Sebuah Janji

Sebuah Janji
Jadian


__ADS_3

*Tring*


Hp sasa berbunyi saat sasa sedang didapur menyantap makanan nya.


Sasa dengan cepat memegang hp nya lalu membuka pesan.


Jaya


(Sa, aku sungguh mencintaimu)


Sasa terdiam sejenak setelah membaca pesan singkat dari jaya.


Tentunya sasa sungguh bahagia karna jaya menyatakan cinta nya lagi.


Sasa tidak mengira jaya akan berubah pikiran secepat ini.


Sasa


(Kamu beneran suka sama aku jay?)


Jaya


(Iya sa, aku tidak bisa melupakan kamu. Tapi aku ga maksa kalau memang kamu sudah punya orang lain. Bersamaku lah selagi kita masih bisa bersama.)


Sasa senang sekali setelah membaca pesan dari jaya. Sasa berlari kekamar nya, menyisakan makan siang dipiringnya.


Sasa


(Iya kamu benar jay, selagi masih bisa bersama.)


Jaya

__ADS_1


(Kamu mau jadi pacar aku?)


Sasa


(Iya jay aku mau)


Hari itu hari terbahagia sasa dan jaya. Sasa merasa bahagia sekali karna ia telah bersama jaya.


Ada satu kesepakatan sasa dan jaya. Tidak memberitahu siapapun kalau sasa dan jaya sudah jadian.


Teman-teman sekelas sasa dan jaya terkadang menyebalkan.


Lagian tidak penting memberitahu mereka.


Awalnya di kelas sasa dan jaya saling cemburu karna mereka belum tau kalau sasa dan jaya jadian.


Perempuan-perempuan masih saja mendekati jaya.


Laki-laki di kelas mereka juga masih mendekati sasa.


****


"Sa, kamu kok ga peka sih, jaya kan suka sama kamu." Ucap vita mengejek.


Sasa pura pura tidak peduli dan tidak tahu kalau jaya suka dengannya. Walaupun sasa dan jaya sudah jadian mereka tetap saja pura-pura belum jadian.


"Masa sih vit? Aku ga tau loh." Ucap sasa tersenyum.


***


Hari hari berlalu, pelan-pelan mereka tau bahwa sasa dan jaya pacaran. Mereka tidak bisa menyangkal kedekatakan mereka dikelas.

__ADS_1


Sasa dan jaya selalu sama-sama. Kadang jadi ejek-ejek kan mereka.


"Cie cie" ucap mereka saat melihat sasa dan jaya duduk bersama saat istirahat.


Awal nya memang masih sulit, sasa cemburuan, sasa tidak suka melihat jaya dekat dengan perempuan lain.


Setiap pulang sekolah sasa terlihat marah dan cemburut, di dalam kelas pun sasa terlihat tidak bersemangat saat melihat jaya dengan perempuan lain. Walaupun cuma teman, bagi sasa jaya miliknya, tidak boleh dekat-dekat dengan orang lain walaupun hanya teman. Sasa berpikir, sasa dan jaya juga dulu teman, sekarang pacaran.


Sasa takut awal-awal nya jadi teman akhirnya malah saling suka. Sasa hanya ingin jaya milik sasa seutuhnya.


Begitulah sasa, cemburuan, pemarah, egois.


Memang begitu sulit jaya memahami sasa.


Sasa terlihat kekanak-kanakan terkadang membuat jaya bingung. Mungkin saja jaya malu.


Tapi itulah sasa, sasa akan mencintai orang yang benar-benar mencintainya.


Sasa tidak main-main saat mencintai seseorang.


Ia sangat cemburuan, karna setiap kali ia berharap kepada seseorang, ia malah di kecewakan.


Terkadang sasa berpikir bahwa ia bisa saja dikecewakan oleh jaya. Itulah ketakutan sasa saat ini. Ia membuka hati bukan untuk di sakiti.


Jaya pun tau itu, jaya pun pernah berbincang dengan sasa, kalau jaya pun pernah merasa disakiti berkali-kali.


Sasa berpikir dengan adanya pengalaman yang sama sama menyakiti mereka, mereka akan tahu bagaimana rasa sakit, dan tidak akan saling menyakiti satu sama lain.


Mereka berharap mereka saling mencintai.


Mereka berharap akan saling mengerti.

__ADS_1


Karna sasa merasa, semakin bertambah umur, sasa ingin seseorang yang serius yang pantas di pertahankan.


Bersambung...


__ADS_2