
"Nona. nyonya besar meminta anda ke ruang makeup untuk di rias.", ucap seorang maid yang baru saja masuk.
"Baik.", jawab Cellya. maid itu membungkuk hormat, sebelum pergi.
"Aku pergi dulu. oke?!.", pamitnya pada Ellyana, yang hanya di jawab anggukan.
"Bye.", ucap Cellya, sembari berjalan keluar kamar. Ellyana, hanya melambaikan tangannya, dan tetap menatap kaca rias di depan nya.
Sean segera menghampiri istrinya, ketika melihat belahan jiwa nya itu menuruni tangga.
"Mau makan dulu?!.", tawar nya. mereka melangkah dan duduk di sofa. nampak banyak makanan yang sudah di hidangkan di meja itu, untuk sarapan pagi ini.
Dapur cukup sibuk, memasak aneka hidangan untuk menyambut keluarga besar dari almarhum ayahnya. jadi, para maid menyiapkan sarapan di meja ruang keluarga.
"Mama, memanggil ku untuk di hias.", jawab Cellya.
"Iya. tapi harus makan dulu. kasihan baby ku.", ucap Sean, sembari mengusap dan mencium perut Cellya.
"Mau sesuatu?!.", tanyanya. membuat istrinya menatap aneka menu di meja.
"Aku mau semuanya.", jawabnya, dengan wajah polos dan mata bulatnya, membuat Sean tersenyum.
Ia pun kemudian, mengambilkan beraneka makanan untuk istrinya. di mulai dari dimsum, bubur kacang merah, pangsit, ayam rica-rica, klappertaart, kue poporcis, beberapa masakan daging dan terakhir bubur beras putih.
Sean mengambilkan sedikit-sedikit, lalu menyuapi istrinya. begitu selesai satu menu, ia berganti dengan menu lainnya.
Pria itu tersenyum bahagia melihat istrinya makan dengan lahap pagi ini.
"Nani, tolong ambilkan vitamin nona di meja kamar.", perintah Sean pada Nani nya.
Tak lama berselang, Nani segera kembali membawa vitamin untuk Cellya.
"Silahkan, tuan.", ucapnya, sembari menyerahkan botol itu pada Sean.
Berikut nya, Nani kembali lagi dengan segelas air putih yang di berikan nya pada Sean untuk minum vitamin Cellya.
"Terimakasih.", ucap Cellya, dengan senyum lembutnya. membuat Nani tersenyum dan membungkuk hormat.
"Nona. perias sudah menunggu anda.", ucap seorang maid, yang baru saja datang, menghampiri mereka.
"Mm, terimakasih.", ucapnya. ia segera berdiri dari tempat duduknya.
"By, aku ke rias dulu, ya?!.", pamit nya, yang hanya di angguki oleh Sean.
__ADS_1
Ia pergi begitu saja meninggalkan Sean, dan masuk ke ruang makeup.
Sementara Sean sedang menemani berbincang Dady, serta keluarga dari kedua mertua nya. ibunya pun menyusul Cellya masuk ke ruang makeup beberapa waktu lalu.
"Pagi, sayang.", sapa ibu mertua Cellya, sembari mengusap bahu menantunya, hangat.
"Baik, ma.", jawabnya.
"Mama, baru datang?!. sudah sarapan pagi?!.", tanyanya lagi. ibu Sean hanya mengangguk dan tersenyum "Sudah.", jawabnya lembut, sembari mengecup kening menantunya, dan berlanjut mengusap calon cucu di perut Cellya.
"Silahkan duduk, nyonya.", ucap seorang maid sembari meletakkan kursi untuk ibu Sean.
"Terimakasih.", ucap ibu Sean, di sertai senyum lembut, membuat maid itu segera membungkuk hormat.
"Bagaimana periksa nya kemarin?!.", tanya mertua Cellya. tangannya masih mengusap-usap perut menantunya, meskipun seorang MUA sudah mulai melakukan tugasnya untuk merias wajah ibu Sean.
"Semua baik, ma. dokter meyakinkan tidak masalah untuk mengikuti acara pernikahan Ellyana hari ini.", jawabnya.
"Syukurlah.", ujar ibu Sean, senang.
Cellya sudah selesai di rias, sepanjang ia di arahkan keruang wardrobe untuk berganti pakaian.
"Mama, Cellya ganti baju dulu, ya?!.", pamitnya pada sang mertua, yang hanya di jawab anggukan.
