Sebuah Janji

Sebuah Janji
Chapter 34


__ADS_3

Hari berikutnya, Sean sudah berkutat lagi dengan pekerjaannya. tapi, ia tidak sepenuhnya berada di kantor.


Sean hanya akan ke kantor bila ada pertemuan atau rapat penting saja. selebihnya, ia menyerahkan pada John, asisten kepercayaan nya.


Sementara sang ayah, harus kembali lagi ke kantor yang berada di Singapura. ia akan pulang pada hari Jum'at siang, dan menetap dirumah pada weekend, serta kembali lagi pada hari Selasa atau Rabu, bila tidak ada hal yang penting.


Selebihnya, sama seperti Sean. ia mempercayakan semua pada Alex asisten nya.


Atau ayah Sean akan menetap beberapa Minggu bahkan sebulan untuk membantu Sean menyelesaikan pekerjaannya.


Ya, mereka sepakat untuk lebih memperhatikan Cellya di masa kehamilan ini.


Kedua keluarga, tidak ingin Cellya merasakan lelah atau kesusahan selama trimester kedua.


Begitu pun Cellya, dengan dukungan dari semua orang yang di cintai nya. membuat nya, lebih bersemangat menjalani masa kehamilannya.


"Baik-baik dirumah, ok?!.",


"Panggil, Nani. ataupun asisten rumah lainnya jika butuh atau perlu apapun.",


"Jangan terlalu kelelahan. mengerti?!.", pesan Sean, pada istrinya. saat wanita itu merapikan dasi Sean. Cellya mengangguk, mengiyakan.


Sean kemudian berjongkok. ia mengusap perut buncit istrinya, lalu mengecupnya beberapa saat.


"Jadi anak yang baik, ok?!.",


"Jangan merepotkan ibu. ayah akan bekerja sebentar dan segera pulang.",


"Jika kau jadi anak baik, ayah janji akan membelikan apapun yang kau mau, nanti.", ucapnya, pada janin di perut istrinya.


"Nani.", panggilnya, pada wanita paruh baya yang sudah lama ikut ibu Cellya, dan kini berlanjut ikut Cellya serta menjadi kepercayaan Sean.


"Iya, tuan.", jawabnya, ketika sudah berada di dekat mereka.


"Pastikan, nona meminum vitamin dan susu serta istirahat dengan baik.",


"Jika ada apa-apa, segera hubungi aku. mengerti?!.", pesan Sean.


"Baik, tuan.", jawabnya.


Cellya mengantar Sean sampai teras mansion. pria itu masih nampak merangkul istrinya dan berjalan bersama.


"Setelah ini cepat istirahat, by.", ucap Sean, kemudian mengecup kening Cellya.


"Ok.", jawabnya, sembari memberi isyarat dengan tangan nya.


Sean segera masuk dan duduk di jok belakang, sebelum akhirnya John menutup pintu dan menyusul masuk duduk di belakang kemudi.

__ADS_1


Sean menghilang bersama mobil yang di kendarai nya di balik pagar kokoh mansion mereka.


Cellya segera masuk dan duduk di sofa tamu.


"Nona, minum dulu vitamin nya.", titah Nani, lembut sembari meletakkan nampan berisi segelas air putih dan beberapa vitamin ibu hamil, serta camilan buah yang sudah di kupas.


"Letakkan saja dulu, Nani.", ucapnya. Cellya masih memperhatikan ponsel di tangan nya.


"Nona, harus meminum nya. Nani, tidak akan pergi jika nona belum meminumnya.",


"Tuan, bisa marah pada Nani.", ucapnya.


"Sebentar lagi.", ucap Cellya. benar saja, setelah selesai membalas pesan, ia segera meletakkan ponsel di meja dan beralih mengambil vitamin serta air putih, dan meneguknya sekaligus.


"Bagus.", ucap Nani, persis memberi pujian pada anak kecil. ya, bagaimanapun Cellya dan Ellyana tetaplah gadis kecil yang ia rawat dulu, baginya.


"Kalau begitu, Nani pergi dulu. buahnya, jangan lupa di makan.", pesannya. Cellya tersenyum dan mengangguk.


"Ahh... lihat ini.", ucap seseorang dengan suara khasnya. membuat Cellya segera mengalihkan pandangannya.


"Aku membawanya beberapa. Tante Jennie, sangat baik. kau, pilihlah!.", ucap Ellyana, sembari meletakkan beberapa gaun dan baju di sofa tempat duduk Cellya. di ikuti oleh beberapa asisten rumah Cellya, dengan membawa barang yang sama, hanya beda model dan warna saja.


