
Sasa bersekolah di SMA swasta, ia tahun ini sudah naik kelas 3 SMA. Teman-temannya mengenal sasa sebagai remaja yang periang dan pecicilan. Tidak bisa diam, selalu berbicara sesukanya.
Kebetulan ia duduk dengan seorang perempuan kali ini, karna ia belum kenal semua orang yang berada didalam kelasnya. Beberapa orang memang tidak asing, tetapi beberapa orang lainnya masih asing dimata sasa.
Sasa melirik teman teman di kelasnya dengan keheranan. Mereka terlihat sibuk sendiri, tidak perduli dengan sekitarnya.
Beberapa orang terlihat sangat antusias berbicara dan mengejek. Sedangkan sasa duduk berdiam diri di kursinya sambil memperhatikan beberapa orang yang tertawa terpingkal-pingkal, entah apa yang mereka bicarakan.
Waktu sudah menunjukan pukul 07:00 pagi ini. "Selamat pagi anak anak" ucap seorang guru. "Pagi bu" jawab murid-murid dengan serentak. "Saya adalah wali kelas kalian, nama saya susan."
"Sebelum memulai pelajaran, saya mau kalian duduk berpasangan, perempuan dan laki laki, jika kalian tidak mau duduk berpasangan, saya akan mengatur sendiri tempat duduk kalian sesuka saya, kalian tidak boleh menolak." Ucap wali kelas dengan tegas.
Anak-anakpun bergegas mencari teman untuk diajak duduk berpasangan. Sedangkan sasa masih bingung dengan siapa ia akan duduk, sedangkan yang lainnya sudah mendapatkan teman untuk duduk.
"Hei, apa aku boleh duduk denganmu?" Tanya seorang lelaki yang duduk di belakang
nya.
Sasa menoleh kebelakang, melihat teman temannya yang lain sudah duduk berpasangan.
"Iya boleh" jawab sasa pelan.
Lelaki yang duduk bersama sasa itu adalah kris. Dengan raut wajah yang terlihat senang dan bahagia,kulit hitam manis dan mata berbinar.
__ADS_1
Ia menatap sasa yang sedang menyiapkan buku tulisnya,sasa terlihat tidak memperdulikannya.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Tanya sasa. Membuat kris tersontak " siapa yang menatap mu?" Jawab kris dengan cepat. "Dasar lelaki aneh" ucap sasa kesal.
Sasa memperbaiki posisi duduknya.
Ia memperhatikan guru menjelaskan didepan.
Ia tidak memperdulikan kris yang terus saja memperhatikannya selama jam pelajaran.
"Anak-anak dipertemuan pertama kita ini, ibu akan memberi kalian tugas kelompok, sebelumnya silahkan cari kelompok kalian masing masing." Ucap bu susan.
"Hah, baru saja masuk sudah di beri tugas" ucap seseorang di meja sebelah. Seorang lelaki yang terlihat murung itu menggerutu.
Jaya meletakkan kepala nya di meja, terlihat sangat malas. Ia bahkan tidak mencari kelompok sesuai perintah gurunya. Malah asik-asikan tidur.
Sasa sudah menemukan kelompok yang beranggotakan 3 orang ya termasuk kris didalam kelompok tersebut.
"Kurang satu orang lagi nih" Ucap vita teman sekelompoknya sasa.
"Gaes, siapa yang belum mendapat kelompok? Kami kurang satu orang nih." Tanya sasa setengah berteriak.
Tidak ada yang menjawab satu pun.
__ADS_1
Mata sasa melirik jaya "hei, kamu sudah punya kelompok?" Tanya sasa.
Jaya tidak menjawab, melihat sasa saja tidak.
"Aduh gimana si, ditanya kok malah ga dijawab" ucap sasa kesal.
"Apa sih? Ganggu aku tidur aja." Ucap jaya kesal. Ia merasa terganggu dengan kedatangan sasa ke sebelah nya.
"Ayuk sini, masuk kelompok kami, kami kurang satu orang nih" ajak sasa sambil memegang tangan jaya.
"Aduh, ga usah pake pegang-pegang juga dong mbak" ucap jaya kesal.
"Apa? Aku bukan mbak-mbak ya. Nama ku sasa. Sasa. Aku ulangi lagi ya namaku sasa." Ucap sasa semakin kesal.
"Oh mbak sasa" jaya mengulanginya lagi.
" ih kamu nyebelin banget sih, nama ku sasa jangan panggil aku mbak sasa" ucap sasa semakin kesal.
"Iya mbak" ucap jaya sekali lagi.
"Ih nyebelin banget sih kamu" ucap sasa cemberut.
Bersambung...
__ADS_1