......................
Tepat pukul delapan pagi. semua tamu undangan, kerabat serta keluarga dekat sudah berada di dalam gereja.
David juga sudah nampak di sana. ia nampak gagah, memakai jas berwarna putih, senada dengan gaun pernikahan Ellyana.
"Apa kau gugup?!.", tanya Sean, menggoda. ya, ia menjadi pendamping mempelai pria yang bertugas membawa cincin kali ini.
Sedangkan Cellya, sudah nampak duduk berdampingan bersama ibu dan mertuanya.
Pendamping Ellyana ke altar adalah pamannya. ya, adik dari mendiang ayahnya.
"Jangan menggangguku.", jawab David, kesal. setengah berbisik. membuat Sean tersenyum tipis.
"Biasanya akan lebih gugup lagi saat pengantin wanita memasuki ruangan dan naik ke altar.", godanya lagi. David hanya melirik kesal pada Sean.
Menyebalkan nya, kenapa Ellyana meminta Sean yang membawakan cincin, sebagai ganti ayahnya?!. dia jadi, lebih leluasa menggoda David.
Pintu terbuka. nampak Ellyana hadir dengan menggandeng lengan pamannya.
__ADS_1
Ia ratunya hari ini. jelas, nampak lebih cantik dan anggun, apalagi dengan aura pengantin yang terpancar keluar dari dirinya.
Ellyana berjalan beriringan dengan pamannya menuju altar. Cellya mengingatkan saudaranya untuk tidak tegang dan selalu tersenyum saat melewati nya.
Begitu sampai di altar, pamannya segera menyerahkan tangan Ellyana pada David.
Mereka nampak tersenyum sekilas, sebelum membungkuk hormat pada pendeta yang akan menikahkan mereka hari ini.
Sebelum acara ikrar sumpah, tidak lupa pendeta memberi kajian bab pernikahan pada semua yang hadir, terutama kedua mempelai.
Semua mendengarkan dengan khidmat, ketika pendeta membaca beberapa penggalan dalam al-kitab.
"Wahai anakku, tuan Theo David Guetta. apakah engkau bersedia menerima putriku, Ellyana Mahavier. dalam suka maupun duka. dalam senang maupun sedih, dalam sehat maupun sakit?!.",
"Saya bersedia.", jawab David, tegas dan lantang. selanjutnya, pertanyaan yang sama di lontarkan pendeta pada Ellyana.
"Saya bersedia.", jawab Ellyana, sembari menatap yakin David, dari balik tudung kepala nya.
"Mulai hari ini, kalian sah menjadi suami-istri.", ucap pendeta yang langsung di sambut sorak-sorai dan tepung tangan dari semua undangan yang hadir.
Sean nampak berjalan mendekat dan membuka kotak cincin agar, David memakaikan cincin pernikahan pada jari Ellyana, begitupun sebaliknya.
Cellya nampak memeluk ibunya haru, melihat saudaranya kini resmi berstatus istri orang. ibu dan mertuanya nampak mengusap punggung Cellya untuk menenangkan, sebelum akhirnya ia melepas pelukannya dan tersenyum pada kedua ibu yang mendampinginya.
seolah ingin mengatakan bahwa, ia baik-baik saja. dan ini bukanlah tangis kesedihan. ini tangis haru kebahagiaan.
Selesai bertukar cincin, David di persilahkan membuka tudung kepala Ellyana, yang kini resmi menjadi nyonya Guetta.
Ia nampak membukanya perlahan, menampakkan wajah ayu gadis, yang sudah tiga tahun menjadi kekasihnya itu.
"Cium....
"Cium....
Sorak sorai para tamu undangan yang hadir membuat pipi Ellyana memerah. namun, David segera mendekatkan wajahnya pada Ellyana, dan akhirnya..... cup..... ******* ciuman pertama mereka setelah sah menjadi suami-istri.
Berikut nya, mereka segera di giring keluar gereja untuk melakukan ritual lempar bunga.
"Satu.... dua... tiga....
Begitu bunga terlepas dari genggaman Ellyana. semua berebut untuk menangkap nya. mitos yang ada, jika ada yang mendapat kan bunga itu, biasanya ia akan segera menyusul ke pelaminan.
Setelah acara lempar bunga. mereka segera masuk ke mobil pengantin yang sudah di siapkan untuk membawa mereka beristirahat sejenak sebelum acara resepsi nanti sore.
__ADS_1
...----------------...