
***
Semester satu akan berakhir beberapa bulan lagi. Saat ini sudah bulan September.
***
Tidak terasa sasa dan teman-teman lainnya sudah saling mengenal dan akrab.
***
Sasa duduk di kursinya seperti biasa disampingnya adalah kris.
"Vita, kamu suka ga sama jaya?" Tanya sasa sambil tertawa kecil.
Vita duduk di belakang jaya terperanjat.
"Hah, ya gak lah" jawab vita cepat.
Jaya yang sedang duduk di depan vita pun terperanjat.
"Cie, jaya kamu suka sama vita?" Tanya sasa sambil tertawa kecil.
Jaya menggeleng.
Ya entah kenapa akhir-akhir ini jaya sepertinya dekat dengan beberapa teman di kelasnya. Tentu saja ia mendekati beberapa perempuan di kelasnya.
Sasa hanya bercanda menanyakan hal itu. Sasa juga tidak mungkin suka dengan jaya, sasa tidak ingin lagi mencintai.
Setelah beberapa bulan lalu putus dengan kekasih nya. Ia sangat kecewa mengetahui mantan nya tersebut berpacaran dengan teman sasa sendiri. Mungkin juga lebih tepatnya bukan teman, hanya saja sasa mengenal nya dan pernah satu kelas dengan perempuan itu saat kelas 1 SMA.
Setelah itu ia terlihat sangat membenci mantan kekasih nya itu.
Orang yang selama ini ia percayai malah mengkhianatinya.
Sebelumnya sasa memang curiga pada mereka berdua, tetapi sasa mengurungkan niatnya untuk menanyakan hal itu kepada perempuan tersebut.
Ia hanya menanyakan pada mantan kekasihnya sebelum sasa memutuskan untuk pergi meninggalkan lelaki yang ia percayai itu.
Namun benar dugaan sasa, ia tidak mau mengakui bahwa ia menginginkan perempuan lain. Hingga akhirnya sasa tau bahkan berusaha menerima kenyataan bahwa lelaki itu telah bersama perempuan lain.
__ADS_1
Sungguh mengecewakan bagi sasa, seorang lelaki yang selama ini mengatakan cinta bahkan pernah berjanji untuk selalu bersamanya berkhianat.
***
"Tring"
Hp sasa berbunyi memecah keheningan didalam kamar sasa.
Ada pesan dari jepi. Jepi adalah kenalan sasa dari sekolah swasta lainnya, namun masih satu kota. Mereka sudah kenal sejak sasa kelas 1 SMA, mereka masih satu angkatan.
Jepi juga sering menghubungi sasa melalui WhatsApp.
Walaupun begitu mereka hanya dekat melalui media sosial, belum pernah saling bertemu.
Jepi
(Sa, ada yang perlu aku biacarakan padamu)
Sasa
(Ada apa jep?)
Tidak seperti biasanya jepi menghubungi sasa seperti itu, sepertinya penting.
Jepi
Sasa terperanjat.
Kenapa tiba tiba sekali jepi mengatakan hal itu. Padahal jepi pun belum tahu sama sekali sikap sasa sebenarnya selama ini. Sikap egois nya, manjanya, cemburuannya.
Sasa hanya terdiam sambil melihat layar kacanya.
Ya salah satu masalah hubungan sasa dengan mantan-mantan sebelumnya pun karna sikap sasa yang overprotective. Terlalu berlebihan.
Sasa sangat cemburuan, dia egois. Tidak peduli siapapun orangnya, jika ada seorang saja teman yang berbicara pada kekasihnya, maka sasa akan marah. Setiap hari pertengkaran selalu terjadi karna hal-hal kecil. Sasa juga tidak suka dengan lelaki yang tidak bisa menerima sikapnya. Padahal setiap kali ia menerima seseorang, ia akan mengatakan bahwa ia punya sikap seperti itu, dan ia menjelaskan nya secara rinci. Tapi begitulah lelaki selalu mengatakan bahwa mereka bisa menghadapi sikap perempuan seperti itu. Bahkan akhirnya mereka tidak bisa menerima kenyataan nya seperti itu.
Sasa bingung ingin menerima Jepi atau tidak.
Seolah jepi sudah mengerti sikap sasa selama kedekatan mereka walaupun hanya melalui media sosial.
__ADS_1
Tapi sasa berjanji untuk tidak mencintai lagi. Karna akhirnya akan menyakiti nya.
Sasa
(Gimana ya jep, aku udah sering sakit hati. Jadi aku takut di kecewakan lagi. Kamu juga pasti ga suka sama sikap ku ini yang over.)
Jepi
(Aku bisa kok ngadepin sikap kamu sa. Aku udah biasa. Malahan aku yang sering disakiti perempuan.)
Sasa
(Gimana ya jep, aku pikir-pikir dulu ya)
Jepi
(Iya deh, aku Tunggu ya)
Sasa berpikir bahwa mungkin dia yang sasa cari selama ini.
Memahami sikap sasa yang begitu mengesalkan bagi lelaki lain.
Namun sasa berharap bahwa jepi benar-benar pilihan yang tepat kali ini.
Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati sasa. Entah apa itu.
Apakah sebenarnya ia mencintai lelaki lain atau hanya perasaan sasa saja.
Walaupun benar dia memiliki perasaan untuk lelaki lain, siapa dia?
Benak sasa berbicara.
Jaya?
"Tapi itu tidak mungkin. Apa selama ini aku cemburu melihat jaya bersama perempuan lain?" Ucap sasa pelan.
"Tidak mungkin!"
Sasa mengela nafas lalu menghempas kan tubuh nya diranjang.
__ADS_1
Yang pasti sasa belum berpikir menerima jepi.
Bersambung...