
Mereka sampai di mansion ibu Cellya sekitar jam lima sore. nampak para maid, membungkuk hormat menyambut kedatangan Sean dan Cellya.
"Kalian sudah datang?!.", ucap ibu Cellya, sembari berjalan menghampiri anak dan menantunya. mereka nampak berpelukan bergantian.
"Bibi An, tolong antar Nani istirahat di kamarnya.", ucapnya pada maid kepercayaan nya.
"Baik, nyonya.", jawab bibi An. Nani, segera mengikuti langkah bibi An, menuju kamar para asisten rumah tangga. tentu nya setelah menyerahkan paper bag berisi puding, salad buah, dan dessert yang di beli Cellya di toko langganan keluarga nya, pada maid.
"Mama dan Dady mu, belum datang. mungkin sebentar lagi.", ucap ibu Cellya, sembari mengajak anak serta menantunya duduk di sofa ruang keluarga.
"Apa Dady pulang, by?!.", tanya Cellya pada suaminya. Sean mengangguk.
"Dady bilang, pekerjaan nya selesai lebih cepat. jadi, Dady bisa pulang lebih cepat untuk istirahat dan menghadiri pernikahan Ellyana.", jawabnya.
Ibu Cellya mempersilahkan anak-anaknya duduk. "Bagaimana kabarmu, sayang?!.",
"Kau dan baby sehat, kan?!.", tanya ibu Cellya. ingin tahu keadaan putrinya.
"Aku sehat, ma. baby, juga.",
"Sean, mengajak untuk menemui dokter besok, sehari sebelum acara pemberkatan pernikahan Ellyana.", jawabnya.
"Apa tidak bisa di tunda?.", tanya ibunya. ia ingat, besok harus mengecek semua persiapan pemberkatan pernikahan dan acara pesta resepsi Ellyana.
"Hanya memastikan, ma.",
"Aku hanya tidak ingin, by terlalu memaksakan diri di pernikahan Ellyana.", jawab Sean.
"Ya, mama mengerti. tapi, mama minta maaf tidak bisa mengantar, besok.", ucap ibu Cellya, menyayangkan.
"It's ok, ma. percayakan semua pada menantu mama ini.", ujar Cellya, sembari melirik manja Sean, dengan senyuman.
"Apa maksudnya?!.", tanya Sean, merasa aneh. dia menahan gummy smile nya.
"Jadi, sekarang dirumah. aku punya dokter dan bodyguard pribadi. dialah orangnya, ma.", ujar Cellya, membuat Sean tersenyum.
"Semenjak pulang dari Singapura. dia akan terus mengikuti ku kemanapun, saat berada di rumah.",
"Jika dia harus ke kantor. dia akan berpesan untuk berhati-hati, banyak istirahat, jangan lupa minum vitamin dan sebagainya. dan itu di ucapkan berulang-ulang, sebelum ia pergi.",
"Nantinya pun, saat ia di kantor atau keluar. setiap 30-45 menit sekali. dia akan menelpon atau menyempatkan diri mengirim pesan.", cerita Cellya, panjang lebar. yang membuat Sean dan ibunya tersenyum.
"Itu karena aku begitu menyayangi dan mencintaimu, by.", jawab Sean, lembut menatap Cellya. ibu Cellya menatap sepasang anaknya itu. entah mengapa, ada rasa sedih di raut wajah nya.
__ADS_1
"Selamat malam, semua.", sapa Ellyana, yang baru saja datang dan memasuki rumah bersama calon suaminya.
Ellyana yang melihat Cellya sudah datang segera menghampiri dan memeluk saudaranya itu. baru ia beralih memeluk Sean dan ibunya bergantian. begitu juga dengan David.
"Dari tadi kah?!.", tanya Ellyana, yang sudah duduk bergabung bersama mereka.
"Lumayan.", jawab Cellya.
"Bagaimana keadaan mu, nona?!.", tanya David, menyapa Cellya.
"Baik.", jawab Cellya, senyum.
"Baby nya?!.", tanya David lagi.
"Baby nya juga sehat. besok kita akan check up, sekaligus memastikan apa bisa menghadiri pemberkatan kalian atau tidak.", sahut Sean.
"Kenapa memangnya?!.", tanya Ellyana. ia nampak khawatir mendengar ucapan Sean, barusan.
"Hanya memastikan, El.",
"Kita semua tahu kondisi saudara mu. jika memang dokter mengizinkan, tentu Cellya akan hadir. benar kan, Sean?!.", sahut ibu Cellya, memberi penjelasan pada Ellyana.
