
"Kau belum mendengar ceritanya?!.", tanya Sean, ragu. Hans hanya mengangkat bahu dan menggeleng.
"Cellya hilang.", lanjutnya, lirih. pria yang duduk bersama nya itu tercengang. ia benar-benar tidak mendengar berita itu.
Bahkan istrinya juga tidak menceritakan apapun padanya saat ia pulang.
Biasanya, sang istri akan bercerita tentang keseharian putra kecil mereka. tentang perusahaan orang tuanya, tentang kabar kerabatnya, atau bahkan tentang usaha cake wedding yang di kelola istrinya.
Seperti beberapa waktu yang lalu, saat ia pulang. istrinya dengan semangat menceritakan Sean yang sudah kembali ingatan nya.
Hans turut merasa senang dan bahagia dengan kabar tersebut. bagaimanapun, ia berharap semua kehidupan rumah tangganya dan rumah tangga para kerabatnya akan berlangsung baik, harmonis dan penuh cinta.
"Aku, sama sekali tidak tahu.", ucapnya setelah berhasil mengatasi rasa kagetnya.
Sean pun menceritakan semua yang terjadi. bagaimana saat ia baru sadar dan menanyakan tentang keberadaan istrinya.
Lalu saat ia pertama kali bisa menghubungi istrinya dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja.
"Tapi setelah nya, aku tidak bisa menghubungi nya lagi.",
"Aku kehilangan kontak. nomor nya tidak aktif dan terus di alihkan.",
"Sudah coba melacak IMEI nya?.",
"Atau mungkin, dia belum pergi dari negara ini?!.",
"Atau bisa juga, mungkin dia mengambil penerbangan ke negara lain?.", tanya Hans.
Sean pun menceritakan apa yang ia dengar saat terakhir kali ia mengunjungi ibu mertua nya di kantor.
Koper Cellya benar-benar di bawa pulang, yang membuat ia sedikit ragu Cellya melakukan penerbangan ke negara lain.
Karena koper itu di ambil oleh orang kepercayaan mertuanya dan benar menuju negara nya. tidak mungkin kan?!, koper itu ada di bandara negara nya jika Cellya tidak terdaftar sebagai penumpang dengan tujuan negara asal nya?!.
"Kau bilang, koper nya sampai di negara kita dan menurut keterangan beberapa petugas bandara, itu sudah lebih dari satu bulan berada di sana?!.",
"Tidak ada penumpang yang datang mengambil. tapi, nama Cellya tertera jelas sebagai salah satu penumpang nya?!.", tanya Hans lagi, ia berusaha mencerna cerita Sean dan menyimpulkan nya. Sean mengangguk singkat.
"IMEI ponsel nya, saat di lacak terus berpindah posisi.",
"Orang kepercayaan ku yang melakukan nya.",
"Terakhir, posisi yang di dapatkan ponselnya sudah berada di rumah mama. yang membuat ku yakin bahwa, orang-orang mama menemukannya lebih dulu.", cerita Sean.
__ADS_1
"Tante tidak mengatakan apapun padamu?!.", tanya Hans. Sean menghela nafas berat dan menggeleng.
"Mungkin, mama masih khawatir dengan kesehatan ku.", sambungnya lirih.
"Apakah dia pergi seorang diri?!.", tanya Hans lebih lanjut.
"Tidak. dia pergi bersama dua orang teman kantor nya.", jawab Sean.
"Kau sudah pernah menemui mereka?!.", tanya Hans lagi. Sean mengangguk.
"Aku tidak sengaja bertemu dengan mereka, saat mencari Cellya di kantor nya.", ucap Sean. ia pun menceritakan lebih lanjut bagaimana pertemuan tidak sengaja itu terjadi.
Dari kedua rekan kerja istrinya, pertama kali ia tahu bahwa Cellya sudah kembali ke negaranya.
Keduanya benar-benar yakin Cellya sudah pulang karena, mereka berdua yang mengantar Cellya sampai bandara.
Di tambah lagi, dengan tiket penerbangan Cellya yang di tunjukkan oleh kedua rekannya pada Sean.
Mereka juga dengan jelas melihat semua barang-barang Cellya di bawa masuk oleh petugas, meskipun mereka lebih dulu pergi sebelum memastikan Cellya sudah terbang, lepas landas menuju tanah air nya.
