuk mengajar selama 15 hari kedepan. Mereka diminta fokus untuk persiapan acara.


Jam menunjukkan jam 3 siang, Mayfa, Syafi, dan Athan masih sibuk membahas acara bday party untuk Dirga.


"Iya, rapat kita sudah selesai, kita tinggal latihan saja, semoga sukses teman-teman," ucap Rian.

__ADS_1


Mereka semua menyudahi pertemuan mereka.


Kedua pelatih itu lebih dulu meninggalkan ruangan Sam. Sedang tiga sahabat itu masih membereskan catatan mereka, ilmu yang mereka dapat dari guru yang melatih, mereka catat.


Setelah semua selesai, Mayfa, Athan, dan Syafi, juga pamit undur diri pada Resa dan Sam.


Setelah keluar dari ruangan Sam, Syafi mengajak kedua sahabatnya memeriksa ruangan Dirga, memastikan laki-laki itu ada di ruang kerjanya.


"Usul gue, mendingan nggak usah Fiy, gue takut yang ada hati lu makin terluka," cegah Mayfa.


"Gue siap, semakin banyak goresan yang gue dapat, semakin menipis juga kesempatan buat Dirga.


Athan dan Mayfa mengikuti kemauan sahabatnya, mereka bersama-sama memeriksa ruangan Dirga. Seperti dugaan Syafi, ruang kerja itu kosong.


"Ya sudah, kita pulang yukkk," ajak Syafi, dia sudah menemukan jawaban atas kegelisahannya.


Mayfa dan Athan tidak menjawab, mereka hanya mengikuti langkah kaki Syafi. Sesampai di luar gedung, Athan pergi lebih dulu, sedang Syafi dan Mayfa menunggu taksi yang akan menjemput mereka.


"May, lu mau capek sekali lagi nggak demi aku?"


"Selama gue sanggup, gue pasti bantu elu, Fiy."


"Gue pengen ke alamat wanita itu, cuma mau lihat apa kak Dirga ada di sana."


"Jika itu yang buat elu tenang, kita ke sana," sahut Mayfa begitu mantap.


Saat taksi mereka datang, tujuan Syafi dan Mayfa adalah rumah Lala.


Sepanjang perjalanan Syafi deg-deg'an. Hatinya belum siap jika pikirannya lagi-lagi benar.


Semakin mendekati rumah Lala, hati Syafi rasanya semakin menciut. Syafi meminta sang supir untuk memelankan laju mobil, agar kedua matanya bisa melihat jelas halaman rumah Lala nanti. Mobil taksi itu melintas pelan di depan rumah Lala. Hingga saat matanya melihat sebuah mobil yang sangat dia kenali terparkir di sana.


Dug …


Dug …


Dug …


Detakkan jantung Syafi seakan melambat melihat kenyataan yang ada di depan matanya, mobil Dirga terparkir dihalaman rumah Lala, sudah pasti Dirga ada di sana.


"Nangis aja Fiy, nggak usah pura-pura tegar di depan gue." Mayfa menarik Syafi kedalam pelukannya.


Dirinya yang bukan siapa-siapa Dirga saja merasa sakit atas segala perbuatan Dirga. Mayfa berusaha memberi ketenangan pada sahabatnya.

__ADS_1


*****


Maju ke sesi cerita selanjutnya masih panjang dan butuh proses, nanti alurku kayak kereta express lagi 🙈aku usahakan supaya hari ini bisa banyak up, lolos 1 bab, aku setor 1 bab kalau sempat ngetik 🙈🙈🙈


__ADS_2