
Arya memberanikan diri mengunjungi rumah rania.arya pun mengetuk pintu rumah gadis itu,harapannya masih sama,ia ingin agar gadis itu memaafkan perbuatannya dan bersedia menikah dengannya.
tok
tok
tok
raniapun membuka pintu,dan ia kaget bahwa Arya yg datang,Rania bermaksud akan menutup kembali pintu itu,namun Arya menahan dengan tangannya.
"Rania,bisakah kita berdua berbicara sebentar.ku mohon Rania.....ijinkan aku masuk"
"baiklah,apa yang ingin tuan katakan,cepatlah.....aku sangat lelah tuan....."
"Rania aku ingin mempertanggungjawabkan perbuatannya Rania,aku ingin menikah dengan mu,"
"maaf tuan,mana mungkin kita menikah sementara di antara kita tidak ada cinta,saling mengenal pun tidak,bahkan kita baru bertemu satu kali.aku tidak ingin memaksa seseorang untuk menikahi ku hanya karena merasa terpaksa "gumam Rania.
"aku benar-benar sangat menyesal Rania,aku di bawah pengaruh alkohol malam itu."lirih Arya dengan setuja penyesalannya.
"maaf tuan saat ini aku hanya ingin sendiri,ibuku baru saja meninggal,dan itu semua karena aku.sebaiknya anda pulang dan biarkan saya sendiri."
Rani kemudian membukakan pintu menyuruh Arya untuk segera pergi,dan Arya pun dengan terpaksa menuruti keinginan gadis itu.
di dalam perjalan pulang,Arya masih terus saja memikirkan gadis itu,kejadian malam itu benar-benar membuat Arya sangat menyesal,karena perbuatannya ia telah menghancurkan rencana pernikahan seorang gadis dan ia pula yg menyebabkan ibunya meninggal.
"taukah kamu Rania,sejak pertemuan pertama di malam itu,aku menyukaimu Rania,aku jatuh cinta padamu sejak pertama melihat mu,dan aku pula lah yg telah menghancurkan impianmu,"tak terasa airmata nya. pun ikut jatuh.
****
Frans memasuki ruang kerjanya seperti biasa,pandangannya tertuju pada sebuah amplop coklat di atas meja kerjanya.ia pun membuka amplop tersebut dan ternyata isinya adalah surat pengunduran diri rania.rania memutuskan untuk berhenti bekerja dan Frans pun merobek amplop tersebut.
"Rania,kenapa kamu berhenti bekerja,aku akan sangat merindukan mu kalau kamu jauh dari ku,"bathin Frans,iapun mencoba menghubungi Rania,tapi no nya tidak aktif.
"di mana kamu Rania,kenapa tidak menjawab teleponku."Frans pun berencana mengunjungi Rania sepulang ia kerja nanti.
tok
tok
tok
.seorang gadis mengetuk pintu ruang kerja Frans dan ternyata itu adalah Raisa,tunangannya Arya.
__ADS_1
"hai Frans....apa kau tau Arya di mna...?,dia akhir-akhir ini seperti menghindar dariku Frans....apalagi setelah pesta pertunangan malam itu,sikafnya pada ku malah semakin berubah,dia jadi dingin dan jadi banyak sering menyendiri."
"mungkin dia lagi sibuk dengan pekerjaan barunya Raisa,apalagi sekarang Arya menggantikan tuan Baskoro sebagai CEO di hotel ini."gumam Frans.
"Frans,apa Arya mencintai wanita lain...."
"kenapa bertanya seperti itu Raisa,??...."
"entahlah Frans,aku merasa Arya sepertinya terpaksa menerima perjodohan ini,"lirih Raisa
Raisa pun pamit pada Frans dan pergi meninggalkan ruangan sahabatnya itu.
sebetulnya Frans kasian melihat Raisa,karena cinta nya pada Arya hanya sepihak saja.terlebih dengan adanya kejadian yg menimpa Arya,membuat mereka menjadi semakin ada jarak.
***
sore itu Rania menyibukan diri dengan memasak di dapur,entah kenapa tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan ia pun jatuh pingsan,sementara Frans yang baru saja datang langsung menggendong gadis itu,
"Rania,kamu kenapa,??"Frans sangat panik muka Rania pun terlihat sangat pucat,akhirnya Frans memutuskan untuk membawa Rania ke rumah sakit terdekat.dokter pun memeriksa Rania di dalam IGD.tak lama kemudian dokter tersebut memanggil Frans.
"apakah anda suaminya pasien tuan,?"