"Dengan kata lain. mereka tidak melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa, Cellya benar-benar masuk dalam pesawat, kan?!.", ujar Hans, mengambil kesimpulan. Sean mengangguk pelan.
"Bagaimana kalau kita meminta untuk mengecek CCTV bandara?!.", tawar Hans pada Sean.
"Kebetulan aku punya akses. kita gunakan dengan sebaiknya.",
"Lagi pula, ini termasuk hal yang serius. aku yakin pihak bandara tidak akan menolaknya.", jawab Hans meyakinkan.
Sean diam. ia ragu, tapi juga ingin tahu apa yang terjadi di hari itu?!. teman-teman istrinya mengatakan bahwa, ia benar-benar terdaftar di pesawat itu, tapi kenapa malah menghilang tanpa kabar.
"Aku tahu, ini tidak membantu banyak. tapi, setidaknya kita akan tahu apa yang terjadi hari itu.",
"Karena itu adalah awal jawaban kenapa Cellya tidak kembali ke rumah.", ujar Hans. dan Sean pun mengangguk, menyetujui saran sepupu iparnya.
......................
Sean dan Hans akhirnya, sampai di bandara setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam lamanya.
Hans nampak berjalan ke bagian informasi, Sean pun mengikuti langkahnya.
Ia nampak berbincang dengan staf tersebut. Hans menceritakan detail semua cerita dari awal kronologi sampai cerita Sean, yang hanya menemukan koper Cellya tidak bersama pemilik nya.
Nampak sepasang staf itu mendengar kan dengan seksama.
__ADS_1
Setelah cukup lama berbincang. saling melempar tanya jawab, salah seorang staf pria nampak mengajak mereka menuju suatu tempat.
Hans dan Sean segera mengikuti langkah staf itu. hingga pada akhirnya, mereka sampai di sebuah ruangan.
Ya, mereka kini memasuki ruang pantau CCTV. nampak staf itu sedang berbincang pada seorang staf yang bertanggung jawab di ruangan itu.
Ia menceritakan semuanya, seperti cerita Hans. setelah cukup faham. staf itu akhirnya, mempersilahkan Sean dan Hans masuk.
Mereka sama-sama melihat dan memantau CCTV, memutarnya pada tanggal keberangkatan Cellya. dan setelah beberapa saat mencari akhirnya, mereka melihat rekaman CCTV yang menampilkan Cellya dan dua orang rekan kerjanya.
Mereka terus mengamati nya sampai, kedua rekan Cellya pergi. nampak Cellya hendak masuk ke dalam, namun terlihat jelas ada yang mengambil tas nya, hingga Cellya terpaksa berputar arah dan mengejar orang itu.
Staf itu nampak memindahkan kursor karena, Cellya hilang dari kamera CCTV dan mencari di kamera CCTV lain yang masih berada di area bandara.
Memang bandara itu terlihat agak sepi waktu itu. setelah menggerakkan kursor beberapa saat. staf itu berhasil menemukan video lain saat Cellya tiba-tiba jatuh.
Banyak orang yang mengerumuni nya dan kemudian memanggil kan ambulance untuk nya.
Hans bertanya, apakah biasanya mereka membawa pasien ke rumah sakit terdekat?!. dan staf itu mengangguk.
Mereka segera berterima kasih dan pamit undur diri. sudah jelas sekarang. istrinya, belum pulang ke tanah air.
Ia dan Hans segera keluar dari bandara dan mencari rumah sakit terdekat.
Begitu sampai di rumah sakit pertama, Sean dan Hans segera turun.
Mereka segera masuk dan menghampiri meja resepsionis.
"Excuse me.", sapa Hans.
"Yes, sir. Can I help you?.", tanya pegawai wanita itu ramah.
"Yes.", jawab Hans, singkat.
"There a patient named Cellya in this hospital?.", tanya Hans.
"Cellya?!. Where does it come from?.", tanya wanita itu.
"Indonesia.", sahut Sean.
Pegawai itu segera membantu mengecek di layar komputer nya.
"Sorry, but there is no patient named Cellya from Indonesia here.", jawabnya.
__ADS_1
...----------------...