
"Padahal nanti malam, malah buka-bukaan. kenapa sekarang malu?!. harusnya, anggap saja sebagai latihan.", ucap Sean, menggoda saudara iparnya.
Ya, dia juga ikut kesal karena melihat istrinya panik, berjalan tergesa-gesa ke kamar Ellyana, hanya untuk masalah itu.
Ellyana yang nampak kesal, memukul lengan Sean beberapa kali. membuat Sean dan yang lain hanya bisa tersenyum dengan kelakuan mereka berdua.
"Terimakasih atas bantuannya.",
"Cellya, bawa suamimu keluar.", ucapnya, sembari mendorong Sean dengan wajahnya yang memerah.
"Ayo keluar!.", gerutunya. yang membuat mereka makin tertawa menggoda Ellyana.
Akhirnya, Cellya dan Sean keluar dari kamar Ellyana. mereka masih tertawa membahas tingkah Ellyana tadi.
"Seharusnya, bisa minta tolong David, kan?!.", ucap Sean, sembari memandang Cellya dan tersenyum. Cellya pun tertawa mendengar ucapan suaminya.
"Mereka belum terbiasa, by.", ucap Cellya.
"Karena itu, harus dibiasakan.",
"Bagaimana malam pertama mereka, nanti?!.", sahut Sean, yang lagi-lagi membuat istrinya tertawa mendengarnya.
Cellya pun berjalan lebih cepat, meninggalkan Sean untuk kembali ke kamar mereka.
"Hai, by?!.", Sean menyusul istrinya, dengan tawa gemas karena insiden tali bra Ellyana yang lepas.
Waktunya pesta. ya, para tamu undangan sudah ramai yang datang. banyak di antara mereka, yang nampak sedang mengobrol, menikmati hidangan sampai berdansa.
Kedua mempelai nampak sedang berdansa dengan tenang, mengikuti dan alunan musik.
Cellya nampak berbincang dengan para tamu di pernikahan adiknya. tidak lupa, ia menyuruh mereka menikmati aneka hidangan di pernikahan Cellya.
Begitu juga dengan ibu Cellya. ia nampak antusias menyapa semua tamu dan relasinya, serta mempersilahkan mereka untuk menikmati semua yang sudah di sediakan.
Acara resepsi yang di mulai sejak petang itu, akhirnya berakhir dengan baik tanpa suatu halangan apapun.
Semua tamu nampak puas dan turut berbahagia dengan pernikahan Ellyana. bahkan, ia mendapatkan bingkisan, kado dan sebagainya di malam itu.
Cellya nampak keluar dari kamar mandi, setelah membersihkan diri. nampak Sean sudah menunggu di ranjang sembari membaca email yang masuk pada layar laptopnya.
"By, aku lapar.", ucapnya saat sudah duduk di tepi ranjang, sembari mengusap-usap rambut basahnya. membuat Sean segera memindahkan laptopnya dari pangkuan ke meja samping tempat tidur.
__ADS_1
Ia menggeser posisi nya, mendekati sang istri dan mengambil alih handuk yang di pegang Cellya, kemudian membantu Cellya mengusap-usap rambut, untuk mengeringkan.
"Aku sudah pesankan layanan kamar. sebentar lagi, pesanan datang.", ucap Sean.
Setelah di rasa cukup, Sean kemudian turun dari ranjang dan menjemur handuk basah istrinya.
Ia kembali lagi. tentunya kini, sang istri sudah duduk di depan meja rias. Sean lalu menyalakan hair dryer untuk membuat rambut Cellya lebih cepat kering.
Ya, ia khawatir istrinya masuk angin jika tidur dengan rambut yang basah.
"Kira-kira, sekarang. apa yang sedang dilakukan saudara ipar kita itu, by?!.", tanya Sean. nampak tangan nya luwes menggerai rambut Cellya, sembari terus menyalakan hair dryer.
Cellya yang melihat pantulan wajah suaminya dari cermin itu hanya tersenyum mendengar pertanyaan suaminya.
"Jangan pikirkan hal-hal aneh, by.", ujar Cellya.
"Kenapa memangnya?!.", tanyanya lagi.
"Aku hanya penasaran, by?!."
