Sebuah Janji

Sebuah Janji
bab 10


__ADS_3

***


7 tahun kemudian......


"ma...mama ..ayo kita naik wahana yang itu ma.....amara pengen naik yang itu"


"iya sayang ....sebentar ...."


"ayo ma...ntar kita gak kebagian. kalcisnya.......


merekapun naik wahana yang di inginkan oleh Amara.


sore itu Rania mengajak Puterinya jalan-jalan di wahana permainan anak-anak.rania senang melihat Puterinya tertawa menikmati setiap wahana bermain yang mereka naiki.


"Frans ....andai kamu masih ada mas,Puteri kita sudah besar,cantik dan pintar.dua juga sangat menggemaskan Frans.


"sayang....udahan yu maennya,karena ini sudah mau gelap.lain waktu kita kesini lagi."


"iya ma......ayo kita pulang...."


ibu dan anak itupun berjalan keluar menuju pulang.tiba tiba dari arah belakan seorang anak kecil seumuran Amara lewat di depan mereka dengan di apit kedua orang tuanya.amara tiba-tiba sedih melihat pemandangan di depannya.


"mami .....kenapa Amara gak punya Daddy mi.....?Amara juga pengen seperti gadis kecil itu punya Daddy,di sayang Daddy ...hik....hik...."


"sayang .....Daddy udah tenang di syurga......Amara gak boleh sedih,nanti Daddy di sana sedih juga. kalau lihat Amara sedih"


"benarkah begitu mi.....?baiklah Amara gak akan sedih lagi sekarang....Ayi kita pulang mi......"


"sayang ....maafkan mama ya nak ....pasti kamu sangat merindukan sosok ayah di samping mu seperti teman-temanmu yang lain."

__ADS_1


Rania pulang ke rumahnya dengan Amara.


"bi.....tolong antar Amara ke kamarnya dan bersihkan badannya,"


"baik non ......"


"aku ke kamar dulu ya bi......dan kalau bi Marni mau makan,makan duluan aja,aku mau langsung istirahat di kamar."


"kasian non Rania,7 tahun tanpa tuan Frans,kenapa non Rania tidak menikah lagi saja,agar non Rania tidak kesepian lagi dan non Amara bisa punya ayah lagi."bathin bi Marni.


***


Rania merebahkan badannya ke dalam bathup.kenangan bersama Frans masih saja terngiang dalam ingatannya.


"Frans ...aku merindukanmu.......hidupku hampa tanpamu Frans ......kadang aku lelah dengan hidupku ini.....tapi Amara yang selalu jadi penyemangat mu.terkadang aku juga lelah dengan pertanyaan-pertanyaan Amara yang selalu menanyakan tentang ayahnya.tuhan.... berilah hamba jalan terbaik...."bathin Rania.


***


"sayang ......kapan kalian akan memberikan mama dan papa cucu ,mama ingin sebelum tutup usia ingin sekali menggendong cucu mama nak!"


"mungkin kami belum di percaya ma.....sabar ya...."dan Arya pun seperti sudah tidak berselera lagi untuk melanjutkan makannya,selalu itu terus yang di bahas oleh orang tuanya.


"ma ...Raisa ke toilet dulu ya ma....."


Raisa meninggalkan meja makan dan pergi ke toilet sepertinya hanya alasan Raisa saja untuk menghindari pertanyaan demi pertanyaan dari mertuanya itu.hati kecilnya sebenarnya sakit mendengarnya.bagaimana mereka bisa punya anak sementara Arya tidak pernah sekalipun menyentuhnya.meskipun Arya juga sudah berusaha untuk mencoba membuka hatinya untuk Raisa,tapi tiap kali mereka mau melakukannya di ranjang,Arya seperti tiba-tiba berubah dingin bagaikan es yang membeku.raisa sebenarnya ingin mengakhiri pernikahannya tapi rasa cintanya terhadap laki-laki itu begitu besar,bahkan ia reka bersabar dan menunggu sampai Arya mau menerimanya.


"sayang....kamu belum tidur....??"


"aku tidak bisa tidur,kamu tidur duluan saja,nanti aku menyusul..."

__ADS_1


Raisa pun pergi ke kamarnya dengan wajah yang kesal dengan penolakan arya.7 tahun ia jalani pernikahan yang hanya sebuah status.pernikahan tanpa adanya cinta suami untuknya.


"aku ingin menyerah tuhan......mungkin memang Arya bukan untukku,dia sepertinya masih memikirkan gadis itu.egois kalau aku tetap memilih bertahan"dia pun mencoba memejamkan matanya agar tertidur.


"Rania...apa kamu masih membenciku.....aku ingin sekali bertemu dengan mu,meminta maaf kepadamu,adakah tempat di hatimu untukku.....?"


dan air matanya pun tak terasa jatuh membasahi pipi laki-laki itu.


***


"ma...bolehkah Amara tidur dengan mama....?"


"tentu boleh sayang....kemarilah sayangnya mama...."


Rania memeluk tubuh mungil itu dengan penuh kasih sayang.


"apakah aku harus berterus terang kepadanya bahwa ayahnya bukan Frans,tapi laki-laki lain...."


"kenapa tiba-tiba aku jadi memikirkan laki-laki itu,tuan arya.ternyata dia adalah sahabatnya mas Frans,kenapa semuanya seperti kebetulan.laki-laki itu ternyata adalah anak dari tuan Baskoro pemilik hotel dimana aku bekerja"


keesokan harinya......


"ma.....besok jadi kan kita berlibur ke Jakarta,mama kan udah janji sama Amara kalau Amara juara kelas,mama akan mengajak Amara keliling kota Jakarta,kita akan ke Dufan kan ma.....?"


"i..iya sayang....besok kita berangkat ke Jakarta sesuai dengan janji mama."


bersambung....


mohon like dan dukungannya ya para readers.....kritik dan sarannya juga di nantikan ya...agar bisa lebih baik lagi

__ADS_1


__ADS_2