
Sepeninggal Sean untuk bekerja. Nani, selalu mengikuti kemanapun Cellya pergi.
Ya, Sean berpesan khusus pada Nani untuk terus mengikuti Cellya. ia khawatir istrinya jatuh lagi yang bisa membahayakan Cellya dan baby mereka.
Kini Cellya tengah duduk di bangku taman mansion. ia nampak ingin melanjutkan menyelesaikan desain kamar baby nya.
Namun, saat membuka file dia terkejut bahwa desainnya telah selesai. bahkan, lebih bagus dari desain awalnya.
Cellya tersenyum. ia tahu, siapa pelakunya?!. ya, siapa lagi jika bukan suaminya.
Cellya meraih ponsel di sampingnya. ia melakukan panggilan telepon.
"By, apa aku mengganggu?!.", tanya Cellya, begitu panggilan itu tersambung.
"Tidak, sayang. katakan, ada apa?!.", tanya Sean.
"Kau menyelesaikan desainnya, semalam?!.", tanya Cellya.
"Ya, aku tidak bisa tidur. jadi, aku pikir akan lebih cepat mengantuk jika aku benar-benar lelah. jadi, aku menyelesaikan file desain kamar baby yang kau buat.",
"Kenapa?!. kau tidak menyukainya?!.",
"Kau bisa merubahnya jika tidak menyukainya, by.", ujar Sean.
"Tidak. aku sangat menyukainya. bahkan hasil akhirnya, lebih bagus dari desain awal.", ujar Cellya.
"Baguslah, jika kau suka.",
"By, bolehkah memanggil tukang sekarang?!. aku ingin segera merenov kamar baby.", tanyanya, bersemangat.
"Lakukan, sesukamu sayang.", ujar Sean. membuat Cellya berteriak girang.
"Terimakasih, by.", ujarnya.
"Ok, by.",
"Aku tinggal dulu, ya?!. rapat sudah di mulai.", ucap Sean.
"Ya, by. love you!.", ucap Cellya.
"Love you more.", jawab Sean, sembari memberi kecupan sebelum panggilan telepon itu terputus.
Cellya meletakkan ponselnya. "Nani, tolong panggilkan bodyguard atau penjaga rumah.", ucapnya, meminta tolong.
"Baik, nona.", Nani yang sedari tadi menunggu Cellya di taman sembari merapikan dan menyiram bunga, segera pergi bergegas memanggil bodyguard, yang sedang berjaga di pos satpam, bersama penjaga mansion.
Tidak berselang lama, Nani sudah kembali dengan seorang bodyguard, bertubuh besar di belakangnya.
__ADS_1
Bodyguard itu membungkuk hormat pada Cellya, saat mereka sampai di sana.
"Ada yang bisa saya bantu, nona?!.", tanya bodyguard.
"Bisa kau carikan tukang renovasi, yang bagus?!.",
"Aku ingin merenovasi kamar, untuk baby.", ujarnya.
"Akan segera saya carikan, nona.", ucapnya.
"Baiklah, terimakasih.", ucap Cellya. membuat bodyguard itu membungkuk hormat dan segera pergi untuk melaksanakan perintah dari nyonya nya.
Nani benar-benar menjaga Cellya. ia mengikuti Cellya kemanapun. bahkan, saat Cellya selesai makan siang dan minum vitamin, Nani juga mengikutinya naik tangga di belakang Cellya, untuk menjaga Cellya karena khawatir majikan nya jatuh.
Baru ketika Cellya sudah sampai di depan kamarnya, Nani berbalik meninggalkan Cellya.
Cellya merebahkan tubuhnya di ranjang. entah mengapa, ia merasa begitu mudah lelah hati ini. karena tidak ada yang ingin ia kerjakan lagi, maka Cellya pun memutuskan untuk tidur siang.
......................
Cellya terbangun ketika jam menunjukkan pukul tiga sore. ia mengambil ponselnya, dan sedikit terkejut melihat jam yang tertera di ponsel nya.
Pasti Sean sudah pulang dan tidak ada yang menyiapkan air hangat untuk mandi, pikirnya.
"By, aku pulang sedikit terlambat. ada beberapa relasi datang dan mengajak untuk makan bersama.", pesan teks dari Sean, saat Cellya hendak meletakkan ponsel di atas nakas nya.
Ya, meskipun Sean sudah mengatakan akan pulang terlambat. tetap saja dia ingin tampil sempurna untuk menyambut suaminya.
......................