Nampak Ellyana bernafas lega. "Syukurlah, aku pikir ada apa denganmu.", ucapnya, sembari mengusap perut buncit Cellya.
Seorang maid berjalan di ikuti oleh kedua orang tua Sean dan orang tua David.
"Keluarga yang lain sudah datang, nyonya.", ucap maid. ibu Cellya segera menyambut kedatangan kedua besannya, begitu juga dengan kedua putrinya.
Mereka nampak berpelukan bergantian dan saling melempar senyum.
"Apa makan malam sudah siap?!.", tanya ibu Cellya, setelah mempersilahkan para besannya duduk di ruang keluarga.
"Sebentar lagi, nyonya.", jawab maid. ibu Cellya, hanya mengangguk paham.
"Dady terbang jam berapa?!.", tanya Sean. ia sedikit terkejut melihat ayahnya datang, karena tempo hari ia masih melakukan panggilan roaming internasional dengan sang ayah.
"Begitu mendarat. Alex, langsung menjemput Dady dan pulang berganti baju, langsung berangkat ke sini bersama mama mu.", cerita nya.
"Oh, Dady pasti sangat lelah.", ucap Cellya.
"Tidak juga. ini adalah suasana yang menyenangkan dan jarang kita lakukan bersama. jadi, Dady tidak akan melewatkan kesempatan ini.", ujarnya. ia tidak ingin menantunya khawatir pada dirinya. Cellya tersenyum mendengar penuturan ayah mertuanya.
"Paman dan Tante, bukannya sedang di Jepang?!.",
__ADS_1
"Aku dengar, paman dan tante membuka bisnis kuliner di sana, bukan?!.", tanya Sean pada ayah dan ibu David.
"Hanya aku yang di Jepang. ayah David terbang ke Thailand, untuk membicarakan bisnisnya.", jawab ibu David.
"Kenapa tidak mengatur orang kepercayaan untuk di tempatkan di sana, tante?!.", tanya Cellya.
"Di Jepang adalah cabang baru. jadi, tante sendiri dulu yang mengurus dan mengatur tempatnya sesuai dengan yang Tante inginkan.",
"Bila sudah mulai beroperasi, baru tante tempatkan orang kepercayaan disana.", jawab ibu David.
"Woah..., tante sangat hebat. aku iri, ingin menjadi wanita hebat seperti tante.", puji Cellya, membuat ibu David tersenyum.
"Ibumu lebih hebat.",
"Di usianya yang masih muda, sudah harus memegang kendali perusahaan besar dan ternama. belum lagi, harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi kalian. aku, sungguh sangat bangga dan bersyukur menjadi bagian dari keluarga kalian.", ujar ibu David. matanya nampak berbinar membicarakan besannya.
"Semua berawal dari terpaksa, yang akhirnya menjadi terbiasa.", ucap ibu Cellya merendah dan tersenyum.
"Butik, besan juga semakin berkembang saja.", ucap ibu David, menyapa ibu Sean.
"Itu hanya bisnis kecil, untuk mengisi waktu luang. tidak ada yang bisa di banggakan.", ucap ibu Sean, merendah.
"Bisnis kecil yang mendunia, maksudnya?!.", sahut ibu David.
"Dari artis, konglomerat sampe bangsawan banyak yang menyukai desain dan bahan kain dari butik mu. bahkan, suamiku merekomendasikan semua baju pernikahan dan pesta padamu. aku, sungguh sangat merasa terhormat.", ujar ibu David. ibu Sean tersenyum.
"Aku yang merasa terhormat, bisa ikut andil dalam acara istimewa ini.",
"Aku membuka dan mendesain nya sebaik mungkin. aku harap kalian cukup puas dan suka dengan hasilnya.", ujar ibu Sean penuh harap.
"Aku sangat menyukai nya. Ellyana, sudah mengirimkan gambarnya padaku.",
"Dan tadi, saat aku baru sampai. orang suruhan mu datang mengantarkan nya.",
"Sungguh aku sangat menyukai nya, karena ternyata yang asli lebih bagus dari foto nya.", ucap ibu David. ia nampak begitu senang saat bercerita.
"Syukurlah. aku hanya berusaha memberikan yang terbaik saja.", ucap ibu Sean merendah.
Seorang maid datang mendekat, dan berbisik pada ibu Cellya. sejenak ibu Cellya mendengar kan dan paham dengan ucapan maid itu.
"Makan malam, sudah siap. mari kita makan terlebih dahulu.", ajak ibu Cellya, setelah maid itu pergi.
...----------------...
__ADS_1