Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping
Bab 35 Kacau


__ADS_3

Selesai makan siang mereka semua menuju mobil masing-masing. Sam masuk ke mobil istrinya, sedang Dirga satu mobil bersama Syafi. Dirga harus ke rumah dulu sebelum kembali ke kantor. Sedang Resa harus mengantar suaminya terlrbih dahulu ke kantor baru pulang ke rumah. Mereka melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.


Dalam perjalan menuju rumahnya, sesekali Dirga melirik kearah Syafi. Kembali terbayang akan kata-kata Resa. Syafi saat ini hanya diam, sangat berbeda dengan Syafi saat bermain bersama Gavin dan Gilang.


“Fiy, nanti sampai rumah, kamu carikan keperluan untuk pendaftaran yang diminta Sam,” ucap Dirga.


Syafi menoleh kearah Dirga, memberi senyuman manisnya sembari menganggukkan kepalanya.


Sesampai di rumah, Syafi segera mencari yang di minta Dirga, beruntung dia membawa semuanya. Langsung berjalan menghampiri Dirga yang menunggunya, memberikan berkas yang Dirga minta. Dirga hanya mengukir senyuman, dia melihat ada semangat yang menyala dalam diri Syafi.


“Tapi, harus sabar ya. Karena masuk menjadi pengajar di Sekolah itu tidak mudah.”


“Masuk di sekolah mana saja juga tidak mudah kak. Makanya selama ini aku bekerja di Restoran temanku, dulu aku banyak mengirim lamaran untuk menjadi Guru honorer, sayang aku tidak mendapatkan pekerjaan itu. Daripada melamun di rumah paman, aku merantau ke kampung halaman paman, hingga bekerja sebagai pelayan.”


Dirga tersenyum, bahagia mendengar Syafi banyak bicara. Tapi sayang, dia harus kembali ke perusahaan untuk bekerja. “Kakak pergi dulu,” ucap Dirga.


Syafi tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Dirga juga memberikan tangannya untuk bersalaman dengan Syafi. Sekali lagi ciuman Syafi mendarat di punggung telapak tangan Dirga.


“Hati-hati, kak.”


Dirga sangat Bahagia, hanya saja saat ini batinnya sedikit lebih kebal dari kejadian pagi tadi. Tetap saja dia tidak mampu berkata, hanya memberikan senyuman termanisnya dan menganggukkan kepalnya. Dirga segera memacu langkah kakinya menuju mobilnya, sebelum degupan irama jantungnya berpacu semakin cepat lagi dan mengalahkan ketegarannya di depan Syafi, debaran yang saat ini dia rasa sangat mengkhawatirkan. Takut tidak bisa menguasai dirinya akibat ledakkan yang timbul.


*


Ledakkan yang lain juga terjadi di ruangan Direktur utama Ohoana Group, saat menerima berkas dari Ozage Crypton Group. Suasana siang yang panas, tidak melebihi panasnya suasana hati Arnaff.

__ADS_1


Plakkk!


Berkas itu Arnaff lempar ke lantai. Herly Sekretaris Arnaff langsung memungut berkas yang bos nya lempar begitu saja.


“Panggilkan pengacara kita, langsung saja suruh agar segera menuju Gedung Ozage Cryton Group,” perintah Arnaff.


“Maaf Tuan, tapi semua sanksi sudah mereka bayar, ini lengkap dengan bukti pembayaran denda karena memutuskan kerja sama,” terang Herly.


“Aku ingin kejelasan, kenapa Sam memutus kerja sama baru ini.” Arnaff langsung meraih jas-nya yang dia taruh di sandaran kursinya, langsung memacu cepat Langkah kakinya meninggalkan ruang kerjanya.


Bukan hanya Arnaff yang bingung, Herly juga bingung. Perusahaan ini tidak dalam masalah, bahkan baik-baik saja. Tidak punya masalah keuangan sedikitpun, bahkan saat ini masih berada dalam kesuksesan. Kedua petinggi perusahaan ini juga di ketahui baik-baik saja. Herly merapikan berkas yang ada di meja kerja Anaff, menyimpan semuanya ketempat aman. Selesai, dia segera mengunci ruangan bos-nya itu.


Di Gedung Ozage Crypton Group.


Arnaff dan pengacaranya tidak sengaja bertemu di parkiran Gedung itu. Keduanya segera memasuki Gedung itu. Para karyawan yang bekerja di buat heran dengan kedatangan Arnaff dan orang yang berjalan bersamanya. Raut wajah Arnaff sangat menakutkan bagi mata-mata yang memandangnya. Sesampai di lantai teratas Gedung itu, Arnaff menghampiri Sekretaris Sam. Meminta izin untuk bertemu petinggi Ozage Cryton Group itu. Izin didapat, Sekretaris Sam segera mengantar kedua tamu itu sampai kedepan pintu ruangan bos-nya.