......................


"Aku rasa, semua ini tidak cocok denganku.", ucap Cellya, setelah melihat beberapa baju.


"Aish... waktunya tinggal dua hari lagi. kalau membuatnya lagi, aku khawatir tidak akan selesai dengan cepat.", ucap Ellyana.


"Bukankah tadi ada beberapa yang kau kirimkan padaku, fotonya?!.", ucap Cellya. ia kembali membuka ponsel dan melihat beberapa foto baju yang di kirimkan Ellyana beberapa saat yang lalu.


Ia menunjukkan beberapa foto pada saudarinya. "Ini terlihat lega saat di pakai.", ucap Cellya, menunjukkan gaun pesta model dress yang simpel pada Ellyana.


"Benarkah tadi aku mengirimkan ini?!.", ucapnya, tidak yakin. ia melihat beberapa foto di layar ponsel saudaranya.


"Tapi asisten tante hanya membawakan ini.", ucapnya.


"Cobalah, untuk menghubungi asistennya.", pinta Ellyana pada Cellya.


Cellya mengambil ponselnya yang lain. ia menghubungi asisten mertuanya.


"Ahh, iya.", ucapnya, saat panggilan mulai terjawab dan seseorang merespon nya di seberang.


"Apa Ellyana ke butik hari ini?.", tanyanya.


"Dia mengirimkan beberapa gambar padaku. tapi, ada dua dress yang tidak ikut dia bawa ke sini.",


"Apa mungkin, itu tertinggal di sana?!.", tanya Cellya.

__ADS_1


"Baiklah.",


"Jika tertinggal, tolong minta supir atau siapapun mengantar nya ke mansion.", pinta Cellya.


"Baiklah. terimakasih, maaf merepotkan mu.", ucap Cellya, sebelum panggilan terputus.


"Apa katanya?!.", tanya Ellyana, sembari meletakkan ponselnya di meja.


"Dia bilang, akan mengeceknya lebih dulu.", jawab Cellya.


"Sebenarnya, perutmu belum terlalu gendut kan?!.",


"Jadi, masih bisa memakai gaun ini.", ucap Ellyana.


"Itu akan membuatku susah bergerak. aku tidak mau.", jawabnya. Ellyana mendengus.


"Padahal, aku sudah memilihkan dan membuat desain ini sesuai dengan gaya mu. tapi, siapa sangka ternyata keponakan ku ini, muncul tiba-tiba. sehingga, membuat ibunya tidak bisa menunjukkan lekuk tubuhnya lagi.", ucapnya, gemas sembari mengusap dan mencium perut Cellya gemas. sang empunya perut buncit hanya terkekeh mendengar dan melihat aksi saudaranya.


"Tapi, bagaimana keadaan mu hari ini?!.", tanya Ellyana, tiba-tiba sembari membenarkan posisi duduknya.


"Aku merasa jauh lebih baik.", jawabnya.


"Sudah minum vitamin?!.", tanya Ellyana lagi. membuat Cellya tersenyum dan mengangguk dengan perhatian saudara kembar nya.


"Aku harap, kau selalu sehat. hingga tiba waktunya melahirkan dengan selamat.", ucapnya, penuh harap.


"Aamiin.", jawab Cellya.


"Nona, ada supir nyonya besar mengantarkan baju.", ucap salah satu asisten rumah.


"Oh, suruh masuk.", perintah Cellya.


"Baik.", jawabnya. asisten rumah tangga itu, segera berlalu dan kembali dengan seorang pria di belakangnya.


"Selamat pagi, nona.", sapa pria itu, yang menjadi supir ibu mertua nya.


"Ahh, selamat pagi.", jawab Cellya.


"Nyonya besar, mengirimkan ini untuk anda.", ucapnya. Ellyana segera mengambil dress itu. "Biar aku bantu.", ucap Ellyana.


Ia kemudian meletakkan dress kiriman ibu Sean di sofa. "Nyonya besar, juga mengirimkan ini untuk anda.", ucap sopir, sembari memberikan paper bag berisi beberapa jus mix buah fresh, buah bit dan rasberi.


"Terimakasih.", ucap Cellya, ketika menerima paper bag dan meletakkan nya di meja.


"Kalau begitu, saya permisi dulu nona.", pamitnya. Cellya mengangguk, mempersilahkan.


"Aku rasa, ini cocok untukmu. warnanya, juga senada dengan baju Sean.", ucap Ellyana, setelah sedari tadi memilah-milah dress yang dikirimkan oleh ibu Sean.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2