Cellya kembali duduk di taman untuk menghirup udara segar, sekaligus menikmati senja.
Seperti biasa, ia duduk di ayunan sembari menggambar sesuatu di buku yang ia bawa.
Tiba-tiba, ia melihat mobil Porsche milik suaminya memasuki pelataran mansion dan berhenti.
Cellya yang begitu bahagia melihat suaminya pulang segera berdiri dan berjalan tergesa-gesa ke arah Sean, hingga terjatuh.
Melihat hal itu, Sean yang awalnya hanya diam dan tersenyum menunggu istrinya di dekat mobil langsung berlari menghampiri istrinya.
"Kau tidak apa-apa, sayang?!.", tanyanya khawatir.
"Tidak apa-apa, aku hanya tersandung.", ujarnya.
Sean melihat ada sedikit batas antara paving atas dan bawah, sekitar 15 centimeter tingginya. ia berpikir, apakah Cellya tidak melihat nya?.
Dua mobil memasuki pelataran mansion nya, mengalihkan perhatian Sean sejenak, lalu ia segera membantu Cellya berdiri.
__ADS_1
Ia nampak membantu Cellya membersihkan lutut, siku dan kedua telapak tangan istrinya yang terkena tanah.
"Aku mengajak relasi kerja untuk makan dirumah. jadi, ayo kita sambut mereka.", ajak Sean.
"Bukankah tadi kau bilang, kalau akan makan bersama dan pulang telat?!.",
"Iya. tapi, perasaan ku mengatakan aku harus cepat pulang. itu sebabnya, aku mengajak mereka makan di rumah saja.", ujar Sean, menjelaskan.
"Tapi, Nani dan maid....
"Aku sudah menghubungi Nani tadi.",
"Aku menghubungi nya, karena kau tidak mengangkat telfon dan membalas pesanku.", ucapnya, sembari menyisipkan beberapa helai rambut Cellya yang menutupi wajah sang istri, karena tertiup angin.
"Maaf.", ucapnya, sembari tersenyum manis. membuat Sean gemas dan mencubit hidung nya.
"Baiklah. ayo, kita sambut mereka.", ajaknya, yang segera di angguki Cellya.
Mereka segera mendekat, menyambut beberapa relasi suaminya yang datang ke mansion mereka.
Para pengawal dan maid, membungkuk hormat menyambut tamu Sean. dan sebagai tuan rumah, baik Sean maupun Cellya segera mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
Nani dan beberapa maid datang membawa camilan dan minuman, untuk para tamu.
"Silahkan di nikmati dulu. aku permisi mengantar istri ke kamar untuk ganti baju.", ucap Sean.
"Bukannya tuan Xavier, yang harusnya ganti baju?!. tuan kan baru sampai?!.", ucap salah seorang partner kerja Sean yang dari Thailand.
"Istriku tadi sempat jatuh. bajunya sedikit kotor, jadi aku mau mengantarkan nya dulu.", ujar Sean.
"Wah, tuan Xavier benar-benar pengertian. aku yakin, anda pasti sangat bahagia menjadi istrinya.", ujar partner Sean yang lain dari Kamboja.
Cellya tersenyum mendengar ucapan mereka. "Terlalu beruntung, lebih tepatnya. memiliki suami seperti tuan Xavier, yang tidak hanya memanjakan saya, tapi juga sangat memperhatikan hal-hal kecil agar saya selalu bahagia.", ujar Cellya, membuat mereka tersenyum.
"Baiklah, kami permisi sebentar. silahkan dinikmati dulu apa saja yang ada.", ucap Sean, lalu segera menggandeng Cellya menaiki tangga menuju kamar mereka.
Sean dan Cellya sama-sama berganti baju. Sean ganti baju di kamar mandi, sementara Cellya ganti baju di kamar.
Begitu selesai, Sean segera keluar dari kamar mandi. nampak Cellya sudah duduk di tepi ranjang dan mengobati betis bawah lutut nya.
"Kenapa sayang?!.", tanyanya ketika melihat luka cukup panjang di kaki putih istrinya.
"Sepertinya, karena jatuh tadi, by.", jawabnya enteng. Sean segera berjongkok dan membantu istrinya mengobati luka istrinya.
"Kemarin kening, sekarang lutut. besok apalagi?!.", ujarnya, sembari menutup luka itu dengan plester. suaranya terdengar berat, hingga membuat Cellya diam mendengar intonasi dan suara itu.
...----------------...
__ADS_1