"Bagi seorang pria, malam pertama itu penting. karena itu, pertama kalinya, mereka menjadi satu bagian dari yang lain.",
"Tapi nampaknya, tidak ada yang terjadi pada malam pertama mereka.",
......................
Sean mencabut sambungan hair dryer karena ia sudah selesai mengeringkan rambut basah istrinya.
Setelah nya, mereka segera duduk di sofa, bersiap untuk menikmati hidangan yang baru saja datang.
Ya, di usia kehamilan nya yang kini menginjak enam bulan. Cellya mudah sekali merasakan lapar. jadi, sebagai suami Sean harus siap siaga menuruti keinginan Cellya yang ingin makan apa saja, dimana saja, dan pada jam berapa pun.
"Pelan-pelan, by.", ucap Sean, sembari menyisipkan rambut Cellya yang terurai di telinga nya.
Wanita itu nampak begitu menikmati makanan yang sudah di pesankan oleh Sean.
Cellya nampak mengambil segelas jus buah dan meminumnya. begitu puas, ia meletakkan gelas di meja dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
Ia nampak mengusap-usap perut buncitnya yang kini sudah kenyang. tak berapa lama kemudian, Sean menghampiri Cellya dengan membawa vitamin nya.
Ia menyerahkan beberapa butir vitamin kehamilan itu, yang langsung di teguk sekaligus dengan air putih.
__ADS_1
Setelah nya, Sean segera mengajak Cellya kembali ke ranjang untuk istirahat, karena malam sudah semakin larut.
Sementara di kamar pengantin. nampak dua insan yang sedang memadu kasih.
Mereka memulai penyatuan kedua jiwa yang kini telah sah menjadi satu, dalam ikatan suci pernikahan.
Nampak mereka bercumbu rayu. saling mencium dan menautkan bibir dalam mengawali malam syahdu.
Di dalam kamar yang memang sudah di siapkan, mereka memadu kasih. menyulam benang dengan rajutan cinta kasih.
David nampak memegang kendali. ia terus mencumbu bibir dan sesekali turun ke leher Ellyana. membuat gadis yang kini resmi menyandang gelar nyonya Guetta, itu menikmati setiap sentuhan yang di berikan.
Membiarkan dirinya lebih terhanyut dalam buai kasih yang memang sebelumnya, sudah lama mereka tahan.
"Malam ini, kau milikku.", bisik David, membuat sekujur tubuh Ellyana melayang seketika.
Ia tidak menolak. sentuhan demi sentuhan, kecupan dan buaian justru kian menghanyutkan.
Membuat nya terus menunggu dan berharap lebih dari setiap gerak yang tercipta.
Nafas mereka kian memburu saat David mulai memasukkan dirinya. membuat gadis manis itu meringis untuk sesaat, menahan sedikit rasa perih di bawah sana.
Sesuatu terasa berhasil di terobos. membuat pria itu sejenak berhenti untuk menyesuaikan diri.
Tak berapa lama kemudian, mereka kembali terbuai dalam cumbu rayu.
Saling mencumbu untuk memuaskan hasrat satu sama lain. saling mengecup, saling membuai untuk mendapatkan rasa nikmat yang lebih.
Tempo yang awalnya lambat, sedang kini menjadi sedikit cepat. membuat nafas keduanya memburu dan saling bersahutan.
Rintih dan desah juga tak kalah terdengar memenuhi ruangan yang penuh bunga mawar sebagai simbol kebahagiaan dan cinta kasih sejati itu.
Hingga pada akhirnya, kedua rindu itu bertemu menjadi satu dan meluap. membuat batasan itu tak lagi mampu menahannya.
Dan pada akhirnya, batasan itu meluap memenuhi tempat sesungguhnya.
Ya, ******* yang indah dari keduanya. membuat mereka memejamkan mata, menikmati saat melepaskan penyatuan mereka.
Keringat saling membasahi, sisa-sisa desah nafas masih mengisi ruangan, yang menjadi saksi cinta mereka malam ini.
Pria itu, masih tersungkur di atas Ellyana sembari memejamkan mata, merasa puas dengan kisah cinta yang baru saja mereka ukir malam ini. sementara Ellyana hanya bisa mengusap-usap rambut suaminya dengan penuh kasih, ketika mereka berhasil menyudahinya.
__ADS_1
...----------------...