“Sam … apa salah perusahaanku, sehingga kau memutuskan kontrak kerja sama denganku?” Arnaff langsung saja mengutarakan pertanyaannya.


“Perusahaanmu tidak salah, aku memutuskan apa yang aku mau. Kau lupa pasal itu. Aku melakukan apa saja yang aku inginkan.” Tatapan mata Sam begitu tajam. Pengacara Arnaff saja langsung memijat tengkuknya, seketika bulu kuduknya merinding. Hari masih siang, tatapan mata petinggi Ozage Crypton Group itu lebih menakutkan dari tatapan makhluk yang memakai kain putih, hoby melompat-lompat yang sering muncul di malam hari.


Sam merubah arah pandangan matanya, dia memandang kearah Pengacara Arnaff. “Tolong periksa semua berkas ini, adakah sanksi atau hal lain yang aku lewatkan?” Sam memberikan berkas yang sama seperti yang dia kirim pada Arnaff sebelumnya.


Pengacara Arnaff langsung memeriksa lembar demi lembar kertas yang ada dalam map itu. Dia menoleh kearah Arnaff. “Walau Ozage Crypton Group memutus kerja sama, mereka memenuhi semua denda yang berlaku, bahkan


semua pembayaran denda maupun ganti rugi yang lain sudah mereka transfer. Di sini bahkan mereka memberikan lebih, sebagai perminta maafan. Ini di luar kuasa saya, Tuan.”

__ADS_1


Ketiganya diam. Sam Kembali memandangi layar laptopnya menunggu dua orang di depannya itu bicara.


Berada di ruangan petinggi Ozage Crypton Group ini sungguh menguras banyak energi, entah kenapa nyali menciut begitu saja. “Tuan, tidak ada yang bisa saya perbuat, bisakah saya pergi?” tanya pengacara Arnaff pada atasannya. Arnaff hanya menganggukkan kepalanya. Pengacara Arnaff langsung mengambil jurus Langkah kaki seribu dengan gaya elegan, agar tidak terlihat kalau dia ingin segera kabur dari ruangan ini.


Di ruangan itu kini hanya tinggal Sam dan Arnaff. Arnaff terus memandangi Sam yang tampak tidak memerdulikan keberadaannya. Sepasang mata itu fokus memandangi layar laptopnya, jemari tangannya juga sibuk menari diatas keayboard laptopnya.


“Sam … Kenapa kamu memutus kerja sama kita? Perusahaanku baik-baik saja.” Arnaff masih ingin tahu, apa alasan Sam memutus kerja sama. Pertanyaan Arnaff tidak di tanggapi Sam.


“Sam … memang kamu membayar semua ganti rugi dan memenuhi segala sanksi apabila memutus kontrak kerja sama sebelum kontrak itu berakhir. Apa kau tidak memikirkan dampaknya pada perusahaanku?” Arnaff sungguh frustrasi membayangkan nasib perusahaannya kedepan nanti.


“Sam … kasihani aku, kalau kau pergi di saat penting seperti ini, yang ada perusahaanku hancur! Ganti rugi darimu tidak bisa jadi penolong.” Arnaff semakin kalut, dadanya terasa sesak. “Sam … Perusahaan mana saja yang di tinggal oleh Ozage Cryton Group, susah untuk bangkit. Tolong Sam, pemutusan kerja sama ini hanya menghancurkan harga diriku dan perusahaanku.” Arnaff memohon.


“Bukankah uang akan mengganti segalanya?” Sam menatap tajam laki-laki yang berada di depan matanya itu.


“Sam … perusahaanku akan hancur ….”


“Ada ganti rugi dariku, denda yang aku bayar, semua itu nilainya sangat besar,” ucap Sam dengan gaya angkuhnya.


“Tolong Sam … Perusahaanku tidak punya salah dengan perusahaanmu, atau perusahaan manapun. Tolong … jangan hancurkan karirku. Uang darimu tidak akan menyelamatkan nama perusahaanku."


“Karirmu terancam hancur, kau sekacau ini. Apakah kamu pernah memikirkan bagaimana kacaunya kehidupan seorang gadis yang kau tinggal begitu saja saat menjelang pernikahan?" Sam masih menatap tajam kearah Arnaff. "Uang tidak menyelamatkan nama perusahaanmu, apakah kamu pernah berpikir, uang yang kamu beri, apakah bisa menyelamatkan harga diri seorang gadis yang kau tinggal begitu saja."


Pertanyaan Sam membuat Arnaff membisu.


***

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2