"selamat tuan,isteri anda saat ini tengah hamil,usia kandungannya baru 6 minggu.mohon di jaga ya isterinya."
"apakah ini adalah anaknya Arya?"bathin Frans.
"Rania,pasti kamu akan syok dengan berita kehamilan ini,begitu banyak ujian hidup mu"
Frans pun masuk ke ruangan tempat Rania di rawat,benar dugaan Frans,gadis itu sangat syok dengan berita kehamilannya.frans mencoba menenangkan Rania.
"Frans,kenapa hidup ku jadi begini hik hik hik,"
"aku tidak ingin bayi ini Frans,aku benci bayi ini,hidup ku,impianku,jadi hancur,tunanganku pergi meninggalkan aku,terakhir ibuku juga pergi Frans,ini semua karena laki-laki itu,aku benci dia,aku sangat membencinya Frans...."Rania masih syok,dan terpaksa dokter menyuntikan sesuatu agar Rania tertidur.
"Rania,aku tidak akan membiarkan kamu sendirian,aku akan menjagamu,"Frans pun mencium kening gadis itu dan duduk di samping Rania.
***
seorang gadis memasuki sebuah ruang kerja Frans,dan ternyata Frans sudah tidak ada di dalam ruangannya.gadis itupun menanyakan kepada sekretarisnya kemana Frans pergi.asisten nya pun menjawab kalau Frans sejak sore tadi sudah pulang.
"kemana Frans,tumben dia pulang cepat,apa dia ke rumahnya Rania,brengsek emang perempuan itu,tidak jadi menikah sekarang malah menggoda Frans.gadis itu pun pergi dengan rasa kesalnya meninggalkan ruangan tersebut.
***
__ADS_1
Di rumah sakit.....
Rania meminta pada dokter agar ia di perbolehkan pulang,ia tak ingin lama-lama berada di tempat itu Frans pun pergi ke bagian administrasi dan mengurus kepulangan rania.frans mengantar Rania dengan mobilnya.
di dalam perjalanan,tak satu pun dari mereka berbicara,keduanya saling diam dalam fikirannya masing-masing.
Frans mununtun tubuh Rania yang masih terlihat lemas.
"Frans,makasih ya......aku gk tau harus membalas kebaikan mu dengan cara apa Frans,Rania tidak melanjutkan kata-katanya karena tangan Frans langsung menutup bibir Rania .
"Rania,ada yg ingin aku bicarakan denganmu,"
"Rania ku mohon agar kau tetap mempertahankan bayi itu,bayi itu tidak bersalah Rania,a.....aku,aku bersedia menikah dengan mu Rania.
"tidak Frans,kamu sudah begitu baik padaku,aku nggak mau kamu berkorban lebih banyak lagi Frans,aku ini sudah ternoda Frans,aku bahkan sedang mengandung benih dari orang lain,tapi kenapa harus kamu yg harus berkorban."
"kalau kamu tidak mau menerimaku kenapa kamu juga menolak ajakan Arya untuk menikah,?"
"aku membenci pria itu Frans......melihatnya saja aku tidak Sudi apalagi harus menikah dengan nya."
"kalau begitu izinkan aku yang akan menikahi mu Rania,bayi itu butuh seorang ayah"
Rania pun terdiam,tak ada jawaban.....dia hanya diam......
"baiklah aku tidak meminta jawaban mu sekarang,besok aku akan datang lagi,jaga diri mu ya......"
Frans pun pamit dan pergi meninggalkan Rania.
****
Di rumah kedua orang tuanya akhirnya Arya memberanikan diri berbicara jujur kepada mereka.arya menceritakan kejadian malam itu.dan Arya meminta izin untuk menikahi Rania.
tentu saja mama nya Arya sangat tidak setuju.
"tidak sayang,mama keberatan kalau kamu menikahi gadis itu,itu bukan sepenuhnya salah kamu nak,apalagi gadis itu hanyalah seorang karyawan hotel biasa,bukan dari kalangan berada.pokoknya mama tidak setuju,mungkin saja kamu sengaja di jebak gadis itu."
"mama,cukup....tega-teganya mama bilang seperti itu,pokoknya dengan ataw tanpa restu kalian aku akan tetap menikahi gadis itu."
"lalu bagaimana dengan Raisa Arya,apakah kamu tidak sedikit pun memikirkan perasaan gadis itu "ayahnya kemudian bersuara
"aku akan jelaskan semuanya pada Raisa agar ia mengerti,"
"aku cape ma.....aku ingin masalah ini cepat selesai"........
__ADS_1
bersambung........